NovelToon NovelToon
Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Lahirnya Penguasa Kegelapan Season 2 : The Union Of World Academies

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Barat / Tamat
Popularitas:177.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ligar Cahyadi

Lahirnya Penguasa Kegelapan season 2 : The Union Of World Academies

Tasya yang memiliki kekuatan dari Crystal Suci, sedikit demi sedikit mulai mengalir pada seluruh tubuhnya.

Tiba pada waktunya pada saat kekuatan Crystal Suci telah memuncak, Dewa dari para monster mulai bergerak.

Semua monster mulai keluar dari dalam portal sesuai dengan perintah dari Dewa mereka, yakni memusnahkan seluruh umat manusia sampai tidak tersisa. Namun Akademi yang berada di seluruh dunia tidak ingin hal itu terjadi dan mereka berniat untuk bertempur sampai titik darah penghabisan.

Pertempuran yang sangat besar, tidak lama lagi akan terjadi pada dunia yang ditinggali Tatsuya.

Apakah Tatsuya bisa mencegah hal itu terjadi?

Bisakah Tatsuya melindungi kekasihnya, yang menjadi target Dewa dari para monster?

Mampukah Tatsuya mengalahkan Dewa tersebut dengan kekuatan penguasa kegelapan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ligar Cahyadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29 Kepercayaan

...Maaf sebelumnya novel ini digantung, karena banyak sekali urusan pribadi dalam dunia nyata. 🙏🙏🙏...

...*Selamat Membaca*...

Setelah Tommy menyampaikan informasi mengenai keberadaan Tatsuya pada Leonard dan Kazima, mereka semua langsung bergerak menuju lokasi tersebut dengan anggotanya masing-masing, yang berjumlah kurang lebih 400 orang dari keseluruhan.

Sementara itu di dalam gedung yang ditempati oleh Tatsuya...

Rencana Tatsuya yang ingin menyergap mereka sekaligus mengandalkan beberapa bayangannya tanpa diketahui oleh siapapun terutama bagi Tasya, kini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkannya. Hal ini dikarenakan Rena bertindak sembrono dengan menembak salah satu dari guild yang sedang mengincar dirinya, sehingga keberadaannya telah diketahui dengan jelas oleh orang-orang yang sedang mencarinya.

"Apakah kamu tidak sadar dengan apa yang baru saja dilakukan?" tanya Tatsuya dengan raut wajah kesal, sambil berjalan menghampiri Rena.

"Tentu saja aku menyadarinya!" jawab Rena sambil menatap Tatsuya dengan sorotan mata tajam.

"Bila kamu menyadarinya, bukankah aku menyuruhmu untuk mengawasi pergerakan mereka dan tidak memintamu untuk menembak salah satu dari mereka!" ucap Tatsuya dengan sorotan mata yang tajam.

"Lalu, apakah aku harus diam dan menunggu ditembak oleh mereka terlebih dahulu, setelah itu baru aku membalasnya?" tanya Rena dengan nada tinggi dan penuh kemarahan.

"Bila sebelumnya kamu menyadari sedang diawasi oleh mereka, kenapa kamu tidak memutuskan untuk mundur dan melaporkannya kepadaku?" tanya balik Tatsuya dengan tenang, supaya Rena mendinginkan pikirannya dan tidak melakukan hal tersebut terulang kembali.

"Perlu kau ketahui, daripada harus menunggu sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, lebih baik aku bertindak terlebih dahulu. Jadi aku sarankan, kalau ingin memberikan suatu perintah jangan setengah-setengah!" jawab Rena sambil berjalan menjauhi Tatsuya.

"Tunggu Rena!" pinta Tatsuya namun sengaja tidak di dengar oleh Rena, dan terus berjalan menuju ruangan pesta.

Sejenak Tatsuya terdiam dan memikirkan kembali perkataan dari Rena. Dia berpikir kalau jawabannya itu memang benar, namun tetap saja dia tidak mengharapkan hal seperti itu terulang kembali, karena bisa menyebabkan masalah yang sangat serius.

"Hah... Mundur itu bukanlah suatu hal yang buruk, melainkan dengan melakukan hal itu bisa membuat strategi baru dan memusnahkan musuh dalam sekejap." gumam Tatsuya dalam hatinya sambil menghela nafasnya.

Setelah itu Tatsuya mengesampingkan masalah mengenai Rena, dan memfokuskan dirinya untuk mengatasi masalah besar yang akan dihadapinya. Lalu dengan segera dia menghubungi Alex supaya bersiap-siap menyambut kedatangan orang-orang suruhan Mozark.

"Dredd... Dredd... Dredd..."

"Halo tuan." sapa Alex dengan sopan. "Tuan apakah anda sedang berada diluar, sehingga menghubungi saya seperti ini?" lanjutnya dengan bertanya.

"Kesampingkan dulu pertanyaan mu itu Alex, lagi pula aku masih berada di dalam gedung. Untuk saat ini aku ingin meminta padamu hubungkan semua alat komunikasi pada anggota kita, karena kita harus segera bersiap." pinta Tatsuya dengan memberikan perintah kepadanya.

"Baik tuan." jawab Alex sambil melakukan apa yang diperintahkan oleh Tatsuya, tanpa bertanya mengenai alasannya.

Terselang beberapa menit, semua anggota Slayer Of God maupun tentara bayaran kini sudah terhubung secara langsung dengan Tatsuya, dan mereka menunggu perkataan yang ingin disampaikan olehnya.

"Tuan, kini semuanya sudah terhubung dan mereka sedang menunggu perintah dari anda." ucap Alex dengan berpikir kalau Tatsuya akan memberikan suatu perintah.

"Aku tidak menyangka kamu akan cepat menanggapi hal ini." jawab Tatsuya sambil berjalan perlahan mendekati pintu keluar.

"Hei Tatsuya, sedang dimana kau? Adikku dari tadi terus bertanya keberadaanmu, apakah kau keluar lagi tanpa memberitahunya terlebih dahulu?" tanya Muzan dengan sedikit kesal kepadanya.

"Ahh... Aku baru saja ingin keluar dan sekarang berada tepat di pintu depan gedung." jawab Tatsuya sambil membuka pintu, dan berjalan keluar menuju halaman.

"Hei, Hei, Hei... Apakah kamu akan meninggalkan acara ini begitu saja? Cepat kembali atau..." pinta Muzan namun perkataannya disela oleh Tatsuya.

"Lebih baik kesampingkan dulu pertanyaanmu kakak, karena sebentar lagi kita harus menghentikan acara ini dan segera mengevakuasi tamu undangan yang hadir dengan cepat." sela Tatsuya tanpa memberitahu alasan sebenarnya.

Semua anggota maupun tentara yang mendengar perkataan Tatsuya seperti itu, membuat mereka sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi, lalu dengan tegas Muzan bertanya kembali pada Tatsuya.

"Apakah masalah yang akan kita hadapi sangatlah besar?" tanya Muzan sambil mengerutkan dahinya.

"Ya benar, mungkin lebih tepatnya kita akan menghadapi kekuatan dari negara ini." jawab Tatsuya dengan tenang, sambil menatap ke atas langit melihat awan hitam yang terlihat akan turunnya hujan.

Mendengar penjelasan singkat dari Tatsuya, membuat mereka sangat terkejut terutama masalah yang akan dihadapi adalah kekuatan dari negara. Sebagian dari mereka berpikir kalau menentang negara merupakan sebuah kesalahan besar, dan sama sekali tidak berkesempatan untuk menang.

*pembicaraan beralih di dalam ruangan pesta*

"Daripada terus memikirkan perkataan dariku, lebih baik kalian semua cepat hentikan acara ini dan segera evakuasi tamu undangan yang hadir sebelum mereka datang." pinta Tatsuya dengan memberikan perintah untuk kedua kalinya.

Mendengar perkataan seperti itu, dengan spontan Antonio mulai berkata pada semua tamu undangan yang hadir, kalau acara kesembuhan Tasya terpaksa dihentikan karena ada keadaan darurat.

"Tunggu dulu, sebenarnya apa yang sedang terjadi?" tanya Tasya dengan raut wajah cemas.

"Ahh... I-ini... Seperti yang aku katakan nona Tasya, sekarang ini ada keadaan darurat jadi..." jawab Antonio dengan gugup, namun perkataannya disela oleh Tasya.

"Dimana Tatsuya? Dimana dia sekarang?" tanya Tasya dengan nada kesal, sambil berjalan mendekati Antonio.

Namun dengan spontan Muzan mencoba untuk menenangkan Tasya, karena dia mengetahui kalau pikirannya itu sedang mengkhawatirkan Tatsuya.

"Tenangkan dirimu Tasya, Tatsuya tidak pergi kemana-mana malahan dia masih berada di dalam gedung ini." ucap Muzan sambil memegang pundak Tasya dan meyakinkan kalau Tatsuya baik-baik saja.

"Lantas kenapa acara ini dihentikan karena keadaan darurat, apa maksudnya itu?" tanya Tasya sambil menatap wajah Muzan, dengan sorotan mata yang tajam.

"Hah... Bila sudah seperti ini, sebaiknya kamu tanyakan langsung kepadanya." jawab Muzan sambil memberikan alat komunikasi miliknya pada Tasya. Dengan spontan Tasya mengambil alat komunikasi tersebut, lalu memasangnya pada telinga.

"Tatsuya! Apakah kamu bisa mendengarku? Dimana kamu sekarang? Cepatlah kembali keruangan ini, kalau tidak aku akan marah kepadamu!" ucap Tasya dengan beberapa pertanyaan dan meminta pada Tatsuya untuk segera menemuinya.

"Saat ini aku sedang berada di halaman depan gedung ini dan aku sama sekali tidak bisa menemui saat ini, karena ada suatu hal yang harus diselesaikan. Jadi untuk sementara tetaplah di dalam dan tenangkan dirimu, lalu yakinlah aku akan baik-baik saja." jawab Tatsuya sambil mematikan alat komunikasi miliknya.

"Tut... Tut... Tut..."

"Hei... Tu... Dasar Tatsuya bodoh, kenapa dia selalu saja egois dan sama sekali tidak memikirkan perasaan orang yang sangat khawatir kepadanya." ucap Tasya dengan raut wajah kesal.

Dikarenakan Tasya sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi, dia hendak berjalan keluar pintu ruangan pesta untuk menemui Tatsuya yang sedang berada diluar gedung. Akan tetapi, dengan sengaja Muzan mencegahnya dan membujuk dirinya agar tetap tenang.

"Mau kemana kamu Tasya?" tanya Muzan sambil memegang salah satu tangannya.

"Sudah jelas aku ingin menemui Tatsuya dan meminta penjelasan padanya mengenai apa yang akan terjadi, jadi lepaskan tanganmu dariku!" jawab Tasya sambil menoleh pada Muzan, dan lalu melepaskan genggaman tangannya dengan paksa.

"Sttt"

"Bila kalian semua mengkhawatirkan Tatsuya, sudah pasti kalian akan menemani perjuangannya meskipun melanggar perintah darinya." lanjutnya sambil berjalan kembali mendekati gagang pintu keluar dari ruangan pesta.

"Seperti dugaan Tatsuya, bila melibatkan Tasya kembali menuju medan pertempuran dapat mengakibatkan suatu hal yang sangat buruk." gumam Muzan dalam hatinya sambil melihat Tasya yang hendak membuka pintu. "Bila sudah seperti ini, tolong jangan salahkan diriku dan ini juga untuk kebaikanmu!" lanjutnya sambil melesat ke arah Tasya, dan memukul pundaknya dengan cukup keras.

"Buukkk"

"Akkhh... Apa yang... Kau... Lakukan ka-kak..." ucap Tasya dengan kata terputus-putus sebelum pingsan di dalam pangkuan Muzan.

"Kepp"

Semua orang cukup terkejut, setelah melihat kejadian yang berada di depan mata mereka. Namun dengan spontan, Antonio meminta pada semua tamu undangan untuk mengabaikan apa yang baru saja terjadi, lalu membujuk mereka menuju ruangan evakuasi dikarenakan sudah tidak punya banyak waktu lagi.

Perkataan dari Antonio ditanggapi langsung oleh pikiran para tamu undangan, sehingga mereka semua mengikuti arahannya termasuk keluarganya, dan dibantu secara langsung oleh bawahannya beserta para tentara bayaran.

"Aku salut padamu tuan Antonio, dalam sekejap anda bisa mengatasi para tamu undangan." ucap Alex dengan sangat kagum.

"Ahhh ini bukanlah apa-apa, aku hanya menjalankan tugas yang mesti dilakukan. Hahaha..." jawab Antonio sambil tertawa, lalu dia melihat Tasya yang masih berada di dalam pangkuan Muzan. "Apakah tidak apa-apa membuat adikmu seperti itu?" lanjutnya sambil bertanya dan berjalan menghampiri mereka berdua.

"Lebih baik membuatnya seperti ini, daripada harus melibatkan dirinya ke dalam bahaya." jawab Muzan sambil mengangkat Tasya dengan kedua tangannya. "Segera beritahu Tatsuya kalau masalah disini sudah dibereskan." lanjutnya sambil berjalan menuju ruangan evakuasi.

Setelah itu, Alex segera memberitahu Tatsuya lewat alat komunikasi miliknya, kalau semua tamu undangan sudah di evakuasi dan diarahkan ke ruangan bawah tanah. Alex juga sempat memberitahu mengenai Tasya yang terpaksa dibuat pingsan oleh Muzan, karena bersikeras untuk keluar menemuinya.

"Seperti dugaanku, Tasya selalu saja keras kepala. Tapi mau bagaimana lagi, ini adalah satu-satunya cara untuk menghindarkan dirinya dari marabahaya." gumam Tatsuya dalam hatinya, sambil berdiam diri melihat bunga di halaman depan gedung.

"Tuan, kalau boleh tahu langkah apa yang harus kami lakukan selanjutnya? Apakah kami boleh membantu tuan?" tanya Alex dengan harap Tatsuya menerima bantuan darinya beserta anggota lainnya.

"Pertempuran ini mungkin bisa merenggut nyawa kalian, apalagi yang kita hadapi bukanlah monster melainkan orang dari negara ini. Jadi sebaiknya biar aku sendiri yang melakukannya, supaya kalian..." jawab Tatsuya namun perkataannya disela oleh Rena.

"Inilah alasannya aku sangat membenci orang sepertimu! Kau selalu bertindak egois, tidak loyal dan juga setengah-setengah! Dari awal sebenarnya apa tujuanmu mengumpulkan kami semua? Apakah karena kami ini tidak sekuat dirimu jadi tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantumu?" sela Rena sambil bertanya dengan kesal, karena Tatsuya selalu meremehkan dirinya dan juga yang lainnya.

Sejenak Tatsuya terdiam dan memikirkan perkataan dari Rena. Sebelumnya dia sempat mengira kalau semua masalah bisa diselesaikan tanpa melibatkan siapapun. Namun siapa sangka selain Tasya ataupun teman-temannya, ada juga orang lain yang sangat mengkhawatirkan dirinya.

"Hufff... Hahahahaha..." ucap Tatsuya dengan tertawa terbahak-bahak.

"Kenapa kau tertawa?" tanya Rena dengan nada rendah.

"Haahh... Perkataan darimu membuatku menyadari akan sesuatu. Jadi maafkan aku telah meremehkan kalian semua." jawab Tatsuya dengan tersenyum lebar.

Perkataan dari Tatsuya, membuat semua orang yang mendengarkannya lewat alat komunikasi ikut merasa senang, dan yakin kalau mengikutinya bukanlah hal yang salah.

"Kalau begitu, mulai dari sekarang aku tidak akan segan-segan lagi meminta bantuan pada kalian. Namun aku ingin memastikan satu hal, apakah kalian bersedia mengikutiku sampai menciptakan perdamaian di dunia ini?" lanjutnya sambil bertanya dengan serius.

"Bila boleh menjadi orang pertama menjawab pertanyaan dari anda, dari awal hati dan pikiran saya sudah didedikasikan untuk terus mengikuti tuan meskipun harus menaruhkan nyawa. Karena saya berpikir kalau jalan yang diambil adalah jalan benar, dan saya juga yakin, kalau suatu saat nanti bisa melihat semua orang tersenyum bahagia tanpa ada hal yang dikhawatirkan." jawab Alex dengan tekad bulat.

"Karena anda sudah mengeluarkan saya dari penjara, serta diperlakukan selayaknya seorang manusia... Ah tidak teman... Jadi sudah pasti saya akan terus mengikuti anda tuan!" jawab Aurel.

"Tuan sudah memberikan kesempatan hidup padaku dan memperlakukanku selayaknya manusia. Jadi saya akan menyerahkan seluruh hidup saya untuk mengabdi pada tuan." jawab Clara.

"Karena bisnis saya semakin maju, sudah pasti akan mengikuti tuan." jawab Antonio.

"Dasar mata duitan, itu bukanlah sebuah jawaban melainkan kau ingin menetapkan tuan sebagai rekan bisnis mu!" ucap Shaman sambil memarahi Antonio.

"Diam kau orang tua gila, lalu apa jawabanmu hah?!" pinta Antonio pada Shaman.

"Tentu saja aku akan mengikutinya, karena batu dari dalam tubuh monster bisa dijadikan jantung dari sebuah robot, terlebih lagi bila mendapatkannya dari boss monster, mungkin kekuatannya akan sangat luar biasa. Hahahaha " jawab Shaman dengan sangat percaya diri sambil tertawa.

"Dasar orang tua gila, itu sama saja dengan berbisnis!" ucap Antonio dengan sangat kesal.

"Hei... Hei... Sudahlah, jangan terus berdebat apalagi ini di dengar oleh Tatsuya." pinta Alan sambil membujuk mereka berdua untuk tetap tenang.

"Aa... Ma-maaf tuan!" ucap Antonio dan Shaman secara bersamaan.

"Hmm, itu cukup menghibur. Lalu jawaban yang lainnya bagaimana?" tanya Tatsuya.

"Semenjak anda menanamkan sebagian dari prajurit bayangan untuk melindungi saya sekeluarga (cerita berada di seasons 1), saya sangat yakin kalau anda adalah orang yang baik. Jadi saya sudah pasti akan mengikuti tuan." jawab Alan.

"Kami berdua pasti akan selalu bersama dengan kakak apapun yang terjadi." jawab Keira.

"Ya benar, terlebih lagi kakak sudah membebaskan kami dari para penagih hutang (cerita berada di seasons 1) dan memberikan kami makanan yang layak." lanjut Tiara.

"Tidak ada penyesalan bagi tentara bayaran untuk tetap mengikuti anda, karena kami yakin kalau tuan bisa menciptakan perdamaian di dunia ini." jawab Josep untuk mewakili tentara bayaran.

"Karena kamu memiliki janji padaku, jadi tidak usah dipertanyakan lagi!" jawab Rena dengan singkat.

"Terimakasih atas jawaban yang baru saja kalian katakan, aku sangat menghargainya. Kalau begitu mohon bantuannya untuk menghadapi orang-orang yang masih belum mengerti dari negara ini!" pinta Tatsuya dengan suara lantang.

"Baik!" jawab semuanya dengan serentak dan penuh semangat.

...Bersambung......

...{Pemberitahuan Update}...

...(Author akan mengusahakan untuk update episode terbaru setiap hari pada pukul 22.30 WIB.)...

...Jika berkenan dan bersedia jangan lupa untuk dukung author dengan Like, Komen, Vote, Rate novel ini serta saran dan bantuannya agar lebih semangat untuk terus up episode terbaru. Pendapat anda sangat berharga bagi pemula seperti saya....

...Terimakasih 🙏...

1
Milly
Luar biasa
Ajna dillah
segera up
Ajna dillah
semangat
Ajna dillah
gas
Ajna dillah
??
Ajna dillah
gas
Ajna dillah
/Heart/
Ajna dillah
/Rose//Rose//Rose/
Ajna dillah
semangat terus berkarnya/Good//Good//Good/
Ajna dillah
/Ok//Ok//Ok/
Ajna dillah
/Beer//Beer/
Ajna dillah
bodoh
egois
gk baik itu untuk apa punya teman
Ajna dillah
masih aja bodoh
gk melawan
Ajna dillah
/Coffee//Coffee/
Ajna dillah
sehat selalu thor
Ajna dillah
semangat
Ajna dillah
/Shy//Shy//Shy/
Ajna dillah
/Good//Good//Good/
Ajna dillah
reoni nih
Ajna dillah
/CoolGuy//CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!