NovelToon NovelToon
My Presdir Arogan

My Presdir Arogan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Sekretaris / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.4
Nama Author: Naffia Inthan

Krisna Yudistira adalah Presdir di perusahan yang sangat terkenal di negaranya.
Kris, orang menyebutnya. Laki-laki itu mempunyai paras yang tampan, Kris bisa dibilang laki-laki sempurna di mata setiap kaum hawa.

Namun siapa sangka, Kris yang terlihat berkarisma itu, mempunyai sikap yang dingin dan angkuh.

Hingga suatu hari ia dipertemukan dengan gadis yang menurutnya sangat menyebalkan, gadis itu bernama Viola. Viola gadis yang humoris, namun wanita itu sedikit cerboh.

Viola diangkat menjadi sekertaris pribadi Kris, oleh Yudistira yang tak lain adalah Ayah dari Kris.

Sikap antara Kris dan Viola bertolak belakang, membuat mereka saling tak menyukai satu sama lain.

Setiap hari selalu ada perdepatan diantara mereka. Kris dan Viola bagaikan kucing dan tikus.

Ikutin kelanjutanya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Sore pun tiba, para karyawan YS Grup satu persatu terlihat meninggalkan tempat kerja merek itu. Namun Viola terlihat masih sibuk menatap layar leptop-nya, dengan tangan yang bergerak lincah di atas keyboard leptop itu.

Kris yang baru saja keluar dari ruangannya, ia menghentikan langkahnya, saat melewati ruangan Viola, pintu ruangan Viola terbuka sedikit. Kris melihat kearah Viola yang masih sibuk dengan leptop-nya. Entah dapat dorongan dari mana? Tiba-tiba Kris mengulas senyumannya, dengan mata yang masih melekat menatap Viola dari kejauhan.

"Cantik..." Gunam Kris pelan. Namun detik kemudian Kris tersadar, dengan tingkahnya itu. Demi apa barusan Kris memuji gadis yang menurutnya menyebalkan itu?

Kris langsung mengalihkan pandangnya, ia menoleh kearah samping. Dan...

"Sialan, ngapain elo di situ? Ngagetin gue aja." Ucap Kris, terkejut. Melihat Diki yang tiba-tiba sudah berdiri tepat di sampingnya itu. Kris menatap sahabatnya itu kesal. Namun Diki malah memberikan cengiran sunggokong-nya, dengan sudut mata melihat kearah Viola yang berada di dalam runagnnya.

"Ayo ngapain elo di sini?" Tanya Diki, dengan nada menggoda Krisna. " Ngitipin Viola ya elo? Awas mata elo bintintan nanti." Lanjut Diki.

"Apaan sih? Gak jelas." Jawab Kris dingin, lalu berjalan.

"Ck, sok jaim elo, bucin nanti tau rasa." Teriak Diki, sambil memandangi Kris yang berjalan dari hadapannya. Kris tak menghiraukan Diki, Kris langsung berjalan menuju lift.

Viola yang mendengar kebisingan Kris dan Diki itu pun, Viola langsung menutup layar leptop-nya, karna memang pekejaannya sudah selesai. Viola menoleh kearah pintu ruangannya itu, disana terlihat Diki yang sedang berdiri, sambil tertawa renyah.

"Lah itu orang ngapain ketawa sendirian? Sedeng apa ya?" Viola pun berajak dari tempat duduknya, membereskan meja kerjanya, kemudian mengambil tasnya dan berjalan keluar dari runagannya itu.

"Woy ngapain elo ketawa-ketawa sendiri?" Tanya Viola yang kini sudah berada di samping Diki.

"Astaga, ngagetin aja elo emak Doraemon." Ucap Diki terkejut.

"Gue gak ketawa sendiri, tadi ada Kris di sini." Lanjut Diki. Viola mengerutkan alisnya, matanya menyapu lorong tersebut, namun tidak ada orang sama sekali di sana.

"Pak Kris? Mana dia? Tidak ada. Elo ngahalu ya?"

"Ck, sialan elo. Ngehalu apaan? Gue gak pernah ngehalu ya!! Tuh author yang suka ngehalu mah.''

~Author, apaan sih elo Diki, bawa-bawa gue?!

"Lah terus mana orangnya?" Tanya Viola, kembali menatap kearah Diki.

"Udah pergi." Viola hanya manggut-mangut.

"Ya udah gue duluan ya! Capek gue mau cepet-cepet rebahan." Pamit Viola.

"Sambil mau nyoba motor Baru.." Lanjutnya.

"Oke, hati-hati."

"Eh elo gak pulang Dik?"

"Bentar lagi, masih ada kerjaan gue."

"Oke dah, semangat ya babang Diki." Seru Viola, lalu berjalan meninggalkan-nya.

Diki tersenyum kekeh, entah kenapa hatinya selalu berbunga-bunga kalau dekat Viola, berbunga kaya kuburan baru Eh... Menurutnya Viola itu gadis yang lucu, kaya laci lalocotan. Eh...

Viola kini sudah berada di parkiran kantor tersebut, Viola menyapu pandangnya, mencari motor Fen**taris-nya itu.

"Itu pasti motornya." Ucap Viola, sambil berjalan kearah motor yang menurutnya itu adalah motor yang di pinjamkan kantor untuknya. Viola yakin kalau itu motornya, karna di lihat dari body motor tersebut, masih kinclong no burik-burik.

Viola pun memasukan kunci motor tersebut, ke lubang kunci motor itu, dan benar saja kuncinya cocok. Sudah tidak salah lagi ini pasti motornya. Dengan senyuman yang terambang dari wajah cantiknya itu, Viola mulai naik ke atas motor itu, lalu menghidupkan mesin motornya, dan mulai menjalankannya.

"Wah gila sih ini keren banget, masih empuk banget joknya juga, kasur gue aja kalah empuknya sama ini jok motor." Ucap Viola, sambil terus melajukan motor tersebut.

"Em begini rasanya, bawa motor baru. Enak juga ya." Lanjutnya, semakin melebarkan senyumannya.

"Gila Cok, larinya aja cepet banget, kuda lumping aja kalah ini mah." Seru Viola, mempercepat laju motornya itu.

_____________________

Kris tengah mengemudikan mobilnya, dalam perjalan tak sengaja ia melihat Viola yang tengah mengemudikan motor yang di belikannya. Lagi-lagi Kris tersenyum, entah kenapa tiba-tiba Kris berubah menjadi seperti gula hari ini.

"Liar juga dia!!" Ucap Kris, matanya masih memandangi Viola yang melajukan motornya, terlihat Viola menyalip pengendara lain dengan begitu lihay-nya.

"Stt, ada apa dengan gue?" Umpat Kris kemudian, merasa ada yang aneh dengan dirinya itu.

"Lah kenapa gue jadi ngikutin dia, arah rumah gue-kan ke kanan, kenapa gue belok ke kiri ngikutin dia?" Kris kebingungan sendiri, tak sadar ia membelokan laju mobilnya ke arah kiri mengikuti laju motor Viola, yang jelas-jelas menuju rumahnya bukan ke jalan sana.

Kris pun memutar balik mobilnya itu, sambil terus menggerutu dirinya sendiri. Yang tiba-tiba seperti orang linglung sendiri. Kris pun melajukan mobilnya kejalan menuju rumahnya.

"Sumpah lama-lama gue bisa gila." Ucap Kris, kesal sendiri.

Tak lama kemudian Kris pun sampai di depan rumahnya. Usai memakirkan mobilnya, Kris langsung masuk ke dalam rumahnya itu.

Yudistira papa-nya terlihat sedang berduduk santai sambil menikmati secangkir kopi buatan bibi asisten rumah tangga.

"Sudah pulang kamu Kris?" Tanya Yudistira kepada Kris yang berjalan mendekatinya. Kris hanya memberikan senyuman tipis sebagai jawaban, lalu Kris menjatuhkan tubuhnya, duduk di samping papa-nya itu.

"Bagaimana Kris, kantor lancar?"

"Lancar Pah."

"Baguslah." Yudistira tersenyum kepada putranya itu.

"Bagaimana dengan Viola?" Lanjutnya bertanya.

"Viola-Viola saja yang di tanyakan? Segitu cintanya--kah papa dengan gadis menyebalkan itu."---Batin Kris.

"Pah boleh aku tanya sesuatu?''

"Apa? Tanyakan saja."

"Kenapa papa sangat peduli dengan Viola?" Tanya Kris. "Papa tau dia itu sangat menyebalkan." Lanjutnya.

"Dia tidak menyebalkan Kris, kamu saja yang keterlaluan menganggap-nya."

"Keterlaluan apa maksud papa?" Kris menatap kesal kepada papa--nya itu. "Pah Kris minta urungkan niat papa, masih banyak wanita di luar sana yang baik di bandingkan dia Pa."

"Maksud kamu?" Yudistira terlihat bingung.

"Kris gak mau punya ibu tiri kaya dia." Jawab Kris. Yudistira tertawa, usai mendengar ucapan putranya itu.

"Siapa yang mau menjadikan dia ibu tiri kamu Krisna, papa juga tau diri Krisna mana mungkin papa menikah dengan gadis masih muda macam Viola." Jelas Yudistira masih di iringi tawanya.

"Terus?" Kris terlihat begitu terkejut, namun tak di pungki hatinya bersorak bahagia.

~Terus-terus, gantian belekok.

"Kamu ini mikirnya bagaimana sih Kris?" Tanya Yudistira, malah berbalik bertanya kepada Krisna putranya.

"Enggak kok pah, ya Kris ke atas dulu." Yudistira menganggukan kepalanya, lalu Kris pun berjalan mulai menaiki anak tangga, menuju kamarnya.

"Kris kalau kamu mau, kamu saja yang menikah sama dia, papa suka kok punya mantu kaya Viola." Teriak Yudistira, menggoda putranya.

"Gak minat Pah.'' Teriak Kris, dari lantai dua.

"Amit-amit. kalau aku harus menikah dengan dia. iihhh..." --Batin Kris sambil menggubiriskan bahunya.

Bersambung.

Jangan lupa, vote, like dan komen.

Terima kasih.

1
Dewi Lestari
kok tidak lanjut
Mimin Nurhayati
ga jelas gini tau2 udah aja ga asik bgt baru mulai ni cerita udahan aja
Adi Adi
Kecewa
dont cry donat
hahaha udh" berentam nya kli
dont cry donat
hahahaha author ada ada aja
Aidah Djafar
ceritanya belom tamat kan 🤔
ko' nggk ada kelanjutannya 🤔
di liat di propil tamat..🤔
Aidah Djafar
iiih c batu es maen pergi aja ngajak anak orang 🤦kaga pamit dulu sama camer 🤦😁😂
Aidah Djafar
Kris ramah tamah cm khusus camer 🤦🤣🤣
mau ngelmar kalle c Kris 😁😂🤣
Aidah Djafar
hahahhh kocak c Anita 😁😂😂
bener nti ucapan adalah do'a 😁😂😂
ngibulnya jadi nyata wkwkwk
Aidah Djafar
neng Viola mesem mesem Mulu Ampe ngk mau cuci muka takut hilang kecupan babang Kris di keningnya wkwkwkwk
Aidah Djafar
akhirnya otw bucin 😁😍
Krisna vs Viola 😁😍
Aidah Djafar
heeem akhirnya c Vio merdeka lepas dari tunangannya ..🤔🙃😁
Aidah Djafar
huuuu lega deeeh 🤔😁😍
Aidah Djafar
mending ngejelasinnya jngn setengah2 lgsg to the poin't papah Arga ..apa alasanny Dave walau dusta c Deve demi perusahaan keluarga 🤔🤦😁
Aidah Djafar
moga Dave vs Anita kedepannya saling suka 🤔😁😍
Aidah Djafar
heeeem jadi suasana rumyam 🤔🤦
moga Anita mau jadi pengganti Vio 🤔😒
Aidah Djafar
duuuh bikin mewek 😩😫
sedih 😩😫😓
Aidah Djafar
seneng banget aq baca part ini 😁
bener kata Kris 🤔 berjuang sama sama untuk cinta kalian 🤔❤️
Aidah Djafar
bisa'in aja donk Thor 😁🙏
Kris vs Viola bersatu 😂😁😍
Aidah Djafar
berarti bukan Kris dalangnya 🤔yg ngancam Dave 🤔 Diky kali nih di suru papah King 🤔😁😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!