Jika aku bisa memilih antara dia atau dirimu maka aku tak kan pernah ingin mengenal kalian..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selvi Noviyanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 29
"Mas.. " panggil Dera dengan lirih menatap Dion wajah suami yang selalu memberikan kekuatan untuk dirinya tetap semangat.
"maafin aku mas.." ucap Dera yang kini juga membalas genggaman tangan Dion
"Shutt.. tak ada yang harus di maafkan, melihat kamu yang sudah kembali saja mas sudah bahagia sayang. Berjanjilah untuk tetap bersama dengan mas apa pun yang terjadi.." ucap Dion yang kini mengelus puncak rambut sang istri.
Sedangkan ibu dan juga ayah mertuanya kini terlihat pergi meninggalkan sang putri dan juga menantunya untuk saling mengungkapkan isi hati mereka. Mereka menunggu kedatangan kedua cucu mereka yang ada pada baby sisternya yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Sedangkan Dion saat ini sedang melampiaskan rasa kerinduannya terhadap sang istri yang saat ini telah sadar.
"Sayang.. " panggil Dera yang kini tersenyum melihat Dion yang meneteskan air matanya
"Di mana si kembar hemm?" tanya dera yang saat ini menggenggam tangan Dion
"Mereka sedang dalam perjalanan ke sini. sungguh dera entah apa yang akan aku lakukan tanpa mu.. Selama ini aku selalu berdo'a meminta kepada sang maha Kuasa, agar kamu segera kembali berkumpul bersama dengan kami.. dan Alhamdulillah sekarang Allah mengabulkan do'a yang selalu di panjatkan.." ucap Dion dengan mencium kening dera.
"Terimakasih mas.." ucap Dera yang nampak akan meneteskan air mata melihat bagaimana gigihnya sang suami yang berkeyakinan akan dirinya.
"Kita tidak ada yang tahu tentang usia umur kita sayang. Aku harap kamu bisa terima semuanya apa pun yang terjadi.." jawab Dera dengan tangan yang mengusap pipi sang suami
"Bagaimana kamu bisa seperti ini ? sungguh mas kamu tidak bisa ku kenali.. Wajah mu kerutan di bawah mata mu, dan juga penampilan mu membuat ku tak mengenali mu lagi.." canda dera yang kini melihat Dion yang nampak memperhatikan wajahnya
"Tidak masalah sayang.. asal istri ku kembali dan kita akan hidup bersama dengan kedua anak kita.." jawab Dion dengan senyuman di wajahnya.
Tok tok.. (bunyi ketukan pintu dari luar pun terdengar)
"Iyaa.. masuk saja.." ucap Dion yang kini melihat ke arah pintu
Senyuman di bibirnya mengembang saat melihat si kembar yang kini sedang tertidur di dalam dekapan sang mertua
"Alysia dan juga Aryan, Adalah nama kedua bayi kita.. Mereka sungguh pintar sayang.. kamu tahu jika mereka pun tiap hari menjenguk melihat menemui sang bunda ya ng masih betah terlelap tapi untuk sekarang mereka menemui bunda saat bunda telah sadar.. Mereka bisa menatap manik mata sang bunda yang juga melihat ke arah mereka.." ucap Dion yang kini mengusap puncak kepala sang istri
"Lihatlah sayang.. mereka kuat sama seperti bundanya. mereka pintar dan tak permah sekali pun rewel " sambung Dion dengan mengambil alih gendongan Alysia dari tangan sang ibu mertua.
"Cantik kan sama seperti bundanya.. " ucap Dion yang kini menatap sang putri Alysia.
"Assalammualaikum putri bunda, Alysia masyaallah cantik sekali kamu nak.. " ucap Dera yang kini tangannya meraih pipi mengusapnya dengan pelan sang putri, Alysia.
"Waalaikumsalam bunda.." jawab dion dengan nada seperti anak-anak.
"Dan ini putra bunda jagoan bunda, namanya Aryan.." ucap sang ibu mertua yang kini mendekat ke arah Dera yang saat ini sedang terbaring..
Justru karena mencintai itu rela mengalah membiarkan Dia bahagia dengan Dunianya dan kebebasannya tanpa harus terkekang dengan segala aturan yg kita buat.
Level tertinggi mencintai itu, ketika kita rela melepaskannya disaat hati sangat mencintainya 😊
Hingga akhirnya jatuh sejatuh²nya dan berakhir dengan kecewa dan luka.
Apabila semua itu blm siap maka jaga hati untuk tidak jatuh cinta 🤧
Bukan perpisahan yang ditangisi, tapi pertemuan yang harus disesali..
Kecewa sama diri sendiri dan hati yang begitu mudahnya jatuh cinta dan terbuai 🥺
ada hubungan apa merekaa sama dera..