Kebiasaan buruknya dalam berjudi, membuat dirinya terpuruk dalam kesulitan.
Di kejar kejar Dep colector kelas mafia, membuat hidupnya, mati segan hidupu pun tak mau.
Hingga di penghujung kebuntuanya, Dylan harus bertarung melawan para Dep Colector hingga membuat nyawanya melayang.
Ikuti terus kisahnya Cuy .... Ok.
Klik favorite dan kasih like and ratenya juga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arby yingjun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAK SABAR LAGI
Hingga pada ke esokan harinya, Erick terlihat sibuk menyiapkan sarapan kecil untuk Alexa dan kedua putrinya tentunya.
SRENG ... GOSRENG ... GOSRENG.
Suara spatula yang bergesekan dengan wajan penggorengan, di lakukan Erick dengan Lincah dan lihai bak chef profesional.
Setelah selesai, Erick memindahkan nasi goreng ala Jermannya ke dalam 2 buah piring yang sudah di siapkan sebelumnya.
"Selesai, dan kini saatnya aku beralih membuat bubur ayam kesukaan putriku." ucap Erick dengan tangan yang tentunya sigap menyiapkan alat lain untuk membuat buburnya.
Dengan sedikit tambahan kaldu ayam di tambah bumbu kasih sayang, akhirnya Erick menyelesaikan ritual membuat bubur ayam kesukaan kedua putrinya.
Aroma nasi goreng ala jerman di tambah bubur ayam yang di buat penuh dengan perasaan kasih sayang, jelas aromanya merebak dan menusuk hidung Alexa dan kedua putrinya yang masih tertidur, hingga membuat mereka mau tidak mau akhirnya terbangun.
"Sedap sekali." ucap Alexa dengan wajah yang di penuhi senyuman.
Dan tak mau kalah lagi, si kembar terlihat turun dari tempat tidurnya dan menarik narik tangan Alexa agar mengikutinnya menuju aroma yang sudah di yakini, Erick lah yang membuatnya.
"Ya sudah, ayo kita kesana." ucap Alexa sambil mengikuti langkah kedua malaikat kecilnya menuju dapur.
Dengan tanpa ragu lagi, Alexa langsung memeluk Erick dari belakang dan memberinya kiss morning.
"Wah, selain tampan. Ternyata kau juga hebat dalam membuat makanan." puji Alexa yang terlihat masih dengan eratnya memeluk Erick dari belakang.
"Ha ..ha .., hanya nasi goreng dan bubur saja." jawab Erick.
Erick memutar tubuhnya dan membalas kiss forhead(kening) pada Alexa.
"Ayo, cepetan. Kita sarapan dulu ajak Erick sambil mendudukan kedua putrinya pada masing tempat duduk yang berada di hadapanya.
Dan Alexa dengan cepat memasangkan celemek kecil pada kedua malaikat kecilnya.
Calon keluarga kecil yang terlihat kompak dan bahagia itu, tidak menyadari bahwasanya ada beberapa CCTV yang sudah merekam mereka sedari tadi dan terhubung langsung monitor yang berada di kediaman Thomas muller.
Sementara di kediaman Thomas muller, terlihat Diana yang terus menerus memandangi Erick beserta calon keluarga kecilnya.
"Nak, akhirnya aku bisa melihatmu setelah bertahun tahun lamanya terpisah." Diana kembali menangis dengan telunjuk yang masih menempel pada monitor menyentuh wajah Erick.
Thomas kini bisa sedikit bernafas lega, setelah Diana bisa melihat Darwin anaknya walaupun belum secara langsung.
"Sayang, apa kau mau putra datang dan melakukan malam bersama kita?" tanya Thomas dengan tangan membelai rambut Diana.
Seketika Diana menolehkan pandanganya dengan tajam ke arah Thomas.
"Pertanyaan konyol macam apa itu?" tanya Diana.
"Menurutku itu bukan pertanyaan konyol." jawab Thomas dengan santai dan kini terlihat membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Sudah, tidak usah berputar putar lagi!, sebaiknya cepat kau bawa Darwin kesini!" titah Diana yang terlihat di abaikan Thomas dengan santainya.
Diana yang geram dan jengkel, dirinya kini melangkah ke arah Thomas yang terlihat santai beerbaring.
Dan Thomas kini tersenyum licik setelah Diana naik dan duduk di atas perutnya.
"Hei, apa yang kau lakukan sayang?" tanya Thomas dengan wajah yang berpura.
"Aku sudah mengenalmu dirimu dengan lama Thomas." Diana kini berubah agresif layaknya kuda yang mengejar lawan balapnya.
"Aku suka gayamu, Diana." Puji Thomas yang langsung merangkul hingga Diana merunduk di atas dada bidang Thomas.
"Gairahmu tak pernah surut Thomas." ucap Diana sambil memberi kecupan di pipi Thomas.
"Cepat kau perintahkan anak buahmu agar menjamu Darwin nanti malam di rumah kita." Bisik Diana yang membuat Thomas merinding di buatnya.
Tangan kiri Thomas terlihat menggapai Handphone yang tak jauh dari tanganya.
"William, dengarkan aku!. Cepat kau atur agar Darwin putraku kesini nanti malam, dan kau siapkan jamuan paling spesial untuk menyambut kedatanganya." titah Thomas pada tangan kananya.
Thomas melempar handphonenya ke sembarang arah dan kembali fokus memandang Diana yang masih berada di atas tubuhnya.
"Apa kau sudah dengar dengan apa yang baru ucapkan pada bawahanku?" tanya Thomas pada Diana.
"I ya, kini aku percaya padamu." jawab Diana yang kini kembali agresif menghujani Thomas dengan ciumanya.
Thomas merasa tidak tahan, kini dirinya membalikan keadaan dan kini membuat Diana di bawah kungkunganya.
"Sayang, kau telah membangunkan harimau yang sudah lama menahan lapar." ucap Thomas dengan beringas melepas semua pakain dan melemparkanya ke sembarang arah.
Tak ada yang bisa di lakukan Diana selain pasrah dan menerima segala amukan gairah Thomas yang terlihat seperti harimau lapar yang baru menemukan sasaran empuknya.
Diana terus melenguh menerima hujaman demi hujaman yang di lakukan Thomas padanya.
"Usiaku memang tergolong sudah berumur, tapi jangan pernah kau remehkan skill dan kemampuanku dalam pertarungan panas ini." ucap Thomas sambil memandang Diana yang terus menggigit gigit kecil bibirnya.
Di wolak walik kaya goreng telo( kata orang jawa), begitu juga dengan Thomas menerapkan gaya pertarunganya pada Diana.
Sebenarnya Diana sudah menepuk bantal tiga kali pertandan give up( menyerah), tapi semua itu sama sekali tidak di gubris Thomas yang sedang di bakar api gairah.
Hingga di penghujung acara, Thomas terlihat bergetar hebat dengan tubuh yang sudah bermandikan keringat.
Diana terkulai lemas setelah hampir 90 menit terguncang hebat di atas tempat tidurnya.
"Tiada lawan, tiada banding." puji Diana yang langsung pingsan saking lelahnya.
**HA...HA..HA.. udah ah, ke terusan aja.
JANGAN LUPA LIKE AND RATENYA JUGA**.
semoga kalian selalu bahagia.. 🥰🥰😍
lanjut baca👍👍
ngangkang tuh jalan
ko tamat