Jangan lewatkan juga "DITAKDIRKAN MENCINTAIMU" dan "NGUMBARA CINTA"
Mengandung adegan dewasa 21+ jadi bijaklah dalam membaca.
Seorang dokter cantik bernama Ziya Almahiyra yang harus membayar hutang ayahnya dengan menjadi pembantu dirumah Aditya Dewa Bagaskoro tanpa gaji sedikitpun selama satu tahun.
Lalu bagaimana dengan cita citanya yang ingin mendirikan klinik sendiri,untuk menolong sesama, meringankan rasa sakit yang diderita pasien?
Ayahnya yang bangkrut karna hutang menggunung.Membuat sang ayah mengidap sakit jantung.Sang kakak bernama Nabila Sahara yang selalu pergi ke klub bersama teman temannya seperti tidak mau tau akan keadaan yang menimpa keluarga, adalah persoalan rumit bagaikan benang kusut yang tak mampu Ziya uraikan.
Aditya Dewa Bagaskoro menikahi Ziya. Kebahagiaan pun menghampiri keduanya. Namun apa jadinya jika ternyata ibunya tidak menyetujui pernikahan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pecat saja
Aditya pelan pelan meraih tangan Ziya, memeriksa luka yang sudah mulai mengering. Memang sudah jadi kebiasaan baginya datang ke kamar Ziya di malam hari.
Jadi yang dia bilang ke papanya memang benar. Aditya sengaja meminta kunci duplikat kamar Ziya, dan menyuruh Cak Ali meletakkan satu kasur saja disana. Karna biasanya ada dua tempat tidur dalam satu kamar. Terkadang itu juga yang membuat para pembantu lainnya berghibah.
Aditya membelai lembut tangan Ziya. Dia kalah telak dari Winda saat pulang kemarin malam. Amarah Winda yang memuncak, membawa Ziya pulang kerumahnya dan bermalam disana. Sejak itu Aditya belum bertemu dengan Ziya, akhirnya dia datangi kamar Ziya sepulang dari kantor. Tapi Ziya sudah tidur.
Dia ingat betul malam itu. "Ziya itu adekku, kau jangan ganggu dia lagi, gara gara kau dia jadi terluka. Aku akan bawa dia pulang kerumahku." Menutup pintu mobilnya kasar.
"Tapi Winda, berhenti wooi Winda..."
Aditya membuntuti Winda sampai rumah.
"Winda..a.."
Belum kelar Aditya berucap.
"Diam, dan sana kau pulang saja. Ziya akan tidur bersamaku malam ini." Tangannya membuat gerakan mengusir. Dan menggandeng Ziya masuk.
"Tapi kak!" Ziya menengok Aditya, merasa tidak enak.
"Sudah, ikut aku, aku mau curhat denganmu." Winda menarik lagi tangan Ziya sambil mengedipkan mata.
"Windaaa..kau ini, baru datang udah bikin ribut diluar, volume suaramu kecilkan." Hana mama Winda keluar setelah mendengar keributan diluar.
"Ini si Aditya ma, Ziya aku ajak nginep tapi nggak dibolehin." Mengadu ke mamanya.
"Lha kenapa kok nggak boleh?" Hana
"Karna Aditya pelit ma, Ziya juga pengen nginep lho, tapi takut, karena diancam, takutnya dipecat sama Aditya. Dia jahat kan ma?" Meminta bantuan sang mama.
"Kenapa nggak dibolehin seh Dit, lagian juga dekat, Ziya bisa pulang pagi pagi besok."
"Tante... dia itu ..!
"Iya, tante tau, tapi jangan mentang mentang kamu majikannya terus membatasi hak dia."
"Tante..!
"Pecat saja Ziya, biar tante adopsi jadi anak." Mama Hana menyilangkan tangan di dada.
Dalam sejarah perdebatan, mak mak memang selalu benar.
Dengan lunglai Aditya akhirnya pulang kerumah.
Padahal malam itu Winda mengajak Ziya ngobrol sampai larut malam. Sehingga paginya mereka berdua terlambat bangun. Hingga Aditya pergi kekantor Ziya belum juga kembali. Winda malah mengajak Ziya pergi ke acara peragaan busana kebaya.
Kembali lagi ke Aditya. Dia masih memandangi wajah teduh gadis impiannya.
"Ziya, kamu harus menjadi milikku."
Aditya beranjak pergi setelah mengucapkan kalimat itu. Ziya mengerjap mendengar suara Aditya, namun saat membuka mata, dia kembali menganggap itu hanya mimpi.
🌶🌶🌶
Yes hari minggu
Ziya dengan riang gembira bersenandung mengerjakan tugasnya mengepel lantai. Ya, begitulah putaran pekerjaan nya, hari minggu, dia mengepel. Dan selalu yang jadi rekannya adalah Lisa dan Laksmi.
"Ziya, bagaimana hubunganmu dengan tuan Aditya?"
Mulai cari bahan ghibah, karna Ziya terkenal
di angkatan para pembantu. Dan termasuk mendapat julukan pembantu pemikat terfavorit. Dan mendapat dukungan penuh dari kalangan pembantu untuk meningkatkan derajat mereka. Karna belum ada dalam sejarah, tuan muda dari keluarga Bagaskoro menikahi orang biasa.
"Baik!"
"Syukurlah, semoga Kalian berjodoh ya."
"Maksudnya."
Kan tidak paham, Ziya pikir tadi hanya ditanya sekedar hubungan komunikasi antar atasan dan bawahan.
"Sepertinya tuan Aditya jatuh cinta padamu Ziya"
Ziya terdiam dari pekerjaannya, hatinya merasa senang mendengar kata kata Lisa. Tapi seketika berubah, dari sudut manapun dirinya dan Aditya berbeda, bagai bumi dan langit.
"Ah kau ini, jangan mengada ada, aku keegeran lho." Ziya malu malu.
"Itu fakta. Buktinya, tuan Aditya selalu bersikap manis padamu, padahal dia sangat dingin terhadap orang lain."
"Ekhemm hemmh" Cak Ali datang dan seketika semua diam saja.
"Ziya, tuan muda memanggil dirimu."
"Iya, Cak."
🍒🍒🍒🍒
Seorang pria paruh baya melempar semua berkas dan dokumen hingga berserakan di lantai. Kali ini, dia sudah diambang kehancuran.
"Bagaimana ini bisa terjadi hahhh?" Mukanya mengeras dan memerah, tangan terkepal memukul meja beberapa kali.
"Kami sudah berusaha melaksanakan sesuai yang anda perintahkan tuan, tapi tuan muda itu malah marah marah."
"Kamu kan bisa bawa umpan yang lebih bagus."
"Tidak tuan, tuan Steven tidak lagi sama dengan yang dahulu."
Sekretaris itu makin menunduk, gemetar dan takut.
"Lalu bagaimana proposal kita kepada perusahaan baru Adiba Company apakah ada kabar baik?"
"Belum di acc tuan, tapi dua hari lagi mereka akan melakukan peninjauan ke perusahaan ini."
"Kau boleh keluar." Mengusir dengan menjentikkan jari.
"Steven, sepertinya aku harus menggunakan cara lain untuk menjebak dirimu."
Tak berapa lama pintu diketuk kembali.
tok tok tok
"Masuklah."
Tampaklah Marina dengan gaya centilnya, gaya penuh drama yang manja.
"Sayang, lama sekali aku tidak berjumpa dengan dirimu." Langsung masuk dan bergelayut manja.
Agung Santoso ya begitulah orang memanggilnya. Seorang yang sangat ambisius. Rela menggunakan berbagai cara untuk bisa mendapatkan keinginannya, termasuk menipu bahkan membunuh.
"Ada urusan apa kau kemari."
Memandang wanita di depannya dengan datar. Namun tubuhnya yang selalu haus akan belaian perempuan menarik Marina dalam pangkuannya.
"Sayang, aku merindukan dirimu, apakah tidak boleh?" Menjelajahi setiap jengkal wajah pria paruh baya itu.
Agung tersenyum kecut, dia sudah hapal betul bahwa wanita didepannya punya maksud terselubung sehingga mau repot datang ke kantornya.
"Katakanlah, apa yang kau inginkan?" Mencumbu wanita di pangkuannya.
"Bisakah kau membantuku membuat perhitungan dengan seseorang."
Membalas cumbuan pria itu dengan lebih agresif.
"Apa yang bisa aku lakukan untukmu?" Masih dengan cumbuan yang memanas.
Merina membisikkan sesuatu di telinga Agung.
"Bagaimana, apakah kau sanggup sayang?"
Semakin liar mengelus dada pria itu, lalu tangannya turun kebawah, seperti tidak risih dengan apa yang dia lakukan.
"Baiklah, kapan aku melakukannya?"
"Selanjutnya akan aku kabari nanti."
"Oke, sekarang, puaskan aku dahulu." Semakin gencar melakukan aksi bercinta.
Tapi handphone di meja berdering. Agung menghentikan aktivitasnya.
"Sial."
"Halo."
"Halo, Agung, bagaimana kabarmu."
Suara di seberang. Agung berhenti bicara dan menegang tubuhnya, mendengar suara ditelpon.
"Siapa kau?" Agung ingin memastikan.
"Aku adalah kartu merahmu, apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan bersama dengan diriku sobat?" Agung masih menanti ucapan selanjutnya.
"Apa keinginanmu." Akhirnya bernegosiasi.
"Siapkan aku rumah, dan beri aku uang."
Sudah sesuai dengan Agung perkirakan.
"Aku tau, kau sudah kembali saat ini, dan jika aku membuka sedikit mulut manisku ini, semua akan..!"
"Oke, kita akan bertemu di kafe seperti dulu." Agung jengah dengan obrolan itu. Dia juga heran mengapa orang diujung telpon bisa tau nomor miliknya.
"Hahahaha ternyata dari dulu kau tidak berubah, kau masih paham dengan apa yang aku inginkan."
"Apa kau sudah ingin kembali mendekam di penjara." Mengancam dengan serius.
"Kalau aku mau kau yang ada di jeruji itu Agung, karna aku masih baik padamu, aku menanggung semuanya sendiri, tapi tidak dengan setelah ini." Menutup panggilan sepihak.
Bersambung....
Terima kasih, sudah membaca cerita aku, semoga suka dan terhibur. Love you all
ending yang membanggongkan