NovelToon NovelToon
SETELAH AKU MATI, AKU MENJADI TUAN MUDA

SETELAH AKU MATI, AKU MENJADI TUAN MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bapak rumah tangga / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:259
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Handini

Chen Guowei, buruh konstruksi yang tewas tertimpa rangka baja akibat kecelakaan kerja yang disengaja oleh Lu Group, diberi kesempatan hidup kedua selama 365 hari oleh penjaga jiwa Shen Wuming.

Ia bangkit kembali dalam tubuh Lu Jingyan, pewaris keluarga Lu yang baru siuman dari koma.

Terikat aturan dilarang mengungkap identitas, Guowei mendekati istri dan keluarganya sebagai Jingyan sambil menyelidiki konspirasi di balik kematiannya dan melindungi keluarganya dari ancaman.

Di tengah konflik perebutan kekuasaan keluarga Lu dan kecurigaan istrinya, Lin Meiying, Guowei harus memilih: menuntaskan misi 365 hari atau menghadapi takdir mati untuk kedua kalinya saat keluarganya menyadari kepulangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Handini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Bayangan di Ujung Koridor

Cahaya lampu gantung kristal memantulkan pendar kemerahan di sepanjang koridor lantai lima puluh menara utama Lu Group. Suasana malam itu terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Sebagian besar staf dan jajaran direksi telah lama meninggalkan meja kerja mereka, menyerahkan lantai-lantai megah tersebut pada keheningan malam dan deru sistem pendingin udara sentral.

Lu Jingyan melangkah seorang diri menyusuri koridor panjang menuju ruang kerja pribadinya. Langkah kakinya terdengar mantap namun perlahan, menggema di atas lantai marmer hitam yang mengkilap. Setiap hembusan napasnya membawa kesadaran yang semakin tajam mengenai sisa waktu yang kian menipis di dalam raga pinjaman ini. Ia tidak memikirkan urusan korporasi malam ini; pikirannya sepenuhnya terkunci pada satu bayangan—wajah Lin Meiying yang tersenyum bangga saat menorehkan tanda tangan di atas kontrak buku fisiknya siang tadi.

Tanpa sadar, Jingyan menghentikan langkahnya tepat di depan dinding kaca besar yang menghadap ke arah panorama kota. Di balik pantulan kaca tersebut, ia tidak hanya melihat bayangan wajah Lu Jingyan yang berwibawa, melainkan juga kilas balik singkat dari masa lalunya sebagai Chen Guowei—buruh kasar yang dulu merangkak di lantai bawah gedung ini, berjuang setengah mati demi menyambung hidup keluarga kecilnya.

“Kau telah melangkah jauh, Guowei,” batinnya berbisik pada diri sendiri.

Tiba-tiba, insting tajamnya menangkap kejanggalan kecil. Di ujung koridor yang mengarah ke area arsip pribadi, sebuah bayangan samar bergerak cepat melintasi pendar cahaya lampu darurat.

Jingyan menyipitkan matanya. Sebagai pimpinan tertinggi yang baru saja membersihkan perusahaan dari sisa-sisa faksi korup Zhao Tianming dan Haryanto, ia tahu betul bahwa tidak seharusnya ada orang yang berkeliaran di lantai eksklusif ini pada tengah malam tanpa izin khusus.

Tanpa mengeluarkan suara, Jingyan mengubah arah langkahnya, berjalan senyap menyusuri tikungan koridor menuju sudut gelap dekat ruang arsip. Tangannya merogoh saku jasnya, bersiap menghadapi segala kemungkinan.

Di depan pintu ruang arsip yang seharusnya terkunci rapat, sesosok pria berjas rapi tampak berdiri membelakanginya, tengah menyambungkan sebuah perangkat dekoder kecil ke panel kunci digital pintu baja. Gerakan pria itu terlihat gugup, tangannya sedikit bergetar saat memasukkan serangkaian sandi ilegal ke dalam sistem.

Jingyan melangkah mendekat tanpa suara, lalu mencengkeram pergelangan tangan pria itu dengan kuat secara tiba-tiba.

Kring! Perangkat dekoder itu terjatuh dan berdenting nyaring di atas lantai marmer.

Pria itu terperanjat kaget setengah mati. Begitu ia membalikkan badan, wajahnya mendadak pucat pasi bagaikan melihat hantu. Ternyata ia adalah salah satu manajer audit junior yang selama ini lolos dari penyisihan faksi lama—seseorang yang mencoba mencuri sisa dokumen digital transaksi ganda untuk dijual kepada pihak kompetitor di luar.

"T-Tuan Muda Lu...!" cicit manajer junior itu terbata-bata, lututnya lemas seketika merasakan cengkeraman tangan Jingyan yang begitu dingin dan mematikan.

Jingyan menatap pria di hadapannya dengan sorot mata predator yang tidak menyisakan sedikit pun ruang untuk belas kasihan. Tidak ada bentakan, tidak ada kemarahan yang meledak-ledak. Suaranya terdengar sangat rendah, dingin, dan menusuk langsung ke jantung siapa saja yang mendengarnya.

"Rumah ini sudah kubersihkan sampai ke akar-akarnya," ucap Jingyan tajam. "Jika kau pikir masih ada tempat bagi tikus-tikus busuk untuk menggigit fondasinya... kau salah besar."

Dalam hitungan detik, tombol alarm darurat di pergelangan tangan Jingyan ditekan. Dua orang pengawal pribadi yang siaga di tangga darurat langsung berlari datang dan melumpuhkan manajer korup tersebut tanpa ampun.

Jingyan berdiri di tempatnya, merapikan lengan jasnya yang sedikit kusut. Insiden kecil itu mengingatkannya bahwa dunia korporasi tempat ia berpijak tidak pernah benar-benar bersih dari keserakahan manusia. Namun, selama ia masih bernapas di raga ini, tidak ada satu pun ancaman yang diizinkan mendekati kedamaian hidup Meiying dan putrinya di luar sana.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!