NovelToon NovelToon
Hey! My Heart Is Yours My Police

Hey! My Heart Is Yours My Police

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Nilam Sarii

cerita berbau dewasa, yg belum dewasa jgn coba coba baca , hehe 😅


seorang polisi muda yg sudah berpangkat komandan diumur yg masih muda 25 tahun yg sedang bertugas menangkap pelaku pemakai dan pengedar narkoba tiba tiba harus bertengkar dengan seorang gadis yg belum menginjak usia 20 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Nilam Sarii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TWENTY-SEVEN

" Aku sungguh hamil ? " Marissa masih tidak percaya dengan yang dikatakan dokter beberapa menit yang lalu, Rey gemes sendiri melihatnya, saat ini mereka sudah berada didalam mobil. Masih dengan ketidakpercayaan nya Marissa mengguncang bahu Rey.

" Cukup sayang, kau sungguh hamil, lihatlah ada baby kita didalam sini " Rey menunjukkan kembali hasil USG yang di mintanya dari dokter tadi, dan tangannya yang mengusap perut datar Marissa.

Mengingat kata dokter tadi, orang hamil perasaan nya sangat sensitif, jangan membuatnya kesal, jangan membuatnya marah, dan jika ingin sesuatu cobalah untuk memenuhi nya, karena perasaan ibu hamil sangat berpengaruh bagi janin yang ada diperutnya, jadi Rey sebisa mungkin untuk mengurangi takar kejahilannya terhadap istri nya.

" Kau tidak menginginkan sesuatu sayang " Marissa menggeleng

" Aku hanya ingin pulang, dan jangan lupa aku masih marah padamu " Rey baru ingat istri kabur dari rumah karena kemarahan pada dia, yang dia sendiri tidak tau.

" Hey, salah ku apa sayang " Dengan cepat kepala yang tadinya menghadap jendela berbalik arah melihat Rey, dengan mata yang memincing tajam dan dagu yang digoyangkan ke kanan dan ke kiri membuat Rey sadar istri memasuki kekesalan tingkat tinggi, jadi daripada mendengar ocehannya Rey melajukan mobilnya dari parkiran rumah sakit dan membelah jalanan menuju mansion mereka. Marissa kembali memalingkan wajahnya kearah jendela melihat pinggiran kota yang terlihat ramai.

Selama perjalanan Rey sama sekali tidak berani membuka suaranya. Dia saja heran kesalahan apa yang diperbuatnya, dia merasa dia tidak melakukan kesalahan. Ayolah Rey, mengapa menjadi bodoh berhadapan dengan Marissa.

Cukup lama mereka diperjalanan dan masih dengan keheningan yang ada, dan selama itu pula Marissa berfikir mengapa suaminya tidak membujuknya seperti biasa.

Mobil berhenti di pekarangan mansion luas itu, Marissa turun tanpa menunggu Rey yang ingin membuka pintu untuknya.

Dia masuk melewati Jack yang terlihat lega begitupun dengan para pelayan yang lain. Seolah tidak menganggap mereka ada Marissa menaiki anak tangga, dia ingin segera sampai didalam kamar mereka, untuk saat ini dia ingin menyendiri dan menangis.

Sementara dibelakang nya di ujung tangga dilantai dasar Rey memandang Marissa dengan tatapan sendunya.

" Maaf tuan muda, mungkin Nyonya muda masih marah dengan anda " ucapan Jack yang langsung mendapatkan tatapan bertanya-tanya dari Rey. ,Jack yang paham langsung menjelaskan kekecewaan Nyonya mudanya karena tak mendapat kabar dari tuan mudanya, bahkan sampai membuat Nyonya mudanya tidak memperdulikan dirinya sendiri, dan tak lupa kabar yang selalu Jack kirim lewat SMS, Mendengar itu semua seluruh tubuh Rey menegang, sangking terlalu fokusnya dia sampai lupa harus memberi kabar, wajar Rey melupakan memegang hp karena biasanya dia bertugas tidak ada siapapun yang perlu di kabarkan nya makanya Rey tidak pernah menyempatkan memegang hp, tapi kabar Marissa hamil membuatnya sadar dia melupakan kehadiran Marissa. malam itu dia sedikit berbohong pada Jack agar tidak dimarahi oleh Marissa.

Dan lihatlah sekarang istrinya sangat kecewa terhadapnya. Rey segera berlari ingin sekali memeluk tubuh Marissa, tapi harus diurungkannya saat pintu kamar yang dikunci dari dalam,

" Sayang, buka pintunya ini aku, aku minta maaf oke, sayang " bujuk Rey, tapi tidak mendapatkan respon apapun dari Marissa, kamar yang kedap suara, membuat Rey tidak dapat mendengar suara dari dalam ruangan itu, tubuh Rey meluruh , dia terduduk didepan pintu dengan lutut ditekuk dan tangan yang memegang kepalanya, dia pusing.

Sementara didalam Marissa menangis, dia menangis dibalik selimut, dia mendengar saat suaminya itu membujuknya, tapi rasanya dia masih enggan bertatap muka dengan Rey, dia masih sangat kecewa.

Lama menangis membuatnya lelah, sayup sayup matanya tertutup, memasuki alam mimpi lebih baik baginya.

Entah Rey yang terlalu bodoh atau memang sedang tidak bisa berfikir jernih, Jack datang menyodorkan kunci cadangan kamar Rey yang memang disimpan ditempat hanya Rey yang tau dan Jack tentunya.

Melihat itu, Rey segera mengambilnya dan membuka pintu, masuk kedalam dan memandang selimut yang terlihat menggunung, menandakan ada Marissa dibalik selimut itu.

Rey memilih mengalah, dia diam memperhatikan Marissa, selimut itu juga bergetar, Marissa nya menangis.

Sungguh pemandangan yang menyakitkan bagi Rey, ini bukan sesuatu yang diharapkan nya. Kesalahan jelas terletak pada Rey, dia menjanjikan tanpa mengatakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi sehingga tidak membuat kejadian ini terjadi. Tapi mau bagaimana lagi ini sudah terjadi, Rey hanya bisa menunggu kemarahan Marissa mereda.

Hingga dia memutuskan keluar sesaat sudah memastikan istrinya tidur walaupun ada bekas air mata yang mengering di pipi nya.

Hari sudah akan beranjak siang, Rey memilih turun dan makan dengan ditemani para pelayan yang sibuk melayaninya.

_-_-_-_-_-_-

Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang, Rey sedari tadi sibuk diruang kerja miliknya, bersebelahan dengan kamar utama yang ditempati Marissa.

Rey tidak pernah fokus, pikiran selalu mengarah pada istrinya yang masih marah, tapi dia belum berani untuk menganggu Marissa, apalagi dengan emosi yang tidak stabil.

Ceklek

Pintu kerja Rey terbuka, karena lamunan nya dia tidak menyadari seseorang membuka pintu itu.

*+*+*+*+**

Matanya mengerjab menyesuaikan sinar matahari yang menusuk Indra penglihatan nya. Marissa mengucek matanya membangkitkan tubuhnya perlahan, dia mengedarkan pandangannya keseluruhan ruangan, Marissa menghela nafas saat merasa kan dadanya sesak saat mengingat kejadian sebulan yang lalu hingga kejadian tadi pagi yang menguras emosinya.

Marissa menyenderkan tubuhnya di kepala ranjang, tangan kanannya turun mengusap perutnya yang masih rata, didalam sana ada buah cintanya dengan suaminya Rey, lelaki yang saat ini membuat nya kesal,marah,kecewa,sekaligus bahagia.

Lama termenung, berfikir , apa yang harus dilakukan nya, apakah dia harus marah, tapi sebagian hatinya menginginkan dia untuk menempel pada suaminya.

egoku harus aku kesamping kan. Mungkin setelah mendengar penjelasan nya aku baik baik saja.

Perlahan Marissa menurunkan kakinya kelantai, berdiri dan berjalan kearah pintu dan membukanya, hal pertama yang dilihatnya adalah wajah frustasi Jack.

" Ada apa Jack ?" Jack terperanjat dengan suara Marissa.

" Maaf nyonya, aku tidak melihat mu " Marissa mengangguk dan diam menunggu kelanjutan apa yang akan dikatakan Jack.

" Nyonya, Mungkin anda hanya salah paham dengan tuan, maaf kelancangan saya nyonya, tapi tuan benar benar tidak bisa memegang ponselnya disana, malam dia menelfon saya, itu saat dia sudah mendapat kabar dari dokter yang bertugas disana bahwa anda hamil, dengan keadaan tuan yang mengalami gejalanya. " Marissa diam , ada kelegaan jauh dilubuk hatinya, bayang bayang Rey meninggalkan nya musnah, dia jadi merasa bersalah pada Rey dan membenci diri sendiri yang tidak mempercayai suaminya.

" Dimana dia ?"

" Diruang kerja nyonya"

Dengan langkah cepat dia berjalan menghampiri ruang kerja yang bersebelahan dengan kamarnya.

FOLLOW INSTAGRAM KU _nns14

DAN FOLLOW AKUN ******* KU @nilnilnilnilnilnil

1
Erni Syah
ya ampun ternyata suka main perempuan...ihh ga suka aku dngn polisi seperti itu
DSM
bocah sengklek...
Anna Susiana
kapan ya up nya,?
Murni Zain
oke saya baru ketemu novel ini jd saya'br mulai .. salam kenal Thor 🙏🙏🌹
Yulia
langsung like fav thour
Rini Haryati
lanjut thor
bagus
sukses
semangat
AQueene Rya Afrizal
ABG sombong
Nani Ningsih
l
elf
suka
Irawati
digabung dulu baru nanti kli dah besar baru ceritanya dipisah kan makin seru.
Irawati
digabung dulu baru nanti kli dah besar baru ceritanya dipisah kan makin seru
Pengghosting novel T_T
Baru baca part 1 aja dah bikin senyum senyum sendiri ku yakin seterusnya pasti bikin meleyot oleh keuwuan mereka😍😍
Fanilatisamaharani
authorny msh mud bngt yaa
Dewi Larasati
lanjut
Dewi Larasati
bagus
Olivia Sophiesalsabila
hamidun kaya nya
Olivia Sophiesalsabila
dua jempol deh buat marisa 👍👍
semangat melawan pelajor
Olivia Sophiesalsabila
kalo jodoh emang gk akan kemana 😊😊
Olivia Sophiesalsabila
cerita yg menarik
Taz
berbadan dua, Kan digempur terus sama Rey
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!