Serenity Martinez adalah seorang gadis cantik yatim piatu yang menjalani kerasnya kehidupan sejak kecil. Berasal dari keluarga miskin, berantakan dan berakhir tragis. Sempurna sekali kan. Mendiang ayahnya meninggal tertabrak truk ketika mencoba merampok truk tersebut. Sedangkan ibunya bunuh diri karena lelah dengan kehidupannya yang miskin dan menderita.
Ada sesuatu yang unik dari Seren yaitu dia memiliki mata heterochromia. Itu artinya dia memiliki 2 warna mata yang berbeda, tetapi dia memilih menutup kelebihannya itu dengan menggunakan softlens agar tidak mencolok.
Regan Riley Robert, seorang pria tampan dengan kehidupan yang sempurna tanpa cela. Dilahirkan di keluarga kaya raya dan bahagia. Menjalankan bisnis warisan sang ayah dan merupakan putra tunggal. Dan dikelilingi oleh wanita wanita cantik yang ingin menjadi pendampingnya.
Mereka dipertemukan oleh takdir dan dipisahkan pula oleh takdir..bagaimana kisah mereka? yuk Ikuti kisah mereka ya...
Semua novel otor minim konflik seperti biasanya...jangan suruh otor untuk bikin konflik berat ya..semua tergantung otor mau dibuat apa cerita dan endingnya..skip aja kalau ga suka ya gaees...
ig author @zarin.violetta
(sedang proses revisi puebi dll)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21
Setelah Seren menghabiskan makanannya, dia bersiap siap untuk tidur malam. Dan Regan juga kembali kekamarnya untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang tertunda tadi.
Keesokan paginya Seren mencoba untuk ke kamar mandi sendiri meskipun harus melompat menggunakan satu kaki dan membuatnya benar benar kelelahan.
Regan masuk kekamar Seren dan tak melihat Seren diranjangnya.
Lalu Regan menuju kamar mandi dan melihat Seren sedang terduduk dilantai kamar mandi. Dia terlalu lelah meloncat dan akhirnya memutuskan untuk duduk sebentar di lantai.
"Sudah kubilang hubungi aku jika butuh bantuan...sungguh ..kau tidak merepotkanku", kata Regan tegas.
Regan tahu Seren sangat menghindari untuk meminta tolong pada siapapun termasuk dirinya.
Regan menggendong Seren dan mendudukkannya di ranjang.
"Terima kasih", kata Seren pelan.
Regan menatap dalam mata indah Seren. Seren menunduk karena ditatap dengan mata Regan yang tajam.
"Mengapa kau selalu menghindari tatapanku?", tanya Regan. Wajahnya sangat dekat dengan wajah Seren.
"Aku merasa tak nyaman", jawab Seren yang masih menunduk.
Regan mengangkat dagu Seren agar matanya menatap Regan.
"Apa kau takut padaku?", tanya Regan.
"Semua wanita akan sepertiku jika kau tatap seperti itu".
"Kau salah..mereka justru senang jika aku menatap mereka..hanya kau yang menghindariku", Regan tersenyum kecil.
"Bisakah kau sedikit menjauh?kita terlalu dekat", Seren mendorong pelan dada bidang Regan.
Sungguh Regan baru menemui wanita yang justru ingin menjauh darinya.
"Hmm..oke", kata Regan dengan senyum nakalnya. Rasanya senang sekali menggoda Seren yang sedikit dingin.
Lalu Regan mengambil kotak obat untuk mengganti perban Seren.
Kemudian Regan membukanya perlahan. Lukanya masih basah dan lengket.
Seren memegang tangan Regan dan menahannya.
"Sakit?", tanya Regan.
Seren hanya mengangguk sambil menggigit bibirnya.
Regan melanjutkan membuka perbannya. Tangan Seren kini memegang lengan Regan dan tanpa sadar mencengkeramnya.
Regan melihat luka jahitan yang lumayan panjang dan masih berdarah.
Regan benar benar melakukannya dengan lembut. Dari mulai mengibati lukanya sampai menutupnya lagi dengan perban.
Akhirnya Seren bernafas lega dan tanpa sadar menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
"Hufffttttt", Seren menghembuskan nafasnya dengan keras seolah penderitaannya telah berakhir.
Regan tersenyum melihatnya lalu menaikkan kembali kaki Seren ke atas ranjang.
"Kita sarapan dulu..kemudian kau minum obatmu", kata Regan sembari menggendong Seren dan membawanya kebawah.
"Aku merasa seperti orang cacat", kata Seren datar.
"Setidaknya kau masih punya pelayan yang menggendongmu".
"Keadaan yang berbalik..sangat lucu..majikan menggendong pelayannya", jawab Seren.
"Kau lucu juga", kata Regan yang masih menampakkan senyumnya.
Mereka berduapun makan pagi bersama di taman. Seren mulai merasa agak rileks bersama Regan meskipun begitu dia tetap menjaga jarak.
"Kapan Aunty pulang?", tanya Seren.
"Entahlah..daddy sangat merindukan mommy...jadi bisa jadi sangat lama..jika kau sudah sembuh kita bisa mengunjungi mereka ke Paris", jawab Regan santai.
"Tidak..itu tidak perlu", kata Seren.
"Kau tahu Ser?semakin lama bersamamu bisa saja membuatku menyukaimu", Regan menatap Seren.
"Apa maksudmu?".
"Jujur saja, aku tidak pernah mengejar seorang wanita..mereka yang suka rela datang padaku..tapi hanya kau yang membuatku ingin menggodamu", goda Regan.
"Bagaimana jika kita menikah saja?sepertinya itu akan menarik", lanjut Regan dengan entengnya.
Seren otomatis tersedak mendengar kata kata Regan yang terkesan sedang melamarnya.
Regan menepuk nepuk punggung Seren yang sekarang mulai batuk.
sumpah ceritanya bagus banget, smua judul udah aku baca berulang2.
& ini paling penting GK ada PelakorNya.
suka karena part-nya juga GX terlalu bnyak GX bertelele 🤗👍👍👍