NovelToon NovelToon
Selamat Datang, Halal!

Selamat Datang, Halal!

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:97.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mawarmay

Bercerita tentang sebuah perpisahan yang disebabkan oleh sebuah ketakutan yang menyelimuti. Hingga dipertemukan kembali dalam keadaan yang berbeda dan jalan yang sama.

Jodoh tidak tertukar, begitulah banyak orang berkata. Dan memang benar adanya, meskipun mencoba berkelit dengan segudang alasan namun asa tetap terikat pada keduanya sehingga mampu menghela mereka menuju satu ikatan pernikahan.

wanita adalah tulang rusuk lelaki. maka tak ada istilah tulang rusuk yang tertukar selama ini.


Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda: "Berwasiatlah untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk (yang bengkok), dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas, maka jika kamu meluruskannya (berarti) kamu mematahkannya, dan kalau kamu membiarkannya maka dia akan terus bengkok, maka berwasiatlah (untuk berbuat baik) kepada kaum wanita"

(HR al-Bukhari dan Muslim).

®Mawarmay®

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mawarmay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Future ( ekstra part )

"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (Islam), maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi."

(HR. al-Bukhari&Muslim)

----

Dulu Amira tidak berpikir untuk menjadi rumah tangga sempurna, namun sejak dia dekat dengan Dinan untuk kesempatan kedua dia menjadi berubah pikiran. Segala pekerjaan yang dulu sangat menyenangkan berubah menjadi biasa saja untuknya, dan pekerjaan baru yang dia tekuni di rumah baru ini terasa sangat menyenangkan.

Amira sudah berhenti dari sekolah sebulan yang lalu, dia sudah mendapatkan pengganti yaitu sepupu Rina. Selain itu dia juga sudah tidak menjadi guru les memasak atau guest star di acara PKK karena sekali lagi dia katakan bahwa yang ditawarkan oleh Dinan benar-benar menyenangkan.

Amira dulu sempat berpikir bahwa dia akan bosan dengan rutinitas yang monoton di rumah, akan tetapi dia salah karena dia merasa senang dan tertantang untuk melakukannya.

Pekerjaan Amira tak jauh beda dengan ibu rumah tangga pada umumnya, di pagi hari setelah menuntaskan tanggung jawabnya sebagai seorang hamba, Amira akan menyiapkan pakaian untuk sang suami dan berkutat di dapur dengan menu makanan yang berbeda setiap harinya. Kemudian dia akan makan bersama dengan sang suami, jika suami berangkat pagi dia akan mengantar ke depan dan menjabat tangan tidak lupa cium pipi kanan dan kiri. Setelah itu dia akan berkutat dengan pekerjaan rumah lain ya seperti membersihkan kamar, rumah dan halaman.

Setelah semuanya beres, Amira akan membersihkan diri sendiri dan memanjakan badan. Saat tubuh sudah segar, dia akan berkutat dengan beberapa daftar menu yang akan dia buat untuk rencana besok sebelum dia melaksanakan sholat Dhuha.

Siang ini Amira tersenyum setelah melihat karya terbarunya. Dia memodifikasi ayam asam manis menjadi lebih berwarna. Karena biasanya asam manis berisi paprika kali ini dia membuat saos asam manis dengan toping banyak sayur daun-daun. Seperti seledri, selada dan daun bawang. Dia sengaja membuat hal yang berbeda untuk mendapatkan cita rasa yang berbeda pula.

Setelah selesai berkutat dengan asam manis yang tersedia di atas meja, dia berjalan menuju penyimpanan buah. Dia akan mengupas melon dan semangka sebagai buahnya. Karena dia tahu bahwa makan buah tiga puluh menit sebelum makan adalah hal baik, karena dapat membantu pencernaan.

Selain asam manis, Amir juga membuat ucapan daun singkong dan kecambah. Dia taburi dengan bumbu kelapa, bumbu kelapa pun dibuat variasi pedas untuk mengalahkan rasa pedasnya ayam. Setelah semua hidangan tersaji dia tersenyum lalu melihat ponselnya, dia tersenyum mendapati satu pesan dari suaminya bahwa dia dalam perjalanan pulang.

Amira segera menyiapkan baju rumah untuk sang suami, hal ini sudah menjadi rutinitas baginya. Setiap Kamis dan Sabtu, Dinan hanya ada jam setengah hari. Jam satu suaminya itu sudah sampai rumah. Amira mengelus perutnya, dia tersenyum kala menyadari bahwa ada kehidupan di dalamnya. Dia ingat kejadian sepekan yang lalu, kala Dinan dan dirinya pergi ke dokter untuk program kehamilan atas paksaan Amira. Dan betapa terkejutnya dia kala menyadari bahwa dia sudah hamil lima Minggu. Subhanallah, sepasang suami istri itu sangat bahagia.

Amira segera keluar kamar kala dia mendengar suara mobil. Dia yakin sekali bahwa itu adalah suaminya. Amira berjalan dengan cepat dan membuka pintunya, bertepatan dengan Dinan yang sedang membuka pintu, senyum Amira mengembang lalu dia langsung memeluk sang suami tanpa aba-aba.

"Assalamualaikum, Mas Pacar."

"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarokatuh, Miray." Amira mengikuti gerakan Dinan yang menggiringnya masuk ke dalam rumah tanpa melepas pelukan.

"Lain kali jangan memeluk di luar, takut ada yang lihat."

"Memangnya kenapa kalau ada yang melihat?"

"Tidak baik mengumbar kemesraan di muka umum." Amira mengangguk tandaengerti.

"Bagaimana kabar adek di sini?" Dinan membelai lembut perut Amira.

"Baik Abi, Adek sehat." Amira meniru suara anak kecil. Hal ini sudah menjadi kebiasaan keduanya.

"Sehat selalu, Abi dan Umi menunggumu di sini." Dinan mengatakan hal itu dengan ringan meski terlihat datar.

"Hari ini aku masak banyak, ayo Mas cuci kaki ganti baju terus makan." Dinan mengecup kening Amira.

"Terima kasih." Amira tersenyum malu lalu mendorong pelan sang suami untuk berganti pakaian.

----

Waktu berjalan begitu cepat, tiada terasa perut ramping Amira kini berkembang semakin besar. Amira tak sedikitpun terganggu dia justru sangat bahagia, kalaupun dia sekarang sudah kesulitan untuk menu Duk melihat dua kakinya saat dalam posisi berdiri.

Amira membelai lembut perutnya, dia berpikir kalau saja dulu dia tidak menolak Dinan mungkin saat ini dia sudah memiliki beberapa anak dan mereka akan menjadi keluarga kecil yang bahagia. Tetapi, kalau saja tak akan mengubah takdir yang sudah ditentukan oleh-Nya.

Amira kembali tersenyum, dia melihat perut buncitnya. Dia jadi ingat saat usia kandungannya menginjak umur tiga bulan. Dia sempat merajuk kepada suaminya karena perutnya takjuga membesar, hal itu hingga mampu membuat Dinan frustasi dengan pertanyaan dan spekulasi konyol istrinya. Dan Amira harus banyak bersyukur, karena Dinan adalah sosok suami yang sabar dalam diam.

Amira juga ingat, saat Maura melahirkan dan dia datang. Dia sempat kesal saat melihat Dinan mengangkat anak lelaki Maura. Ya, anak keduanya adalah lelaki dan Dinan entah mengapa menyukainya. Amira Samapi merajuk beberapa hari tak banyak bicara dengan suaminya, bahkan dia tidak mau melakukan apapun untuk suaminya, dan sekali lagi Amira harus bersyukur karena suaminya sabar menghadapi pikiran-pikiran buruk yang membayanginya.

Tetapi selain sikap Amira yang cenderung selalu berpikir negatif, ada pula yang sedikit membuat Amira kesal dengan Dinan. Pernah suatu ketika Dinan dan Amira menjenguk salah satu tetangga yang baru saja jatuh di kamar mandi dalam keadaan hamil. Dan hal itu berimbas kepada Amira, karena Dinan selalu membuntuti dirinya ke kamar mandi setiap malam. Entah hanya mengantar atau menunggunya yang jelas saat masuk di kamar mandi Dinan akan mengantar dan memastikan kamar mandi tidak licin. Dan saat keluar dari kamar mandi dia juga ada di depan kamar mandi membawa handuk untuk mengelap kaki Amira, memastikan tidak basah dan membuat kepleset.

Amira kembali tersenyum mengingat hal itu, dia jadi ingat saat sebulan yang lalu dia tidak mauencium bau keringat sang suami. Dia selalu meminta Dinan mandi sebelum mendekatinya dan Dinan melakukan hal itu tanpa protes, sungguh Amira sangat beruntung memiliki suami sepeti Dinan.

"Kamu kenapa? Mulas?" tanya Dinan menghampiri sang istri yang sedang duduk di ruang tengah.

"Mulas Mas, tapi masih bisa ditahan. Ayo jalan-jalan lagi," kata Amira mengulurkan tangannya. Dan diterima dengan sigap oleh Dinan.

Menurut prediksi dokter, harusnya Amira sudah melahirkan sepekan yang lalu. Tapi dokter juga manusia biasa, sehingga prediksi kadang tidak benar. Karena pada kenyataannya hingga saat ini Amira belum buku melahirkan.

Baik Amira dan Dinan tidak pernah ambil pusing tentang jenis kelamin anaknya, keduanya sepakat untuk tidak mencari tahu supaya menjadi kejutan nantinya. Selain itu baik laki-laki ataupun perempuan bagi keduanya itu adalah sebuah amanah yang sangat membahagiakan.

"Mas, nanti aku pingin hamil lagi." Amira mengatakan itu sambil berjalan dengan pelan.

"Aku ingin punya banyak anak, karena hanya dua saudara itu sepi."

"Mas maukan?"

"InsyaAllah."

"Mas, nanti kita akan melihat anak kita tumbuh bersama-sama. Aku akan mengajarkan kepada anak kita banyak hal." Dinan kembali mengembangkan senyumnya mendengar harapan sang istri.

"Iya, kita akan mendidiknya sama-sama."

"Kalau nanti Amira tidak memiliki kesempatan itu, Amira berharap Mas akan mengabulkan harapan Amira."

"Kamu bicara apa? Kita akan mengabulkan mimpi kita bersama-sama. InsyaAllah." Amira menatap sang suami. Lalu tiba-tiba semuanya buram dan dia jatuh pingsan. Dinan dengan sigap memeluk Amira lalu dia memanggil pengurus rumah tangga untuk membantu membawa Amira ke rumah sakit.

Dinan belum sempat membawa Amira ke rumah sakit, karena saat dia membopong tubuh istrinya ke arah teras Amira sadar lalu mengatakan hal yang amat menyakitkan untuk didengar.

"Tuntun aku Mas, aku ingin saat nyawaku dicabut aku masih menjadi hamba Allah dan umat Rasulullah." Amira mengatakan itu secara terbata-bata. Dinan menggelengkan kepalanya dia tidak ingin melakukan hal itu. Karena dia berpikir bahwa istrinya akan selamat.

"Kamu masih akan mendidik anak kita, Amira."

"Tolong Mas." Dinan mengalah, dia melakukan apa yang diinginkan istrinya. Saat lafald lama ilaha illallah terucap di bibir Amira untuk ketiga kalinya napas Amira sudah putus-putus. Dan Dinan dengan dua bola mata berkaca-kaca masih terus menuntun istrinya hingga satu tarikan napas terakhir sang istri.

Dinan sempat terpungkur sejenak, dia diam seolah kehilangan pikiran sebelum dia memeluk jasad sang istri yang sudah tak bernyawa lagi.

"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un." Dinan masih memeluk sang istri dengan lembut.

Dua asisten rumah tangganya hanya mampu menitihkan air matanya, dia melihat bagaimana sepasang suami-istri itu selama ini menjalani hari-hari. Mereka tidak pernah menduga jika hal ini akan terjadi dengan secepat ini.

"Pergilah dengan tenang, Sayang. Aku mengikhaskanmu, aku hanya berdoa semoga kelak kita bertemu di surga-Nya." Dinan membisikkan itu di telinga sang istri. Lalu dia sedikit terkejut dengan gerakan di perut sang istri. Secara langsung Dinan ingat bawa ada nyawa di tubuh sang istri.

"Mbak, tolong beri tahu Mas Edi. Kita ke rumah sakit." Dinan mengatakan itu dengan suara yang cukup kencang. Dia seolah baru disadarkan dari lamunan dengan di siram air es.

---

Sejak awal kehamilan hingga detik terakhir Amira, kandungan dan juga tubuh sang ibu sehat tidak ada indikasi apapun. Bahkan Dinan dengan rutin mengantar sang istri untuk periksa kandungan. Tetapi sekali lagi takdir tidak pernah bisa dipisahkan dalam perjalan hidup manusia. Dan inilah takdir yang harus diterima oleh Dinan dan Amira.

Dinan menggendong anaknya dalam diam, sudah sejak dua hari lalu jasad sang istri dikebumikan. Ya, manusia berasal dari tanah dan akan kembali ke tanah. Dinan menatap dengan teliti wajah sang anak, anak Dinan.

Jika kebanyakan orang sering mengabaikan anaknya kala sang istri meninggal. Dinan berbeda, dia sangat mencintai anaknya karena dia adalah amanat yang harus dia jaga. Anak lahir ke dunia dalam keadaan suci dan orang tua yang akan membuat dia berwarna.

"Din, sini biar aku susui." Dinan menoleh ke arah Maura yang mengulurkan tangannya. Ya, sejak lahir anak Dinan disusui oleh Maura.

"Terima kasih." Dinan membaringkan tubuh anaknya di atas tempat tidur lalu dia berjalan keluar kamar.

"Mas, acara aqiqah mau dilaksanakan kapan? Tujuh hari atau menunggu suasana kondusif?" Ida bertanya saat sang kakak duduk di sebelahnya.

"Malam tujuh hari tidak papa."

"Kamu beri nama siapa?" tanya Arif yang baru masuk.

"Namanya Muhammad Umar Nawwaf. Panggilannya Umar."

Semua orang tersenyum, tidak ada yang mengelak atau tak setuju. Karena pada kenyataannya yang berhak memberi nama adalah ayahnya.

Hidup manusia itu benih dengan rahasia. Jodoh, rijeki dan mati adalah sebuah rahasia yang tak bisa dimengerti oleh manusia itu sendiri. Kematian tidak melihat umur, kedudukan ataupun keelokan paras. Tapi kematian menghampiri setiap makhluk yang bernyawa. Sebagai yang tinggalnya kita hanya bisa berserah diri dan mengikhlaskan karena semua yang kita lakukan tidak akan mengubah kenyataan. Dan pada akhirnya kita hanya memiliki dua kemungkinan, kita yang akan meninggalkan dunia atau kita yang akan ditinggalkan oleh orang-orang tercinta. Tapi yakinlah, bahwa nanti ada saatnya kita merasakan sebuah kematian.

---

jangan lupa mampir ke cerita saya yang lainnya....

ada Mahya Hilyati dan juga berawal dari abu-abu dijamin tidak kalah seru.....

buruan sebelum ketinggalan.....

1
Jepri Sal
oh ya ampun maaf ya thor tadi aku sempat mikir kalaw othor di depanku mau ku benyek tak kucek kucek di baskom habis itu ku jemur dan dikeringkan
dari sekian banyak novel yang ku baca ceritamu yg paling dalam mengadu perasaanku
👑 dari ku untukmu
🏕 di alam terbuka biar othor punya inspirasi lebih banyak lagi,dan bisa membuat pembaca jungkir balik lagi
👌👋👋👋
# geramku
Khanza Altaf
the best
Emak Cunah
bagus ceritanya...karakter ga nekoh"..tp malah jd bagus. ..campur" rasanya de"g ser
Esya Muharmi
kasihan amira , terlalu banyak yang di pikirkan
Esya Muharmi
ending nya aku gx suka sedih
Esya Muharmi
syuka karya2 mu thor, singkat padat n jelas. terkadang bikin syok, sport jantung
Esya Muharmi
legaa thor, ternyata tak seperti dugaan
Esya Muharmi
nyesek, asli nyesek ini
Esya Muharmi
mantap cerita nya thor
Siti Masitoh Kenon
alur ceritanya kok gini ya,aneh ga ngerti trus nama"tokoh nya jg males bacanya
Andriyah Nurhidayati
huh kenapa novel islam sering said ending sih
Andriyah Nurhidayati
Ifa resek coba kowe sing dipiligami rasane piye, cah ra jelas
Andriyah Nurhidayati
kok gak mangilnya mas Dinan aja lebih mesra
Andriyah Nurhidayati
agak bingung bacanya,
we
cerita bagus banyak nasehat ..
Sukeni
ngak ngerti,msh bingung dgn alur ceritax
**✿❀shofyara🐰🐰❀✿**: Semngat up nya thor
IZIN PROMO THOR
,baca chat story aku yuk,
judulnya KEBENCIANKU MENJADI CINTA
Sama novelnya aku
JudulnyA QUIET GIRL IDOL OF MY HEART
,baru mulai ni biar aku semnagat,
Tiap hari aku update terus
dan jangan lupa vote,likecoment+ and rate bintang 5 👍
Jangan lupa mampir juga
Ditunggu kedatangannya....
total 1 replies
Mommy 2
aku jejak
Siti Balkis
saya ko masih bingung ya ceritanyg belum ngrti gitu ....maaf ya thor .boleh nyimak
**✿❀shofyara🐰🐰❀✿**: Semngat up nya thor
IZIN PROMO THOR
,baca chat story aku yuk,
judulnya KEBENCIANKU MENJADI CINTA
Sama novelnya aku
JudulnyA QUIET GIRL IDOL OF MY HEART
,baru mulai ni biar aku semnagat,
Tiap hari aku update terus
dan jangan lupa vote,likecoment+ and rate bintang 5 👍
Jangan lupa mampir juga
Ditunggu kedatangannya....
total 2 replies
Siti Balkis
masih nyimak
Chayra Lailatul R
ngak faham sama alur ceritanya
Naoki Miki: izin promote thor🙏
Haii mampir yuk kekrya q 'Rasa yang tak lagi sama'🤗
tkn prfil q aja yaa jan lupa tinggalkan jejaakk😍
vielen danke😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!