NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Broken Heart

Jodoh Titipan Bagian 8

Oleh Sept

Abah dan ummi sudah ada di rumah sakit, gantian mereka meminta Taqi pulang. Untuk istirahat di rumah.

"Nanti Taqi datang lagi agak malam, Bah."

Taqi tidak enak, melihat dua orang tua angkatnya itu harus tidur di rumah sakit lagi.

"Tidak apa-apa. Kamu pasti lelah seharian ini jagain Nada. Sudah ... kamu Taqi istirahat di rumah. Abah dan ummi tidak apa-apa."

Tergambar raut kegelisahan di wajah tampan Taqi yang nampak menahan beban kehidupan yang berat. Seharian ini otaknya berpikir keras, harus bagaimana nanti malam ia menghadapi Anisa.

"Baiklah, Taqi pulang dulu ... Abah ... ummi, assalamu'alaikum."

"Waalaikumsalam," jawab semua orang di ruang itu bersamaan.

Nada bahkan ikut menjawab, meski tak menatap Taqi yang kini sudah pergi meninggalkan ruangan.

Selepas kepergian Taqi, ummi mengajak bicara Nada yang nampak melamun dan murung.

"Mana yang sakit?" Ummi menatap penuh perhatian.

Nada mendongak sedikit. Kemudian tertunduk tidak mampu menjawab.

'Jangan tanya pada Nada mana yang sakit, Ummi. Semuanya sakit ... sepertinya baru kemarin suami Nada masih ada di sini? Bagaimana ini, Ummi? Mengapa sulit sekali untuk ikhlas?' batin Nada menangis.

Nada hanya mampu membatin, karena tidak bisa mengatakan mana yang sakit pada ibu mertua yang seperti ibu kandungnya tersebut.

"Demi cucu Abah, Nada harus kuat!" sela abah yang melihat tubuh nada bergetar menahan tangis.

Abah yang tidak mampu melihat pemandangan menyayat hati itu, memutuskan keluar sejenak. Mencari udara segar. Sebab, abah juga merasakan sesak yang sama persis seperti yang Nada rasakan. Sepertinya baru kemarin Zain bersama mereka semua. Kini, tinggal nama dan meninggalkan banyak kenangan yang sedih untuk dikenang.

***

Ketika rumah sakit masih diliputi kesedihan, di tempat lain ada hati yang sedang berjibaku. Pergolakan rasa yang mendera Taqi saat ini, membuat pria itu memijit pelipisnya.

Apalagi sekarang ia sudah tiba di depan pagar putih yang menjulang tinggi. Ini adalah rumah tante Wini. Tempat tinggal Anisa.

Dengan mengambil napas berat, Taqi memutuskan untuk keluar dari mobil. Pria itu menutup mobil dengan berat, begitu juga saat melangkah masuk. Rasanya seperti ada beban yang mengelayut pada kedua kakinya.

Ting Tung

Taqi menekan tombol di depannya. Tidak lama kemudian, seorang ibu-ibu dengan babydoll selutut keluar membuka pintu.

"Assalamu'alaikum, Nisanya ada, Bi?" tanya Taqi dengan sopan.

"Sebentar, ada Mas. Saya panggilkan dulu. Mari silahkan masuk," ucap Bibi asisten rumah tangga yang bekerja di rumah itu.

Taqi ragu saat akan duduk, tapi tiba-tiba Andri masuk dari depan. Pria itu langsung menepuk pundak Taqi.

"Mas Taqi!" sapa Andri.

Taqi tersenyum canggung. Sungguh ia merasa bersalah malam itu.

"Apa kabar, Ndri?" tanya Taqi basa-basi.

"Alhamdulillah, baik Mas. Makin keren saja Mas Taqi!" puji Andri yang melihat sosok Taqi yang memang sangat dewasa, cool dan berkarisma. Pantas, sang kakak klepek-klepek sama sosok pria tersebut.

"Sudah lama?" tanya Andri lagi yang memang kala itu baru datang.

"Baru, baru saja datang." Masih terlihat canggung dan kaku.

Andri sampai heran, tumben mas Taqi yang biasanya santai sepertinya lagi punya masalah. Wajahnya yang berseri-seri kini terlihat gelisah. Tidak ingin menganggu, Andri pun pamit masuk ke dalam.

"Oh, ya sudah. Andri masuk dulu, Mas."

Taqi hanya mengangguk, sembari melirik ke dalam. Kok Anisa belum keluar juga.

Beberapa saat kemudian

Seorang gadis cantik nan sedap dipandang, dengan senyum semanis tebu berjalan keluar. Gadis itu langsung duduk di depan Taqi. Mereka hanya dipisahkan meja bundar dengan taplak bunga-bunga yang cantik juga, sama seperti si pemilik rumah. Ada rumbai-rumbai di setiap sudut kainnya. Membuat penampilan meja jadi tambah enak untuk dilihat.

"Kita bicara di luar, ya?" ucap Taqi kemudian.

"Ke mana?" Anisa yang sudah dandan cantik, sudah berhias karena Taqi mau datang, sangat siap kalau mau diajak jalan-jalan.

"Ada yang mau Mas bicarakan."

Hidung Anisa langsung kembang-kempis. Jangan-jangan acara pernikahan mereka mau dimajukan. Anisa mencoba untuk positive thinking.

"Bentar, Nisa pamit ibu dulu."

Taqi mengangguk, sekalian ia juga mau menyapa ibu dari Anisa tersebut.

Selang beberapa saat, tante Wini keluar. Dengan ramah ia menyapa calon mantu.

"Apa kabar, Taqi?"

"Baik, Tante."

"Kata Anisa kalian mau keluar, mau ke mana?" Tante Wini penasaran.

"Mau Taqi ajak makan sambil jalan-jalan, Tante!" jawab Taqi bohong. Karena tidak mungkin mengatakan apa yang akan ia katakan pada Anisa nantinya.

"Ya sudah, hati-hati. Titip Nisa ya, Taqi."

Sebuah pesan sederhana tapi sangat terasa berat di pundak Taqi. Kenapa semua orang menitipkan anak perempuannya pada dirinya? Sungguh Taqi hanya ingin menikahi satu wanita saja. Tidak lebih!

"Permisi, Tante!" pamit Taqi kemudian dengan ramah. Meksipun dalam hati masih merasa tidak enak.

"Nisa pergi dulu, Bu!" begitu juga Anisa. Ia juga pamit pada ibunya.

Mereka berdua naik mobil dan Taqi yang mengendarai. Bukannya ke mall atau ke kafe. Mereka malah di sebuah taman di tengah kota. Sepi, gelap dan tenang.

"Mas Taqi serius ajak Nisa ke sini?" dahi Taqi mengerut.

Taqi menghela napas panjang. Kemudian membawa Anisa duduk di salah satu bangku taman yang paling ujung.

'Ngapain di tempat sepi? Ini kan bahaya. Bisa mengundang fitnah dan juga ... aduh!' batin Anisa.

"Mas Taqi, jangan di sini. Anisa nggak nyaman!" ucap Anisa jujur.

Taqi memejamkan mata, menahan beban hatinya yang harus ia keluarkan. Kalau di tempat umum, ia takut tidak bisa mengontrol keadaan.

"Anisa ... maafkan Mas."

Alis Anisa kembali menyatu.

"Untuk apa?"

Taqi terlihat begitu kesulitan untuk memulai bicara. Tapi, ia harus mengatakan secepatnya. Karena sejak keputusan abah yang menjodohkan dirinya, Taqi mengalami insomnia parah. Banyak pikiran membuatnya stress.

"Sepertinya takdir tidak berpihak pada Kita."

"Mas Taqi bicara apa? Nisa nggak paham!"

"Mas tidak bisa menikahimu tahun depan."

Anisa terkekeh.

"Becanda Mas nggak lucu!"

"Anisa ....!" panggil Taqi lirih.

Anisa mulai gelisah, ia menggeleng pelan.

"Jangan bercanda, Mas ... ini gak lucu. Sumpah, Anisa gak mau bercanda seperti ini!" pinta Anisa sendu. Matanya berkaca-kaca, sebab Anisa tahu calon imamnya itu tidak mungkin bercanda seperti ini. Hati Anisa menjerit, menolak menerima batalknya rencana pernikahan mereka.

"Maafkan Mas, mungkin jodoh kita hanya sampai di sini." Ada napas berat yang menyertai ucapan pria tersebut. Sepertinya ini juga bukan maunya sendiri.

"Kenapa? Kenapa Mas mau batalin? Apa karena wanita lain? Mas tega sekali sama Anisa. Anisa bahkan selalu menjaga hati untuk Mas Taqi, salah Anisa apa? Kurang Nisa apa? Biar Nisa perbaiki." Anisa menutup wajahnya dengan tangan. Gadis itu tersedu. Tangisnya pecah karena ucapan Taqi Bassami.

Seperti disambar petir siang bolong. Tiba-tiba rencana pernikahan mereka mendadak batal.

Cukup lama Taqi duduk terdiam, menemani Anisa yang terus saja menangis. Itulah alasan ia membawa ke tempat yang sepi. Agar tidak dilihat orang.

Sesaat kemudian.

"Kenapa dibatalkan?" tanya Anisa dengan mata yang sudah sembab. Matanya masih mengeluarkan air mata, tapi tidak sederas beberapa waktu lalu.

Taqi bingung mau jawab apa. Masa ia mengatakan sudah dijodohkan. Alasan seperti ini terdengar sangat pengecut. Rasanya Taqi malu sendiri. Malu karena sudah membuat hati seorang gadis patah malam ini. Malu karena tidak bisa melindungi orang yang ia kasihi selama ini.

Malu karena ternyata cintanya kalah oleh balas budi. Malu karena hati Taqi rapuh saat menatap wajah sedih sang pujaan hati.

"Maaf, carilah pria yang baik. Yang tidak sepertiku."

Anisa jelas marah, itu bukan jawaban yang ingin ia dengar.

"Kenapa? Apa Mas Taqi punya wanita lain?" tatap Anisa penuh kecewa. Sambil mengusap pipinya, ia menanti jawaban dari bibir Taqi.

'Ya Tuhan ... aku harus bagaimana?' batin Taqi yang dilanda dilema.

Entah mengapa, saat Anisa menuduh dirinya punya wanita lain, Taqi malah mengangguk pelan. Seketika, Anisa tidak bisa lagi membendung air matanya. BERSAMBUNG

***

Mungkin kamu pernah terpuruk, menangis ketika putus cinta atau dihianati. Tapi yakinlah ... setelah berlalunya waktu, kamu akan tersenyum saat menggenang sakit di masa lalu. Ternyata, butuh bertemu orang yang salah sebelum bertemu orang yang tepat.

Hehehhe ... unfaedah.

IG : Sept_September2020

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!