NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Cinta Ruby

Reinkarnasi Cinta Ruby

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Istana / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diar Rochma

RCR S1 ~ Bercerita dimana seorang gadis SMA berkepribadian ceria, humoris dan juga ceroboh yang sering mengalami mimpi yang sangat aneh. Yaitu, menjadi seorang Putri Kerajaan Eropa Abad Pertengahan dengan gaun mewah serta permata indah yang terbalut di tubuhnya. Tidak hanya sampai disitu, terdapat seorang lelaki bernama Ken yang tidak lain adalah teman sekelasnya yang memiliki paras sangat serupa dengan Pangeran yang ada dalam mimpinya. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah ada rahasia di balik itu semua?

RCR S2 ~ Bercerita dimana terbukanya rahasia kepingan puzzle dalam mimpi yang selama ini dialami oleh Ruby. Gadis itu secara ajaib terlempar di kehidupan masa lalunya. Yaitu, Kerajaan Eropa Abad Pertengahan. Disinilah ia harus terjebak dalam dunia kerajaan yang sesungguhnya. Dunia yang penuh dengan rahasia, intrik, dan pengkhianatan. Hingga akhirnya, kepingan puzzle itu akan terbuka seutuhnya. Gadis itu menemukan Reinkarnasi Cintanya. Reinkarnasi Cinta Ruby.

RCR S3 ~ Kembalinya Ruby di kehidupan asalnya. Namun, takdir baru telah siap menyambutnya. Sebuah dunia dimana ia merasa betapa dangkalnya ilmu manusia dan betapa hebatnya kuasa Tuhan. Sebuah profesi yang membuat gadis itu lebih menghargai setiap detak jantung karena ia bisa berhenti tiba-tiba, kapan saja. Profesi yang menuntut pengorbanan besar, demi menyelamatkan nyawa manusia.


(First novel yang acakadulnya akan dibuat sebagai kenang-kenangan 😂)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diar Rochma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Dia Mengenalku?

Angin menyapu rambutku yang kini tengah terperanjat hingga jatuh terduduk. Masih terngiang jelas apa yang terjadi diantara kami beberapa detik yang lalu. Suatu kejadian diluar nalar, yang membuat susunan otakku tiba-tiba terasa kosong.

"Li ... li ... lidahmu kenapa keluar gitu, Ken?" ucapku kaku, dengan ekspresi yang tidak biasa.

Awalnya kulihat dia hanya menatapku dengan tajam, namun setelahnya aku justru menyaksikan suatu hal yang tak pernah kulihat sebelumnya. Jangankan untuk melihat, membayangkannya pun aku tidak pernah. Aku melihat dia tertawa begitu lepas saat mengetahui ekspresiku saat ini nampak kebingungan.

"Pfffftttt hahahahah ...."

Ken masih terkekeh sambil memegangi perutnya, kini kulihat aura yang terpancar darinya sungguh berbeda dari biasanya. Tawa itu seakan menghancurkan bongkahan gunung es yang sudah ada sejak berabad-abad lamanya. Namun sayangnya, untuk saat ini melihatnya tertawa seperti itu, aku justru merasa kesal. Bagaimana tidak, dia telah merebut ciuman pertamaku. Ciuman yang seharusnya kuberikan pada orang yang benar-benar menyayangiku nantinya. Bukan orang yang sengaja mengerjaiku seperti ini. Yah, aku yakin baru saja dia hanya mengerjaiku.

"Heh kok malah ketawa gitu sih? Kamu kesurupan jin ketawa ya?" sahutku dengan wajah kesal.

Tiba-tiba Ken menghentikan tawanya, dia mendekatiku dan berbisik pelan di telingaku.

"Dari dulu kamu nggak berubah." Itu kata yang keluar dari mulutnya.

"Apanya yang nggak berubah? Wah kayaknya beneran gila deh nih anak," ucapku semakin kesal.

Tok tok tok!

Terdengar suara ketukan dari balik pintu yang kini berada di sampingku akibat sebelumnya aku terperanjat cukup jauh saat terkejut. Ternyata ketukan itu berasal dari Nina, Anggita, dan Sabina yang datang menjengukku. Menjengkelkan memang jika mengingat ini semua terjadi karena ide dari trio ubur-ubur itu. Seharusnya dari awal aku tidak pernah melakukan tes cinta konyol kepada Reyhan. Kini saatnya mereka membuka pintu dan...

Tentu saja mereka bertiga terkejut, mereka melihat kami berdua sedang terduduk di lantai. Untungnya indra pendengaranku tadi bekerja dengan baik, sehingga kesadaranku kembali dengan cepat sebelum mereka melihat pemandangan seperti roti sisir yang terjatuh di lantai, dalam artian mereka melihatku dan Ken sedang bertumpuk seperti roti sisir yang... "Ah sudahlah tidak perlu dibahas!"

"Ruby, kamu ngapain duduk disitu?" tanya Anggita sambil mendelikkan matanya.

"Ah, ta ... tadi aku habis jatuh, terus nggak sengaja nyenggol Ken, iya bener gitu," jawabku dengan gugup.

Ken membangkitkan tubuhnya dengan tenang dan membantuku berdiri. Disisi lain Anggita, Nina, dan Sabina justru semakin terbelalak melihat kami. Mereka terbengong sampai membuka lebar mulutnya, padahal yang mereka lihat hanya sebatas Ken yang sedang membantuku berdiri, bagaimana jadinya jika mereka melihat kami yang tadi seperti roti sisir.

"Aku pergi dulu," ucapnya sambil berlalu meninggalkan kami.

Aku pun juga memutuskan untuk pergi dari ruang UKS, karena setelah pelajaran Olahraga dan lari mengelilingi lapangan, perutku terasa lapar. Apalagi mengingat saat harus berpura-pura terjatuh yang mengakibatkanku terjatuh sungguhan. Sungguh rasanya ingin memakan trio ubur-ubur ini hidup-hidup. Aku harus mengisi tenaga terlebih dahulu supaya dapat memakan mereka secara totalitas yang pergi entah kemana saat aku terjatuh.

Di Kantin Setelah Pelajaran Olahraga

Aku duduk dan memesan semangkuk bakso. Sementara itu Anggita, Nina, dan Sabina duduk berjejer di depanku. Mereka tidak memesan apapun, entah karena mereka sedang tidak mood makan atau sedang merasa bersalah padaku, yang jelas mereka sekarang duduk di hadapanku dengan wajah memelas.

"Ruby, maafin ya tadi kami nggak tahu kalau kamu udah mulai beraksi pura-pura jatuhnya, soalnya kan Reyhan tadi belum mendekat jadi kami melipir beli minum dulu, tapi ternyata kamu keburu jatuh duluan," ucap Nina dengan wajah memelas.

"Apa? Kalian melipir beli minum? Disaat aku terjatuh sendirian gara-gara ide konyol kalian? Bagooooos ...," ucapku dengan nada tinggi lalu membuang muka dan melanjutkan kegiatan memakan bakso.

"Iya maafin kami ya Ruby hiks, tapi kamu tadi jadi deket sama Ken, untung juga ya kan?" ucap Anggita.

"Untung kamu bilang? Kamu tahu nggak tadi aku udah kayak roti sis ...." Aku menghentikan kalimatku segera.

"Hah roti sis apa maksudnya?" tanya Sabina bingung.

"Hmm, lupain aja deh!" sahutku sewot.

"Kayaknya aku mencium aroma-aroma percintaan nih." Nina mulai bergaya seperti Roy Kiyoshi yang sedang berparanormal.

"Hah cinta apanya? Jangan ngaco deh Nin!" sahutku semakin sewot.

"Hmm iya lho, kalau di pikir-pikir ini emang sangat aneh, aku inget dulu waktu di Toko Kuenya Ruby, Ken juga kelihatan baik banget sama Ruby, anehnya saat itu dia cuman mau bicara sama Ruby, padahal Luna juga ada di sampingnya tapi sama sekali nggak dilihat," cerita Anggita sambil menggebu-gebu.

"Oh ya, dan bahkan Ken juga mau nuker cangkir minumnya dengan punya Ruby yang masih panas loh, saat itu Ruby juga nggak sengaja nyembur Luna karena keinget cangkir yang diminum Ken ada bekas bib ..." Belum sempat Anggita meneruskan kalimatnya aku dengan sigap membungkam mulutnya.

"Adha beaas bibinaaa (ada bekas bibirnya)." Anggita berusaha melanjutkan perkataannya saat masih dalam kondisi terbungkam mulutnya.

"Kamu mau ngomong apa sih Nggit? Walaupun gitu masak iya Ken suka sama Ruby? Kan nggak mungkin banget! Masak iya Ken buta hahaha," ucap Sabina sambil terkekeh.

"Iya bener itu ... hah? Apa tadi kamu bilang? Yah, walaupun emang dia ganteng, tapi aku juga nggak suka kok sama dia yang jutek gitu," sahutku.

"Jangan gitu, nanti lama-lama benci bisa jadi cinta lho, hahaha." Sabina terkekeh lagi.

"Hmm, walaupun Ken jutek dan dingin tapi inget deh guys, Ken selalu nolongin Ruby lho, kalian inget nggak waktu Ruby pingsan di kolam renang? Dia juga yang gendong Ruby kan? Bahkan sampai rela ninggal pertandingan. Terus sekarang dia juga yang gendong Ruby ke UKS, soalnya aku juga nggak yakin kalau misalkan aku yang jatuh dan hampir mati di sebelahnya, apa dia juga mau gendong aku hiks," cerocos Anggita.

"Nah kan ... bener-bener ada yang nggak beres nih, itulah aroma-aroma aneh yang aku cium." Nina ikut nimbrung kembali dengan Roy Kiyoshi nya.

"Ruby, kamu beneran nggak pernah kenal sama Ken gitu sebelumnya? Atau pernah nolongin dia sebelumnya tapi kamu lupa? Atau dia itu ternyata saudara kamu? Nggak mungkin kan dia suka sama kamu?" tanya Sabina.

"Hei hei, kalian ini ngomongin apa sih? Ya nggak mungkin lah aku kenal sama dia sebelumnya, kan aku baru pindah disini. Aku juga nggak mungkin suka sama si jutek itu, never ever forever," sahutku membela diri.

"Tapi ini nggak mungkin! Pasti ada aroma yang nggak beres, gimana kalau sekarang kita ganti nge-tes si Ken?" Nina Kiyoshi kembali lagi dengan ide konyolnya.

"Gila ya, nggak ah aku nggak mau lagi terjerumus ide bodoh kalian, not even a donkey falls in the same hole twice alias hanya keledai yang jatuh dua kali di lubang yang sama," sahutku dengan tegas.

"Tenang Ruby kita nggak akan suruh kamu pura-pura acting lagi kok, kita hanya nge tes kenapa Ken suka nolongin kamu gitu, gimana?" paksa Sabina.

"Nggak mau! Nggak minat! Lebih baik kita fokus ujian yang bentar lagi, aku nggak mau mikir yang aneh-aneh dulu ah."

"Hmm iya sih gara-gara kamu bilang tentang ujian, aku jadi baru inget kalau mamaku bilang aku nggak boleh ikut liburan ke Bali kalau hasil ujianku jelek, hiks gimana dong?" gumam Sabina dengan wajah tiba-tiba suram.

"Ya udah kalau gitu ayo dong semangat, sekarang kita harus fokus belajar! Nggak usah mikir cowok lagi deh, kayaknya kita emang ditakdirkan jomblo forever hahaha," celetuk Anggita.

"Idih ... kamu aja kali yang jomblo forever!" ucapku dan Nina serempak.

"Yuk yuk ... semangat belajar ujian!"

"Semangat!"

"I'm coming Bali."

***

.

.

.

.

.

.

Mohon dukungan untuk Author dengan klik Like, favorit, komen, dan vote ya :)...

1
tudehun
/Good/
Herlina
nggak bosen hosen baca ini
Rita susilawati
mungkin dah 3x aku baca kisah ini bner bner bgus bgt
Kha Nikha
sungguh sebuah misteri...🤔
Elia Zainuddin
keren..sangat menarik
cinta yg sangat menyentuh hati
mama yuhu
bagus ceritanya
tetap semangat berkarya
Jan Tan
Luar biasa
Novi Yantisuherman
Ini meh Komik nya
TRUE BEAUTY
Baby Lyli
Bagus bangat
Jennianti Fortuna sari
mantap
Runa💖💓
Novel yang asyik untuk bacaan
Lingga Lingga
smnggttttt
Lingga Lingga
lnjut thor smngt
Anonymous
baguss
matchalatte
cetitanya seru gak monoton,, love sekebon buat author
Owalah rame komentar ,kirain novel bagus rupanya novel rakyat bukan novel pantasi ,lah novel yang ada kata "aku" itu termasuk novel rakyat seperti novel uang lima belas ribu, menantu yang buruk, mertua vs suami, kau rebut suamiku, adikku simpanan suamiku ...itu novel rakyat didalam bercerita tentang kehidupan seperti ada kata AKU
lah klo pantasi itu nama MC di sebut tanpa ada kata AKU ,
BumbleBee: kirain novel bagus? Maksudnya apa?

kritik boleh, menjatuhkan jangan. Lagi pula selera orang beda-beda.
total 1 replies
Anie Juliana
nah kan bner sabina itu lily
Anie Juliana
🤣🤣
Ailien"
aku suka sekali ga bosen baca bolak balik 3 kali tamat nungguin novel satu lagi prince of hell ga lanjut lanjut
Ailien": oke ciap Thor😍😍🥰
total 2 replies
Anie Juliana
ken cemburu 🤭😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!