Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#28. Akhir Riwayat Sang Walikota
Tubuh Leuw Kye seketika menjadi dingin, darahnya serasa berhenti mengalir, lututnya pun menjadi lemas, dia sadar nyawanya bisa melayang kapan saja.
" aa.. aampun tuan pendekar.. aku minta maaf sudah mengusikmu " ucap Leuw Kye dengan terbata - bata.
"aku ingin tau apa tujuan kalian ramai - ramai mendatangiku..?" tanya Chen Khu..
" aku hanya tidak terima tuan pendekar berani melawanku di restoran itu, aku tidak tau kalau tuan adalah pendekar hebat " jawab Leuw Kye
"ooh.. jadi kalau aku bukan pendekar hebat kalian mau berbuat sesukanya..? " sambut Chen Khu dengan nada tinggi sambil menekan pedangnya, yang kini sudah menggores kulit Leuw Ahn..
Darah mulai menetes..Leuw Ahn menjadi semakin ketakutan.. rupanya jawabannya barusan malah membuat pemuda itu marah, lututnya serasa tak mampu lagi berdiri, tapi dia tidak berani bergerak sedikitpun.
Warga kota yang sejak awal menyaksikan dari jendela rumah masing - masing merasa kalau Leuw Ahn sudah mendapatkan balasan yang setimpal.. selama ini dia bisa berbuat sesukanya dan semena - mena terhadap rakyat kecil akhirnya mendapatkan lawan yang sepadan bahkan lebih kuat.
"Rupanya selama ini kalian suka menindas orang - orang lemah.. kalian yang seharusnya menjadi pelindung malah berbuat sebaliknya " ujar Chen Khu sambil menekan pedangnya lebih kuat..
Kali ini luka pada leher Leuw Ahn semakin dalam..darah mulai mengalir dan membasahi pakaian mewahnya..
"aa.. aaku berjanji tidak akan mengulanginya lagi tuan pendekar.." jawab Leuw Kye sambil menangis.
"ooh.. iya.. tadi kamu bilang akan membawaku hidup - hidup ke hadapan ayahmu.. mungkin aku bisa menunda untuk membunuhmu jika kamu membawaku bertemu ayahmu " ujar Chen Khu.
Mendengar hal itu, Leuw Kye merasa diatas angin, tidak lain karena Leuw Ahn adalah seorang pendekar tingkat tinggi yang cukup disegani di kekaisaran Ming.
***
Leuw Ahn dulunya merupakan salah satu pengawal pribadi kaisar Shun Yuan.. dan karena kemampuannya yang tergolong cukup tinggi maka dia ditunjuk sebagai walikota Tainan.
Mengingat Tainan adalah merupakan kota yang paling dekat dengan perbatasan kekaisaran Qing.. Shun Yuan berpikir.. jika Kaisar Qing berencana menyerang kekaisaran Ming, maka Leuw Ahn bisa menahan mereka dalam waktu yanh cukup lama dengan kemampuannya, sampai pihak ibukota mendatangkan bantuan.
Shun Yuan juga menempatkan prajurit dalam jumlah yang cukup banyak di kota itu, dan memberikan kelonggaran pada Leuw Ahn untuk merekrut pendekar sebagai prajuritnya, dan semua dibawah kendali Leuw Ahn.
***
" Tolong.. ampuni aku tuan pendekar aku akan membawamu menemui ayahku " jawab Leuw Kye.
" Baiklah.. mungkin kita bisa jalan - jalan ke rumahmu dan menemui ayahmu " jawab Chen Khu sambil melepaskan pedanhnya yang sejak tadi menempel di leher Leuw Kye.
Leuw Kye baru bisa bernapas lega ketika pedang tersebut lepas dari lehernya, dia kemudian berjalan sambil memegangi lehernya yang mulai terasa perih dan terus mengeluarkan darah.
Chen Khu tampak takjub melihat rumah kediaman walikota yang sangat megah, halamanya pun sangat luas serta tertata dengan rapi.
Leuw Kye langsung berlari masuk kedalam rumah sesaat setelah mereka sampai..rupanya Leuw Ahn sudah menyadari kedatangan mereka dan menunggu dengan ditemani seorang wanita paruh baya dengan pedang yang tersarung dipinggangnya.
"Ayaah.. orang itu hampir saja membunuhku " ucap Leuw Kye sambil berlutut dihadapan ayahnya.
"Dasar anak lemah.. sejak kecil aku sudah memintamu untuk berlatih ilmu beladiri, tapi kamu selalu menolak.. dan sekaranh kamu liat sendiri kan.. bagaiman rasanya menjadi orang lemah " bentak Leuw Ahn.
ini adalah pertama kalinya Leuw Ahn membentak anak kesayangannya tersebut. selama ini Leuw Ahn selalu menuruti semua keinginan Leuw Kye dan tanpa sekalipun membantahnya. Leuw Ahn sangat menyayangi Leuw Kye, apalagi sejak usia 5 tahun ibu Leuw Kye meninggal dunia. dan sejak saat itu Leuw Ahn tidak menikah lagi karena Leuw Kye tidak menyetujuinya.
"Hei anak muda.. beraninya kamu berurusan dengan anakku..? apa kamu tidak tau kalau dia anak seorang walikota..? kata Leuw Ahn dengan nada tinggi sambil menatap tajam penuh selidik ke arah Chen Khu.
Leuw Ahn mulai merasakan kekuatan Pemuda dihadapannya sudah mencapai puncak pendekar level 6, tapi dengan ditemani Shi Yikung, dia yakin akan mampu mengalahkan Chen Khu. Leuw Ahn tidak menyadari kemampuan pedang pusaka yang ada dipinggang pemuda dihadapannya.
Chen Khu juga menyadari, kemampuan dua orang dihadapannya juga sudah mencapai tingkat pendekar level 6, meskipun kemampuan keduanya masih dibawah kemampuan Chen khu, tapi melawan dua orang pendekar level 6 sekaligus bukanlah hal yang mudah, ditambah pengalaman bertarungnya yang memang masih sangat minim,untuk itu dia tidak mau tergesa - gesa.
"aku tidak pernah mencari masalah dengan anakmu, dialah yang mengusikku.. awalnya aku hanya memberi dia pelajaran untuk lebih menghargai orang lain, tapi ternyata dia malah kembali dengan membawa banyak orang " ujar Chen Khu..
"Apapun alasanmu, aku tetap tidak terima perlakuanmu pada anakku, biarlah pedang yang menyelesaikan urusan kita " kata Leuw Ahn sambil menoleh ke arah Shi Yikung memberi tanda untuk menyerang.
Keduanya kemudia melompat ke arah Chen Khu sambil menghunuskan pedang masing - masing yang lansunh disambut oleh Chen Khu yang sudah menunggu.
Pedang mereka pun beradu di udara, meskipun permainan pedang Chen Khu sangat cepat dan lincah tapi menghadapi dua orang sekaligus yang menggunakan formasi menyerang yang sangat kompak cukup membuat Chen Khu mengalami kesulitan.
Setelah bertukar serangan puluhan jurus, belum ada satu pihak pun yang terdesak. Chen Khu segera memutar otak,karena kalau pertarungan terus berlangsung seperti ini, maka tenaga dalamnya akan banyak terkuras.
"aku harus memfokuskan serangan pada salah satu dari mereka,dan membuat formasi mereka terpecah " ucap Chen Khu dalam hati.
Chen Khu kemudian menggunakan teknik menyerang dan bertahan sekaligus, dan memfokuskan serangannya pada Leuw Ahn yang kemampuannya dibawah pendekar Shi Yikung.
Chen Khu kemudian meningkatkan kecepatan serangannya dan terus menyerang Leuw Ahn secara bertubi - tubi.
Leuw Ahn yang menyadari telah menjadi target serangan Chen Khu menjadi sedikit panik dan Shi Yikung yang juga menyadari hal itu mencoba melindungi Leuw Ahn, akibatnya formasi mereka menjadi kacau.
setelah bertukar beberapa ratus jurus, Leuw Ahn mulai terdesak dan.....
SREEEK...!!!
Chen Khu mendapatkan celah.. sabetan pedangnya tidak mampu ditangkis oleh Leuw Ahn.. akibatnya Leuw Ahn mengalami luka sobek pada punggungnya. Meskipun tidak terlalu serius tapi cukup untuk membuatnya menjauh untuk mengambil napas.
"untung aku masih bisa menghindarinya " ucap Leuw Ahn dalam hati sambil menahan sakit pada punggungnya. Shi Yikung yang melihat Leuw Ahn terluka langsung menyerang Chen Khu dengan membabi buta, tujuannya untuk memberi waktu pada Leuw Ahn untuk memulihkan lukanya dengan tenaga dalam.
Hal ini tidak disia siakan oleh Chen Khu. Serangan Shi yikung yang tanpa pola, membuat Chen Khu dengan mudah dapat menghalaunya dan berbalik menyerang. Lalu....
SREEEK... SREEEK...!!
Dua sabetan pedang Chen Khu yang sangat cepat tidak mampu dihindari sepenuhnya oleh Shi Yikung, akibatnya dia mengalami luka yang cukup serius pada lengannya.. Shi Yikung kemudian melompat mundur mendekati Leuw Ahn yang hampir pulih, tapi tiba - tiba......
PEDANG PEMBELAH BADAI..!!
Jarak yang cukup terbuka membuat Chen Khu dapat mengeluarkan kemampuan pedang halilintar, sejak tadi dia tidak bisa melakukannya karena kedua musuhnya terlalu dekat, tapi kali ini melihat celah yang ada, Chen Khu tidak menyia - nyiakan kesempatan itu.
Energi yang keluar dari pedang halilintar seperti Angin yang sangat dahsyat dan memiliki ketajaman serta kecepatan yang luar biasa. Leuw Ahn dan Shi Yikung tidak cukup cepat untuk menghindarinya. Dan.....
BRAAAK..!!
Energi itu mengenai keduanya.. meskipun sempat menangkis dengan pedang pusaka yang mereka miliki, tapi pedang itu bukan tandingan pedang halilintar.. pedang milik Leuw Ahn san Shi Yikung patah menjadi beberapa bagian, dan tubuh mereka terlempar jauh..
Darah segar keluar dari mulut keduanya dan tanpa ampun, Chen Khu menghujamkan pedang tepat di jantung Leuw Ahn dan Shi Yikung.
harta rampasan perang dibahas tiap kali mwnang, mosok gak pwenah ambil harta rampasan tapi reeus menwrus keluarkan koin dlm jml besar buat ganti rugi... padahal murid sekte kere...