Di tuntut ganti rugi, membuat Eden Charlotte Kehilangan kehormatannya, seorang tuan muda egois yang meninggalkan jejak seumur hidup hingga membuat gadis lemah itu hamil.
Waktu berlalu, gadis itu kini positif hamil dan membuatnya lebih menutup diri—serta hati.
Tragedi cinta satu malam itu membuatnya menjadi sosok seorang Hot Mother.
Bagaimanakah kisah kelanjutanya? Yuk langsung mampir😉
Follow IG Mimin @Andrieta_Rendra.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
👩🏻💻 Happy Reading 📖
"Mommy selalu bilang seperti itu, tapi Mommy tidak pernah memiliki waktu sedikitpun untuk Briell, lalu dimana letak kasih sayang Mommy untuk Briell,? Sedangkan Mommy selalu membuat Briell malu dengan Teman-teman Briell yang selalu ditemani Mommynya dalam acara apapun," bentaknya dan langsung berlari menuju kamarnya dan mengunci dirinya.
Sedangkan Eden langsung meneteskan air matanya, merasa tertusuk dengan setiap kalimat yang di lontarkan putrinya. Dengan sigap Roza yang sedari tadi hanya diam langsung mengampiri anaknya dan mengusap lembut bahu putrinya itu, memberikan kekuatan "Mah, Eden gagal menjadi Ibu yang baik untuk Briell Mah, Eden merasa setiap hari Briell seperti makin menjauh dari Eden, dia selalu bertanya tentang siapa ayahnya, Eden bingung Mah," tangisnya dipelukan Roza.
"Sudah sayang, suatu saat nanti Briell pasti akan mengerti jika kamu sangat menyayanginya." Sahut Roza dengan suara yang lembut sama seperti Eden.
"Kenapa sih Mah, semua yang ada di Briell tidak ada satupun yang sama denganku, kenapa sifat keras kepalanya itu juga ikut dari Mario, Eden takut Mah, takut jika suatu saat Briell bertemu dengan Mario, maka mereka akan langsung saling mengenali." Lirihnya pelan memikirka hal kedepanya.
"Sudahlah sayang, kamu jangan memikirkan hal itu, bukankah sekarang kamu akan ada jadwal pemotretan," ucap Roza mengalihkan pemikiran Eden yang kacau sedari tadi.
Sontak Eden langsung menatap kerah jam tanganya dan melihat bahwa dia sudah hampir telat. "Ya sudah Mah, Eden pamit dulu, udah terlambat soalnya." Pamitnya mencium Pipi Roza sebelum pergi.
Tanpa dia sadari jika putrinya sedari tadi mengintip kearahnya, "lagi-lagi dia lebih memilih bekerja dari pada menemuiku." Umpatnya kesal pada ibunya. Dan dengan amarah dia berjalan keluar rumah tanpa sepengatahuan siapapun.
Dia berjalan ke arah taman dekat perumhaanya, mencari udara segar untuk menghilangkan rasa kesalnya.
Namun disaat dia sudah mendekat kearah taman, tiba-tiba ada sebuah mobil yang sudah mendekat kearahnya. "Aaarrrggghhhhh." Teriaknya menutup mata dengan kedua tanganya di wajah takut, namun dia langsung tersadar karna tidak merasakan apapun.
Mobil itu berhenti sebelum menabrak Briell, dan membuat orang didalamnya panik dan langsung keluar dari mobilnya untuk mengecek keadaan anak kecil yang nyaris di tabraknya.
"Nak, apa kamu baik-baik saja?" Tanya pria itu yang tidak lain adalah Billy asisten pribadi Mario.
Briell langsung membuka tangan yang menutupi wajahnya, lalu menatap tajam kearah Billy.
Sontak Billy langsung terdiam tidak percaya melihat wajah anak kecil didepanya ini yang 98% mirip dengan atasanya. Briell langsung bingung melihat expresi terkejut dari pria tua di hadapanya ini. "Uncle kenapa menatap saya seperti itu?" Tanyanya dengan suara tajam. Dan langsung membuat Billy mengingat jika Tuanya sellau bertanya dengan suara yang sama tajam persis seperti ini. Membuatnya bertambah yakin jika dipemikiranya tidak salah.
Billy langsung berputar otak bagaimana cara membawa Anak kecil ini bertemu dengan Tuanya, untuk memastika jika dia tidak salah dalam mengenali wajah yang sama persis.
"Apa kamu baik-baik saja Nak?" Tanyanya sekali lagi dengan lembut.
"Ya saya ok." Jawabnya singkat persis Mario yang selalu irit bicara.
"Oh tidak-tidak Uncle harus membawamu ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanmu." Sahutnya lalu menggendong paksa tubuh Briell.
"Lepaskan saya Uncle, tidak perlu membawa saya kerumah sakit karna saya baik-baik saja," tolaknya meronta di gendongan Billy, karna dia takut jika Billi adalah seoarang penculik anak.
"Sebelumnya Uncle mau bertanya, siapa orang tua kamu?" Tanya Billy disaat sudah memastikan Briell duduk dengan aman di dalam mobil. Dan dia juga sudah duduk rapi di belakang kemudi, dan langsung mengendarai mobilnya menuju suatu tempat.
Briell langsung menatap tajam kearah Billy dengan tatapan penuh kecurigaan. Billy yang menyadari itu langsung tersenyum melihat gadis kecil didepanya ini sudah bisa menatapnya seperti itu.
To be continue.
*Jangan lupa Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya gengs **🙏🏻😊*
Terima kasih🙏🏻🙏🏻
Follow IG Author @Andrieta_Rendra.
kenapa Mario brutal sekali sih.....
kenapa gak bisa kalem sedikit