karya ini aku buat atas pemikiran aku sendiri,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESANAN KUE YANG MEMBLUDAK
Hari itu pun berlalu seperti biasa. Tidak ada yang benar-benar berubah dalam hidup Key, setidaknya dari luar. Namun pagi itu terasa sedikit berbeda ketika ia sudah berdiri di depan toko Sweety Bakery lebih awal dari biasanya. Udara masih dingin, jalanan belum terlalu ramai, dan lampu-lampu toko di sekitar bahkan belum semuanya menyala.
Key membuka pintu toko dengan kunci cadangan yang ia pegang. Begitu pintu terbuka, aroma manis roti yang tersisa dari hari sebelumnya langsung menyambutnya. Ia menyalakan lampu satu per satu, lalu menghela napas pelan. Tempat ini selalu memberinya sedikit ketenangan—meskipun hidupnya sedang berantakan, setidaknya di sini ia tahu apa yang harus ia lakukan.
Ia langsung mengenakan apron, mengikat rambutnya dengan rapi, lalu mulai menyiapkan bahan-bahan. Tepung, gula, mentega, telur—semuanya ditata dengan cekatan. Tangannya bergerak cepat, seolah sudah hafal setiap langkah tanpa perlu berpikir. Adonan pertama mulai ia buat, diikuti dengan adonan kedua dan ketiga.
Belum lama ia bekerja, suara pintu toko berbunyi. Seorang pelanggan pertama masuk lebih cepat dari biasanya. Key sedikit terkejut, tapi tetap menyambut dengan senyum tipis.
“Selamat pagi,” ucapnya pelan.
Namun itu baru permulaan.
Tak sampai lima belas menit, pelanggan mulai berdatangan satu per satu. Awalnya hanya beberapa orang, tapi perlahan jumlahnya semakin banyak. Kursi-kursi yang biasanya kosong mulai terisi. Etalase yang baru saja ia isi mulai berkurang lebih cepat dari perkiraannya.
Key mulai merasakan ritme yang berbeda hari itu.
Pesanan datang tanpa henti. Ada yang memesan roti dalam jumlah besar, ada yang ingin kue ulang tahun mendadak, bahkan beberapa pelanggan meminta pesanan khusus yang harus dibuat saat itu juga. Ponsel toko pun terus berbunyi, notifikasi order online masuk bertubi-tubi.
“Buk, pesanan croissant tambah lagi ya! Sudah hampir habis!” teriak salah satu rekan kerjanya dari depan.
“Iya!” jawab Key singkat, tanpa berhenti mengaduk adonan.
Tangannya bergerak lebih cepat dari biasanya. Oven menyala tanpa henti, loyang keluar masuk silih berganti. Keringat mulai muncul di dahinya, tapi ia tidak peduli. Fokusnya hanya satu—menyelesaikan semua pesanan.
Suasana toko berubah menjadi sangat ramai. Suara pelanggan bercampur dengan bunyi oven, mixer, dan langkah kaki yang berlalu-lalang. Aroma roti yang baru matang memenuhi ruangan, membuat siapa pun yang masuk merasa lapar.
Key hampir tidak punya waktu untuk berhenti. Bahkan untuk sekadar minum pun ia harus mencuri waktu di sela-sela kesibukan.
Namun di tengah semua itu, ada sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, pikirannya tidak dipenuhi oleh hal-hal menyakitkan. Tidak ada bayangan masa lalu, tidak ada rasa sesak yang tiba-tiba muncul. Yang ada hanya kesibukan—dan entah kenapa, itu sedikit membantu.
“buk ini pesanan kue ulang tahun, bisa selesai dalam satu jam?” tanya rekannya lagi.
Key menoleh sebentar, lalu mengangguk. “Bisa biar saya yang mengerjakannya.”
Tanpa banyak bicara, ia langsung mulai mengerjakannya. Mengoles krim dengan rapi, menghias dengan detail yang teliti, memastikan setiap bagian terlihat sempurna. Meskipun terburu-buru, hasil tangannya tetap tidak mengecewakan.pantas saja key di percaya jadi manager toko sweety bakery
Waktu berjalan begitu cepat. Tanpa terasa, siang telah berganti sore. Namun toko masih belum sepi. Bahkan beberapa pelanggan harus mengantre untuk mendapatkan pesanan mereka.
“Hari ini kenapa ramai banget, ya?” bisik salah satu pegawai.
Key hanya diam. Ia sendiri tidak tahu jawabannya. Tapi ia tidak punya waktu untuk memikirkannya.
Pesanan terakhir akhirnya selesai menjelang sore. Key menghela napas panjang, tubuhnya terasa lelah, tangannya sedikit gemetar karena terlalu lama bekerja tanpa henti. Namun ia tetap berdiri, memastikan semuanya beres.
Etalase hampir kosong. Rak roti yang biasanya penuh kini hanya menyisakan beberapa potong. Itu tanda bahwa hari ini benar-benar luar biasa sibuk.
Key melepas apron-nya perlahan. Ia menatap sekeliling toko yang mulai kembali tenang. Kursi-kursi kosong, suara pelanggan mulai hilang, hanya tersisa aroma roti yang masih menggantung di udara.
Untuk sesaat, ia berdiri diam.
Hari itu memang melelahkan. Sangat melelahkan.
Namun setidaknya, untuk beberapa jam, ia bisa melupakan semuanya.
Dan mungkin… itu cukup untuk hari ini.
😉🤍