bercerita tentang dua gadis yang hamil di luar nikah dan menyembunyikan putra putri kembar mereka dari keberadaan sang ayah.
1. HAZIA AZURA' ASIXA QEY RAYSA.
2. HAZIA AZURA' ASIHA QEY RAYSA.
3. HAZIA AZURA' ASILA QEY RAYSA.
4. HAZIA AZURA' ASIRA QEY RAYSA.
5. HAZIA AZURA' ASIVA QEY RAYSA.
6. HAZIA AZURA' ASIKA QEY RAYSA.
7. HAZIA AZURA' ASIZA QEY RAYSA.
PUTRI KEMBAR DARI QUE’EN DAN ALVARO YANG LAHIR PADA 14 JUNI 2*** MEMILIKI KEUNIKAN MASING MASING SEPERTI SIXA YANG JENIUS KOMPUTER , SIHA JENIUS ILMU KEDOKTERAN TERMUDA TERUTAMA YANG IYA SUKAI ADALAH OPERASI BERAT, SILA JENIUS OBAT OBATAN DAN RACUN, SIRA JENIUS BERBAGAI BAHASA DAN JENIUS MATEMATIKA, SIVA JENIUS ILMU BELA DIRI TERMUDA, SIKA JENIUS BISNIS LUAR DAN DALAM NEGERI, DAN SIZA ANAK YANG JENIUS DALAM MERAKIT RAKIT BAHAN BERBAHAYA.
JUGA
1. DELIAN AL QINAN MEDICARE'S
2. DELIAN AL QIVAN MEDICARE'S
3. DELIAN AL QIHAN MEDICARE'S
4. DELIAN AL QIRAN MEDICARE'S
5. DELIAN AL QIZAN MEDICARE'S
PUTRA KEMBAR DARI QAIRA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. ORTU MENCARI DUA NONA MUDA YANG SEDANG HAMIL
"Kurang ajar siapa yang menghamili putri kesayangan ku". Emosi hazian sedangkan Medicare’s berusaha tenang dan berusaha mencari keberadaan sang anak dengan melacak keberadaan mereka.
"Ahhh, sial qaira sudah bekukan semua informasi, bagaimana sekarang". Kesal Medicare’s karena tak bisa melacak keberadaan qaira dan ayini.
"Terus kita harus bagaimana dong". Panik mura karena merasa sangat kehilangan permata nya itu.
"Aaaaahhhh, putri ku sayangggg... pokonya aku ngak mau tau kamu harus cari qai sampai ketemu, aku ngak perduli dia hamil atau apa pun yang penting putri kesayangan ku balikkkk". Ucap rayya yang langsung menangis.
"Iya, iya aku juga ngak perduli qai hamil atau apa yang penting putriku balik!". Ucap Medicare's yang juga mulai panik dan langsung menghubungi orang tua nya yaitu Qei Medicare’s dan Annie Davis di negeri F.
"Halo ded". Ucap zion Medicare's.
"Ya kenapa boy?". Tanya opa qei.
"Apa Qaira pergi ke tempat daddy?". Tanya nya.
"Now, qaira sejam yang lalu baru aja minta uang dari daddy sebanyak 2M katanya mau bantu bantu, emangnya kenapa boy".
"Astaga, dad qaira kabur ke luar negeri sama ayini karena mereka berdua hamil dan ngak tau siapa anak dari bayi nya ded, belum lagi qai dan ayini berpikir kami akan mengusir mereka kalau mereka bilang!". Ucap Medicare's yang kesal.
"Astaga gawat ini, yaudah daddy ikut bantu cari qaira di negeri ini sekarang juga". Ucap qei.
"Oke, zion tutup dulu". Ucap zion dan langsung mematikan panggilan mereka.
Sedangkan hazian juga menelpon orang tua nya di negeri S, siapa tau ayini dan qaira pergi ke sana, dan iya juga mengatakan hal yang tak jauh beda dengan daddy qaira.
Sedangkan kedua istri mereka malah menangis sembari bepeluka dengan tersedu-sedu.
"Ayo gerak pokonya kita harus menemukan kedua gadis itu, atau kalau malam ini ngak ketemu besok kita langsung saja pada intinya". Ucap hazian yang di angguki zion Medicare’s Sedangkan kedua istri mereka malah menangis tak henti henti.
Di sisi lain keluarga wijaya juga ikutan panik mencari tahu keberadaan qaira dan si gadis hazay qunam (ayini), tak kalah Panik dengan anggota keluarga si kedua gadis.
Sedangkan kedua gadis itu malah tidur selonjoran di sopa otomatis yang bisa menjadi kasur itu tanpa ada rasa khawatir.
Atta sedang berada di kamar tamu dan iya tak bisa tidur jadi iya memilih keluar kamar untuk menonton tv tapi begitu iya sampai di ruang tengah iya langsung geleng geleng kepala.
Ketika melihat kedua gadis yang telah hamil itu tidur dengan posisi yang sangar tak masuk akal untuk seorang Nona muda.
Qaira tidur dengan posisi terbalik, dengan posisi kaki di atas bantal sedangkan ayini tidur dengan miring dan kepala hampir jatuh dari sopa karena bantal iya gunakan sebagai guling.
"Hadeh ni anak bedua kok bisa tidur kek gini posisi nya, parah dari pada samanta tidur nya". Ucap atta membandingkan kedua gadis yang tengah tidur itu dengan adik nya Samanta samuelena menginjak usia 17 tahun dan tengah duduk di bangku kelas 3 sma yang kini telah berada di rumah sakit karena terkena wabah Penyakit demam berdarah namun sepertinya besok sudah bisa pulang.
Dengan pelan atta membenarkan posisi mereka walaupun tak semua nya karena iya takut lancang menyentuh gadis yang tak ada hubungannya dengan nya.