NovelToon NovelToon
The Dragon'S Blue Gem

The Dragon'S Blue Gem

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Light Novel / Tamat
Popularitas:675.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Himeshi_Noe

[ Hiatus ]

Seorang agen SPY yang mati karena tertembak di markas teroris demi menyelamatkan dunia berenkarnasi ke dalam sebuah otome game yang dimainkan adik perempuannya.

Bukannya menjadi tokoh utama, villain, atau tokoh sampingan. Dia bereinkarnasi menjadi target tersembunyi dalam game dengan identitas yang rumit.

Semua akan selesai jika hal ini sesederhana itu. Tapi bagaimana jika game yang mereka mainkan sebenarnya bukanlah otome game sembarangan, namun sebuah otome game yang mengangkat kisah nyata di dunia lain?

Dengan identitasnya yang rumit, Aquamarine menemui berbagai masalah mulai dari yang mudah hingga berpengaruh besar terhadap hidupnya.

Tak terbatas pada dunia game saja, masalah yang dialaminya menyebar hingga mencapai ranah yang tidak masuk akal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Himeshi_Noe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 [ Guru Baru ]

Hembusan angin menerpa dedaunan jatuh. Suasana sejuk dan alami yang sesuai dengan image Elf. Rumah yang berada di dahan pohon besar itu terlihat indah. Meskipun terbuat dari kayu, desain bangunannya sangat estetika.

Aqua dan yang lainnya menapaki tangga yang mengitari pohon itu. Di ujung tangga terdapat teras rumah yang tertata rapi. Pintu kayu berwarna coklat gelap itu samar-samar mengeluarkan mana. Begitu Aqua menyentuh pintunya, lingkaran sihir berwarna kuning cerah muncul dan menghilang seketika.

Fungsi lingkaran sihir itu adalah menyampaikan pada orang rumah bahwa ada tamu yang berkunjung.

Langkah kaki yang ringan dan tenang terdengar dari dalam rumah. Begitu pintu terbuka, seorang pria berkulit coklat dan telinga runcing menyambut mata Aqua.

"Apa yang kau mau?" ucapnya tak ramah.

Rambut hijau muda panjang yang berantakan dan bola mata navy yang terlihat lelah nampak padanya. Aqua langsung tau bahwa mereka datang di saat yang tidak tepat.

Aqua memperagakan salam Elf.

"Nama saya Aquamarine. Saya murid pemilik Menara sihir, Vashlana Magiya. Guru saya memerintahkan saya untuk berguru pada anda. Dua orang disamping saya adalah rekan terpercaya saya, Yue dan Feirlyx."

"......"

Alesta menatap Aqua malas. Dia menghela napas dan berbalik masuk ke rumahnya. Tangannya menyahut, menyuruh Aqua dan temannya masuk. Aqua, Yue dan Lix memasuki rumah pohon itu. Meski penampilan pemiliknya sangat berantakan, rumahnya tertata sangat rapi. Bahkan tak ada debu sedikitpun di dalamnya.

Alesta duduk di sofa, dia menyuruh Aqua dan temannya duduk di depannya.

"...... Aquamarine, kan? Haaa… Ashlan sialan itu. Melempar muridnya padaku karena ketidakmampuannya," keluhnya.

Aqua, Lix dan Yue tak berkata apapun. Pria di depannya terlihat akan kesal dengan apapun yang mereka ucapkan.

"Aqua! Dia agak beda sama Elf lain," bisik Yue ditelinga Aqua.

"Memang berbeda. Yue, Tuan Alesta itu seorang dark Elf," balas Aqua pelan.

"Dark Elf?"

"Gimana ya… Elf yang kulitnya gelap."

"Jadi begitu!"

Telinga panjang Alesta bergerak. Pandangannya menajam.

"Berhenti bisik-bisik begitu! Telinga Dark Elf itu sensitif, aku bisa dengar!"

Aqua dan Yue tersentak. Mereka menyengir canggung.

"Entah kalian sudah dengar atau belum. Aku Alesta, seorang dark Elf. Biasanya Elf dan dark Elf tak hidup berdampingan. Jadi kasusku ini langka," ujarnya.

"Aku tinggal di Kerajaan ini karena sibuk melakukan penelitian. Itu saja!"

"Surat dari Ashlan sudah sampai. Aku sudah dengar tentangmu, penyihir cilik jenius. Katanya kamu mau belajar sihir kegelapan?"

"Benar! Saya ingin mempelajari sihir kegelapan. Tolong jadilah guru saya, Tuan Alesta," pinta Aqua.

"Sebenarnya aku gak ada minat punya murid. Tapi ini permintaan Ashlan, jadi apa boleh buat. Aku akan memberi kalian bertiga ujian, yang lolos dari ujian itu boleh belajar dariku."

Perkataan Alesta membuat Aqua dan yang lain sedikit panik. Memang benar Alesta tak akan dengan mudah menjadi gurunya, tapi dia juga belum siap mengikuti ujian dadakan seperti ini.

"Awalnya aku cuma mendengar anak Half-elf saja yang akan berguru denganku. Siapa sangka kalau anak iblis dan ashura akan ikut juga."

"!!!"

Aqua, Lix dan Yue kaget karena Alesta langsung tau identitas mereka dalam sekali lihat. Mereka langsung masuk ke mode waspada.

"Tenanglah… aku bukannya punya niat jahat atau semacamnya," lirik Alesta.

"..... Bagaimana anda bisa mengetahui identitas asli Yue dan Feirlyx?" tanya Aqua sedikit curiga.

"Kenapa kau pikir aku tidak tau? Yah… aku hanya merasa begitu melihat aliran mana mereka," jawabnya tenang.

"Seperti kataku tadi, aku tak ada niat jahat. Kupikir menarik saja mengajar iblis dan ashura," lanjutnya santai.

"Padahal anda sudah mengetahui kalau Yue itu iblis. Normalnya orang akan panik, takut atau bahkan marah saat melihat iblis. Kenapa anda tenang-tenang saja?" tanya Lix waspada.

"Memangnya kamu bisa bilang begitu?"

"Ah… anak-anak yang besar di dunia manusia tak tau tentang iblis yang sebenarnya, ya."

"?"

Jawaban dari Alesta membuat Aqua dan Lix bingung. Apa yang dia maksud dengan iblis yang sebenarnya?

"Begini saja. Kalau kalian lolos ujiannya, aku akan memberi tau kalian kebenaran tentang iblis dan legenda terbentuknya dunia. Bagaimana?"

"Apa ujiannya?" tanya Aqua dengan nada sedikit bersemangat.

"Karena kalian ada bertiga… baiklah, begini saja. Ambilkan aku embun kehidupan. Aku butuh itu untuk penelitianku. Simpel kan?"

"Embun kehidupan?!!!!!" jerit Lix kaget.

"Embun kehidupan hanya bisa ditemukan di sekitar Pohon Kehidupan, Yggdrasil. Untuk ke pohon itu saja harus melewati berbagai monster berbahaya. Bahkan orang dengan level diatas 300 saja kesulitan memasuki zona itu. Bagaimana mungkin kami bisa mengambilnya?"

Lix mulai kesal, Alesta memberi tugas yang mustahil dilakukan tiga anak di bawah umur. Tidak, bahkan anggota party pahlawan akan kesulitan untuk mengambilnya. Tapi dia meminta anak-anak yang levelnya hanya sedikit lebih tinggi dari anak normal mengambilnya.

"Orang ini!! Dia dari awal tak berniat mengajari kami!! Apa yang harus kulakukan?!"

Alesta menyeringai. Seperti dugaan Lix, dia memang dari awal tak ada niatan mengajari mereka. Alasannya karena saat ini dia benar-benar sibuk dengan penelitiannya. Dia tak punya waktu mengasuh anak-anak.

Lix mengeluarkan ekspresi pahit. Mereka tidak boleh berhenti di sini jika ingin jadi lebih kuat. Tapi pergi ke sana dengan level mereka yang sekarang sama saja bunuh diri.

Sebuah embun yang tercipta dari pohon kehidupan, Yggdrasil. Satu tetes embun ini saja sudah bisa menyembuhkan luka berat. Selama orang itu belum mati, luka seberat apapun bisa sembuh.

Aqua tetap tenang, dia sudah memikirkan puluhan rencana di kepalanya.

"Saya mengerti! Kalau itu memang syarat untuk bisa menjadi murid anda, akan saya lakukan sesulit apapun itu."

"!"

"Tunggu Aqua! Apa maksudmu?! Aku tau kamu kuat, tapi tempat itu sudah bukan levelmu lagi!" kejut Lix.

"Hoo~ kamu yakin?" tanya Alesta agak tertarik.

"Kukira dia akan menyerah dan kembali ke Ashlan. Boleh juga…"

"Saya akan pergi mengambilnya. Namun dilihat bagaimanapun, itu adalah syarat yang terlalu sulit. Hanya menjadi murid anda sebentar dan diceritakan legenda tak setimpal, menurut saya."

"..... Apa yang kau inginkan?"

"Saya sendiri yang akan mengambilnya. Level saya setidaknya sudah agak tinggi. Namun kedua rekan saya masih pemula. Tuan Alesta, tolong biarkan mereka berada di tempat yang aman. Selama saya tidak ada, tolong latih mereka!"

"Tentu itu tidak gratis, kecerdasan Lix pasti bisa membantu anda dan Yue juga seorang jenius dalam sihir kegelapan. Dia tak akan merepotkan Anda."

"!!"

"Oi Aqua! Apa maksudnya itu?! Kamu mau pergi sendiri?!!" marah Lix.

"Aqua! Yue tidak mau meninggalkan Aqua! Kalau Aqua pergi, Yue juga pergi!!!" rengek Yue.

"Tidak boleh! Seperti kata Lix tadi, jika kalian pergi kesana sekarang, itu sama saja bunuh diri."

Aqua melarang dua rekannya dengan nada tegas, dia benar-benar tidak ingin mereka memaksakan diri ke tempat berbahaya.

"Itu juga berlaku untukmu!!! Kaupikir kau bahkan bisa bertahan hidup di sana!?"

Lix kesal dengan Aqua yang seenaknya terjun ke medan berbahaya sendirian.

"Setidaknya lebih lama darimu."

Jawaban Aqua seolah menusuk Yue dan Lix. 1 kalimat pendek itu sudah menjadi fakta tak terbantahkan bagi mereka.

Lix tidak bisa membalas kata-kata Aqua lagi. Memang benar dia yang sekarang terlalu lemah untuk bisa menemani Aqua.

"Tawaran yang masuk akal. Nyawa anak itu sendiri sudah berharga. Kalau dia mati, aku bisa dibunuh Ashlan," pikir Alesta.

"Ini menarik. Padahal dia sangat tau harga nyawanya sendiri. Baiklah…"

Alesta berdiri dan berjalan ke arah rak-rak buku. Dia mengambil sebuah peta dari sana dan kembali duduk di depan Aqua. Alesta menggelar peta itu di meja. Peta yang dibawa Alesta adalah peta benua sihir yang terperinci.

Dia menandai suatu tempat dengan pena.

"Pergilah ke sini!"

"Tempat ini… bukan tempat pohon kehidupan berada?" bingung Aqua.

"Kau pikir hanya daerah Yggdrasil saja yang punya embun kehidupan? Daerah itu dijaga ketat oleh para Elf. Bagaimana caranya ras lain mendapatkannya?"

"Mereka akan pergi ke sini! Ini adalah tempat pelelangan ilegal yang menjual item-item tingkat tinggi. Pergilah ke sana dan beli embun kehidupan!"

Alesta menggulung peta itu dan menyerahkannya ke Aqua. Ketiga anak itu jadi lega karena Aqua tak harus pergi ke tempat super berbahaya seperti hutan pohon kehidupan.

"Terima kasih banyak!!" ucap Aqua.

"Tak perlu. Untuk pergi ke sana juga berbahaya. Walau tak seberbahaya hutan itu, perjalanan ke sana juga tak mudah," kata Alesta santai.

"Kau! Pergi kesana sendiri! Aku akan mengajari dua temanmu disini."

Mata Aqua berbinar-binar. Dia benar-benar senang karena Alesta menerima tawarannya meski dia tak harus melakukannya.

"Saya benar-benar berterima kasih!!!"

"Sudah kubilang itu tak perlu. Dua temanmu akan ku manfaatkan dengan baik," balas Alesta dengan senyum licik.

Lix dan Yue menelan ludah. Mereka harus bersiap-siap untuk apapun yang Alesta perintahkan nanti.

"Lalu… ini!"

Alesta menyerahkan kertas teleportasi ke Aqua.

"Koordinat kertas itu rumah ini. Kalau sudah selesai langsung saja teleport ke sini. Aku memberimu waktu 3 hari! Jika dalam 3 hari kamu belum datang, jangan harap kalian bisa menampakkan wajah di depanku."

"Baik! Serahkan saja pada saya!"

Aqua menjawab dengan yakin. Sebenarnya jika dilihat dari jarak, pergi ke sana membutuhkan waktu sekitar 5 hari naik kuda. Tapi karena yang kita bicarakan itu adalah Aqua, dia bisa sampai dalam waktu 2 hari. Tentu itu kalau perjalanannya tidak terganggu monster dan yang lain.

"Kalau begitu cepat pergi! Aku ini tidak punya banyak waktu!" usir Alesta.

Aqua mengangguk, setelah dia mengucapkan salam dan selamat tinggal pada Lix dan Yue, Aqua segera meninggalkan Kerajaan Vittacelar tanpa membuang lebih banyak waktu.

"Karena sudah sepakat, aku akan mengajari kalian dasarnya. Persiapan diri kalian! Aku ini bukan orang yang lembut."

Alesta sudah memikirkan akan menggunakan Lix dan Yue seperti apa. Apapun yang terjadi pada mereka nanti, Lix dan Yue hanya bisa menerima dan belajar sekeras mungkin agar tidak membebani Aqua.

"Baik!!"

.

.

.

.

[ Moshi Moshi! Cha_nyann desu~ Gak banyak, cuma mau bilang. Aku biasanya nulis sampai 5 chapter ke depan. Cuma aku atur biar waktu tayangnya beberapa hari lagi gitu ]

1
Serena
kyanya menarik
Mikhail
semua inti dari masalah ini adalah dewa athena yang membuang sisi negatifnya, mengakibatkan sisi negatif itu berubah menjadi dewa jahat.

trus dua bocah yang saling mencintai padahal mereka itu mempunyai akar yang sama(ibu) wkwk.

agak lawak karena dunia berputar putar hanya karena kesalahan sepele dua org bodoh, tiga deh, athena, aqua, mika.

dan dewa tertinggi juga bertanggung jawab atas hal ini, harusnya dia turun tangan saja saat dewa jahat perlahan bangkit. tapi dia tidak ingin melakukannya karena ia butuh sebuah hiburan, lawak kan? hidup cmn buat jadi hiburan orang si aqua wkwk
FANSNYA PARA AUTHOR (JEPARA)
aish dri tadi ke ganggu bnyk iklan tetapi gpp si Krn authornya emang agak gitu 🗿
FANSNYA PARA AUTHOR (JEPARA)
_-
Suprijpr4555
ntah Napa kesel aja baca pesan author sampai akhir tapi ya sudahlah 😭
Suprijpr4555
moga saja ceritanya bagus ku pastikan like sampai tamat ...
Erlangga Radiansyah
p
Nenk Dwi
punten ngiring ngalangkung
Nenk Dwi
punten ngalangkung
Mizu Hoshino
hmm telat sih tapi entah kenapa baru ketemu sekarang dan kukira ini novel baru taunya sudah dibuat dari tahun 2021 dan sekarang 2024 bulan Februari jadi sudah 3 tahun dan 3 tahun saya baru tahu sekarang hmm kenapa yah? ada yang tahu? haha maaf sok asik tapi

saya punya pertanyaan author yang manis (antara bahasa formal dan bahasa non-formal anda milih yang mana?)
dewi salji
Yuri itu apa ya tolong kasi tau dong
dewi salji: makasi
total 2 replies
The Fool [Klein]
pas aqua gede ini guru jadi istri nya
The Fool [Klein]: Umur Muda Badan Dewasa ya gkpp lah
total 2 replies
Kreasi Rizky
seru kayak ni
Hongshi 🍦🎀
sebenarnya ini dia itu matinya karena apa
Prince Blood: peluru kak
total 1 replies
Himeshi Noe 🌌🌠
Yang nanya author kemana, Noe kasih tau nih. Noe ngilang karena mungkin gak mood nulis lagi di tema ini. Sekarang lagi nulis fanfic dan TUIP di apk sebelah.

Maap gesss, kehabisan ide juga alasannya.
Himeshi Noe 🌌🌠: fanfic Hololive sama Honkai
total 3 replies
fujoshi akut
Author-Sama update lagi dong!! niatnya mau nimbung episode eehh udah gak update dan malah tamat
fujoshi akut: Iya sih... author mana yang niat melanjutkan ceritanya jika hanya sedikit yang membacanya....
total 3 replies
fujoshi akut
nenek Aqua🙏🏻🗿
fujoshi akut
Kan ada omegaverse🗿🤌🏻
fujoshi akut
kalo mau tahu bacalah karya Author yang lain yaitu "Kitsune Another World"
fujoshi akut
sang author sungguh teliti dan perhitungan 🙏🏻🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!