NovelToon NovelToon
DIA DARI MASA LALUKU

DIA DARI MASA LALUKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Selingkuh / Obsesi
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: yavarnie

Sana hanya ingin menjadi istri yang baik bagi suaminya sekaligus ibu yang baik baik anak tirinya.

Namun, ia tidak pernah menyangka bahwa pernikahan itu akan mempertemukannya kembali dengan seseorang dari masa lalunya.

Seseorang yang ternyata belum benar-benar melupakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yavarnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ibu?

...•••...

“Serius lo mau langsung balik?” tanya Sian memastikan.

Keduanya kini sudah berada di depan gapura kampung halaman Sian. Mobil Jay tak bisa masuk lebih jauh karena jalan di balik gapura itu hanya bisa dilalui sepeda motor. 

“Balik ke apart, kan?” ulang Sian.

“Iya bawel. Dah sono turun.” 

Sian tak langsung turun. Ia hanya menatap Jay yang masih memegang kemudi, bahkan tak menoleh sedikit pun ke arahnya. 

“Yaudah. Thanks bro.” 

Akhirnya Sian membuka pintu mobil. Sebelum turun, ia kembali menoleh kepada sahabatnya yang masih memusatkan pandangan ke depan. 

“Hati-hati di jalan.”

Jay hanya mengangguk singkat.

Begitu Sian turun, Jay langsung memutar kemudi, membelokan mobilnya, lalu melaju meninggalkan tempat itu. 

Tak ada rasa lelah yang mampu membuatnya mengurungkan niat jika menyangkut perempuan yang dicintainya. Sejauh apa pun jaraknya, ia akan tetap menerjang. 

Selama ayahnya tidak berada di rumah, ia bisa dengan leluasa mengobrol dengan perempuan itu. Menanyakan berbagai hal yang selama ini ingin ia ketahui. Jay tak mau terus-menerus berada dalam kebingungan seperti orang bodoh, padahal kini perempuan itu ada di hadapannya.

Jay memperkirakan perjalanan itu akan memakan waktu 6 jam. Namun, ia berhasil tiba satu jam lebih cepat. Tanpa berhenti untuk beristirahat, ia terus mengemudikan mobilnya hingga akhirnya sampai di depan rumah pada pukul 2 dini hari. 

Satpam yang berjaga segera membukakan akses masuk. Rumah itu memang selalu memiliki petugas yang siap siaga selama 24 jam karena ayahnya kerap pulang tanpa jadwal pasti. 

Begitu turun dari mobil, Jay merasakan tubuhnya benar-benar remuk. Perjalanan panjang itu menguras tenaganya. 

Ia segera masuk ke dalam rumah. Langkahnya terhenti begitu melihat seorang perempuan tertidur di atas sofa ruang tengah. 

Jay mendekat, lalu berlutut di hadapannya. Untuk beberapa saat, ia hanya memandangi wajah perempuan itu dalam diam. Wajahnya tampak begitu tenang dalam tidurnya.

Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Dahi perempuan itu perlahan berkerut, seolah ada sesuatu yang mengusik tidurnya. Keringat mulai membasahi pelipisnya.

“Kak,” panggilnya pelan.

Jay mengguncang tubuh perempuan di hadapannya yang tampak gelisah dalam tidur. 

“Kak Sana!” serunya ketika perempuan itu tak kunjung terbangun. 

Sana akhirnya tersentak bangun. Napasnya tersengal-sengal, sementara matanya bergerak menyapu ruangan seolah masih berusaha menyadari keberadaannya.

“Hah… hah… hah…” 

“Are you okay?” tanya Jay memastikan keadaannya. 

Tangannya terangkat untuk mengusap keringat yang membasahi pelipis Sana. Tatapannya tak lepas dari wajah perempuan itu, memperhatikan napasnya yang masih belum teratur.

“Coba tarik napas pelan-pelan, Kak.” tuntun Jay lembut. “Pelan aja.”

Sana mengikuti instruksinya, berusaha mengatur napas hingga perlahan kembali lebih tenang. 

Jay kemudian duduk di sampingnya. Tubuhnya sedikit condong ke arah Sana, sementara matanya mengamati ekspresi perempuan itu yang masih menyisakan keterkejutan.

“Mimpi buruk, ya?” tanyanya lirih, seolah tak ingin membuat perempuan itu kembali terkejut.

Perlahan, Sana menoleh ke arah Jay. Matanya kembali berkaca-kaca hingga tanpa diduga—

Buk!

Perempuan itu langsung menubruk tubuh Jay dan memeluknya erat. Begitu erat hingga Jay sedikit kesulitan bernapas.

“Kak?”

Sana tak menjawab. Jemarinya justru mencengkeram bagian belakang kaus Jay, hingga isakan tangis perempuan itu mulai terdengar di telinga Jay, disusul air mata yang perlahan membasahi pundaknya.

Jay terdiam sesaat sebelum akhirnya mengangkat kedua tangannya untuk memeluk Sana. Salah satu tangannya bergerak mengusap punggung perempuan itu dengan lembut, berusaha menenangkannya meski ia sendiri tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Yang ia tahu, Sana sedang rapuh. Dan untuk saat ini, ia hanya ingin berada di sisinya.

Ini sudah ketiga kalinya Jay melihat perempuan itu dalam keadaan seperti ini. Setiap kali Sana menangis di hadapannya, ada sesuatu yang terasa menyesakkan dada Jay. Isak tangis yang terdengar di telinganya seolah turut mengusik ketenangan hatinya sendiri.

“Mau pindah ke kamar?” tanyanya pelan.

Sana hanya menganggukkan kepala.

Jay merangkul pundak Sana, menuntunnya untuk berjalan ke lantai dua. Rasanya ia ingin menggendong tubuh perempuan di sampingnya ini. Tapi ternyata kewarasannya masih ada. Meskipun sang ayah tidak ada, tapi ada beberapa pekerja rumahan. Bisa saja sang ayah meminta para pekerja itu mengawasi gerak geriknya.

Jay membawa perempuan itu ke kamarnya, alih-alih ke kamar sang ayah, meskipun awalnya di tolak, tapi karena Jay kekeh, perempuan itu akhirnya mau.

Keduanya kini duduk di sisi ranjang. Tak ada satupun yang membuka suara. 

“Lemah banget,” ujar Sana akhirnya memecah keheningan.

“Nggak lemah, Kak,” sahut Jay. “Mimpi apa?”

“Mati.”

“Eh?”

“Iya. Mati,” Sana menoleh menatap Jay. “Aku dijemput sama orang yang udah kubunuh.” 

“Omongannya!” 

Sana hanya mendelik, kembali mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar pemuda di sampingnya. 

“Seorang ibu masa gitu ngomong di depan anaknya?” ujar Jay dengan nada Jahil, menatap perempuan itu jenaka.

Sana kembali menoleh menatap Jay sambil terkekeh. “Ibu? Kamu nganggap aku ibu?” Tangannya menunjuk dadanya sendiri.

...[...]...

#•• masa lalu

••• masa sekarang

1
tak tahu
jadi laki emang harus gentle
tak tahu
baju hitam gak buat cuma berduka aja kali🙄
Yavarnie: nahh bener tuh
total 1 replies
tak tahu
keren2 kak
Yavarnie: makasih banyakkk
total 1 replies
Yavarnie
INI ADA YANG BACA NGGAK SIH?
SAY HI, DONGGG
Yavarnie: huhu thank you udah bacaa
total 2 replies
senjani jingga
semangat thor!, kalau berkenan mampir juga ya di novel baruku😁
senjani jingga: terimakasihhh❤️❤️
total 2 replies
Yavarnie
aneh, ya, datang ke gereja bukannya ibadah, malah buat nemuin seseorang wkwk
tak tahu: si jay emang aneh2 ja
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!