HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aborsi
Kevin terbangun dari tidur nyenyaknya, karena mulai terganggu dengan sinar matahari yang menghangatkan tubuhnya melalui ventilasi udara ruangan tersebut.
Kevin meregankan otot-ototnya karena badannya terasa remuk semua. Pasalnya ini baru pertama kalinya ia tidur di tempat kumuh seperti ini.
Setelah sedikit merasa nyaman Ia bangkit dari tidurnya, dan berniat keluar dari gudang tersebut. Ia tidak sengaja melihat secarik kertas di atas kursi yang di tempati Anin semalam.
Diambilnya kertas tersebut lalu dibacanya.
Jika harus melahirkan Anak, tetapi tidak bisa memberikannya keluarga yang utuh, itu akan membuatku merasa bersalah seumur hidupku. Dan mungkin juga kehadirannya akan menjadi duri dalam hubunganmu dengan Ana. Jadi maafkan Saya karena tidak bisa menjaga Anak kita.
Anindira.
Kevin mengenggam kertas itu dengan sangat erat dan berlari keluar dari gudang tersebut sambil berteriak.
"Bibi aku akan pergi kerumah Sakit" Kevin menghentikan langkahnya saat mendapati Oma Jelita bercengkrama dengan ibu sandra di teras depan rumah. Ia memperhatikan dus-dus besar yang terdapat di halaman rumah yang bisa di pastikan isinya adalah barang -barang elektronik.
"Kenapa Oma datang sepagi ini ?"
Oma bukannya menjawab pertanyaan Kevin malah mengajukan pertanyaan kembali "Kenapa kamu ingin kerumah sakit ? apa kamu sakit?" Oma Jelita mengusap wajah Kevin dengan perasaan khawatir.
"Bukan Aku tapi Anin." Kevin melepaskan tangan Oma Jelita yang masih setia berada di wajahnya.
"Ada apa dengan Anin ?" Sandra pun ikut khawatir mendengar nama Putrinya di sebut.
"Dia pergi kerumah sakit untuk mengugurkan kandungannya.
" Apa ?" tanya Oma Jelita, ibu Sandra dan juga Rara serempak sakin terkejutnya.
"Apa yang kamu lakukan padanya ?" sandra menatap tajam calon menantunya atau lebih tepatnya menantunya secara hukum tetapi tidak secara Agama.
"Saya tidak melakukan apapun padanya" jawan Kevin.
"Anin pergi untuk mengugurkan kandungannya, tapi kamu masih saja berdiri di sisni, apa kau seorang pria ?" bentak Rara.
"Capat beritahu dimana rumah sakitnya !" perintah Kevin dengan suara meninggi sakin panik nya.
........
RS Prima Medika
Sementara Anin sudah berda di dalam ruangan khusus ibu hamil, setelah sekian lama menunggu antrian yang lumayan panjang dan melelahkan.
"Nanti dokter akan melakukan USG untuk melihat kondisi bayinya" ucap Perawat tersebut dan membimbing Anin untuk membaringkan tubuhnya di atas pembaringan.
"Apa ini anak pertama Anda ?" tanya perawat saat menyadari kegugupan dan juga ketakutan di mata Anin. "Tidak apa-apa jangan Khawatir !"
"Tapi kenapa suami Anda tidak menemani Anda ? walaupun dia sibuk, harusnya dia tidak bisa membiarkan Anda pergi sendiri yang sedang hamil muda seperti ini."
"Saya tidak ingin merepotkannya."
"Anak itu adalah Anak kalian, bagaiman bisa dibilang merepotkan ?" Setelah selesai mempersiapkan semuanya, perawat itu undur diri "Baiklah tunggu sebentar, dokter akan datang sebentar lagi" ucap perawat itu dan berjalan keluar ruangan.
Sementara Kevin dengan penuh perjuangan, akhirnya ia bisa sampai di rumah sakit tersebut. Karena lagi-lagi Kevin mendapatkan kesialan, mobil yang ia kendarai mogok di tengah jalan, dan tanpa berfikir panjang, ia menempuh perjalan dengan berlari dengan perasaan kalut.
Dan disinilah Kevin berdiri di depan ruangan ibu hamil. Kevin mengembangkan senyumnya dan melupakan lelahnya setelah melihat layar USG.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter tersebut memberikan hasil USG nya pada Anin.
Anin menerima hasil USG tersebut dan menatapnya dengan tatapan nanar, ia mengumpulkan semua keberanianya untuk bertanya pada dokter yang memeriksanya.
"Dokter saya ingin bertanya, Jika saya melakukan Aborsi apa bayi saya akan kesakitan ?"
"Bukankah anda datang untuk memeriksakan kandungan anda ?" tanya Dokter tersebut dengan raut wajah kekecewaan.
Anin mengelengkan kepalanya "saya datang untuk mengugurkan kandungan saya Dokter" ucap Anin menundukkan kepalanya.
"Nona Anin apa anda tahu kerusakan pada tubuh yang di akibatkan oleh Aborsi ? apa Anda sudah mendiskusikannya dengan suami anda ?"
" Ayahnya tidak menginginkan anak ini dokter, dan kami akan bercerai" ucap Anin berusaha menahan airmatanya agar tidak jatuh di hadapan sang dokter.
"jadi.......
-
-
-
TBC
Maaf kakak-kakak online ku karena belakangan ini Author jarang up.
Tapi tenang saja insya allah mulai hari ini. Author akan kembali up setiap hari.
Terimakasih.