NovelToon NovelToon
EMBER

EMBER

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Dua hari menjelang pernikahan megahnya, Cinderella Huntington harus menelan kenyataan pahit: sang tunangan mengkhianatinya bersama adik kandungnya sendiri.
Dijatuhi tuduhan tak adil dan selalu dituntut mengalah oleh keluarganya, Cinderella memilih pergi melintasi dinginnya malam untuk meluapkan amarah dan rasa sakitnya hingga mengakhiri hidup.

Namun takdir berkehendak lain. Ia terbangun dalam raga Marcella Ember Vitiello—gadis 18 tahun yang tewas mengakhiri hidup akibat pengabaian orang tuanya.

Di tengah keputusasaan, takdir mempertemukannya kembali dengan Draxler Lutolf Ashford—pemuda 19 tahun berparas tampan yang ia kira hanyalah mahasiswa biasa.

Cinderella bertekad membalas setiap ketidakadilan.

Bisakah ia benar-benar menghapus jejak Draxler dari hidupnya ketika takdir pria muda itu ternyata jauh lebih rumit dari yang pernah ia bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#12

Langkah Cinderella terarah mantap melintasi jalanan aspal yang dipayungi pepohonan rindang di kawasan elit California.

Sinar matahari siang terasa begitu menyengat, namun hawa dingin di dalam dadanya sama sekali tak surut.

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu oleh keluarga Huntington—hari pesta pernikahan megah antara Jonah dan Siena yang digelar di salah satu hotel bintang lima paling mewah di pusat kota.

Sesuai dugaan Cinderella, Mansion Huntington yang megah berarsitektur klasik Eropa itu tampak begitu lengang.

Gerbang besi berukir yang biasanya dijaga ketat kini hanya dijaga oleh seorang petugas keamanan yang tampak lengah, sementara sebagian besar staf dan pelayan sibuk di lokasi acara utama.

Mansion ini kosong melompong.

Tidak ada mobil-mobil mewah jajaran direksi yang terparkir di pelataran, tidak ada gelak tawa bernada kemewahan dari Eleanor, dan tidak ada jejak keberadaan sang ayah, Samuel Huntington.

Cinderella—dalam raga Marcella Ember Vitiello—melangkah masuk melalui pintu samping mansion dengan keanggunan yang telah terpatri dalam ingatan ototnya.

Ia mengenakan kacamata hitam berbingkai tebal, dibalut kemeja putih rapi dan celana kain yang membuat penampilannya tampak sangat berkelas, meski di mata orang awam ia hanyalah seorang gadis muda biasa.

Saat ia baru saja melangkahkan footstep-nya di atas lantai marmer aula utama yang dingin, seorang pelayan senior yang baru keluar dari arah dapur menghentikan langkahnya dengan raut wajah bingung.

"Maaf, Nona... Anda siapa?" tanya pelayan wanita setengah baya itu seraya mengamati penampilan Cinderella dari ujung rambut hingga ujung sepatu.

"Semua anggota keluarga sedang berada di hotel untuk acara pernikahan Nona Siena. Mansion ini tertutup untuk umum."

Cinderella tidak menghentikan langkahnya. Ia hanya menoleh tipis, menatap pelayan itu dari balik kaca kacamata hitamnya dengan tatapan yang begitu dingin dan berjarak.

"Saya sahabat dekat Cinderella Huntington," jawab Cinderella dengan suara serak namun penuh intonasi yang tak terbantahkan.

"Saya ke sini untuk mengambil beberapa barang pribadi milik mendiang yang pernah dia titipkan kepada saya sebelum kejadian itu. Singkirkan pertanyaanmu dan biarkan saya lewat."

Pelayan itu tertegun membisu.

Aura menekan yang dipancarkan oleh gadis remaja di hadapannya terasa begitu akrab, begitu mirip dengan ketegasan mendiang Cinderella Huntington saat masih memimpin di rumah ini.

Sebelum pelayan itu sempat mencerna situasinya atau memanggil keamanan, Cinderella sudah melangkah cepat menaiki tangga melingkar menuju lantai dua.

Tujuannya hanya satu: kamar pribadinya sendiri di ujung lorong paling tenang.

Cinderella mendorong pintu kayu jati berukir yang selama puluhan tahun menjadi tempat perlindungannya.

Ruangan luas beraroma wangi mawar lembut itu tampak hening dan tak tersentuh.

Keluarga Huntington tampaknya terlalu sibuk mengurus skandal kehamilan Siena dan mempersiapkan pernikahan mewah dua hari terakhir ini, hingga tak ada seorang pun yang menyentuh kamar Cinderella—kecuali gaun-gaun dan menyisakan lemari pakaian yang kosong melompong.

Namun, yang dicari Cinderella bukan lagi gaun atau perhiasan mencolok.

Ia melangkah mantap menuju lukisan cat minyak berukuran besar yang menggantung di dinding sebelah tempat tidur.

Dengan jemari lenturnya yang terampil, Cinderella meraba bingkai kayu bagian bawah, menekan tombol tersembunyi yang membuat lukisan itu bergeser secara perlahan ke samping.

Di balik dinding itu, tersembunyi sebuah brankas baja tahan api dengan sistem keamanan berlapis—sebuah brankas rahasia pribadi yang bahkan tak pernah diketahui oleh Siena, ataupun kedua orang tuanya.

Hanya Cinderella Huntington seorang yang tahu kode kombinasi dan pola biometrik rahasia di sana.

Klek.

Bip.

Pintu brankas baja itu terbuka dengan bunyi klik halus.

Di dalam sana, tersusun rapi beberapa berkas saham atas nama pribadi yang belum sempat diambil oleh keluarga Huntington, sertifikat aset properti tersembunyi di luar negeri, kunci deposito bank Swiss, serta sekantung berlian mentah yang ia beli dari hasil investasi pribadinya beberapa tahun lalu.

Seluruh amunisi finansial yang dibutuhkan untuk meremukkan kekuasaan keluarga Huntington di masa depan berada di dalam genggamannya.

Cinderella menyunggingkan senyum dingin yang menawan. "Kalian berpikir bisa mengambil segalanya dariku? Kalian bahkan tidak pernah tahu seberapa banyak yang kusimpan di balik punggung kalian."

Ia menyambar sebuah koper kulit hitam berukuran sedang dari dalam lemari penyimpanan.

Dengan cepat, Cinderella memasukkan seluruh dokumen krusial, perhiasan rahasia, serta bukti-bukti transaksi gelap perusahaan yang sempat ia kumpulkan sebelum kematiannya ke dalam koper tersebut.

Saat ia melangkah keluar dari kamar seraya menarik koper hitam itu, pelayan tadi kembali muncul di ujung lorong dengan raut cemas.

Cinderella merogoh saku celananya, menarik beberapa lembar uang kertas ratusan dolar yang diambilnya dari tabungan Ember, lalu melemparnya santai ke atas meja konsol di dekat pelayan tersebut.

"Anggap saja kau tidak pernah melihat siapa pun masuk ke kamar ini hari ini," ucap Cinderella dingin.

"Masukkan koper ini ke dalam bagasi mobil di luar."

Pelayan itu membelalakkan mata menatap lembaran uang di tangannya, lalu menatap Cinderella yang melangkah mendahuluinya tanpa sedikit pun ragu.

Terhipnotis oleh aura dominan dan imbalan manis itu, sang pelayan hanya bisa mengangguk patuh dan menyeret koper tersebut mengikuti langkah sang gadis.

Sementara itu, di seberang jalan luar area Mansion Huntington.

Sebuah mobil sports hitam mengilap terparkir diam di bawah naungan pohon rindang.

Di dalam kabin pengemudi, Draxler Lutolf Ashford duduk membisu dengan kedua tangan menggenggam erat lingkar kemudi.

Sejak dari kampus tadi siang, Draxler telah mengendarai mobilnya secara diam-diam mengekor dari kejauhan, memburu ke mana pun Marcella Ember Vitiello pergi.

Pria muda itu berniat menuntut jawaban atas pengabaian konyol sang gadis. Namun, saat melihat Ember turun dari taksi dan melangkah masuk ke dalam area Mansion Huntington yang dikosongkan untuk pesta pernikahan, rahang Draxler mendadak membeku.

Apa yang dilakukan gadis itu di rumah keluarga Huntington?! batin Draxler panik, ketakutan bercampur kebingungan hebat berkecamuk di dalam otaknya.

Draxler memperhatikan dengan cermat dari kejauhan melalui kacamata hitamnya. Ia melihat Ember melangkah masuk dengan sangat tenang melalui pintu samping, berinteraksi singkat dengan pelayan, lalu menghilang ke dalam bangunan megah itu tanpa sedikit pun kendala.

Lebih mengejutkannya lagi, lima belas menit kemudian, Ember keluar dari pintu utama dengan langkah santai dan anggun.

Di belakangnya, seorang pelayan senior Mansion Huntington tampak membawakan sebuah koper kulit hitam tebal, memuatnya ke dalam bagasi sebuah mobil sports merah yang terparkir rapi di pelataran.

Draxler menyipitkan matanya rapat-rapat, jantungnya berdegup kencang tak teratur.

"Ini gila..." gumam Draxler parau dengan dahi berkerut dalam. "Apakah dia... mencuri?"

Tetapi logika sehatnya seketika menolak pemikiran konyol itu.

Jika Ember benar-benar berniat mencuri di rumah salah satu konglomerat atas di California, bagaimana mungkin dia bisa melenggang masuk dengan sangat leluasa saat mansion sedang kosong?

Mengapa pelayan rumah itu justru terlihat sangat patuh dan membawakan kopernya tanpa ada teriakan kepanikan atau panggilan polisi?

Draxler menatap kepergian mobil sports merah yang ditumpangi Cinderella dengan pandangan yang kian tenggelam dalam misteri yang menyiksa. Ia menyaksikan mobil itu meluncur mulus meninggalkan gerbang Mansion Huntington, melintasi jalanan kota dengan kecepatan konstan yang memancarkan ketenangan tingkat tinggi.

Lagi dan lagi, Draxler dirayapi rasa bingung yang amat pekat.

Siapa sebenarnya Marcella Ember Vitiello? Mengapa setiap inci dari tindakan gadis itu hari ini bertolak belakang 180 derajat dengan reputasi sampah yang melekat padanya selama ini?

Dan apa hubungannya gadis berisik dari kampus itu dengan keluarga Huntington?

Draxler mengepalkan tangannya di lingkar kemudi hingga buku-buku jarinya memutih.

"Kau menyimpan rahasia besar dariku, Ember..." desis Draxler dengan tatapan mata yang membara oleh obsesi baru. "Dan aku akan membongkar segalanya, apa pun taruhannya."

1
Agus Tina
Bagus sekali ceritanya thor, sukaaaaa 🤍🤍🤍🤍
Agus Tina
Setepah kematian Cinderela aku berharap perusahaan ayahnya gulung tikar, kebenaran bahwa Cinderelalah itak dibalik kesuksesan perusahaan mereka terkuak ke publik ...
Yusry Ajay
semangat berkarya Thor 🤗🤗
Yusry Ajay
mkasih uda up Thor 🤗🤗
Rosdianah 🌷: terimakasih kak readers 🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
hu.... menegangkan thor...
Asriani Rini
Bagus banget ceritan aku suka sekali
Yusry Ajay
lanjut Thor kurang up nya...
Asriani Rini
Lanjut Thor
Heni Utami
sangat best
Rosdianah 🌷: Ma'aciww kak😍
total 1 replies
Anonim
kereen abis
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Si penny end,, ember nya crazy up please,, 🤭
Rosdianah 🌷: besok mulai double bab kak🙏🏻
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita keluarga ashford emang gak pernahh gagal,di tunggu cerita nya Dominic thor🤭
Rosdianah 🌷: siap kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
masih nyimak Thor 🤔🤔🤔
Yusry Ajay
pkoknya semangat selalu Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: sehat selalu ya kak🫶
total 1 replies
Yusry Ajay
lanjut Thor 🤗🤗🤗
Rosdianah 🌷: siap kak
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪💪
Yusry Ajay
kyknya ada yg mulai jatuh cinta nih🤗🤗
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤭
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat menata hidup kembali ember💪💪
Debu Nakal
typo kah thor
Debu Nakal
typo kah thor
Rosdianah 🌷: tidak kak.. First time Author buat novel Transmigrasi 🙏🏻
Cinderella Dan Ember itu satu🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!