NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami, Di Kejar Brondong!

Dikhianati Suami, Di Kejar Brondong!

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Pelakor / Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Duda
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Maufy Izha

Menikah selama 12 tahun, Siti Nurmala yang begitu setia kepada suaminya sampai mengorbankan mimpinya sebagai dokter spesialis, malah dikhianati Suami dan anak-anaknya.
Yusuf Kaliandra, berselingkuh dengan Keponakan Nurmala dan menikahinya secara siri, bahkan didukung oleh anak-anaknya, Raden dan Sofia.
Nurmala yang sakit hati pergi dengan gugatan cerai.
Di tengah usahanya mencari pekerjaan, Ia bertemu dengan juniornya saat kuliah. Dewangga Pramudya!
Pria tampan pemilik rumah sakit, duda anak 1 yang kemudian dengan gigih mengejarnya!
Akankah Nurmala bisa menerima cinta baru diantara ketakutan dan ketidakpercayaan diri yang timbul akibat pengkhianatan Yusuf?
Bagaimana reaksi anak-anaknya melihat Nurmala yang begitu menyayangi putra dari Dewangga?

Selamat membaca, semoga terhibur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maufy Izha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahlah Denganku

Dewangga membawa Nurmala ke rumah sakit di Jakarta karena kondisinya yang mengkhawatirkan. Rumah sakit ini adalah milik sahabatnya, dan Nurmala berada di ruang VVIP khusus, jadi selain Dewangga dan orang-orang yang diperbolehkan olehnya, tidak ada yang bisa menggangu Nurmala.

Karena Nurmala mengalami guncangan mental yang cukup berat, dokter memberinya obat penenang dan Nurmala sedang tidur saat ini.

Setiap kali membayangkan kejadian yang menimpa Nurmala di apartemen Yusuf, amarah Dewangga selalu meluap. Bisa-bisanya Yusuf melakukan hal sebejat itu pada mantan istrinya , ibu dari anak-anaknya, istri barunya juga sedang hamil besar, benar-benar bajingan gila.

Dewangga memandangi Nurmala yang tengah tertidur pulas dengan wajah yang masih pucat. Rasa sedih dan kecewa pada diri sendiri karena tidak bisa menjaga Nurmala membuat Dewangga semakin murung.

Malam semakin larut, Dewangga tidak ingin meninggalkan Nurmala sendiri, Dia pun menelepon mbak Neni, pengasuh Ergi,

"Halo mbak Neni, Saya nggak pulang, Bu Nurmala masuk rumah sakit, Saya titi Ergi ya, Mbak Neni udah makan belum?"

"Oh iya pak, siap. Saya makan camilan yang di beliin Bapak tadi siang"

"Ya Allah, kasian... Maaf mbak Neni, saya tadi lagi panik sampe lupa sama mbak Neni, Saya pesankan makanan ya?"

"Oh iya terserah Bapak"

"Ya udah, saya pesankan sekarang, nanti kalau ada yang pencet bel kamar, buka aja ya. Ergi udah tidur apa belum?"

"Oke pak. a Ergi udah tidur Pak barusan. Makasih ya mbak Neni, nanti pas gajian Saya kasih bonus yah"

"Siap pak bos, hehe"

"Ya udah, gitu aja, Saya tutup teleponnya, Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam Pak"

Dewangga merasa lelah dan bau karena berkeringat, Ia lalu memutuskan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

20 menit kemudian Dewangga keluar kamar mandi dengan kaos dan celana yang tadi dipakai.

"Kak Nurma?"

Dewangga terkejut karena Nurma sudah membuka mata. Wanita itu tersenyum tipis, masih tampak lemah. Dewangga pikir efek obat penenangnya akan membuat Nurma tidur sampai besok pagi, ternyata Nurma bangun lebih awal.

"Gimana kak? Ada yang sakit nggak? Mau Aku panggilkan dokter?" Tanya Dewangga dengan lembut dan penuh perhatian.

Nurmala menggelengkan kepalanya, Dia merasa sudah jauh lebih baik dari tadi siang.

"Makasih ya..." Hanya itu yang mampu Nurmala ucapkan, jika tidak ada Dewangga dan Niken yang datang saat itu juga, entah apa yang akan terjadi padanya. Dia malu, dan marah pada diri sendiri kenapa bisa sebodoh itu. Harusnya saat itu, Ia tak gegabah memutuskan untuk pergi sendirian. Harusnya Nurma menyewa preman sebagai bodyguard agar kalau Yusuf macam-macam, bisa langsung menghajarnya.

"Nggak perlu di sesali kak, yang penting Kak Nurma baik-baik saja sekarang dan jadikan ini pelajaran, Yusuf nggak bisa dianggap enteng, Dia sekarang udah agak-agak sinting"

Nurmala terkekeh pelan, tapi ucapan Dewangga memang benar. Yusuf agak berbeda sekarang, atau selama ini memang Nurmala yang tidak terlalu mengenal sisi lain dari suaminya.

Yusuf dulu memang jutek, dingin dan suka berbicara agak kasar, tapi Yusuf yang dilihatnya siang ini seperti orang lain, seperti orang yang sedang kerasukan dan itu membuat Nurmala ketakutan.

"Kak Nurma..." Dewangga tiba-tiba memanggil. matanya yang tajam menatap lurus ke arah Nurmala, membuat wanita yang tengah terbaring lemah itu menjadi gugup.

"Menikahlah denganku"

Deg deg deg, jantung Nurmala nyaris melompat keluar saking kagetnya, matanya melebar mendengar pernyataan mendadak Pria tampan yang usianya jauh di bawahnya itu.

"Dewa..."

"Aku bersungguh-sungguh kak" Ucapnya dengan mantap.

Keheningan aneh memenuhi ruangan bernuansa putih dengan bau disinfektan itu.

Dewangga kembali berkata,

"Tadinya Aku berfikir ingin mengambil hatimu pelan-pelan, karena Aku tahu masih terlalu dini untuk menyatakan perasaanku padamu yang telah terkubur lama. Aku menganggap mungkin ini takdir baik untukku yang akhirnya bertemu kembali denganmu Kak, saat kita sama-sama sendiri. Tapi, kejadian di apartemen Yusuf membuatku takut. Aku marah sama diriku sendiri karena gagal melindungimu, Aku marah pada bajingan itu hingga rasanya Aku ingin membunuhnya saat itu juga karena berani menyentuhmu, melecehkan Kamu, membuat Kamu menangis"

Dewangga menjeda kalimatnya, Nurmala terdiam, air matanya mulai mengalir. Pernyataan itu mengejutkan, tapi Nurma bisa mengakui bahwa Ia juga tidak membenci pengakuan dari Pria dihadapannya itu.

"Aku baru menyadarinya, Aku nggak bisa melihat kamu dalam keadaan seperti itu lagi suatu saat, Aku nggak akan sanggup Kak. Aku ingin melindungimu, menjagamu dan memberikan cinta yang sebesar mungkin untukmu dengan status yang halal" Tentu saja maksud Dewangga adalah sebagai seorang suami. Dengan status yang jelas. Sah secara hukum. Tidak akan di gunjing orang, dan tidak akan bisa di ganggu gugat oleh orang lain nantinya.

"Aku ingin melindungimu sebagai suami, Nurma..." Pungkasnya. Pria itu tertunduk, dengan kekhawatiran yang menumpuk, takut menerima penolakan saat itu juga.

Nurmala terdiam beberapa detik, sebelum mengatakan jawabannya,

"Beri Aku waktu beberapa hari, Aku harus minta restu Ibuku dulu"

Dewangga mendongak, wajahnya yang awalnya mendung kini tampak cerah lagi. Itu artinya Dia belum di tolak kan?

"Nggak masalah, Aku akan menunggu sampai kapanpun Kamu merasa siap, asal... Jangan menolakku. Aku ini limited edition loh, nanti Kamu menyesal" Candanya, Nurmala terkikik geli mendengar pengakuan penuh percaya diri dari juniornya itu. Tapi Nurma tidak ilfil, karena tahu, Dewangga hanya berusaha menghidupkan suasana.

"Aku... harus mengatakannya pada anak-anak juga, bukan meminta izin. Hanya mengatakannya saja, biar Mereka nggak kaget nantinya"

"Aku paham... Jadi, bisa dibilang Aku udah di terima dong?"

"Hehehe belum, kan belum tentu juga Ibuku setuju"

"Aku yakin beliau setuju"

"Kok bisa Kamu seyakin itu?"

"Soalnya Aku udah bilang sama Ibu dulu sebelum nembak Kamu"

Kenapa harus pake kata nembak sih? Dalam hati Nurmala merasa malu, bukankah Mereka sudah terlalu tua untuk istilah-istilah seperti itu?

"Emangnya Ibuku bilang apa?"

"Rahasia dong..."

"Dewa, Aku lebih tua jauh dari Kamu. Kamu bahkan belum 40 taun"

"Apalah arti dari usia, yang penting kan Aku cinta"

Sahut Dewangga dengan entengnya.

"Keluarga Kamu memangnya setuju?"

"Kak Yulia? Setuju banget malah, apalagi si putri, kalo Mama-Papa Aku kan memang udah gak ada, udah reunian di surga, Insya Allah"

Nurmala terdiam lagi. Bagaimana bisa Dewangga menceritakan hal menyedihkan itu dengan tersenyum.

Nurmala diam-diam merasa kagum, Dewangga lebih muda darinya, jauh di bawah usia mantan suaminya juga. Tapi Pria di depannya ini jauh lebih dewasa. lebih sopan dan bijaksana. Bukan karena profesinya dokter, Yusuf juga dokter, tapi kelakuannya lebih mirip ketua gangster.

"Kak? Kok malah bengong"

"Aku mau menuntut Yusuf, biar anak-anak ikut sama Aku, kalau Mereka mau. Dengan akhlaknya yang seperti itu, Aku khawatir anak-anakku semakin hilang arah, apalagi, Aku yakin, Niken juga nggak sayang sama Mereka. Nggak akan pernah"

Dewangga mengangguk paham, Dia juga sependapat dengan Nurmala, anak-anak Nurmala sangat emosional, bisa dibilang juga sangat kurang ajar pada orang yang lebih tua. Dewangga menebak, Mereka berperilaku seperti itu karena mencontoh Yusuf yang juga kasar dan angkuh. Jika anak-anak Nurmala bisa berpindah hak asuh, mungkin itu akan lebih baik.

"Aku setuju, Aku bisa bantu menaklukkan calon anak-anakku itu kalo Kamu mengizinkanku mendekati Mereka"

Nurmala terpaku.

Calon anak-anakku katanya? Nurmala membatin. sementara Dewangga yang melihat rona merah di pipi wanita pujaan hatinya itu, Ia malah tersenyum lebar. Dewangga tahu Nurmala tengah malu, dan itu membuatnya senang.

1
Aether
KAU YANG AKAN MATI
Zainab Ddi
waduh Niken bukannya tobat malah bikin alesan yg ngak2
Les Tary
Niken emang ga punya adab udh dibantu biaya kuliah sampai jd dokter bukannya kerja yg bener eh ngrebut suaminya
Maufy Izha: hatinya kotor dari kecil kayaknya makanya lupa diri 😌
total 1 replies
stela aza
udh masuk penjara g kapok2 juga si Niken ,,, parah bgt 🤦 lanjut thor
Maufy Izha: Niken agak laen emang sih 😌
total 1 replies
Aether
IPPIKI NOKORAZU KOROSE
Maufy Izha: artinya apa kak? hehe kepo aku....
total 3 replies
Aether
BENAR.. BALASKAN DENDAM ADIKMU DEVAN... BERDIRILAH DEVAN JANGAN HILANGKAN DENDAM ITU, MENGAMUKLAH DAN HABISI MEREKA SAMPAI TAK BERSISA...
May Maya
wawwww plot twins bgt ternyata Devan punya dendam kusumat jg k Anya n Devan ingin jd eksekutor tuk mengakhiri kejahatan n kegilaan Anya selama ini. bagus lah org kya Anya n kluarga nya jgn d kasih hidup bikin menderita n berujung kematian jg Krn mereka jg GK kasihan dgn para korban
Allea
wowww kamu keren Devan
memang ga akan ada solusinya kalo kasus diserahkan kepihak berwajib lebih baik hukum rimba yang berjalan 😁
Maufy Izha: betulll kan banyak kejadian di negara Konoha tercinta ini hehehe
total 1 replies
stela aza
lanjut thor up-nya double y dr kemarin baru nongol
Maufy Izha: siapppp♥️♥️♥️
total 1 replies
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😍
Maufy Izha: Siap kak Zainab ♥️♥️♥️
total 1 replies
Zainab Ddi
wah dewa Uda ada yg bantu balaß dendam untuk kematian istrimu yg tragis Anya rassin sebentar lagi dirimu stres
Les Tary
bagus dewa ga usah turun tangan sudah ada Devan yg bls dendam PD anya💪
May Maya
Anya KLO emang GK masuk penjara tp setidaknya Anya harus masuk rumah sakit jiwa Thor Krn tindakan nya Anya sudah kriminal n pembunuhan loh itu terhadap kakak nya alias istri nya dewangga. takutnya Anya akan melakukan kejahatan lg kan punya gangguan mental tuh ya nekat
Maufy Izha: siappp... pasti Anya bakalan dapat hukuman setimpal....
total 1 replies
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍😍
Zainab Ddi
rasain Niken bentar lg dipenjara
stela aza
next Thor langsung 3 bab 🤭
Maufy Izha: Siappp 😁😁🙏♥️
total 1 replies
Dew666
🍦💜
Zainab Ddi
rasain itu ibu dan dan anak Anya bentar lg dirimu masuk rumah sakit jiwa kali
Zainab Ddi
wah enak author lg liburan ke Hongkong jaga kesehatan author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 💪🏻😍🙏🏻
Zainab Ddi
author ditunggu updatenya selalu untuk kelanjutannya 🙏🏻💪🏻 8
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!