"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rencana musuh
Sementara di Istana Mo, saat ini Kaisar muda sedang bersenang-senang dengan para selirnya. Di sana juga ada beberapa pengawal kuat yang sepertinya sedang membahas sesuatu.
"Jadi, Wei masih hidup?." Ujar Mo Rang dingin.
"Karena mustahil jasadnya tidak di temukan dimana-mana. Jejak berhenti di atas tebing curam, saya menduga mereka terjun ke bawah untuk kabur. Tim pengintai sedang mengejarnya saat ini." Ucap pengawal.
"Licin sekali seperti belut, ehhh dia itu kan serigala bau." Mo Rang tertawa.
"Jadi apa yang perlu kami lakukan setelah ini yang mulia?." Tanya pengawal.
"Hmm~~, tentu saja membawa kepala Wei padaku. Istrinya juga lumayan imut, dia bisa menjadi selirku setelah Wei mati." Ucap Mo Rang.
"Tapi bagaimana jika jejak mereka benar-benar hilang? sepertinya akan sulit jika mengandalkan pasukan pengintai, bagaimana jika kita memancingnya Keluar sarang." Ucap Pengawal memberi usulan.
"HAHAHAHAHAHHA, aku tidak suka sesuatu yang merepotkan. Lebih baik buat saja dia mati menggunakan tangan orang lain, kita hanya perlu duduk manis dan merayakan kematiannya." Ucap Mo Rang menatap licik.
"Berikan perintah anda." Pengawal itu membungkuk hormat.
"Dulu Ibu Wei mati di terkam koloni serigala murni. Artinya Wei juga pasti memiliki masalah dengan mereka, bisa saja alasan dia diam saja saat di kurung karena ingin bersembunyi dari mereka. Apa kau tau cara bekerja sama dengan koloni serigala murni?." Ucap Mo Rang.
"Maaf yang mulia, setahu saya serigala murni sangat membenci manusia. Karena itu mereka memburu para keturunan campuran, karena memiliki darah manusia." Ujar pengawal itu.
"Wahh meerepotkan ya, benar-benar tidak ada jalan keluar?." Mo Rang menatap tajam dengan seringai sinis.
"Yang mulia, mungkin kita bisa memberikan informasi tentang Wei yang masih hidup. Melalui hewan roh agar para serigala murni mulai mengejarnya, dengan begitu umat manusia tidak perlu ikut campur." Ucap Pengawal itu.
"Benar, segera sebarkan informasi ini ke semua hewan roh. Aku sudah tidak sabar mendengar kabar jika pria bajingan itu sudah terkoyak-koyak dengan menyedihkan." Ucap Mo Rang menenggak arak dengan bahagia.
"Baik yang mulia, saya mohon undur diri." Pengawal itu pergi melakukan tugasnya.
tok.. tok..tok
Seseorang datang, ternyata seorang pelayan yang membawa perintah dari Ibu Suri. Mo Rang mendesah kesal karena Ibunya selalu mengganggu, saat dirinya sedang bersenang-senang.
"Yang mulai Ibu Suri menunggu anda di gazebo Paviliun Phoenix. Berharap yang mulia Kaisar menemui beliau segera." Ucap Pelayan.
"Yayayaya." Mo Rang bangkit dengan kesal.
Mo Rang pergi menemui Ibunya di gazebo, meskipun kesal karena di ganggu dia tau jika Ibunya memiliki rencana bagus. Karena kelicikannya ini di turunkan oleh Ibunya, berkat itu dia bisa berada di posisi saat ini.
"Ada apa Ibu?." Tanya Mo Rang begitu duduk.
"Aku dengar bocah itu masih hidup." Ucap Ibu Suri.
"Ya, tapi akan segera mati. Dia kan tidak punya siapa-siapa lagi, memangnya bisa apa?." Mo Rang meremehkan.
"Mo Rang, dulu Ayahmu meremehkan bocah itu tapi dia mati dengan menyedihkan. Jangan masuk ke lubang yang sama dengan kebodohannya." Ucap Ibu Suri.
"Tapi benar kan? memangnya apa yang bisa dia lakukan sekarang? mengumpulkan dan melatih pasukan? dia tidak punya uang. Semua pasukan yang melindunginya dulu sudah mati kita buru, bahkan keluarga serigalanya juga sudah habis dengan menyedihkan." Ucap Mo Rang.
"Astaga, apa menurutmu dia bisa begitu tenang selama ini jika terpojok? dia memang sengaja melakukannya." Ucap Ibu Suri.
"Apa maksud Ibu." Kesal Mo Rang.
"Kita memang pintar dan licik, tapi serigala jauh lebih licik. Apa kau benar-benar yakin jika dia tidak memiliki apapun? apa kau benar-benar yakin dia tidak memiliki pasukan tersembunyi? apa kau benar-benar yakin jika dia adalah orang bodoh?." Ucap Ibu suri menatap putranya dengan tajam.
Deg.
"Tapi... tapi mustahil jika tidak terendus sama sekali, mustahil dia bisa menyimpan kekuatan sebaik itu." Mo Rang penuh logika.
"Serigala selalu bergerombol Mo Rang, kau lupa saat dulu dia mengatakan jika dia seorang Alpha." Ibu suri mengingatkan.
"Maksud Ibu?." Kaget Mo Rang.
"Benar, dia berdiam diri di kandang musuh dengan berani sebagai seorang pemimpin atau Alpha. Tapi semua anak buah nya sedang mengatur banyak strategi dan kekuatan sambil menunggu pemimpin mereka kembali, kesetiaan yang hanya dimiliki kaum serigala. Jadi selama 8 tahun lamanya, kekuatan seperti apa yang sudah mereka tempa? rencana matang seperti apa yang sudah mereka siapkan? apa kau tau itu?." Ibu suri memang sangat pintar dan teliti.
"Sialan, kalau Ibu tau seharusnya Ibu melarangku saat akan mengasingkan nya." Kesal Mo Rang.
"Tidak, justru dengan begini kita jadi tau dia memang bukan bocah sembarangan." Ucap Ibu Suri.
"Tapi kenapa Wei juga membawa Istri dan pelayan istrinya? aku pikir dia bukan tipe pria seperti itu." Heran Mo Rang.
"Mungkin sebagai bentuk penyamaran, entahlah. Jadi berhenti bermain-main dengan selirmu dan mulai membentuk pasukan, jangan sampai kau menyesal." Ucap Ibu Suri.
"Tenanglah Ibu, aku sudah memiliki rencana yang lebih menguntungkan." Ucap Mo Rang tersenyum.
"Apa itu?." Ibu suri tertarik.
"Memberikan informasi pada kawanan serigala murni melalui hewan roh, informasi jika masih ada keturunan campuran yang hidup. Bagiamana respon mereka? pasti sangat mendebarkan kan?." Ucap Mo Rang psikopat.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH. Anakku memang pintar, bagus nak. Tapi kita tidak bisa langsung puas begitu saja, bocah itu kuat." Ucap Ibu Suri.
"Serigala murni jauh lebih kuat, apalagi mereka bergerombol dan ada banyak koloni. Aku yakin dia akan terpojok dan mati menyedihkan." Ucap Mo Rang.
"Jadi kapan kau akan memberikan Ibu cucu? Selirmu sudah sangat banyak, tapi belum ada satu pun yang hamil." Ucap Ibu Suri.
"Ahhhh entahlah, lagipula aku masih 20 tahun. Terlalu dini jika ingin memiliki anak, kita tuntaskan dulu kesenangan kita." Ucap Mo Rang malas.
"Kau tau kan jika sekarang Ibu tinggal di tempat mendiang Permaisuri tinggal?." Ucap Ibu Suri.
"Ibu kenapa memanggil jalang itu dengan begitu hormat? menjijikan." Ucap Mo Rang.
"Hahahaha, tapi alasan Ibu tinggal di sana karena ingin mencari sesuatu." Bisik Ibu Suri.
"Apa itu?." Mo Rang penasaran.
"Aku ingin tau asal-usul dari wanita itu, kenapa Wei tidak terendus sama sekali padahal penciuman serigala itu sangat tajam. Aku justru berpikir jika sejak awal, wanita itu sudah tau akhirnya akan seperti ini." Bisik Ibu suri serius.
"Jadi dia memang sengaja mati?." Kaget Mo Rang.
"Bukan sengaja mati, tapi memang sudah tau akan mati. Mustahil keturunan campuran menang melawan keturunan murni, jadi menurutmu bagaimana Wei bisa selamat saat tragedi itu terjadi?." Ucap Ibu suri penuh teka-teki.
Mo Rang menatap Ibunya dengan serius, dia baru memikirkan hal aneh ini. Benar juga, cukup aneh saat Wei hidup di saat semuanya mati terkoyak dengan menyedihkan. Mo Rang jadi merasa kesal, kenapa dia jadi merasa sedang di bodohi bukannya membodohi.
apa jadi lupa akan meylin dan lin....
q harap tidak ya thorrr 💪😘