~Novel ini masih tahap revisi. Mohon maaf jika masih banyak tipo dan kepenulisan yang tidak sesuai kaidah kepenulisan dan PEUBI, terlebih di seperempat bab awal.~
Rania gadis cantik yang berprofesi sebagai guru SD bertemu dengan Kanaya anak kecil si periang yang memiliki magnet tersendiri, membuatnya begitu nyaman bersama kanaya dan begitupun sebaliknya.
Tanpa diketahui Rania, Kanaya adalah anak dari Leo dan Ayu sang kekasih yang menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Kanaya yang merindukan sosok seorang ibu dan terlanjur jatuh hati pada sang guru bertekad menjodohkan Rania dengan sang Papa, sesuai amanah ibunya untuk menyatukan kembali cinta Papa Leo dengan sahabatnya.
Namun, Rania sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan Leo dan Ayu yang membuatnya begitu terpuruk. Akankah Rania menerima Leo kembali setelah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akar Masalah
"Ada apa ini?" Rania bertanya lagi.
Tante Rania menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan, mencoba mengatur nafas sebelum ia menjelaskan.
"Ran, sebenarnya seminggu sebelum Ayu ulang tahun om Bagus dan ayah Leo berniat untuk menjodohkan mereka. Maklumlah sesama pengusaha kalau bersatu pasti akan lebih kuat. Namun, Leo dan Ayu menolak karena mereka tak saling mencintai bahkan Sinta pun menolak perjodohan itu sebab ia tahu kamu masih menjalin hubungan dengan Leo ...." Tante Rita berhenti sejenak mengambil minum,
"Kami menerima pembatalan perjodohan itu, tapi tidak dengan om Bagus dia sangat berambisi tuk menjadikan Leo menantunya ... sampai dia merencanakan ide paling gila di dunia ini, merusak harga diri anaknya sendiri demi keserakahannya." lanjut Tante Rania sambil menangis.
"Om Bagus lah biang keladi dari masalah kalian, sayang. Dia mencampur obat perangsang pada minuman Leo dan Ayu, yang membuat keduanya melakukan hal senonoh itu. Mereka tak ada niat untuk mengkhianatimu." Tante Rita menjelaskan.
Seketika tubuh Rania melemas, dia mencoba mencerna setiap perkataan Tante Rita. Rania menatap lekat-lekat wajah Tante Rita berharap itu hanya kebohongan belaka, tetapi tak ada kebohongan di matanya hanya sebuah kejujuran yang dapat Rania lihat dari mata teduh itu.
"Apa Ayah juga akan membahas ini??" tanya Rania kepada Ayah sambil menahan tangis.
"Iya sayang." jawab Ayah.
Seketika tangis Rania pecah. Begitupun dengan orang-orang disana semua merasa sedih dengan kejadian yang menimpa anak mereka.
"Maafkan Tante, sayang. Yang telat mengetahui perbuatan keji om Bagus. Tante juga mengetahuinya setelah kamu pergi dari pesta waktu itu ... jika tante tau sebelumnya pasti tante akan mencegahnya, tapi percayalah Leo tak pernah mengkhianatimu dia sangat mencintaimu, dia tak pernah berpaling sedikitpun darimu. Mereka menikah hanya di atas kertas saja, tak pernah ada hubungan apapun di antara mereka selain sahabat sama seperti masih bersamamu. Leo menjaga Ayu seperti ia menjaga sahabatnya, begitupula dengan Ayu. Dia sangat menjaga perasaanmu dan Leo, dia tak pernah berharap lebih dari sahabat. Karena dia tahu hati Leo hanya milikmu sampai kapanpun tak kan pernah terganti."
Tangis Rania semakin menjadi, kesal, marah, merasa bersalah, tak percaya semua jadi satu dengan tangisannya.
"Tolong maafkanlah om Bagus, nak. Dia sudah menerima balasannya dengan kehilangan anaknya dan aibnya diketahui oleh orangtua Leo sehari setelah Ayu meninggal. Membuatnya di amuk oleh om Ardi yang merasa di permainkan olehnya. Dia juga terlibat beberapa masalah sampai dia jatuh sakit dan akhirnya menyusul Ayu pergi," jelas Tante Rita tak berhenti menangis.
"Ayah juga minta maaf,sayang. Ayah tidak memberitahukan kebenaran ini dari dulu. Ayah pikir kakak sudah melanjutkan hidup, memberitahu kebenarannya hanya akan membuka luka di hatimu lagi karena waktu itu Leo sudah menikah. Dan Ayah pikir pernikahan mereka baik-baik saja, tapi dugaan Ayah salah Kamu tak pernah move on dan pernikahan mereka juga tak baik-baik saja." Ayah menimpali.
"Jadi Ayah juga sudah tahu sejak dulu?? hiks ... hikssss...." tanya Rania sambil menangis.
"Maafkan Ayah, nak !!!" Ayah memeluk Rania, Rania semakin menjadi, tangisnya semakin pecah.
"Aku pikir cuma aku aja yang tersakiti, cuma aku aja yang terluka karena terkhianati disini. Nyatanya semua juga terluka tak ada yang bahagia dengan keputusan itu ... hikssss ... hiksss ... aku begitu egois hanya memikirkan kesakitanku saja, tanpa ku tahu mereka juga sama menderitanya," ratap Rania.
Kemudian dia bersimpuh dihadapan Tante Rita, "Disini yang lebih menderita adalah Tante. Tante tlah kehilangan Ayu dan juga kehilangan om Bagus. Maafkan Rania, Tante !!!" tangis Rania.
Tante Rita langsung menghapus airmata Rania dan memeluknya.
"Iya sayang, tante juga minta maaf !!" Dan akhirnya mereka saling memaafkan.
Tersungging senyum di bibir semua, akhirnya permasalahan besar itu terselesaikan jua.
Kenapa gak dari dulu coba diselesaikan. Gak bakal ribet berkepanjangan kayak gini kan jadinya??, pikir Dewi.
"Ran !!!" panggil Tante Rita.
"Iya Tan, apa ada masalah lagi?" tanya Rania
"Keluarga yang Tante punya hanyalah Leo dan Kanaya. Meskipun pernikahan Leo dan Ayu hanya di atas kertas, tapi tante sudah menganggapnya sebagai anak tante sendiri. Terlebih dia adalah Papanya Kanaya cucu Tante ... Tante hanya ingin mereka bahagia. Hidup normal seperti keluarga yang lain. Leo masih sangat mencintaimu, kembalilah nak .... Kanaya juga sudah sangat nyaman bersama denganmu, dia pasti akan sangat senang jika kau mau menjadi bunda sah baginya," ucapnya panjang lebar.
"Aku akan memikirkannya kembali, Tan !!" jawabnya.
"Jangan lama-lama kasihan Leo sudah terlalu lama menunggu," gurau Tante Rita.
"Sebenarnya ada satu lagi masalah yang belum Tante beritahu kepadamu. Dan masalah itu pula yang membawa Tante pagi-pagi buta sudah kemari," lanjutnya.
Hah masalah lagi?? batin Rania dan Dewi bersamaan.
"Masalah apa lagi mba??" Ibu bertanya.
"Sebenarnya Kanaya sakit, semenjak semalam ia demam sampai sekarang tak kunjung reda. Dia terus mengigau menyebut namamu Ran." Tante Rita mencoba menjelaskan.
"Apa Kanaya sakit?????" Tampak ketiganya kaget.
Bagaimanapun Rania sangat menyayangi Kanaya dia sangat kaget mendengar Kanaya sakit apalagi disaat hubungannya belum baik-baik saja dengan Leo. Rania takut dia menjadi penyebab sakitnya anak itu, karena berapa kali dia kesini Rania selalu menolak menemuinya.