NovelToon NovelToon
Terpana Asmara Tuan Perkasa

Terpana Asmara Tuan Perkasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Anarita

[🚫Hati-hati, novel ini bisa buat kamu terbang melayang-layang lalu jatuh ke dalam empang🚫]

Kisah Tuan Muda Rico.
Pria dewasa yang dijodohkan dengan gadis amit-amit bernama Bebiana.

Tidak hanya merepotkan, gadis belia itu juga memiliki hobi aneh. Yaitu mencuri apa saja yang bisa dijadikan uang demi menuruti hobinya bermain game.

Akankah Rico bisa bertahan memiliki istri yang hobinya maling sana-sini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anarita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

"Doni pasti sudah tidur, Yah! Kita tunggu saja dokter selesai memeriksa! Lagi pula Bebi saja sudah mirip boneka santet. Untuk apa orang menyantet sesama boneka santet?"

Plak!

Kepala Rico digeplak menggunakan tongkat.

"Kalau ayah bilang sekarang ya sekarang!" Wicaksono melotot, suaranya terdengar sangat ngotot sampai telinga Rico rasanya sudah sangat membengkak.

"Ya Tuhan! Kenapa aku harus dikarunia ayah macam begini?"

Pria itu terpaksa merogoh ponselnya di kantung celana untuk menghubungi Doni. Akan tetapi Rico tak segera menekan tombol memanggil karena masih tidak mau mempercayai dugaan sang ayah yang dinilainya tidak masuk akal.

"Oke! Sebelum kita telepon Doni, coba berikan satu alasan kenapa ada orang yang ingin berniat menyantet Bebi? Anak itu tidak punya apa-apa, hidupnya merepotkan, bukan orang penting yang wajib disingkirkan juga. Menurutku hanya manusia bodoh yang mau melakukan hal tidak berguna seperti itu."

Ada helaan napas kasar yang keluar dari dua lubang hidung besar tuan Wicaksono saat Rico menjabarkan semua pemikirannya.

"Kau ini bodoh atau apa? Dianu meninggal dan sekarang menyerahkan seluruh hartanya pada Bebi yang notabene bukan anak kandung. Tentu saja saudara-saudara yang lain panas dan tidak terima. Di mata mereka Bebi tidak pantas mendapatkan harta Dianu. Maka dari itu jalur santet dan guna-guna diaktifkan untuk menyingkirkan anak itu."

"Kenapa Anda bisa yakin sekali kalau mereka menyantet Bebi?"

"Karena hal seperti itu lumrah terjadi di sekita perkampungan, anak oncom! Mereka para orang kampung lebih suka melakukan hal seperti itu karena tidak perlu repot-repot berurusan dengan dunia hukum! Musuh mati, dan tujuan mereka terlewati!"

Pria itu mengangguk pelan. "Baiklah, nanti kucari orang pintar untuk merukiyah anak itu. Sekalian merubah sel-sel otaknya bila perlu."

Setelah itu, Rico melangkah dengan santai lalu duduk di sofa sambil ungkang-ungkang kaki.

"Rico! Kenapa kamu duduk?"

"Kenapa? Ya aku capeklah Yah!"

Wicaksono makin geram pada anak itu. "Tapi kalau santet ini tidak cepat ditangani istrimu akan mati dan tersingkir perlahan!"

Mendengar itu Rico sedikit merinding. Ia yang notabene orang kota dan tak pernah tahu ada hal-hal seperti itu mulai terhasut.

"Masa sih ada yang seperti itu? Memangnya sekaya apa ayah mertuaku sampai orang lain ingin membunuh Bebi?"

"Kau ini mainnya kurang jauh Rico!"

Plakk

Tongkatnya melayang kedua kali di kepala Rico. Membuat pria itu melotot murka seraya menaikan volume suaranya dua oktaf.

"Jangan memukulku terus! Anda pikir aku tidak berani mematahkan tongkat itu," kesal Rico geram karena sejak tadi terus diperlakukan seperti anak kecil.

"Siapa suruh kamu bodoh! Meskipun tidak sekaya keluarga kita, Dianu termasuk orang terkaya di kampungnya. Ayah yakin Bebi disantet oleh keluarganya! Cepat hubungi Doni!"

Lagi-lagi pria paruh baya itu menyebut Doni yang mungkin sedang bersenang-senang dengan gadis-gadis telanjang di alam bawah sadar. Rico masih terus menahan agar masalah ini jangan dulu melebar hingga ke luar.

"Jangan apa-apa selalu Doni, Yah! Anak itu sudah terlalu lelah bekerja. Lagi pula Doni anak jaman now, dia mana tahu soal santet-santetan begitu."

"Lalu ayah harus meminta tolong pada siapa lagi? Padamu yang dungu dan tidak becus apa-apa? Cih!" Wicaksono nyaris menghantamkan tongkatnya lagi ke tubuh Rico, namun tiba-tiba dokter turun dan membuat pria tua itu mengurungkan niatnya untuk mengamuk si bodoh Rico.

"Bagaimana keadaan menantuku Eriska?"

Dokter Eriska masih diam sambil menatap Rico dengan wajah mengancam.

"Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Wicaksono sekali lagi. Ia menjadi tak sabaran karena tak biasanya dokter Eriska mengulur waktu begini.

"Rahim menantu Anda terinfeksi bakteri. Telat ditangani sedikit saja hal ini dapat mengarah pada gejala tetanus!"

"A-apa?"

Rico yang sejak tadi mendengarkan dengan seksama dibuat terperanjat. Pria itu berdiri tegap seraya menelan ludahnya dengan susah payah.

Wicaksono berpikir keras. Cara kerja otaknya yang sudah sangat rentan membuat si paruh baya itu kesulitan menerima logika yang baru saja didengar.

"Bagaimana bisa itu terjadi, Eriska? Bukannya tetanus semacam tertusuk paku? Ah, ya Tuhan! Jangan-jangan dugaanku benar, ini pasti santet! Paku itu sengaja dikirim dari kampung oleh saudara Bebi untuk mencelakainya."

"Tidak seperti itu, Tuan! Saya bisa memastikan bahwa pelakunya bukan orang kampung yang Anda maksud!"

Dokter Eriska tersenyum kecut. Tetapi tatapannya menjurus lurus ke arah Rico yang saat itu tengah dilanda panas dingin, hujan badai, disertai petir yang menyambar-nyambar.

"Lalu siapa kalau bukan orang kampung itu, Eriska? Bisakah kamu menjelaskan?"

Eriska mendekat perlahan. Kali ini tatapannya kepada Rico bertambah makin intens.

"Coba tanyakan pada Anak Anda Tuan! Hanya Tuan Muda Rico yang dapat menjelaskan hal ini."

Kontan Wicaksono menoleh ke arah manusia kaku satu itu. "Rico? Apa yang kamu lakukan pada istrimu? Apa kamu orangnya? Kamu tega menyantet istri sendiri?"

Eh, apaan si Ayah ini?

...****************...

...----------------...

...Capekkkk eike ama keluarga ini Men! Rasanya lelah banget nulis mereka tuh....

...Up doble hari ini. Yang mau lagi jangan pelit-pelit kasih poin. Poin aja yes. Gak usah kasin koin karena itu dibeli pake duit. Sayang uannya, mending beliin aku cilok....

1
shesil
payah...ceritanya gantung dr bbrp tahun lalu. jadi trauma mw baca karya²nya si anarita ini..jgn² gantung semua
Safitri Agus
ceritanya menggantung Thor
nur Hayati
sangat bagus
Susi Andriani
si autor Uda dapat 2 m,makanya dia malas mau lanjutin ceritanya
nurul aica ica
gue kembali lagi kesini,saking sukanya cerita ini tp ngk ada lanjutannya😢
nurul aica ica
author kapan lanjut sih,kok di bilang tamat!?
jumirah slavina
pelaku'y AnakMu Ayah...
wkakakaaakakakaaaaaa....
jumirah slavina
di santet oleh Dipsy., Ayah., Aku saksi'y.. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
buahahahahahahahahahaaaaa
jumirah slavina
gak Anak... gak Ayah sm gelo'y...
🤦🤦🤣🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃🏃
jumirah slavina
PUNGUT 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
dasar begundal 🤣🤣🤣🤣🤣🤦
jumirah slavina
pen getok kepala s' Dodol satu ini deh Thor... 🤦🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
lha s' Dodol 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
hheeeiiii sembarang lubang gundulmu... halal itu wwoooiii...
Yani
kok cuman 40 episode aja thor
Qa¥u_Mani$
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Qa¥u_Mani$
rupanya ada ya..rasa jeruk segala. kupikir cuma aroma jeruk
Qa¥u_Mani$
😅😅
Qa¥u_Mani$
hahaha... 😀😀😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!