Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Belajar mengunakan mantera islam
"Ngopo Jok, kok kaya lihat set*n gitu!" celetuk Rizki
"Memang aku lihat S*tan, memangnya kamu gak lihat!" seru Joko
Rizki tertawa melihat ekspresi wajah Joko.
"Oh Lihat set*n toh, terus??" tanya nya
"Kenapa kamu gak kaget?" tanya Joko
"Karena udah biasa,"
"Aku juga tapi entah kenapa aku selalu kaget saat melihat makhluk gaib dengan bentuk yang aneh dan mengerikan," jawab Joko
Wajahnya pucat, tubuhnya masih gemeteran.
"Katakan padaku apa yang kamu lihat??" tanya Rizki
Joko mengedarkan pandangannya sambil menutup matanya.
"Tangan-tangan buntung yang berserakan, berlumuran darah, dipenuhi belatung dengan bau busuk!" ucap Joko dengan wajah masih ketakutan
Rizki Kemudian mengajak Joko masuk ke kedai dan mencari tempat duduk. Joko terlihat masih ketakutan, bahkan tampak kikuk saat hendak duduk.
Melihat sahabatnya yang masih ketakutan, Rizki kemudian mengambil sebotol air mineral dan memberikan kepada Joko.
"Minum dulu biar tenang," ucapnya
Joko langsung mengambil botol minum itu dan meneguknya pelan-pelan.
"Apa yang kamu baca saat memanggil para makhluk astral itu?" tanya Rizki
Pemuda itu kemudian mengeluarkan sebungkus rokok dan meletakkannya di meja.
"Aku gak ngerokok," jawab Joko
"Ok,"
Rizki mengambil sebatang rokok kemudian menghisapnya. Lelaki itu tampak begitu menikmati setiap hisapan rokoknya dengan penuh penghayatan.
Joko kemudian memberitahu mantera yang ia baca saat memanggil makhluk gaib.
Rizki mendengarnya dengan seksama.
"Bagaimana kalau mulai sekarang kamu rubah sedikit mantera itu tapi tidak menghilangkan unsur kejawen yang sudah kamu pelajari selama ini," ucap Rizki
"Bagaimana caranya, aku benar-benar tidak tahu. Kamu tahu kan aku ini sebenarnya awan dengan hal beginian, Asal kamu tahu aku ini kosong Ki tanpa warisan itu, semua ilmu yang aku miliki adalah warisan, " sahut Joko
Rizki mengangguk. Ia kemudian menyuruh Joko untuk memulai ritualnya. Kali ini Rizki meminta Joko untuk mengikuti perintahnya, dan Joko pun menuruti semua yang Rizki perintahkan.
Joko segera melipat kakinya dan bersila, kemudian menutup matanya.
"Awali segala sesuatu dengan ucapan Bismillah,"
"Bismillah??" Joko terperanjat
"Bismillah itu apa Ki??" tanya Joko dengan wajah penasaran
"Bagi kami umat muslim, kami selalu memulai segala sesuatu dengan atau diawali bacaan bismillah," jawab Rizki
Joko mengangguk.
Rizki kemudian menambahkan bacaan lainnya yaitu, yang masih bernuansa islami, sebelum Joko membaca mantera kejawennya.
" Baca syahadat,"
Joko membuka matanya.
"Syahadat itu apa??"
"Ikuti aku," sahut Rizki
Joko menurut. Ia kembali memejamkan matanya dan mengikuti bacaan yang diajarkan oleh Rizki.
"Ashadu anlaa illa ha illallah wa ashadu anna muhammdar Rosulullah, assalamualaikum ya Malaikatullah, assalamualaikum ya ghoibullah , assalamualaikum ya khodamullah, setelah itu sambung dengan bacaan kejawen yang biasa kamu pakai, setelah itu apa yang kamu lihat pasti akan berbeda dari sebelumnya," ucap Rizki
Joko mengikuti setiap ajaran Rizki dengan penuh hikmat. Hingga ia membuka matanya.
Wajahnya berubah.
Ucapan Rizki benar. Jika sebelumnya ia melihat potongan tangan berlumuran darah dan mengerikan bermunculan di sekitar kedai serabi tempatnya makan. Kini yang ia lihat adalah sebuah restoran Belanda di mana setiap karyawan yang melakukan kesalahan akan dipotong lengannya oleh pemilik restoran yang merupakan orang Belanda.
Dengan pemandangan itu Joko merasa lebih baik dari sebelumnya, karena setidaknya ia tahu asal muasal potongan tangan itu. Jadi makhluk gaib yang ia lihat kini tak semenakutkan sebelumnya. Bahkan jika sebelumnya ia selalu mencium bau anyir darah, bau busuk di setiap kemunculan makhluk astra kini aroma itu berubah sesuai dengan jenis makhluk gaib yang muncul.
Rizki pun menjelaskan jenis-jenis makhluk gaib melalui aroma mereka.
Kini Joko mendapatkan ilmu baru dari sahabatnya itu. Mulai dari perbedaan cara kejawen dan cara islami dalam memanggil makhluk gaib, dan perbedaan penampakan makhluk gaib yang muncul jika menggunakan dua metode itu.
Dan sejak saat itu Joko selalu menggunakan mantera yang diajarkan oleh Rizki.
Sambil menikmati Surabi mereka kembali berbincang dan bertukar pikiran tentang keilmuan yang mereka miliki.
Keesokan harinya Joko mengajak Rizki untuk melihat hotel di kampusnya. Ia sudah berjanji untuk membawanya masuk agar bisa melihat sendiri semua makhluk astral yang ada di tempat itu.
Kali ini Joko menggunakan mantera yang diajarkan oleh Rizki, agar makhluk gaib yang ia lihat lebih enak di pandang atau tidak mengerikan. Karena tidak dapat di pungkiri jika menggunakan mantera islami para makhluk gaib yang ia lihat tidak menakutkan seperti yang ia lihat jika menggunakan mantera pure kejawen.
Kini yang Joko lihat saat di hotel bukan hantu tentara jepang yang mengerikan dengan lumuran darah dan kepala yang terpotong.
Ia melihat sekumpulan seorang syuhada atau pejuang dengan menggunakan kain putih yang ternoda oleh darah dengan aroma harum bunga seperti yang ia cium di alas Roban.
"Mereka adalah dari bangsa Jin," ucap Rizki
Joko mengangguk.
"Selain istri kamu, apa kamu pernah melihat gambaran sosok makhluk lain?" tanya Rizki
"Tidak pernah Ki, aku tidak pernah melihat yang lain selain istri saya sendiri Dewi Poncowati," jawab Joko
"Beneran kamu tidak melihat yang lain?. Karena ada makhluk lain yang juga ingin dekat dengan kamu," ucap Rizki membuat Joko langsung kaget.
Bagaimana mungkin ia tidak melihat adanya makhluk itu. Padahal ia memiliki kemapuan untuk melihat makhluk gaib sekarang.
"Jangan kaget dia seorang wanita," ucap Rizki
Ia kemudian memberitahu Joko bagaimana cara melihat makhluk itu.
"Kamu gak usah duduk bersila, berdiri saja. Jangan melakukan gerakan yang menarik orang lain!" seru Rizki
"Pejamkan matamu lalu ikuti bacaanku!" serunya
Joko pun menurut. Ia mengikuti setiap mantera yang di sebutkan oleh Rizki. Saat itu juga keduanya melakukan ritual bersama namun secara rahasia atau bisa di bilang tak ada seorangpun yang tahu gerakan mereka. Rizki bahkan mengunakan ilmunya untuk melindungi Joko agar semua orang di sekitarnya tidak bisa melihatnya saat melakukan ritual tersebut. Joko dan Rizki melakukan komunikasi menggunakan batin mereka. Bahkan Joko membaca mantera pun menggunakan batinnya.
Tidak lama sosok yang dibicarakan Rizki pun muncul. Seorang wanita sunda yang sangat cantik tersenyum simpul menatap Joko. Wanita itu begitu cantik dan anggun menggunakan baju tradisional khas Sunda.
Wanita itu hanya diam tanpa berbicara atau menyapa Joko.
"Namanya Dewi Anjani," ucap Joko
"Kalau kamu tertarik dengannya aku bisa membantumu untuk menikahinya," ucap Rizki
Joko langsung menggeleng.
"Aku tidak berani Ki, aku tidak mau menyakiti istriku, aku tidak mau membuatnya marah?" jawab Joko
"Baik, kalau begitu panggil istrimu, bilang sama dia tentang Dewi Anjani, katakan sama dia kamu boleh menikahinya atau tidak??" sahut Rizki
lantas untuk memutus adalah dgn bnyk punya istri kok ngeri men ya
tp emang sih siapa yg g sedih krn kehilangan tp mbok ya jgn terllu berlebihan sih
kira3 siapa yg bikin niken seperti itu
kek gtu ya ko
nah tuhh tau kan kek mana klo ada istri bnyk sookoorrr🤭🤭🤣🤣🤣
kek mana coba setan dan jin aja bisa cembokur lho ko
kmu sih g hati2
Tabarakallah....
Alhamdulillah....
setelah mengetahui Joko merasa kepanasan maka Maryati reflek membacakan doa sambil mengusap kepala Joko
karena Maryati sering membaca ayat-ayat Al Qur'an seeeh
padahal saat itu, Pranyoto bukan lah berasal dari kaum bangsawan atau pejabat lhooo tapi bisa memperistri Maryati yang berasal dari bangsawan
ada apa gerangan yang terjadi dengan rumah Maryati ??
kenapa mendadak hawa di rumah nya menjadi sejuk meski tak ada AC
pake maen bisik-bisik segala neeeh
kita-kita kan jadi ikutan keeepooo 🏃🏃