NovelToon NovelToon
Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Dunia Akan Hancur Lagi Dan Aku Sudah Pernah Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Hari Kiamat / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Ruang Ajaib
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rizqi Handayani Mu'arifah

Aku sudah mati sekali di hari kiamat.

Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.

Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.

Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.

Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dampak pertarungan besar

Beberapa waktu telah berlalu, markas militer telah berdiri. Beberapa warga desa yang selamat telah membangun ulang desanya ditengah hutan yang masih utuh.

Setelah pertarungan Reina, dunia semakin berubah seakan meninggalkan dampak besar dari pertarungannya. Langit seperti tidak utuh, memiliki retakan.

Reina dan yang lainnya telah melakukan perjalanan mengembara.

Mereka berhenti disebuah kota yang juga telah hancur untuk beristirahat.

Hujan turun perlahan di atas reruntuhan kota. Bukan hujan biasa.

Airnya hitam pekat seperti abu yang mencair, menetes dari langit retak yang terus mengeluarkan cahaya merah redup. Sisa pertarungan beberapa jam lalu masih terlihat jelas di mana-mana.

Gedung-gedung runtuh. Tanah terbelah.

Daging monster berserakan di jalanan.

Dan di tengah kehancuran itu— Reina duduk diam.

Tubuhnya dipenuhi luka tipis yang belum sembuh sempurna. Pedang kembarnya tertancap di sampingnya, sementara kedua tangannya gemetar kecil.

Bukan karena takut.

Tetapi karena kekuatan di dalam tubuhnya masih bergerak liar. Setiap napas terasa panas, Seolah ada sesuatu hidup di dalam darahnya.

Prisma berjalan mendekat sambil membawa kain bekas. “Kau masih belum bisa mengendalikannya?”

Reina tidak langsung menjawab. Tatapannya kosong mengarah ke genangan air hitam di bawah kakinya.

Di sana… bayangannya berubah sesaat. Bukan dirinya. Melainkan sosok lain dengan mata merah menyala.

Reina langsung menutup matanya keras. “Hilang…”

Prisma memperhatikan itu dalam diam. Untuk pertama kalinya, prisma terlihat ragu mendekati Reina.

Sementara itu di sisi lain reruntuhan. Andri sedang membersihkan pistolnya dengan wajah serius.

Dandi duduk di dekat api kecil mencoba menghangatkan makanan kaleng terakhir mereka.

Namun suasana tim terasa berbeda. Tidak ada candaan. Tidak ada obrolan santai. Yang tersisa hanya keheningan canggung setelah mereka melihat Reina lepas kendali.

Santo berdiri sendirian di atas reruntuhan mobil sambil memandang langit. “Kalian merasakannya juga, kan?”

Andri mengangkat kepala. “…Ya.” “Monster di sekitar kota mulai bergerak.”

Dandi langsung menegang. “Maksudmu?”

Santo menatap jauh ke arah gedung-gedung gelap. “Mereka seperti… mencari sesuatu.”

Angin dingin tiba-tiba berhembus. Lalu terdengar suara raungan panjang dari kejauhan.

Satu.

Lalu dua.

Kemudian puluhan.

Wajah Prisma berubah serius. “Itu terlalu banyak…”

Andri berdiri perlahan. “Bukan kebetulan.” Tatapan Andri perlahan mengarah ke Reina. “Setelah kekuatan itu muncul… monster mulai bereaksi.” Ucapan itu membuat suasana langsung membeku.

Dandi segera berdiri. “Andri.”

“Aku cuma mengatakan kenyataan.”

Reina tetap diam. Namun jemarinya perlahan mengepal. Karena jauh di dalam dirinya… ia tahu Andri mungkin benar.

Tiba-tiba—

DUUUUMMM!!

Tanah bergetar keras. Api kecil mereka langsung padam. Semua spontan mengangkat senjata.

Dari kejauhan, di tengah kota mati yang gelap… muncul cahaya merah raksasa menembus langit.

Bentuknya seperti pilar energi. Dan perlahan.. simbol aneh mulai muncul di udara sekitar cahaya itu.

Simbol yang sama persis dengan tanda hitam di tubuh Reina.

Angin mendadak berubah panas. Debu dan abu beterbangan mengitari pilar cahaya merah yang terus membumbung tinggi ke langit retak. Seluruh kota mati itu bergetar pelan, seperti jantung raksasa yang baru kembali berdetak setelah lama tertidur.

Reina memegang lengannya. Tanda hitam di kulitnya mulai menyala. “Gh…!” Rasa sakit tajam menjalar sampai ke lehernya.

Prisma langsung mendekat. “Reina!”

Namun saat tangannya hampir menyentuh bahu Reina—

BRAKK!!

Gelombang energi hitam meledak dari tubuh Reina dan menghantam tanah di sekitarnya. Retakan besar langsung menyebar.

Prisma terpental beberapa langkah. “Cih…”

Dandi membelalakkan mata. “Energinya makin kuat…”

Santo menatap tanda hitam di tubuh Reina dengan serius. “Bukan hanya kuat.” Tatapan Santo perlahan mengarah ke pilar merah di kejauhan. “Itu seperti sedang memanggil sesuatu.”

Suara raungan monster kembali terdengar. Kali ini jauh lebih dekat. Dari gang-gang gelap, dari reruntuhan gedung, dari bawah kendaraan hancur mata-mata merah mulai bermunculan.

Puluhan monster berjalan keluar perlahan. Tubuh mereka berbeda dari biasanya. Lebih besar. Lebih cacat. Dan di tubuh mereka... muncul simbol merah yang sama.

Andri langsung mengangkat pistolnya. “Mereka berevolusi…”

Seekor monster bertangan panjang tiba-tiba merangkak cepat di dinding gedung lalu melompat turun ke arah mereka.

“DATANG!!”

DOR!!

Peluru Andri menembus kepala monster itu.

Namun— monster tersebut tidak mati. Lukanya justru menutup kembali dengan daging hitam yang bergerak seperti cacing. “Apa-apaan…”

Monster itu menoleh langsung ke arah Reina. Lalu menjerit keras.

SCREEEEAAAKKK!!

Dalam sekejap seluruh monster lain ikut bergerak bersamaan. Mereka tidak menyerang yang lain. Target mereka hanya satu.

“REINAA!!” teriak Dandi.

Prisma langsung menghantam tanah dengan palunya.

DUUUUMM!!

Dinding energi besar muncul menahan gerombolan monster pertama.

Santo melesat ke bayangan gelap dan memotong beberapa monster sekaligus, sementara Andri terus menembakkan peluru khusus ke arah inti tubuh mereka.

Namun jumlah mereka terlalu banyak. Dan semakin lama monster-monster itu semakin menggila saat mendekati Reina.

Seolah keberadaan Reina sendiri menarik mereka. Reina terjatuh berlutut. Suara asing di kepalanya semakin jelas.

“Datanglah…”

“Gerbang menunggumu…”

“Kau adalah kuncinya…”

Mata Reina membesar.

Tiba-tiba bayangan-bayangan aneh muncul di kepalanya.

Sebuah kota kuno. Langit merah. Lautan mayat. Dan dirinya…

berdiri di tengah semuanya sambil memegang pedang hitam raksasa yang dipenuhi darah.

Lalu suara lain terdengar. Lebih dalam. Lebih menyeramkan. “Dunia ini pernah hancur karenamu.”

“Tidak…” Tubuh Reina mulai mengeluarkan aura hitam pekat.

Tanah di bawahnya perlahan membusuk.

Prisma menyadari perubahan itu dan langsung berteriak,

“REINA! FOKUS KE SUARAKU!”

Namun terlambat. Mata Reina perlahan berubah merah gelap. Dan seluruh monster di kota itu serempak berhenti bergerak.

Seolah sedang menunggu perintah dari seorang ratu monster.

1
DRR_LOVE
Keren loh, wajib dibaca..
Ellasama
cari referensi Thor supaya tau dan bisa bikin novel yang bagus apalagi reader gak suka type karakter yang lemah apalagi untuk si fl
DRR_LOVE: tentu kak, terimakasih
total 1 replies
Ellasama
gak heran makin dikit yg kasih like
Ellasama
alah ternyata type fl menyek-menye please paling gak suka kalau karakter ny gitu, katanya terlahir kembali dan sudah pernah ngalamin gitu aja gak bisa ngatasin
DRR_LOVE: halo kak, maaf kalau tidak sesuai dengan pemikiran kakak ya.. karena murni hasil dari imajinasi 🙏🙏
total 1 replies
Ellasama
kukira ada zombie ny ternyata dewa-dewi alurnya,,,, agak aneh tp suka kalau ada space entah seterusnya kek mana/NosePick/
Ellasama
Dewi Sinta? film India kah,,,, ada ada aja ni author. pasti ni ada benang merahnya ni🤭
Anime aikō-kā
.
yang
semngat💪
DRR_LOVE: terimakasih suportnya kak😍💪🙏
total 1 replies
yang
hus sana pergi
yang
hmm
DRR_LOVE: halo kak, terimakasih sudah suport😍🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt trusss semangat💪💪💪
DRR_LOVE: terimakasih sudah support kak🙏😍
total 1 replies
Andira Rahmawati
hadir thorrr
DRR_LOVE: Terimakasih kak 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!