Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 28 Sakit Hati Tama
*still Flashback*
Romi menghubungi Adam untuk memberitahu bahwa dia telah berhasil merusak hubungan Nurin dengan Tama.
"Hallo om"
"Iya Rom, ada apa?"
"Om bisa nggak kita ketemuan sekarang, ada yang perlu Romi omongin"
"Sekarang?"
"Iya om, sekarang, soalnya kebetulan Romi lagi dijalan, sekalian aja kita ketemuan"
"Kalau sekarang, kayaknya om nggak bisa deh"
"Ini penting om, soal masalah yang kita omongin kemarin malam"
"Hmmmm, kamu bisa nggak datang kekafe dekat kantor om"
"Yaudah, Romi datang aja kesana langsung"
"Oke, om langsung menuju ke sana sekarang"
*Di Kafe*
"Om, maaf Romi telat, soalnya Romi kejebak macet"
"Nggak apa-apa, kenapa kamu mau ngomongin tentang apa?"
"Romi berhasil om, mereka berdua sudah putus"
"Serius?, ternyata kamu benar-benar bisa diandalkan"
"Iya om, barusan mereka putus"
"Bagus deh kalau begitu, jadi om nggak ada penghalang lagi buat mendekati Nurin"
"Tapi Romi mau menagih imbalan yang telah om janjikan, bahwa Romi boleh meminta imbalan setelah Romi berhasil merusak hubungan mereka berdua"
"Tentu, om akan menepati janji itu, kamu mau imbalan apa?"
"Aku minta, om tolong tolong biayain aku kuliah diluar negeri, karena sebentar lagi aku bakalan tamat, aku nggak mau kuliah di Indonesia"
"Kamu mau memeras om, kamu kira biaya untuk kuliah diluar negeri itu sedikit?"
"Ya, itu terserah om, kalau om gak mau yaudah aku beritahu aja sama Tama bahwa ini semua rencana om, om bisa bayangin dong gimana marah nya Tama kepada om setelah mengetahuinya, dan bagaimana juga marahnya tante Sherin, kalau om siap akan semua itu yaudah" ancam Romi.
"Kamu ya benar-benar ya, ini namanya pemerasan, memangnya orang tua mu nggak ngasih uang buat kamu kuliah diluar negeri?"
"Mama, papa nggak ngizinin aku kuliah diluar negeri, mangkanya aku kuliah keluar negeri tanpa sepengetahuan mama, papa jadi aku butuh biaya"
"Biaya kuliah itu mahal, kalau tau gini om nggak mau berurusan dengan mu"
"Ya mau gimana lagi, kesepakatan telah terjadi, om harus menepati janji"
"Oke, oke, om akan menanggung semua biaya kuliah mu, tapi dengan satu syarat sampai kapanpun Tama tidak boleh mengetahuinya termasuk tante Sherin"
"Om tenang aja, jika om memenuhi janji, maka rahasia aman, tidak akan ada orang yang tau selain kita berdua"
"Hanya cuma biaya uang kuliah saja, jangan sampai kamu meneror om untuk meminta tambahan uang lagi"
"Iya, cuma uang kuliah saja"
"Jika kamu berani membocorkan masalah ini kepada orang lain, kamu tunggu aja apa yang akan om lakuin sama kamu, om bisa bertindak diluar kendali"
"Tidak akan, om tenang aja, masalah ini cukup habis disini, habis ini kita anggap masalah ini nggak pernah terjadi"
"Ya udah, om pamit dulu"
"Tunggu dulu"
"Apa lagi! ?" Adam merasa kesal
"Mulai sekarang om harus mempersiapkan uang itu, karena semua rincian biaya aku kuliah akan Romi kirimkan lewat WhatsApp om"
"Nggak usah melalui WhatsApp, nanti istri om mengetahuinya, kirimkan lewat email saja"
"Oke, nggak masalah"
"Tapi kamu tidak berniat untuk memacari Nurin kan?"
"Sebenarnya Romi sangat tertarik kepada Nurin, tapi karena om mencintai Nurin juga maka Romi akan mundur, dengan ikhlas Romi menyerahkan Nurin kepada om"
"Sampai om benar-benar dekat dengan Nurin, maka kamu harus mengawasi Nurin dulu, laporkan kepada om jika Nurin dekat dengan seseorang" pinta Adam
"Iya, kalau masalah itu gampang, Romi akan mengawasi Nurin setiap harinya selama disekolah"
"Cuma itu aja, om pamit dulu"
"Iya, om boleh pergi sekarang"
Sementara itu Tama masuk ke kamarnya langsung melemparkan tas sekolahnya keatas kasur, sedangkan Tama sudah seperti tak ada semangat hidup. Seharian Tama mengurung diri dikamar, Sherin yang menyadari sikap Tama yang tak mau makan dan tak mau keluar kamar merasa khawatir kepada Tama, Sherin mencoba untuk melihat Tama ke kamar, namun pintu kamar dikunci oleh Tama. Sherin mengetuk pintu kamar Tama berulang ulang kali.
"Tok..tok"
" Sayang, Tama ini mama nak, makan yuk, kamu seharian belum makan lho, nanti kamu sakit" ucap Sherin cemas
Namun Tama tetap tak menghiraukan panggilan dari mamanya.
"Sayang jangan gini dong nak, kalau kamu ada masalah kamu ceritain sama mams ya, siapa tau mama punya solusi untuk masalah kamu" bujuk Sherin supaya Tama mau keluar kamar
"Tama nggak apa-apa kok ma, Tama juga belum lapar" akhirnya Tama menjawab panggilan dari Sherin dengan suara sendu.
"Kalau kamu nggak kenapa-kenapa, ngapain kamu mengurung diri dikamar, biasanya kamu nggak pernah seperti ini"
"Tama cuma nggak enak badan aja ma"
"Kamu sakit, kita kerumah sakit yuk, mama khawatir nih"
"Nggak perlu ma, Tama cuma butuh istirahat aja kok"
"Buka pintu nya dong nak, mama nggak tenang jika tidak melihat keadaan mu"
"Tama nggak kenapa-kenapa kok ma, mama istirahat aja, kalau badan Tama udah enakan Tama keluar kamar kok"
"Nggak, mama kan tetap berdiri disini sampai kamu mau membukakan pintu kamar mu"
Mendengar ucapan Sherin, Tama merasa tak tega membiarkan mamanya berdiri didepan pintu menunggunya sampai keluar kamar. Lalu Tama membukakan pintu
"Loh, kamu kenapa kok kamar mu berantakan gini?" Sherin melihat kamar Tama yang acak-acakan, seperti tidak dibersihkan satu minggu padahal sebelum berangkat sekolah kamar itu rapi dan bersih.
"Itu, Tama mencari buku tadi ma, tapi Tama lupa letaknya dimana, jadi Tama coba cari aja kesemua tempat, ya.. jadi begini deh, semuanya berantakan, nanti Tama beresin ma" Tama mencoba untuk mencari alasan
"Kamu nggak bohong sama mama?" selidik Sherin karena merasa tak percaya dengan ucapan Tama.
"Enggak, Tama nggak bohong kok ma"
"Katanya nya kamu nggak badan, tapi kok badan kamu nggak panas" Sherin menyentuh jidat Tama untuk mengecek suhu tubuh Tama.
"Hemmm, Tama kecapean"
"Kok kamu dari tadi cari alasan mulu, mama bingung nih"
"Iya ma, Tama ke cepean, karena disekolah lagi banyak kegiatan, kan bentar lagi Tama mau ujian akhir, jadi banyak pelajaran tambahan disekolah yang diberikan guru"
"Nak, kamu itu anak mama, kamu lahir dari rahim mama, mama sangat kenal kamu nak, apakah kamu berbohong atau tidak mama mengetahuinya, dan sekarang mama lihat kamu lagi ada masalah dan kamu berbohong pada mama"
"Nurin selingkuh dengan Romi ma" akhirnya Tama berbicara jujur.
"Kamu tahu darimana Nurin selingkuh?, mungkin kamu salah paham aja"
"Nggak ma, Tama lihat sendiri mereka berciuman dibelakang sekolah"
"Apa?, mama nggak nyangka Nurin seperti itu, keliahatan nya dia anak baik-baik"
"Aku fikir juga begitu ma, tapi kenyataannya berbeda"
"Mama tau gimana perasaan mu sekarang nak, tapi kamu nggak usah berlarut-larut sedihnya"
"Tapi hati Tama sakit ma, dikhianati dengan cara seperti ini"
"Siapa yang nggak sakit dikhianati, apalagi sama orang yang sangat kita cintai, tapi kamu harus melupakan kesedihanmu nak" Sherin teringat kelakuan Adam terhadap yang suka main perempuan, jadi Sherin sangat paham betul bagaimana perasaan Tama saat ini.
"Iya ma, Tama butuh waktu juga untuk melupakan Nurin"
"Iya memang butuh waktu, tapi nggak usah berlarut-larut, mama nggak mau kamu sampai sakit gara-gara perempuan"
"Iya ma"
"Yaudah, mama tinggal dulu, kamu istirahat ya, jangan sedih-sedih gitu ah, masa anak ganteng mama cengeng" Sherin mencoba menghibur Tama.
"Hehehehe, mama bisa aja"
"Nah gitu dong, kan kamu tambah tampan jika tertawa begitu, kamu istirahat ya"
Sherin meninggalkan Tama sendirian untuk istirahat.
Bersambung 😍
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
like episode tertinggal
salam dari IKYD