Follow Ig : Mommy_Ar29
Karena sebuah kesalahpahaman, membuat Rasya memiliki seorang putri tanpa adanya sebuah ikatan pernikahan.
Cacian dan makian dari nenek putrinya, membuat Rasya memiliki dendam yang begitu dalam.
Segala upaya ia lakukan untuk melindungi putrinya agar tidak bertemu atau mengenal keluarga dari ibu kandungnya. Karena Rasya tidak ingin putrinya mendapatkan perlakuan buruk dari neneknya.
Akankah Rasya berhasil menyembunyikan status Arshyla?
Apa jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan Arshyla tentang dimana ibunya?
Bagaimanakah kisah Rasya dan Arshyla selanjutnya? siapakah wanita yang pantas mendapatkan hati Rasya juga Arshyla?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta saja tidak cukup
“Kak, Anna suka sama kakak. Perasaan Anna masih sama dengan beberapa tahun yang lalu.Anna kembali, Anna Sudah bukan anak kecil lagi seperti dulu, Anna sudah dewasa, lalu kenapa kaka masih belum bisa menerima Anna?” gadis itu memberanikan diri untuk menatap laki laki dewasa yang berada di hadapan nya.
Tangan yang semula di cekal oleh Rasya, kini secara perlahan mulai terlepas. Air mata sudah memupuk di pelupuk matanya, bibir nya terkatup dan sesekali ia menggigit bibir bawah nya agar isak tangis nya tidak keluar.
“Kak, entah untuk yang ke berapa kalinya, Anna harus berjuang sendirian untuk mengejar kakak. Tapi Anna lelah, meski begitu, Anna masih tidak menyerah, Anna masih terus bekerja keras untuk merebut hati kakak. Mencoba menggantikan nama kak Michele di hati kakak secara perlahan, tapi,” Anna menghela nafas nya dengan sedalam mungkin, “Tapi keyakinan yang sudah Anna bangun dnegan begitu kokoh, kakak hancurkan begitu saja. Saat kakak mengatakan bahwa tidak akan ada bunda untuk Chila. Anna menganggap itu adalah jawaban akhir untuk Anna agar berhenti. Karena semua akan percuma hiks hiks.”
“Anna ... “ gumam Rasya begitu lirih, ia tidak menyangka bhawa lagi dan lagi bisa membuat gadis itu kembali menangis.
“Anna putuskan untuk berhenti kak, Anna lelah. Dan Anna merasa bahwa selama ini mungkin sikap Anna terlalu berlebihan, usaha yang Anna lakukan terlalu murah dan itu membuat kakak risi. Maafkan Anna kak,” ujar nya lirih sembari menghapus air matanya.
“Anna bukan seperti itu,” Rasa menangkup kedua bahu Anna, menegakkan tubuh gadis itu dan memaksa agar gadis itu menatap ke arah nya.
“Kamu gadis baik, maafkan aku, kalau pada akhirnya aku kembali menyakiti kamu,” tutur Rasya begitu lembut dan penuh pengertian.
“Bukan aku tidak menyukai kamu atau tidak menginginkan kamu untuk menjadi pendamping apalagi bunda untuk Chila,” Rasya menghela napas nya sedikit berat sebelum melanjutkan ucapan nya, “Tapi aku tidak bisa, karena kamu terlalu sempurna untuk aku, kamu gadis yang cantik, baik, dan penyayang. Banyak laki laki yang jauh lebih baik dariku. Kamu bisa dengan mudah mendapatkan nya.”
“Anna, kamu tahu bagaimana aku hem? Aku sudah cacat, aku tidak mau membuat gadis sebaik kamu terluka atau bahkan tersakiti karena aku. Jangan membuat keluarga besar kamu malu karena laki laki seperti ku.” Imbuh nya membuat Anna sedikit terkejut.
“Apakah kakak menganggap bahwa kehadiran Chila adalah aib?” tanya Anna menatap datar pada Rasya.
“Tidak!” jawab Rasya dengan cepat, “Chila bukan aib untukku.Tapi akan menjadi aib bagi keluarga kamu bila sampai kamu bersama ku!”
“Enggak kak!” elak Anna tidak setuju.
“Anna, tanpa aku berkata, bukankah kamu sudah merasakan bagaimana hatiku untuk kamu sejak dulu?” tanya Rasya dengan intens.
Deg!
Jantung Anna kembali berdegup dengan sangat kencang, ia mengingat kembali dari pertemuan nya dengan Rasya saat dirinya masih SMP.Saat dimana dirinya masih belum menyadari perasaan nya, bagaimana dirinya sering menghibur Rasya, menghabiskan waktu berdua dan sampai berlibur ke Bali berdua. Hanya untuk menghibur Rasya agar tidak berlarut dalam rasa kehilangan cintanya pada Michele dulu.
Dari perhatian demi perhatian yang Rasya berikan padanya, membuatnya sangat nyaman hingga ia memberanikan diri mengutarakan rasa cinta nya pada Rasya. Namun, saat itu, Rasya hanya menganggap nya candaan karena umur Anna yang masih labil. Dan kali kedua, Anna kembali mengatakan bagaimana rasa cinta nya kepada rasya, dan saat itu Anna merasa bahwa waktu itu adalah waktu yang tepat, walau pada nyatanya ia sadar pada akhirnya bahwa waktunya kurang tepat hingga lagi dan lagi ia mendapatkan penolakan.
“Anna, Cinta saja tidak akan cukup untuk membangun sebuah keluarga. Sebelum kita membangun keluarga, ada dua keluarga yang harus kita satukan. Dan itu sangat sulit karena masa laluku yang tak akan mudah membuat semua orang mengerti dan menerima-nya.”