NovelToon NovelToon
Office Girl Milik Tuan Mahrup

Office Girl Milik Tuan Mahrup

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ragan Fian

Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!

Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!


Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?


Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OGMTM-31

."Sekarang kita bisa bicara empat mata, babe..." ujar Clarissa dengan nada suara yang berubah sangat mesra, melangkah mendekati Mahrup seolah tak pernah ada luka pengkhianatan di antara meeka di masa lalu.

"Mari kita lupakan semua kesalahpahaman kemarin dan mulai semuanya dari awal."

Langkah kaki Clarissa yang begitu mantap seolah menghapus seluruh jejak pengkhianatan dan kepergiannya di masa lalu. Dengan senyum manis yang dipoles begitu sempurna, wanita itu mengulurkan tangan, berniat mengusap lengan kemeja Mahrup dengan kehangatan yang dipaksakan.

"Jangan pernah menyentuh saya, Clarissa," potong Mahrup tajam, mundur satu Tapak tanpa ragu sedikit pun.

 Suaranya mengalun dingin bagaikan belati es yang menusuk kebekuan udara ruang CEO. "Hubungan kita sudah berakhir sejak hari kamu memilih Dion. Tidak ada yang perlu dimulai kembali."

Clarissa terkekeh pelan, mengibaskan tangannya santai seolah penolakan itu hanyalah gertakan kecil. "Oh, ayolah, Babe. Kita berdua tahu itu cuma emosi sesaat. Aku tahu kamu masih marah, tapi kamu tidak bisa membohongi perasaanmu sendiri. Aku tau babe pasti dari hati terdalam kamu masih menyimpan Kenangan Kita kann?!."

Hazel, yang berdiri beberapa langkah di belakang mereka, meremas ujung map laporan harian di tangannya. Setiap incer kata yang terlontar dari bibir Clarissa menghantam dadanya bagaikan godam berat. Rasa minder yang teramat sangat mendadak merayap liar di dalam jiwanya.

 Clarissa begitu percaya diri, anggun, dan memiliki kelas sosial yang setara dengan Mahrup,sosok wanita yang rasanya begitu pantas mendampingi pria berkuasa itu.

Siapa kamu, Hazel? Kamu cuma mantan OG yang kebetulan ditolong olehnya... bisik batin Hazel dengan keperihan yang memuncak.

Sadar akan posisinya dan tak ingin menjadi penonton di tengah romantisme masa lalu ataskannya, Hazel menarik napas panjang, menelan bulat-bulat rasa cemburu yang mengoyak hatinya.

 Ia menegakkan bahunya, memaksakan wajahnya tetap tenang dan datar demi menjaga profesionalitas sebagai seorang Asisten Pribadi.

"Permisi, Tuan CEO..." suara Hazel mengalun halus namun tegas, memotong interaksi tegang di hadapannya. Hazel melangkah maju dengan kepala terangkat tegar, menatap lurus pada meja kerja tanpa berani menyentuh iris mata Mahrup.

"Ini berkas laporan harian dan revisi jadwal rapat direksi yang Tuan minta. Jika Tuan dan Nona membutuhkan waktu pribadi untuk berbincang, Hazel izin kembali ke meja kerja di luar."

Mahrup tersentak. Pria itu menoleh cepat, menangkap tatapan mata Hazel yang kini sengaja menarik jarak darinya. Ada benteng tak kasat mata yang mendadak dibangun gadis itu,sebuah sikap dingin dan formal yang justru membuat dada Mahrup terasa dihantam kepanikan hebat.

"Hazelia, tetap di sini," panggil Mahrup cepat, suaranya sarat akan desakan yang ingin menahan Hazel agar tak menjauh.

 "Saya tidak punya urusan pribadi dengan wanita ini. Kamu tidak perlu keluar."

Namun, Hazel hanya menunduk sopan, menyatukan kedua tangannya di depan tubuh. "Maaf, Tuan. Masih ada beberapa dokumen konfirmasi agenda dari direksi yang harus Hazel periksa di luar agar tidak mengganggu waktu Tuan."

Tanpa menunggu persetujuan lebih lanjut, Hazel membungkuk hormat, lalu berbalik dan melangkah pergi keluar dari ruang CEO. Pintu kaca otomatis bergeser rapat, memisahkan mereka dan menyisakan tatapan frustrasi dari Mahrup yang tak sanggup menghentikan langkah gadis itu.

Clarissa menyunggingkan senyum kemenangan yang amat licik saat melihat kepergian Hazel. Namun, disadarnya bahwa menundukkan Mahrup secara langsung di kantor ini membutuhkan amunisi yang lebih kuat.

Beberapa jam kemudian, saat hari mulai berganti malam, sebuah restoran mewah bernuansa privat di kawasan Jakarta Pusat tampak temaram. Clarissa duduk anggun di sudut ruangan tersembunyi, menyeruput segelas anggur merah dengan gaun mewahnya.

Pintu privat restoran terbuka pelan. Luna melangkah masuk dengan raut wajah kaku, penuh kecurigaan, dan pakaian sederhananya yang tampak kontras dengan kemewahan tempat itu.

Clarissa meletakkan gelasnya, menyunggingkan senyum anggun namun sarat akan racun yang memikat saat melihat kedatangan mantan office girl yang baru saja dipecat tersebut.

"Welcome, Luna..." bisik Clarissa halus, menunjuk kursi kosong di hadapannya.

"Saya tahu kamu sangat membenci Hazelia... dan malam ini, saya menawarkan kerja sama manis untuk menghancurkan cewek Sampah itu."

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!