NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 : Saat Takdir Memilihku

Devan memandangi empat siluman ular itu, lantas dia bertanya kepada mereka "Jika kalian ikut dengan ku, lantas kalian akan tinggal dimana?" tanya Devan.

"Tentu kami bersemayam di keris tersebut tuan" jawab Wangsing.

Lantas Devan memandangi keris nya itu, sama seperti Malea dan yang lain nya, mereka bersemayam di gelang milik Devan "Baiklah, sebaik nya kalian kembali kedalam keris ini terlebih dulu" jelas Devan

Wangsing serta yang kain nya mengangguk serta menghilang, menjadi kabut perlahan masuk kedalam kris milik Devan itu.

"Mereka sama seperti kami tuan" ucap Malea tiba tiba.

Devan menoleh serta bertanya apa maksud dari Malea itu "Maksud mu apa? Sama seperti kalian?" tanya Devan

"Yaa sama seperti kami, akan melayani tuan setiap kali tuan meminta nya, yang membedakan mereka adalah seorang siluman, tetapi kami seorang dayang kerajaan alam Moana" jelas Malea.

"Hmmm, seperti itu rupanya" timpal Devan. Seraya memegangi dagu nya dan mengangguk tipis.

Lalu mereka pun kembali menuju rumah, Devan menuju kamar nya di lantai atas. Setelah di lantai atas, Devan bertanya kepada Malea. "Apakah aku bisa memasuki dunia Jin atau para siluman?" tanya Devan

"Jelas bisa tuan, karena tuan sekarang lebih kuat lagi" jawab Malea.

Kini Devan memiliki sebuah pusaka, yang kegunaan dan manfaat nya belum bisa Devan rasakan, namun aura magis menyelimuti keris

yang di genggam nya itu. Namun saat malam tiba, suara petir bersahutan, hujan mulai turun perlahan, aura mistis di desa Telaga sari begitu terasa mencekam. Fenomena aneh itu, membuat warga sekitar ketakutan, dan tak ada yang berani keluar rumah, anjing melolong di tengah gelap nya malah, menandakan bahwa anjing itu melihat sesuatu yang tak kasat matanya. Devan merasakan hal aneh itu begitupun Malea serta yang lain

"Ada apa ini?, aku merasakan aura dari seseorang" ucap Devan

"Ini memang aura milik seseorang tuan, dia seperti nya mencari keberadaan mu, sebaik nya akan ku periksa" jawab Yunsi.

"Biar ku temani!" sambung Syafir.

Lalu mereka pun lantas pergi sementara Devan mengawasi area sekitar rumah nya, Devan melepaskan roh spiritual nya. Devan berkeliling di sekitar rumah nya itu, sementara Syafir dan Yunsi, mereka berkeliling desa.

Bughhh!! Arrrgghhh!!

Roh spiritual Devan di serang oleh seseorang, sehingga tubuh asli nya memuntah kan darah, namum masih dalam keadaan mata tertutup.

"Tuan!" ucap Malea, lalu dia pun menyusul roh spiritual Devan.

Sementara itu Devan menatap ke arah bayangan hitam, bermata merah, wujud nya seperti asap, hitam legam namun memiliki mata yang merah menyala.

"Sial!! Siapa kau!!?" ucap Devan

Namun bukan nya jawaban yang Devan dengar, hanya sebuah tawa nyaring yang menggema, di iringi suara petir bergemuruh, serta rintik hujan yang deras.

Hahahahahahaha!!

Hanya itu lah yang Devan dengar, sehingga Devan di buat kesal oleh nya.

Tak berselang lama Malea datang di sisi Devan "Tuan tidak apa-apa?" tanya Malea.

"Tidak, aku baik-baik saja" jawab Devan.

Mahluk bayangan hitam itu kembali tertawa, dan langsung menyerang ke arah Devan. Devan mengeluarkan keris yang dia temukan, di iringi sebuah cahaya yang berkilauan. Sehingga bayangan hitam itu mengurungkan serangan nya.

Ggrrrrrr!!

Hanya geraman yang terdengar, mahluk itu tak bisa berbicara sama sekali, sehingga Devan kesulitan berkomunikasi.

"Kita kurung mahluk itu di alam spiritual!" ucap Devan

Malea pun mengerti sehingga dia bersiap, namun lagi-lagi Devan terlempar sebelum dia melesat ke arah mahluk itu.

Swuuussshhhh!! Blarrrrr!!

Dentuman keras itu membuat Devan serta Malea sedikit terhuyung ke belakang.

"Sial!!" ucap Devan. Lalu dia melesat ke arah bayangan itu, seraya menghunuskan Keris yang dia genggam.

Wusssshhh!! Swingg!!

Rrrrooooooooaaaaaarrrr!!

Bayangan itu menggeram keras, saat keris dari Devan bisa menyentuh nya, dan bayangan nya pun terlihat menyusut dan menghilang, hanya meninggal kan sebuah cincin batu berwarna merah. Devan mengambil cincin itu, aura magis begitu kental di dalam batu berwarna merah itu.

"Apa ini Malea?" tanya Devan

"Tak kusangka, kau berturut-turut menemukan pusaka, bahkan dari tempat yang tak terduga" jawab Malea.

Mata Devan berbinar, belum lama diri nya menemukan kris itu karena petunjuk ki amar, kini dirinya menemukan cincin pusaka merah delima.

"Tapi musuhku juga semakin banyak bukan?" tanya Devan pada Malea.

"Tentu saja tuan, semakin tuan kuat maka akan semakin banyak juga mahluk-mahluk yang berusaha merebut yang tuan miliki" jawab Malea.

Setelah berbincang cukup lama, Devan kembali ketubuh aslinya, dan setelah Devan sampai, tak lama setelah itu Yunsi serta Syafir pun datang.

"Tuan bersihkan bersihkan terlebih dulu baju mu" ucap Malea.

"Memang ada apa? Apa sudah terjadi sesuatu?" tanya Syafir.

Malea menceritakan semuanya kepada Yunsi serta Syafir, mereka terkejut saat mendengar bayangan kematian, dari roh iblis di alam moana.

"Ternyata mereka benar-benar mengikuti gelang yang di kenakan tuan Devan" ucap Malea.

"Apa itu alam moana, aku baru mendengar nya dari kalian?" tanya Devan.

Malea menjelaskan bahwa alam moana adalah, alam dimana Malea dan yang lain nya berasal, disana terdapat berbagai jenis mahluk supranatural, mahluk yang seperti Devan lawan tadi.

"Apakah itu jauh?" tanya Devan.

"Tidak tuan, namun perjalanan itu akan sangat berbahaya" jelas Malea.

"Seberapa bahaya itu?" tanya Devan.

"Resiko nya kita tak bisa kembali lagi ke dunia ini, jika sembarangan kita masuk ke alam moana" jawab Malea.

Alam Moana adalah alam dimana semua mahluk supranatural berkekuatan tinggi ada disana, berbeda dengan alam jin, alam dimana Nyai Wangsih dan teman-teman nya berasal.

Singkat Cerita seperti biasa Devan, melakukan kegiatan malam nya bersama Malea serta syafir, sementara sisa nya sedang memulihkan energi. Pagi harinya Devan duduk menghitung uang hasil dari toko nya itu, di temani Vivi serta Ibu nya.

"Lumayan ini, penjualan terus meningkat, stabil!" ucap Devan dengan antusias.

"Penjualan gak pernah sepi van, selama aku disini ramai terus" timpal Vivi.

Sementara Yusa terlihat begitu sibuk dengan aktivitas nya di gudang, karena Devan memperluas gudang tersebut, otomatis kerjaan Yusa bertambah, namun dia tak pernah protes, justru dia senang jika banyak pekerjaan. Setelah selesai dengan aktivitas nya, Devan lanjut mengecek ke pabrik Roti nya. Disana terlihat riuh orang-orang sibuk dengan pekerjaan nya, saat melihat kedatangan Devan, para karyawan menyapa dengan ramah.

Devan pun selalu menebar senyum, perangai nya membuat semua orang jatuh cinta terhadapnya. Seorang pemuda yang baik, dan tak pernah menyombongkan apa yang dia punya, bukan hanya kaya raya dia pemuda yang tampan serta memiliki ilmu magis yang tak di ketahui banyak orang.

Aura Devan begitu mencolok, membuat semua gadis yang melihat nya tentu akan terpesona.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!