*Selamat datang dikarya pertamaku*
Selamat Membaca
"Apa salahku mas? Kenapa kau tega menghianati cinta kita? Lirih Anita.
"Maafkan aku sayang. Aku khilaf" balas Bram menunduk.
Kisah tentang sepasang kekasih yang menjalin kasih selama 10 Tahun. Namun hubungan itu harus kandas karena pengianatan Bram dan membuat Anita tak percaya dengan yang namanya cinta.
Disaat patah hatinya Anita takdir mempertemukan dirinya dengan pria muda yang tulus mencintainya. Apakah Anita akan berjodoh dengan pria muda itu? Atau Anita kembali kepada Bram?
Yuk simak terus ya kisahnya😘
Happy Reading.
Follow IG @Thalindalena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cemburu
Hari ini hari yang cukup melelahkan untuk Aldo karena ia mengurus pernikahannya sendiri walaupun hanya ijab kabul akan tetapi ia bahagia karena sebentar lagi ia kan ngeng SAH kan kekasih hatinya.
Tepat pukul 7 malam Aldo kembali ke rumah sakit dengan membawa beberapa bungkus makan untuk di makan bersama keluarga Anita.
Saat ia masuk kamar perawatan Anita terlihat rekan-rekan kerja anita menjenguk anita termasuk Amel. terlihat mereka sedang bersendau gurau dan ia melihat brangkar disebelahnya terlihat kosong,dimana ibu?pakde dan bude juga tidak ada?.
Ehemmm
Aldo berdehem membuat mereka semua menoleh para rekan kerja yang notaben nya perempuan semua terpesona akan ketampanan aldo membuat Anita cemberut.
Cih tebar pesona.Anita
Dan pemandangan itu tak luput dari penglihatan Aldo.Membuatnya tersenyum senang dalam hati
Aihh,mukanya lucu sekali! apakah ia cemburu?.Aldo lalu duduk disofa dan meletakkan bungkusan yang ia pegang di meja.
"Siapa nit?"
"Ya nih ganteng banget"
"Brondong ya?"
"Uhh beruntung sekali kamu nit"
"Udah ganteng,tinggi,badannya tegap dan kekar pasti gagah perkasa"
"Uhhh... gemesssss"
Begitulah ucapan para rekan kerja anita yang kecentilan membuat Anita jengah sendiri,Padahal teman Anita sudah mempunyai buntut semua.
"Ehh inget tuhh yang dirumah!!!,gak lihat tuh dijidatnya ada stampel bertuliskan ANITA" celetuk amel membuat rekan kerja anita cekikikan sedangkan anita hanya memutar kedua bola matanya malas.
"Kalau gw sih bodo amat,orang ganteng begini mubajir kalau gak dilihat kan lumayan buat nyegerin mata" ceplos salah satunya sambil mengerlingkan matanya ke Aldo dan di balas senyum manis Aldo,Membuat Anita menjadi terbakar cemburu.
"Hufttttt" Anita mengibaskan tangannya seolah sedang mengipas.
"Kenapa kamu nit?"
"Agak panas ya?"
"Masa Ac nya dah full"
"Emm gw tau nih,bukan cuaca yang panas tapi hatinya"
"cie elahh panas nih yee"
"Ha...ha...haaa..."
Anita semakin mbrengut mendengar celoteh rekan-rekannya,ujung matanya melirik Aldo kesal. Entah mengapa ia merasa tak suka saat Aldo tersenyum manis kepada orang lain. Apakah ini pertanda ia mulai mencintai Aldo??
"Udah sehh jangan digodain mulu Aldo nya,tuh yang punya mulai marah"
"Siapa juga yang marah biasa aja tuh!"ketus anita membuat aldo yang mendengar pun terkekeh.
"Jangan sok gengsi,Diambil orang baru tau rasa loe"
"Enak aja" ceplos Anita lalu menutup mulutnya.
"Ahh tuhh kann"
"Cie cie"
"Ha..ha..haa"
Emang pada gesrek teman-teman AnitA kalau sudah begini
"Ya udah yuk pulang dah malem,jangan di godain terus ibu-ibu" Ucap amel menyudahi
"Ho'ohh gak berasa ya,ya udah yuk pulang"
"Iya yuk"
"Dah ganteng,besok kita mampir lagi ya" Ucap salah satu rekan anita
"Ya makasih ya udah ngejengukin" Ucap Aldo
"Cepet sembuh ya nit,biar kita ntar bisa gibah lagi"
"Iya makasih ya kalian semua dah jengukin dan makasih banyak lho buah tangannya,jadi enakan jadinya he..he..he" Ucap anita
Lalu satu persatu rekan-rekan anita bersalaman dan cipika-cipiki dengan Anita dan terakhir amel
"Aku pulang dulu ya nit,cepet sembuh ya,sory ya buru-buru soalnya encus nya bontot pulang kampung,he..he..he. bye nit bye Al"
"Iya hati-hati di jalan" Ucap Aldo dan Anita bersamaan
Setelah kepergian teman-teman anita ,Aldo berjalan mendekati Anita lalu ia duduk di kursi yang sudah di sediakan disana.
Aldo memandang anita lembut akan tetapi Anita langsung membuang muka,
"Cemburu ya" Ucap Aldo
"Enggak"
"Masa?"
"Ngapain juga cemuburu sama orang yang suka tebar pesona" cibir Anita tanpa sengaja ia mengatakan jika ia memang cemburu.Tapi Aldo pura-pura tidak peka.
"Aku kira kamu tadi cemburu,padahal aku udah seneng banget itu berarti kamu mulai mencintai aku" Ucap Aldo kecewa dan memasang wajah sedih.
"Eh.." Anita terkejut mendengar ucapan Aldo,ia melihat wajah aldo seperti kecewa,ia jadi merasa bersalah.Anita menggigit ujung bibir nya dan itu tak luput dari penglihatan Aldo.
"Jangan digigit bibirnya" Ucap Aldo memandang bibir anita tanpa berkedip
"Kenapa"
"Karena aku gak tahan lihatnya"Ucap Aldo jempol tangannya berada di bibir anita mengusap lembut disana. Yang Aldo rasakan bibir anita sangat lembut dan kenyal di tangannya, ingin sekali ia mencicipi nya tapi ia masih harus menahan semua itu. Perlakuan Aldo membuat wajah Anita memerah.
"Ingin sekali aku memutar waktu agar lebih cepat agar hari esok cepat tiba"
"Eh kenapa?"
"Karena aku ingin segera mencicipi ini" Ucap Aldo parau jari tangannya masih menelusuri dibibir anita.Sungguh hanya menyentuh bibir Anita saja hasratnya sudah naik ke ubun-ubun. Bagi Aldo,Anita seperti mempunyai magnet tersendiri untuknya.
"Hais...mesumm" Ucap anita memukul bahu Aldo lalu ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena mukanya sudah sangat merah.Aldo terkekeh melihat respon anita terlihat masih polos padahal umurnya sudah kepala tiga. Nggak mungkin kan Anita yang pacaran bertahun- tahun dengan mantannya tak pernah beciuman??. begitu pikir Aldo.
"Ibu kemana sayang?" tanya aldo memecah kesunyian.
"ke taman sama pakde dan bude"
"malam-malam begini?"
"Hem entahlah,katanya ada yang ingin dibicarakan"
dan di angguki Aldo
"Kamu sudah makan?" tanya Aldo
"Belum ,aku gak selera makan"
"Nanti aku suapi,tapi aku mau mandi dulu" Ucap Aldo sambil memijit kepalanya karena hasratnya tak kunjung reda mau tak mau ia harus senam lima jari.
Setelah setengah jam lebih Aldo selesai mandi dan juga menuntaskan hasratnya ia keluar dengan pakaian santai kaos dan celana pendek membuat Aldo semakin fress.
"Lama banget sih mandinya" Rengek Anita
"Iya kan sekalian nyetor" cengir Aldo lalu mengambil bungkusan makanan yang berisi makanan vegetarian untuk anita
"Aku dah laper banget" ucap anita
"Baik lah tuan putri,pangeranmu ini akan menyuapi mu,aaaa" ucap Aldo dengan menyodorkan sendok yang berisi makanan. Anita membuka mulutnya menerima suapan dari Aldo hingga makanannya habis tak tersisa. Entah mengapa makan dari tangan aldo rasanya lebih enak. Setelah itu Aldo dengan telaten mengelap bibir anita dengan tisu lalu memberikan air minum pada anita. Anita memandang aldo dengan tatapan yang sulit diarti kan.
"Kenapa?" tanya Aldo karena anita terus memandang nya
Anita menggeleng sebagai jawaban,lalu ia mendekatkan wajahnya ke Aldo
Semakin dekat
Semakin dekat
membuat jantung aldo berdetak kencang,lalu
CUP
Anita mengecup pipi aldo,membuat Aldo mematung ia sangat terkejut atas perlakuan anita. Ia memegang pipinya yang di kecup anita,lalu tanpa disangka anita mengecup pipi sebelahnya lagi.
"Terimakasih"ucap Anita
Membuat Aldo tersenyum lalu menarik Anita kedalam pelukannya.
EHEMMMMMMM
jangan lupa like,vote dan komentarnya
makasih
love you all
maksa panjangin bab malah jadi gak konsisten semua
btw thor kalau buat cerita itu gak perlu panjang2
buat apa coba?!
cerita panjang nambah "tokoh pelakor" doang yang diperbanyak
cerita makin kesini , makin ngelantur & gak konsisten krn spt kehabisan bahan, makanya "tokoh pelakor" diperbanyak
cerita makin kesini sih makin gak jelas
cuma panjang2 buat tambah konflik aja