Di ulang tahun pernikahan nya yang ke sepuluh, Sarah di minta oleh ibu mertua nya menyusul Gibran yang tinggal di tanah perantauan.
Tapi alangkah terkejut nya Sarah, dia menemukan suami nya sudah menjadi suami dari wanita lain. Bahkan mereka sudah memiliki anak berusia 7 tahun. Hal yang lebih mengejutkan, setiap tahun mertua nya datang ke sana mengunjungi mereka serta memberikan banyak hadiah.
Merasa di khianati, Sarah memutuskan kembali ke kota dan memilih untuk berpisah. Tapi setiba nya di rumah, sebuah fakta baru terungkap. Selama ini suami nya membohongi ibu nya sendiri dan menjual nama Sarah demi wanita itu.
Gibran, suami nya Sarah di dukung oleh ayah nya dan juga wanita yang menjadi selingkuhan dari Ayah nya. Ibu mertua nya mendukung Sarah dan membalas perbuatan anak dan suami nya, 2 orang yang berusaha merampas semua harta nya. Tepat di hari Gibran melakukan resepsi mewah, Ibu nya dan Sarah datang memberikan kejutan yang tak terduga untuk Gibran dan juga ayah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15
Kini bu Meri mendengar dan melihat sendiri betapa jahat nya putra dan juga suami nya, mereka berencana membuang bu Meri ketika mereka berhasil mendapatkan harta nya kelak.
'Berarti mertua yang di maksud oleh Santi adalah Siti, wanita yang menjadi selingkuhan nya mas Burhan. Awas saja kau mas, tidak akan ku biarkan wanita jalang itu menikmati harta ku lagi!' Guman Bu Meri di dalam hati.
Bu Meri segera pergi dari taman belakang, dia bergegas masuk ke dalam rumah nya. Bu Meri langsung masuk ke dalam kamar nya, dia segera mengambil semua surat - surat penting dan barang berharga milik nya.
"Aku harus menyimpan semua nya di tempat yang aman, jangan sampai mereka mendapatkan semua ini. Mereka sangat jahat, mereka akan meluakan apa saja demi bisa mendapatkan harta milik ku!" Guman Bu Meri.
Bu Meri memasuk kan semua itu ke dalam sebuah tas, lalu dia pun bergegas pergi ke kamar nya Sarah.
Tok, tok, tok.
Bu Meri mengetuk pintu kamar wanita yang masih berstatus menantu nya itu.
Ceklek.
Pintu pun terbuka, dan Sarah tampak berdiri di depan pintu.
"Ada apa bu?" Sarah bertanya pada bu Meri.
"Boleh ibu masuk, nak?" Bu Meri balik bertanya.
"Boleh bu, mari silahkan!" Sarah membuka pintu kamar nya dengan lebar dan mempersilahkan mertua nya untuk masuk.
Bu Meri masuk ke dalam kamar nya Sarah, dia tampak memeluk sebuah tas. Sehingga hal itu membuat Sarah keheranan.
"Ibu, apa yang ibu bawa?" Tanya Sarah.
"Sarah, tolong simpan semua ini di tempat yang aman nak!" Bu Meri menyerahkan tas itu pada Sarah.
Sarah menerima tas itu, karena dia sendiri melihat raut wajah penuh kecemasan di wajah bu Meri. Menyadari ada hal yang tidak beres, Sarah langsung menutup pintu kamar nya dan mengunci nya dari dalam.
"Ibu, apa isi tas ini?" Tanya Sarah sambil menunjuk kan tas yang sudah dia letak kan di atas tempat tidur.
"Nak, ini semua surat - surat penting milik ibu. Serta di dalam nya ada barang berharga lain nya, ibu minta tolong saat ini kau saja yang simpan!" Bu Sarah berkata dengan tatapan memohon.
"Sebenar nya ada apa bu? Katakan pada ku apa yang terjadi?" Desak Sarah lagi.
"Begini nak,,,,,,,!"
Bu Meri lalu menceritakan semua nya pada Sarah, percakapan antara suami nya dan juga putra nya barusan. Bu Meri menceritakan niat jahat mereka berdua pada Sarah.
"Astagfirullah hal adzim, kenapa mereka tega sekali!" Sarah mengucapkan istigfar sambil mengusap dada nya.
"Nak, ibu tidak rela mereka merampas harta ibu demi wanita selingkuhan mereka. Ibu tahu nak, cepat ataupun lambat mereka pasti akan mencari semua ini, mereka akan mengambil nya secara paksa dari Ibu. Dari itu ibu minta pada mu untuk menyimpan nya!" Bu Meri berkata pada Sarah.
"Baik lah bu, aku akan menyimpan semua ini untuk ibu!" Jawab Sarah sambil tersenyum.
"Terima kasih nak!" Ucap Bu meri dengan tatapan haru.
Bu Meri merasa sangat bahagia, dia lebih mempercayai Sarah di bandingkan anak dan suami nya sendiri.
******
Pagi ini Sarah segera pergi ke kantor, tapi sebelum nya dia mampir dulu ke rumah peninggalan orang tua nya. Rumah itu sangat sederhana, tapi Sarah sengaja membayar orang lain untuk merawat nya. Sarah tidak ingin kehilangan kenangan bersama orang tua nya di sana.
"Lebih baik aku simpan semua surat - surat ini di sini saja, dengan begitu mas Gibran dan bapak tidak akan bisa menemukan nya!" Guman Sarah.
Sarah bergegas membuka pintu, dia langsung menuju ke kamar untuk menyimpan semua nya. Setelah itu, Sarah langsung pergi ke kantor nya.
Sementara itu di rumah nya, Gibran dan Santi sedang duduk di hadapan bu Meri. Di sana juga tampak pak Burhan, mereka sedang membicarakan tentang pernikahan ulang Santi dan Gibran.
"Bu, minggu depan aku dan Santi akan menikah ulang. Pernikahan dan resepsi nya akan di adakan di kampung halaman nya Santi!" Gibran berkata pada ibu nya.
"Silahkan saja, ibu tidak pernah melarang nya!" Jawab Bu Meri dengan nada datar.
"Bu, saat aku dan Santi resmi menikah nanti. Ibu akan segera memberikan seluruh harta ibu pada ku, kan?" Tanya Gibran memastikan.
"Hemmm!" Jawab Bu Meri sambil mengangguk kan kepala nya.
Pak Burhan dan Gibran saling lirik, merka memberikan kode lewat tatapan mata. Bu Meri pura - pura tidak melihat apa yang di lakukan oleh suami dan juga putra nya tersebut.
"Bu, aku ingin ibu datang ya ke acara pernikahan kami nanti!" Kembali Gibran berkata.
"Tentu saja ibu akan datang ke sana, ibu akan datang dan memberikan kado spesial untuk kalian berdua!" Bu Meri berkata sambil tersenyum.
"Benarkah itu, bu?" Tanya Gibran dengan sangat antusias.
"Benar, kau adalah putra ibu satu - satu nya. Jadi ibi pasti akan datang ke sana, ibu juga sudah menyiapkan kado untuk kalian berdua. Kado yang tidak akan pernah bisa kalian lupakan sepanjang hidup!" Tambah Bu Meri lagi.
"Terima kasih bu, aku senang sekali akhir nya ibu mau menerima Santi dan Kevin sebagai keluarga ku!" Gibran sangat bahagia mendengar nya.
"Aku tahu, bahwa ibu mertua nu adalah wanita yang sangat baik. Dia pasti akan melakukan hal yang terbaik untuk anak dan juga cucu nya!" Santi ikut memuji bu Meri
Bu Aruk tidak menjawab, dia hanya tersenyum di hadapan mereka semua.
"Baik lah, ibu akan istirahat. Kalian siapkan saja pernikahan nya, nanti ibu pasti akan datang!" Bu Meri berdiri dari tempat duduk nya.
Bu Meri langsung masuk ke dalam, sedangkan ketiga orang yang masih berada di ruang tamu tampak bersorak kegirangan.
"Pak, sebentar lagi kita pasti akan menguasi semua harta kekayaan nya ibu. Tunggu setelah aku dan Santi resmi menikah!" Gibran berkata pada pak Burhan.
"Iya, kamu benar sekali. Setelah kita berhasil mendapatkan semua nya, kita akan tendang kedua wanita sialan itu ke jalanan!" Ujar Pak Burhan sambil tertawa.
"Kalian benar sekali, aku lebih suka bu Siti yang jadi mertua ku. Dia lebih baik dari pada bu Meri!" Santi ikut menimpali.
Tanpa mereka semua sadari, apa yang baru saja mereka ucap kan di dengar oleh bu Meri. Saat ini bu Meri sedang berdiri di balik Gorden, menguping semua pembicaraan mereka.
Bu Meri tersenyum sinis, dia dalam kepala nya sudah tersusun rencana untuk membalas perbuatan buruk mereka semua. Bu Meri dan Sarah, kedua nya kini bersatu demi membalas dan merebut kembali apa yang sudah mereka ambil.
gugat cerai saja Pak Burhan. Depan tanpa sepeserpun di kasih harta. Hidup numpang kok ya banyak tingkah