Rheyna Aurora adalah istri dari seorang pria yang cuek dan minim perhatian yang bernama Bagas Awangga.
Bagas bekerja sebagai Manager pada perusahaan milik sepupunya, Arlo Yudhistira adalah CEO perusahaan tersebut.
Arlo menaruh hati pada Rheyna sudah sejak lama….
Tak semudah itu hubungan Arlo dan Rheyna berjalan,karena Arlo adalah sepupu dari Bagas dan Arlo telah memiliki istri dan 2 orang putri…..
Akankah Rheyna ertahan dengan Bagas? Ataukah berpaling pada Arlo? Atau ada yang lain?
Selamat membaca dan selamat menikmati karya pertama saya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhecella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maafkan Aku
“Gak per….” Belum selesai aku mengatakannya dia tiba-tiba menc**mku, membuat aku terkejut dan kembali berusaha mendorongnya, namun usahaku sia-sia karena dia menangkap kedua tanganku dan mengangkatnya ke atas kepalaku, menguncinya di atas dan menyandarkan ku pada kulkas.
Dia terus menc**mku dengan sangat lembut tetapi terasa ada cinta disana, entahlah terasa jantungku berdegup sangat kencang. Hingga aku hampir ke habisan nafas dia baru melepaskan bibirnya dari bibirku. Ketika aku hendak memaksa untuk melepaskan tanganku, dia kembali menc**mku “ Jangan memberontak jika ingin aku lepaskan” katanya di sela-sela kegiatannya menc**m ku.
Aku akhirnya pasrah dengan c**mannya, bahkan aku membiarkan lidahnya masuk mengabsen kedalam mulutku, menjelajahi rongga mulut, sesekali mengh*s*p lidahku dan menggigitnya. Aku mulai terbuai dengan c**mannya, mataku tertutup menikmati bibirnya yang menempel erat pada bibirku.
Tanganku tak lagi ia genggam erat, tetapi ia meletakkan tanganku di lehernya, dan tangannya dia letakkan pada pinggangku, sedikit me*r*mas pinggangku sehingga aku sukses mengeluarkan lenguhan “euh”
Aku merasa otakku tak lagi bekerja secara normal, aku mulai sedikit m*r*mas rambutnya, sedangkan tangannya mulai pindah ke leherku, menyingkirkan rambut ikalku yang menutupi leherku.
Tangannya membelai leherku dengan sangat lembut, membuat aku yang telah lama tak mendapat sentuhan hangat dari Bagas merasakan kembali terbakar g****h. Otakku tak lagi bekerja normal.
Tangannya tiba-tiba perlahan membenarkan letak tanktopku, tetapi c**mannya tetap dia berikan, beralih ke leherku dan sedikit menggigitnya disana.
“Yuk aku antar pulang” katanya sambil memasangkan kemejaku lagi
Aku yang terkejut karena c*mb**nnya disudahi,
“Ha? Pulang?” Tanyaku gugup
“Atau mau dilanjutkan lagi yang tadi?” Seringainya dan menggoda mendekatiku lagi
“Ah gak gak, iya pulang” kataku sembari membenarkan rambut dan kemejaku, saat akan turun dari meja bar, tangan kekarnya sudah menggendongku untuk turun
Aku merasa malu sangat-sangat malu karena sudah menikmati c*mb**nnya dan bahkan mengharapkan yang lebih, aku merasa bersalah pada mbak Lila.
Dia memelukku dari belakang ketika aku mengambil tas belanjaan yang berisi sayuran dan ikan,
“Jangan merasa bersalah karena aku mencintaimu, aku mohon jangan pergi dari sisiku, jangan menjauhi ku setelah kejadian ini” kata-katanya memohon padaku, bahkan Bagas pun tak pernah mengharapkan kehadiranku, seperti dia memohon padaku
“Tapi mas ini salah, aku bersuami dan kamu beristri”
“Tidak ada yang salah karena cinta Rhey, aku mohon” katanya memelas
“Aku tak janji mas, aku takut kembali terluka” jawabku
“Aku tak akan melukaimu, aku bersumpah Rhey” katanya kembali
“Bahkan yang berjanji di depan penghulu pun bisa ingkar mas” jawabku pilu
“Aku akan membuktikan bahwa aku tak ingkar Rhey” jawabnya yakin
“Baiklah buktikan saja mas, selanjutnya biar waktu yang akan menjawab” kataku
“Terima kasih Rhey, jangan lupa tutup lehermu dengan rambutmu agar tak ada yang melihat bekasnya” katanya sembari membenarkan rambutku kembali kedepan
“Ha? Maksudnya?”
“Ada stempel bibirku di lehermu” dia tersenyum seperti orang tak punya salah
“Ya ampun mas” kataku sambil menepuk lengannya
Akhirnya mas Arlo mengantarkan ku kembali kerumah mama pukul 03.30, dan mobilku akan dibawakan pak Aman nanti setelah pak Aman mengantarkan mas Arlo ke kantor.
“Istirahatlah, aku akan mengurus perpisahanmu dengan Bagas” saat kami sampai di depan rumah mama dan aku akan turun dari mobil
“Terima kasih mas”
“Aku yang terima kasih sudah membuat aku jatuh cinta” kata-kata itu membuat aku tersipu malu
“Ya sudah aku masuk dulu, mas hati-hati ya pulangnya” sembari tanganku membuka pintu mobil, kemudian di tarik kembali olehnya
“Aku ingin selalu didekatmu” katanya sembari memelukku
“Ingat mas, ada anak-anak dan istri yang menunggu dirumah, cepet pulang gih” jawab ku sembari melepas pelukannya perlahan
Dia menangkupkan tangannya pada wajahku menarikku untuk mendekat dan cup dia mencium keningku, mendiamkan bibirnya disana untuk beberapa saat, kemudian menghela nafasnya kasar.
“Masuklah, aku akan menunggu sampai kamu masuk” katanya kemudian
“Baiklah, Assalamualaikum” jawabku dengan tersenyum dan berlalu keluar dari mobil itu seraya membawa 2 koper tas dan membuka pagar rumah mama
Ketika aku menutup pagar rumah mama, mbak Sari membuka pintu utama dan keluar,
“Kok gak panggil saya aja sih non, kan bisa saya bantuin dari luar” kata mbak Sari dan mengambil alih koper yang sedang aku genggam di tangan kanan dan kiri
“Gak pa pa mbak santai aja” jawabku sambil tersenyum
“Saya mau istirahat dulu ya mbak, nanti tolong masakkan sarapan untuk mama ya mbak” kataku melanjutkan
“Baik non, saya siapkan air hangat dulu biar non mandi dulu baru tidur ya” saran mbak Sari
“Iya mbak makasih” aku masuk kedalam rumah dan menjatuhkan tubuhku di atas sofa ruang tamu, rasanya aku sangat lelah di tubuhku dan dipikiranku terasa sangat penuh. Ingin memejamkan mata untuk tidur pun rasanya tak mampu, bayang-bayang mas Arlo melintas dipikiranku, tetapi tubuh ku sangat lelah. Mengingat semua yang tadi dia lakukan, itu nyata seperti cinta tetapi aku sadar jika ini adaah sebuah kesalahan besar yang telah aku dan dia lakukan.
Aku takut terlalu terbuai dan kembali merasakan sakitnya mencintai. Aku memutuskan untuk tak memperdulikan semua yang sudah terjadi, dan apa yang akan terjadi biarlah semua mengalir begitu saja, apa pun yang akan terjadi nantinya.
Bersambung……
...Maaf ya bagian yang enak-enak harus banyak di skip supaya bisa lolos,...
...tapi author masih punya versi lengkapnya low,...
...DM di IG ya kalau mau versi lengkapnya...
...@rereituregina...