Antara Arkananta Pradipta dan Leana Anastasya.
pertemuan kembali setelah belasan tahun berpisah mengungkap berbagai rahasia.
sepasang mantan suami istri yg sama-sama msih mendendam cinta dulu adalah pasangan muda yang menikah muda di usia mereka baru 16 tahun dan mereka berpisah karena pertentangan dari orang tua masing-masing...
yang mau tau cerita selengkapnya nya di baca☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon #kupunyacerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 17 flashback
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di belahan dunia lain, tepatnya di negara London di sebuah Rumah mewah. pria dan wanita paruh baya sedang duduk diruang keluarga di rumah itu.
"mas, kok dari tadi mama telpon Arkan kenapa gak di angkat-angkat sih!!, aku khawatir loh mas.!hari ini aku belum tahu kabar anak nakalmu itu,!" ucap wanita paruh baya kepada suaminya, dia adalah Shella Yolanda Pradipta ibu kandung dari Arkan.
"Mungkin Arkan sudah tidur, Sayang ini kan udah malam kalau di Indonesia, Jangan khawatir ya?" Jawab sang suami menenangkan sang istri. Dia adalah Mahendra Pradipta, Ayah kandung dari Arkananta Pradipta.
"tapi dari tadi aku telpon mas tapi gak di angkat".
"ya udah besok lagi di coba ya? besok kan hari Minggu dia gak sekolah jadi gak usah takut buat telpon dia!". Sang suami bicara untuk menenangkan kan istrinya itu, kamu tahukan anakmu itu tidak suka di telpon-terus.!" lanjutnya lagi.
"Mas coba kamu telpon pak Yanto tanya Arkan sudah tidur apa belum.?". Pak Yanto adalah adalah kepala pelayan rumah tangga.
"Sayang ini sudah jam 12 kalau di Indonesia, pak Yanto pasti sudah tidur, jangan ganggu Istirahat mereka ya? Besok saja telpon anakmu itu."
"hufftt, baiklah. Kalau besok dia gak angkat telpon, mama pulang langsung ke Indonesia.!".
"iya sayang terserah kamu, anakmu tidak akan kenapa-kenapa percaya ya sama aku.?!"
"anakmu juga mas.!" kata sang istri melotot ke arah suaminya.
"iya anak q juga sayang.!?" pasrah suaminya. "anak q yang satu itu selalu membuatku di marahin oleh singa betina ini, awas saja nanti kalau ketemu aku jewer kepalanya.!" katanya membatin. Ingatkan Mahendra untuk menjewer telinga anaknya itu yang kadang bisa bikin darah naik. gak tahu aja mereka anaknya mereka telah melakukan hal yang lebih gila yang tidak pernah mereka bayangkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"mmm, Ar sa...yang pelan-pelan, i..ni sa..kit.!" rintih si gadis yang sedang berada di bawah lelakinya.
Ya mereka adalah Arkan dan Leana. Tadi setelah adegan Leana mencium pipi Arkan dipasar malam, Arkan langsung mengajak istrinya untuk pulang, waktu itu sudah menunjukkan angka 10 malam lewat dan sampai rumah sudah menunjukkan jam sebelas lewat.
setiba mereka berdua di dalam kamar, Arkan langsung menarik tangan Lea mendekatkan sang istri untuk menempel di dadanya, memeluk pinggang sang istri . Arkan menunduk untuk melihat istrinya yang lebih pendek darinya, Leana hanya setinggi batas bahu Arkan. Leana menyembunyikan wajahnya di dada Arkan karena takut atau juga malu karena terlalu dekat seprti itu.
"Lea, aku sayang kamu dan aku juga cinta sama kamu.!" ucap Arkan tiba-tiba mengungkap rasa sayang dan cinta yang di mana membuat jantung Leana berdetak keras dan membuat Leana refleks mendongak menatap suaminya. Wajah mereka bertemu intens, Leana memandang wajah suaminya lekat-lekat, suaminya itu sangat tampan hidung yang mancung, alis yang tebal kulit putih bersih, walau Arkan masih muda tapi Arkan memiliki bentuk tubuh yang atletis karena memang Arkan kalau di rumahnya senang berolahraga bersama ayahnya.
"Ar,? Panggil Leana Lirih. " aku gak ngerti tentang cinta ." sambungnya lagi.
"tidak apa-apa Lea, kamu diam saja dan lihat perjuangan aku untuk kamu untuk membuktikan kalau aku memang cinta dan sayang sama kmu. Kamu dunia ku Lea, Aku sudah suka sama kamu sejak pertama kita bertemu, tidak menyangka sekarang kamu menjadi istri ku, aku senang Lea, aku tidak menyesal walaupun kita menikah di paksa atau usia kita masih terlalu muda.!" ucap Arkan tulus.
Leana hanya diam meresapi setiap kata panjang yang di lontarkan oleh suaminya, dia tidak tahu harus menjawab apa karena dia tidak mengerti bagaimana definisi cinta itu, yang dia tahu sekarang jantungnya sedang tidak baik-baik saja.
"Ar?" panggil Lea lirih.
"ya sayang?" jawab Arkan tidak kalah lirih.
"aku takut jantungan."
"jantungan?" heran Arkan.
"jantungku sedang berdisko Arkan, dah Dig dug dari tadi gak berhenti!" kata Lea polos dan Arkan terkekeh sekaligus gemas melihat wajah istrinya.
"sayang?"
"hmm?"
"aku mau cium kamu?'"tanpa menunggu jawaban dari istrinya nya Arkan menunduk untuk menjangkau bibir sang istri dan menciumnya, kali ini tidak amatir seperti tadi pagi, nalurinya sebagai lelaki dan dari drama yang dia tonton dia bisa dengan lancar mencium istrinya itu di sesap dan lidah nya masuk kedalam mulut istrinya itu.
Lea tidak tahu cara membalas ,tapi dia memejamkan mata membiarkan dan menikmati apa yang di lakukan suaminya.
Arkan melepas pangutan mereka, membawa tubuh istri ke atas ranjang yang kecil berukuran 120*200 itu, tapi muat untuk mereka berdua. Toh mereka juga tidur saling memeluk jadi gak ada alasan sempit.
Arkan membaringkan tubuh Leana dan dia naik ke atas tubuh istrinya, mengukung tubuh Lea yang ada di bawanya.
Arkan menatap wajah cantik istrinya begitupun juga Lea yang menatap Arkan. Arkan menurunkankan wajahnya untuk mengecup kening lea lama dan membuat Leana merasa hangat, Arkan beralih mengecup mata Lea kiri dan kanan, lalu hidung dan kedua pipi , berhenti sekilas sebelum ke bibi ranum istrinya.
"Lea aku mau kamu malam ini." kata Arkan serak yang dimana membuat Leana merinding. Leana pikir Arkan akan hanya menciumnya saja, tapi ternyata lebih dari itu...
"tidak ingin berlama-lama Arkan meraup rakus bibir mungil dan ranum istrinya. Pangutan terlepas saat Lea seperti tidak mendapatkan kan pasokan oksigen. Tapi Arkan tidak berhenti di situ dia turun menjelajahi leher putih mulus istrinya, menjilat dan mengecup yang membuat Lea men de sa..
"a hh, Ar..kan ini gel..li." tapi Arkan tidak menhiraunya. "sayang aku mau kamu". Kata Arkan serak sarat akan hasrat yang sudah naik.
"mau apa si Ar?, kan udah cium tadi masih kurang?" tanya Leana polos masih dengan nafas yang tak beraturan.
"aku mau ini Lea,!" tunjuk Arkan ke arah da da istrinya. Lea kaget refleks menutup area da da dengan kedua tangannya.
"Ar kok mau ini sih?, emang ciuman belum puas.?''
"belum sayang makanya aku mau ini sayang ya, please?" mohon Arkan dengan wajah memelas dan di angguki oleh Leana.
Dan sekarang Telah terpampang buah da da Lea yang padat bulat tidak terlalu besar itu.
Arkan tidak membuang waktu langsung menurunkan wajahnya dan berlabuh di situ yang membuat Leana mendapat sensasi yang aneh geli bercampur nikmat bersamaan.
"a hh" de sa Lea membuat Arkan makin semngat.
" sayang aku juga mau ini, boleh ya?" tunjuk ke bagian Arkan meminta persetujuan leana.
"Ar, di kasih hati jangan minta jantung dong.!"
"Aku suami kamu sayang, gak boleh perhitungan sama suami, itu dosa sayang.!"
"tapi aku takut!."
"takut apa?"
"takut hamil, bukannya hubungan suami istri itu bikin hamil ya, aku gak mau hamil aku masih sekolah.!"
"sayang aku bakal keluarin di luar, kamu gak akan hamil kok!".
"keluarin apanya?"
"airnya sayang?"
"air app..." belum sempat Lea bertanya lagi Arkan membungkam bibir istrinya nya dengan bibirnya dan beralih ke da da yang di mana membuat Leana tidak dapat menolak adegan selanjutnya.
"ah say..yang pel..lan pell..an!.
"tahan sebentar ya sayang, maaf ya ini akan tersa sakit". Dan benar saja saat Arkan menembus pertahanan itu Leana teriak kesakitan mencengkram bahu suaminya sampai meninggalkan jejak kuku di sana.
Sampai akhirnya dipuncak pelepasan Arkan lupa untuk mengeluarkan di luar, Leana juga tidak menyadari itu karena dia juga tidak mengerti tentang hal hubungan intim.