NovelToon NovelToon
Suami Sementara

Suami Sementara

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Balas Dendam / Nikahkontrak / Selingkuh / Pengantin Pengganti / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:503.6k
Nilai: 5
Nama Author: Republik Septy

"Ceraikan Rey, dan kembalilah padaku!"

"Aku tidak bisa." Ujar Amora dengan wajah datar.

Farhan menatap Amora dengan bingung.
"Kenapa? Bukankah kita sudah sepakat menjadikan Rey sebagai suami sementara agar kita bisa menikah kembali?"

"Aku mencintainya."

"Apa?"

"Kami saling mencintai dan sampai kapanpun kami tidak akan pernah bercerai. Terimakasih karena memilihkan Reyhan untuk menjadi suami sementara untukku. Tapi sekarang semuanya berbeda. Aku ingin dia menjadi suamiku selamanya. Dan maaf, aku tidak bisa kembali padamu."

Awalnya, Farhan memilih sepupunya yang bernama Reyhan untuk menjadi suami sementara bagi Amora sang mantan istri agar keduanya bisa rujuk kembali. Ia sudah menjatuhkan talak tiga, dan jika ingin kembali pada Amora maka Amora harus menikah dengan pria lain terlebih dahulu. Tapi siapa sangka, cinta tumbuh antara Amora dan Reyhan hingga mereka tak ingin berpisah. Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Republik Septy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Drama pagi hari

Happy reading zheyeng 😘😘

________________________

Amora mengerjapkan matanya, merasakan tubuhnya di tindih sehingga terasa berat. Ia meraba sebuah tangan yang melingkarinya.

"A-apa ini??" matanya membesar, ia raba kembali untuk memastikan. Matanya turun turut menjadi saksi untuk memastikan ia tak salah menerka. Seketika bola matanya kian membesar kala mendapati sebuah tangan kekar sedang melingkari tubuhnya, memeluknya dengan sangat posesif. Amora beberapa kali mengerjapkan mata, mengumpulkan nyawa yang masih setengah kumpul karena sisanya masih beterbangan entah kemana. Ia melirik kepala yang ada di dadanya, lalu beralih pada tangan yang melingkarinya.

Detik berikutnya ia menjerit.

"Aaarrggggghhh ...." Ia berteriak, di susul kakinya menendang Reyhan hingga pria itu jatuh ke lantai yang dingin.

Bukhh ....

"Auuh ...." Reyhan jatuh terjengkang, seraya memegangi pinggangnya. Kesadarannya belum pulih, ia masih terasa mimpi.

"Siapa kamu? Dasar mesum! Kenapa kamu bisa satu ranjang denganku dan kamu ...." Amora menarik selimut sampai menutupi leher. Pikirannya sudah traveling kemana-mana.

"Oh tidak ...." Amora melebarkan matanya. Memikirkan semua hal yang mungkin sudah terjadi antara dirinya dan pria itu.

"Amora ...." Reyhan meringis, ia melirik Amora yang sedang histeris di atas ranjang. Wanita itu menoleh, melihat Reyhan yang kesakitan memegangi pinggangnya.

"Rey? Reyhan?" panggilnya seraya melebarkan mata tak percaya.

"Sakit." lirih Reyhan dengan mengiba. Ia memasang wajah menyedihkan. Sementara itu, Amora masih berusaha mengumpulkan kesadarannya. Ia mengucek matanya guna memperjelas penglihatan yang kabur karena nyawanya belum benar-benar kumpul.

"Amora, ini aku Reyhan." ujar Reyhan. Ia masih duduk sembari memegangi pinggangnya yang terasa akan patah. Ia terjatuh cukup keras karena tendangan wanita itu sangat besar. Membuatnya yang tak sigap dan masih berada dalam kenyamanan harus di hempaskan begitu saja ke lantai yang keras dan dingin.

"Astaga." Amora menyingkap selimut yang menutupi seluruh tubuhnya, lalu turun dan menghampiri Reyhan yang tak berhenti meringis serta memegangi pinggangnya yang sakit. Ia membantu Reyhan berdiri, lalu memapahnya ke atas ranjang sambil mengomel.

"Lagian kamu kenapa sih tidur di apartemen aku? terus satu ranjang pula. Terus peluk aku lagi, terus ...."

"Terus apa?" potong Reyhan kesal. Ia mengusap pinggangnya.

"Kita sudah melakukan apa saja? kita tidak melakukan hal itu kan?" Amora melebarkan matanya.

"Apa? bercinta?"

Amora mengangguk ragu. Ia menggigit jari telunjuk karena cemas.

Reyhan terkekeh.

"Memangnya kenapa kalau kita melakukan hubungan suami istri? toh kita sudah sah di mata agama. Jadi, boleh-boleh saja kalau kita mau melakukannya." Reyhan tersenyum jahil. Sudut bibirnya terangkat, alisnya naik turun menggoda Amora membuat wanita itu mendelik marah.

"Apa katamu? kita sudah sah?"

"Apa maksudmu Ferguso!" tanya Amora dengan napas yang naik turun. Ia berkacak pinggang.

"Hey ! Apa kau amnesia Nona? apa semalam kepalamu terbentur sesuatu?" Reyhan memperhatikan dahi Amora, mencari sesuatu. Tangan kanannya ikut terulur menyibak rambut yang menutupi sebagian dahi wanita itu. Reyhan juga menyentuh dahi itu dengan punggung tangannya, merasakan suhu wanita yang sedang berdiri di hadapannya dengan napas yang memburu.

"Apa sih." Amora menepis tangan Reyhan dengan kesal.

"Cuma ingin memastikan." Reyhan menurunkan tangannya.

"Memastikan apa?" Amora melotot. Reyhan hanya tersenyum miring.

"Apa?" desak Amora.

"Tidak. Tidak apa-apa." jawab Reyhan seraya mengusap kembali punggungnya yang sakit luar biasa.

"Kau pikir aku sudah gila?"

Reyhan mengerutkan keningnya, tampak berpikir sebentar.

"Ah, ku rasa begitu. Agak sedikit ...." Reyhan meletakkan jarinya miring di depan dahi.

"Kau ...." Amora kian melotot marah. Ia maju selangkah siap menyerang Reyhan yang tertawa tanpa beban. Ia memukul bahu pria itu dengan kesal. Amarahnya sudah berada di ubun-ubun.

"Ampun nyonya, kau menyakitiku. Pagi ini kau melakukan KDRT. Kau menyiksaku padahal aku tidak melakukan kesalahan apapun." Reyhan menghindari pukulan Amora ia menjauh dari tangan yang semakin ingin meraihnya.

"Apa? KDRT? kau tidak melakukan kesalahan apapun?" Reyhan mengangguk dengan wajah teraniaya. Bibirnya mencebik seperti anak yang di marahi oleh Ibunya karena ketahuan mencuri.

"Kau sudah berani tidur di ranjang ku. Dan apa itu tadi? Kau tidur dengan memelukku. Posisi kita begitu intim! Oh tidak. Apa itu kita lakukan sepanjang malam?" Amora melotot menyadari hal itu. Sedangkan Reyhan hanya mengangguk pasrah membuat Amora semakin melebarkan matanya dan memegangi kepala.

"Astaga ... Reyhan!!" teriaknya.

"Kan wajar jika hal itu di lakukan sepasang suami istri. Bahkan suami istri melakukan lebih dari itu. Bercumbu, misalnya. Atau bercinta sepanjang malam."

"No! stop !Aku tidak mau dengar!" Amora menghentikan ucapan Reyhan seraya menutup telinga tidak mau mendengar.

Reyhan terkekeh.

"Tapi kau harus dengar. Seperti anak perawan yang tak pernah bercinta saja!" cibir Reyhan.

"Dasar aneh!" Reyhan mencibir.

"Kenapa kau bisa di apartemen ku?" Amora menurunkan tangannya beralih menunjuk Reyhan.

"Aku?" Reyhan menunjuk dirinya sendiri.

"Iya, siapa lagi?" Amora mendelik.

"Kau benar-benar lupa bahwa kita sudah menikah?"

Amora terdiam, lalu berpikir. Mengulang memori yang belum terkumpul semuanya. Masih berceceran di bawa mimpi indahnya semalam dan belum kembali sepenuhnya.

Ia memutar ulang memorinya beberapa hari kemarin, hingga ia menyadari kebodohannya. Ia terkejut sendiri dan menepuk jidat membuat Reyhan tersenyum miring.

"Sudah ingat, nyonya?" ejek Reyhan. Amora memandang pria itu dengan sinis.

"Lalu, kenapa kau bisa tidur di ranjangku dan kau memelukku." todong Amora.

"Kau tidak ingat?" Amora menggeleng.

"Ya Tuhan. Kau benar-benar tidak ingat?" Reyhan kembali memastikan. Dan di balas dengan anggukan oleh Amora.

"Tadi malam kau menangis karena takut gelap. Kau memelukku dan tidak melepaskan aku. Menyuruhku tidur di sebelahmu dan tidak membiarkan aku pergi sedikit pun." jawab Reyhan panjang lebar membuat Amora mendelik luar biasa. Ia terkejut dan setengah tidak percaya.

"Omong kosong apa itu? jangan membual!" elak Amora.

"Ya sudah kalau tidak percaya. Aku mau mandi. Sholat subuh, lihat sudah jam berapa. Dasar wanita aneh!" gerutu Reyhan. Jam di dinding menunjukkan pukul 05.00 menandakan adzan subuh sudah berlalu sedari tadi. Membuat pria itu segera berdiri meninggalkan ranjang yang empuk dengan memegangi pinggangnya.

"Dia yang minta peluk, dia pula yang menjerit. Pakai acara di tendang segala! Bagaimana nanti dia yang minta bercinta, bisa-bisa aku di laporkan ke polisi karena sudah memperkosa!" gerutu Reyhan dan masih dapat di dengar oleh Amora.

"Dasar pria mesum!" Amora melemparkan bantal dan tepat mengenai wajah Reyhan.

"Aku harus cepat keluar dari kamar ini, lama-lama bisa babak belur aku disini." Reyhan dengan cepat berlari meninggalkan kamar Amora.

Amora masih berdiri mematung, mengingat kembali yang terjadi semalam. Ia mengetukkan jemarinya yang lentik ke dagunya yang runcing. Saat memori itu terulang dan menyadari kebenaran dari apa yang di katakan Reyhan, ia tak kuasa untuk berteriak.

"Ya Tuhan, benarkah aku memintanya memelukku sepanjang malam?" ia menutup mulutnya yang terbuka. Mengutuki kebodohan yang ia lakukan.

"Ah ... aku malu." Amora menutup wajahnya yang bersemu.

💕💕💕

Jangan lupa like dan komentar pokoknya.

Mawar uey jangan lupa, biar author makin semangat 🤣 Author malak 🤣🤣✌️✌️

Jaga kesehatan ya zheyeng 😘

I Love you all😘

Banyak cinta buat kalian semua 😘

1
༄⃞⃟⚡oleng.comKᵝ⃟ᴸ
akhir yg tragis
Uthie
Cerita yg menarik dan enak di baca jalan cerita nya 👍👍👍👍
Uthie
Jangan pernah bodoh oleh cinta yg selalu menyakitkan seperti itu 👍🤨
Uthie
sukurin 😜
Uthie
Awalan yg menarik 👍👍👍👍
Rizky Sandy
dari awal kirain istrinya Handoko sdh curiga Ama Sania, dari ibu bisa jadi sekretaris ternyata sekedar curiga saja tapi TDK di s ldiki,,, ak kira pntar tapi ya SM saja kyk Amora,,,,,🤣🤣🤣🤣
Rizky Sandy
bukannya sdh talak 3,,,, terserah lah,,,,
Rizky Sandy
Farhan lagi Farhan Farhan lagi ,, sampai bosan ak,,,,
G.Lo
Bucin..bucin lebay...
G.Lo
Reyhan Pengecut...thor kok Reyhan jadi pengecut...apaan
Shifa Burhan
amora - farhan = amora ingin selalu bersikap baik agar di padang baik, pada dasar amora tertekan karena tidak bisa jadi dirinya sendiri, tidak bebas berekspresi

amora - evan = amora masih menunjukkan sikap baik saja, masih canggung menunjukkan sikap nyeleneh nya, masih tidak bebas berekspresi

amora - reyhan = disini amora merasa tampa bebas menunjukkan semua sikap, amora merasa bebas dan nyaman berekspresi apapun, jadi tampa sadar amora merasa nyaman berhubungan dengan reyhan yang akhirnya menimbulkan benih cinta

sampai episode ini sebenarnya aku masih tidak suka sikap amora yang tidak sadar statusnya dan kayak tidak menghargai dan menjaga harga dirinya sebagai seorang istri dia masih menunggu pria lain dan gampang berinteraksi berduaan dengan pri lain, tapi setelah episode ini aku suka sifat amora yang belajar dari kesalahan lalu dan belajar menjadi istri yang sesungguhnya dan menghargai suaminya dan satu lagi, amora wanita tanggu yang berani mengaku salah dan berjuang untuk dapat kesempatan

tampa kitasadarir sebenarnya novel ini sangat bagus karena teori sebab akibat terjadi di novel ini
Shifa Burhan
mama riana bodoh tidak tau aja kelakuan menantu yang dia bangga2 kan itu,
Risnha Isnhaa
hello klw tidak mau kehilangan jangan berbuat dan megtasnmkan hilaf sampai 3 kli
Ida
Amit-amit jabang bayi namanya lha kayak anakku tp kalo FARHAN ku baik full🤗😚
Temy Gerrard Ynwa
asli Amora goblok bgt, lemah, bisa bisanya nyiptain tokoh kaya gini. selama baca novel baru Nemu tokoh kaya gini
Temy Gerrard Ynwa
ya emang bener, Amora wanita bodoh, bego dsb. punya suami kaya gitu dimaafin, punya mertua gitu masih bertahan
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
syukurin u
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
trm j rey
🐝⃞⃟𝕾𝕳 TerlenARayuAn
ank u yg gk brguna y
Alya Yuni
It bukan Kilaf tapi gtal lki gk ada hti bukan bru prtma dah brulang ulng blng kilaf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!