NovelToon NovelToon
What We Were Never Given

What We Were Never Given

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Oryelle

Nareya, anak sulung bermimpi meniti karir di dunia fashion, harus merelakannya demi menjadi tulang punggung keluarga. Terlahir untuk berjuang sejak dini membuat dia tidak tertarik soal pernikahan.

Tidak menikah, berkecukupan, dan bisa membahagiakan keluarganya adalah keinginan sederhana Nareya. Tapi siapa sangka, dia justru menyetujui perjanjian pernikahan dengan mantan Bosnya?

Kala terlahir berdarah campuran membuatnya dicap sebagai noda. Demi pengakuan para tetua, dia menyeret Nareya dalam sebuah perjanjian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Oryelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. She's Mine

Sudah puluhan mill jauh nya dari indonesia masih saja bertemu dengan orang indonesia. Kala marah besar kepada para pengawalnya. Melalui sambungan telepon Kala mengucapkan acamanya.

“If this ever happens again, I will kill you!”geram Kala tajam.

Nareya menatap ngeri, alhasil Kala menoleh “What? Are you okay?”

“Harus banget se-galak itu?” tanya Nareya, mengerutkan keningnya hingga alisnya menyatu.

“Harus, karena mereka lalai. Mereka tidak akan mengulangi itu lagi setelah ini.”

Nareya langsung teringat saat pertama kali dia menjadi bawahan Kala, betapa menyebalkannya dia. Ketika bekerja tentu saja semua mau melakukan sebaik mungkin tapi terkadang terjadi sesuatu hal yang tidak bisa dikendalikan.

“Lain kali kamu tanyakan alasannya, jangan cuma bersikap menyebalkan!” seru Nareya.

“Apapun alasan mereka itu tetap tidak boleh terjadi. Kamu juga pasti akan kesal kan kalau media memberitakan hal negatif lagi.”

“Sometimes, shit happens that you can’t control.” bela Nareya. “Karena aku pernah ada di posisi mereka, dan aku benci banget waktu itu.”

Kala menaikan kedua pundaknya sekejap, merasa tidak melakukan kesalahan apapun. “Yah, itulah konsekuensinya. Kecuali satu karyawan yang berani membalas saya, jelas langsung saya nikahi.”

“Ck, narsis banget jadi orang.” decak Nareya. “Arghh gak jadi foto-foto cantik, yang ada trending topik sama suami menyebalkan.” ucap Nareya asal.

Kala kembali fokus dengan ponselnya, memberi Ardito instruksi untuk mencegah tersebar ke media. Namun usahanya kalah cepat. Postingan itu sudah tersebar meski hanya baru satu akun pribadi yang mempostingnya.

“Ini juga narsis lihat!” seru Kala menunjukan postingan dirinya sedang merangkul Nareya dengan cardigan yang sudah terpasang. “Ah ini tidak perlu saya minta Ardito untuk takedown, bagus sekali komentarnya.” ujar Kala.

Kala langsung membatalkan instruksinya kepada asisten nya itu. Membiarkan postingan tersebut makin ramai. Masyarakat memang lebih menyukai drama percintaan. Komentar negatif terkait pertunangan yang batal juga identitasnya yang terbongkar justru mulai berbalik mengangkat namanya sebagai Kala Atmasena. Hal itu patut dimanfaatkan untuk kembali mengambil kepercayaan eyang kakung. Yah mungkin yang tidak menyukai berita ini hanya Darma dan Ratna, saudara dan ibu tirinya.

Nareya turut membaca komentar itu, hampir semua komentar berpihak kepada Kala. Mau bagaimana lagi, sebagian besar pengguna sosial media memang para betina. Pujian-pujian dan simpati yang tertuju dengan alasan tampan. Tentu saja itu membuat Nareya iri. Dirinya yang berusaha membangun branding susah payah justru di bully, sedangkan Kala tanpa usaha apapun mendapat sorotan yang sangat baik.

“Mungkin orang-orang hari ini banyak yang sedang sakit mata.” sinis Nareya, Kala hanya tertawa lalu melajukan mobilnya menuju hotel. Dia sudah merencanakan pergi ke suatu tempat untuk mengobati kekecewaan istrinya.

***

Malam ini Kala berencana membawa Nareya untuk pergi ke Montana. Adji memiliki rumah di sana dan Kala akan tinggal di rumah orang tuanya dahulu menjalin kasih. Cukup jauh menempuh waktu yang cukup lama. Karena Nareya sedang melakukan video call dengan adik-adik nya, Kala segera memanfaatkan untuk membuka pekerjaanya melalui laptop.

Nareya begitu bahagia dengan keadaan keluarganya sekarang. Yah tidak sepenuhnya rencana hidupnya hancur, setidaknya membuat keluarganya bahagia sudah tercapai. Apalagi perkembangan kemampuan bicara Athaya sudah sangat jauh lebih baik.

“Kak Reya sibuk sekali ya, jarang banget ngabarinya. Nih aku udah bisa Rrrr” seru Athaya dari ujung sambungan. Riangnya tampak dari senyuman penuh dengan deretan gigi putihnya.

Nareya menunjukan pemandangan California dari balkoni kamar hotelnya. Wira dan Sundari turut bahagia karenanya. Meskipun setelah ini pasti Sundari akan langsung meminta transfer uang. Alasanya sangat kreatif, meski tahu itu hanya akal-akalan mamanya, Nareya tetap akan memberikanya. Terkadang jika jumlah yang diminta tidak masuk akal Nareya hanya menjawab ‘iya’, lalu mengirim uang dengan jumlah yang cukup saja. Menghindari orang tuanya itu menggunakan untuk hal yang justru bisa membahayakanya.

“Aya dan Rama harus yang rajin ya belajarnya supaya bisa jalan-jalan ke manapun yang kalian mau.” Nareya menutup sambungan tersebut setelah satu jam tak terasa.

Mengintip Kala sedang serius di hadapan laptopnya, Nareya memanfaatkan momen namanya naik untuk memposting fotonya di instagram dengan caption ‘outfit of the day’. Berbagai pose dengan background cukup menarik meski hanya dari kamar hotel. Tidak lupa dia repost ke story juga.

Balasan dari Agiis mengambang di notifikasi

‘Bersyukur gue pernah jadi teman orang sukses. Bahagia banget lo sekarang’

Pernah? Tersirat kekecewaan disana. Nareya pun menyadari harusnya dia menanyakan sahabatnya itu. Dia yang menemani Nareya apapun keadaanya. Tak menunggu lama Nareya membalas Agis dengan permintaan maaf. Tak lupa dia selipkan humor sarkasnya.

‘Sekarang kita masih teman ya! Makanya cari cewe dong! lLo juga perlu bahagia’

Mungkin akan ada orang yang menganggap Agis bodoh karena baru saja menyadari rasa cintanya kepada Nareya setelah menjadi istri laki-laki lain. Ada juga yang akan menyebutnya pengecut karena tidak pernah berani mengungkapkan. Tapi baginya itu hanyalah sebuah ketulusan. Ketulusan yang tidak patut dirayakan karena waktu membuat itu menjadi salah.

Agis menambahkan komentar di postingan Nareya ‘Punya teman cantik amat’ yang memicu pertanyaan dari banyak netizen. Nareya langsung meminta Agis untuk mengubah akunya menjadi privat sebelum semua privasinya terbongkar dan mengganggu Keluarganya. Ah, bahkan meninggalkan jejak kejujuran juga salah baginya.

Nareya kembali mendapatkan notifikasi komentar dari sebuah akun dengan nama yang cukup panjang Kala Montana Atmasena. ‘She’s mine’ tulisnya diakhiri ikon hati berwarna putih. Seketika ponselnya tidak dapat digunakan dengan normal. Notifikasi tidak berhenti bergulir. Banyak ikon menangis. Masih ada juga hujatan ke arahnya. Tapi beberapa ada juga yang membela nya. Tak sempat mengecek siapa yang membelanya. Apakah sekedar teman sekolah yang masih mengingatnya? Atau hanya orang dengan belas kasihan melihat hujatan kepadanya.

“Ngapain sih ikutan komen?!’ teriak Nareya. “Argh hp aku gak bisa digunain dong ini.” gerutu Nareya yang langsung berlari ke hadapan Kala.

“Pin komen saya!” perintah Kala. “Saya belikan hp baru nanti, sekarang bersiap kita akan pindah ke rumah orang tua saya.”

“Narsis banget minta di pin.” bisik Nareya. “Tapi beneran belikan hp baru!” seru Nareya. ‘Urusan packing dan beberes itu kamu lebih jago, jadi kamu aja siapin! Aku mau baca komen dulu,”lanjutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!