Anak dari ayah Bian dan bunda Ariel 'Storry of Maid'
Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Apa yang di cari oleh seorang wanita bayaran?
Uang?
atau kepuasan?
Nyatanya seorang Clarystal Anjani tidak membutuhkan semua itu.
Sejak pertemuannya dengan sang Cassanova tanggung, Farel Pranata. Hidupnya yang tadinya berwarna abu-abu, secara perlahan mulai berwarna. Namun, saat warna itu hampir sempurna,
sebuah badai datang dan menghantam hubungan mereka.
Akankah, Crystal bisa bahagia dengan Farel?
akankah Farel bisa berubah saat bersama Crystal?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu dimana?
"Crystal!" teriak Farel saat ia terbangun di tengah malam. Sudah dua hari dari sejak kepulangannya dari Jerman, ia belum juga menemukan keberadaan Crystal. Club, bahkan sahabatnya pun tidak ada yang tahu dimana Crystal.
'Ku fikir dia ikut denganmu, karena sejak pergi dengan mu dia sudah tidak pernah kembali. Dan juga nomornya tidak aktif lagi.' Tutur Sheila kala itu.
"Kamu dimana Sayang?" gumam Farel lirih. Sudah dua juga ia tidur di Apartemen, berharap Crystal akan datang ke sana. Namum nihil, hingga saat ini Crystal.belum juga kembali.
Jam masih menunjukkan pkl. 02:48, Farel pun beranjak dan ia memutuskan untuk pulang. Dengan langkah gontai, ia berjalan keluar dari Apartemen dan menuju mobilnya.
...****...
"Farel, kamu pulang jam berapa?" tanya Bian di sela sarapan nya.
"Jam tiga Yah," jawab Farel apa adanya.
"Kenapa tidak sekalian aja tidak usah pulang!"
"Inginnya begitu Yah, tapi—" Farel menghela nafasnya dengan kasar. Ia segera menyudahi sarapan nya dan segera beranjak. "Sudahlah, Farel mau berangkat dulu." Imbuhnya lalu ia segera mencium tangan Ayah dan Bunda nya, serta tak lupa memberikan kecupan manis di pipi sang Bunda.
"Seperti nya ada yang tidak beres dengan anak itu," gumam Bian dengan mengerutkan dahinya melihat perubahan anak semata wayangnya.
"Paling juga sama Crystal. Memang siapa lagi," ujar Ariel Mengangkat kedua bahunya.
"Tapi sejak kita kembali dari Jerman, Farel belum membawa Crystal pulang lagi yah?" tanya Bian lagi.
"Hemm, iya. Mungkin Crystal sibuk,"
"Atau putus?"
"Husss, kamu ini sih Yah. Kata itu doa loh, Bunda udah cocok sama Crystal, jangan sampai mereka putus!"
"Hemm, kamu tahu sendiri anak kamu Sayang,"
"Anak akuuuuuu?" Ariel seketika langsung menatap tajam ke arah sang suami.
"Hemm anak kita maksudnya," ralat Bian.
Sementara itu, kini Farel sudah sampai di kantor nya. Pikirannya masih berkecamuk, ia tidak bisa bekerja bila semua isi kepalanya hanya terisi oleh Crystal, Crystal dan Crystal.
Brug!
"Kusut amat itu muka. Udah kaya jemuran di jemur setahun kering!" saut Kevin yang baru datang dan langsung mendudukkan dirinya di sofa.
"Kev," panggil Farel pelan.
"Kenapa lo?"
"Gue butuh bantuan lo,"
"Apaan? Tumben amat itu muka serius,"
"Kev, gue serius."
"Iya apaan?" Farel pun akhirnya beranjak dari duduknya dan menghampiri Kevin di sofa.
"Crystal menghilang. Gue gak—"
"What? hilang gimana maksud lo?" tanya Kevin yang langsung merubah wajah serius.
"Gue gak tahu, terakhir saat dia nganterin gue ke Bandara. Sampai di Jerman gue terus menghubungi dia tapi gak bisa. Sampai gue udah sampai disini, tiga hari ini gue cari dia kemana-mana gak ada." Jelas Farel.
"Kemana dia?" tanya Kevin juga ikut bingung.
"Monyet! kalau gue tahu gue gak bakal sekusut ini!" sungut Farel dengan kesal.
"Ya terus gimana? Kalau lo sendiri gak tahu apalagi gue nyet!"
"Lo bantuin gue cari dia! Bilang ke Aldo juga. Gue udah cari dia kemana-mana tapi belum ada hasilnya juga. Gue bingung!"
Kevin bisa melihat dengan jelas, bahwa kini sahabatnya memang sedang di landa pilu. Farel sedang galau, sebuah penampakan aneh menurut Kevin sebenarnya. Ingin sekali rasanya meledeknya, namun Kevin tak ingin mengambil resiko.
Farel di saat banyak fikiran, tidak ada yang berani mengajaknya bercanda. Memang pada dasarnya Farel suka bercanda. Namun, bila situasi tak memungkinkan, bahkan amukan Farel lebih menyeramkan dibandingkan preman sekalipun.
"Baiklah, nanti gue bantu cari," ujar Kevin menepuk bahu sahabatnya.
"Dua hari harus ketemu," ujar Farel dingin.
"Nah kan ngelunjak lo!" saut Kevin tak percaya. "Lo aja nyari tiga hari gak nemu, ini lo minta tolong pake di kasih waktu segala! emang dasar monyet lo!"
"Pokoknya dua hari gue mau denger kabar baik!" ucap Farel bodo amat, lalu dirinya beranjak dari sofa dan kembali menuju kursi kerjanya.
"Emang dasar gak ada akhlak lo! ada gitu orang minta tolong MAKSA!" sindir Kevin.
"Terserah lah, gue mau lanjut kerja. Silahkan pulang, nanti malam kita ketemu di Club nya Crystal." ujar Farel mengusir membuat Kevin semakin mencebik kesal.
'Emang bener-bener gila!" umpatnya dalam hati, sambil berjalan keluar ruangan Farel.
.
.
.
.
.
.
Hallo semua sahabat mommy...
Mommy ada rekomendasi novel seru nih, sambil nunggu anak curut dan anak kampret update,,, yuk boleh mampir ke karya teman mommy, di jamin gak kalau seru dan bikin baper ...
ya Allah cristy 😭😭😭😍😭