NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:38.2k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Aksa masuk ke ruang kerjanya. Ia mengunci pintu dan langsung mengambil ponsel dari saku celananya. Dengan wajah tegang, ia menghubungi seseorang.

"Bagaimana? Apa mereka merencanakan sesuatu?" tanya Aksa tanpa basa-basi begitu telepon tersambung.

"Kami belum tahu pasti, Tuan. Tapi yang jelas, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar. Apalagi tadi saya menemukan dia tengah bertemu dengan seseorang secara rahasia," jawab suara di seberang telepon.

Rahang Aksa mengeras. Ia sudah menduga bahwa ibu tirinya tidak akan diam saja setelah kepulangannya dari Bali.

"Awasi setiap pergerakannya. Jangan sampai lolos sedikit pun. Laporkan padaku jika ada hal yang mencurigakan," perintah Aksa dengan nada dingin.

"Baik, Tuan. Saya mengerti," balas asisten rahasianya itu.

Aksa terdiam sejenak, ada gurat kecemasan yang muncul di matanya saat ia menanyakan pertanyaan selanjutnya.

"Bagaimana dengan ibuku? Apa ada orang yang mengganggunya?"

"Tidak ada, Tuan. Keadaan beliau aman. Kemungkinan besar Sonia belum mengetahui keberadaan ibu Anda sampai saat ini," lapor si penelepon.

Aksa menghela napas lega, meski tubuhnya masih terasa tegang.

"Baguslah. Pastikan penjagaan di sana tetap ketat. Jangan sampai ada orang asing yang mendekat."

"Siap, Tuan."

Pagi harinya, suasana di dalam penthouse terasa sangat dingin. Aksa sudah rapi dengan setelan jasnya, namun wajahnya masih terlihat kaku.

Saat keluar kamar, ia melihat Jasmine sedang menyiapkan sarapan di meja makan. Biasanya, Aksa akan mencuri kesempatan untuk menggoda atau sekadar menatapnya, tapi kali ini tidak. Ia melewati Jasmine begitu saja tanpa sepatah kata pun. Jangankan menyapa, menoleh pun tidak.

Aksa langsung menyambar kunci mobil dan pergi begitu saja, meninggalkan Jasmine yang tertegun di ruang makan.

Namun, baru tiga puluh menit duduk di kursi kebesarannya di kantor, fokus Aksa mulai buyar. Ia mencoba membaca laporan proyek, tapi bayangan wajah Jasmine yang menunduk sedih tadi pagi terus muncul di kepalanya.

Aksa menyandarkan punggungnya ke kursi kerja, menghela napas panjang. Amarah yang tadi membara perlahan padam, berganti dengan rasa rindu yang menyesakkan.

"Kenapa aku harus semarah itu?" gumamnya pada diri sendiri.

"Bara, ke ruangan saya sekarang!" ucap Aksa memanggil sekretarisnya itu masuk ke ruangannya.

Tak lama kemudian, pintu ruangan terbuka. Bara melangkah masuk dengan santai.

"Ada apa? Mukamu kusut sekali," tanya Bara heran.

Aksa menatapnya tajam. "Cari tahu siapa kekasih Jasmine."

Bara sempat terdiam, lalu matanya membelalak. "Hah? Apa barusan?"

"Saya tidak suka mengulang perintah, Bara," desis Aksa dengan nada yang mulai meninggi.

Bara mengangkat kedua tangannya, tanda menyerah. "Oke-oke, santai. Tapi kenapa gue harus cari tahu? Ya bagus dong jika dia punya kekasih, artinya dia sudah mulai move on dan melanjutkan hidupnya, kan?"

Mendengar ucapan Bara, rahang Aksa mengeras. Ia memukul meja kerjanya dengan tangan terkepal. Ia benar-benar tidak terima mendengar kata "move on" atau membayangkan Jasmine bersama pria lain.

"Jangan banyak tanya! Cari tahu sekarang juga, atau saya pecat kamu." ancam Aksa.

Bara hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya yang sedang terbakar api cemburu itu.

"Dasar posesif. Padahal kan sudah mantan," gumam Bara pelan sambil berjalan keluar ruangan untuk melaksanakan tugasnya.

Waktu makan siang tiba, namun pikiran Aksa tetap tidak bisa lepas dari Jasmine. Akhirnya, ia memutuskan untuk meninggalkan kantor dan pulang ke penthouse nya.

Begitu pintu terbuka, Aksa melihat Jasmine sedang berdiri di dekat jendela besar sambil memegang ponsel di telinganya. Jasmine tampak sedang asyik berbicara dengan seseorang di telepon, suaranya terdengar lembut dan ada tawa kecil di sana.

Melihat kedatangan Aksa yang tiba-tiba, raut wajah Jasmine langsung berubah tegang. Ia buru-buru mematikan ponselnya dan menyembunyikannya di balik punggung.

"Anda pulang, Tuan?" tanya Jasmine dengan nada gugup.

Aksa hanya menatapnya dingin, matanya tertuju pada ponsel yang baru saja disembunyikan itu.

"Hmm," jawabnya singkat.

Jasmine merasa heran karena biasanya Aksa makan siang di kantor atau bersama klien. "Kenapa Anda pulang? Apa ada sesuatu yang tertinggal?"

Aksa melangkah mendekat, auranya terasa sangat mengintimidasi. "Aku ingin makan siang di sini. Kenapa? Tidak boleh? Ini apartemenku, aku bebas pulang kapan saja," sahut Aksa ketus.

Jasmine sempat terdiam melihat sikap Aksa yang kembali galak. Ia menarik napas panjang untuk menenangkan diri sebelum menjawab.

"Tentu saja boleh, Tuan. Ini tempat Anda. Maaf jika saya lancang bertanya," jawab Jasmine pelan.

"Saya akan segera siapkan makan siang untuk Anda. Tunggu sebentar."

Jasmine segera berbalik menuju dapur, berusaha menghindari tatapan tajam Aksa yang seolah ingin menembus punggungnya. Sementara itu, Aksa tetap berdiri di ruang tamu, hatinya makin panas membayangkan siapa orang yang baru saja membuat Jasmine tertawa di telepon tadi.

Setelah makanan tertata rapi di meja, Jasmine berjalan menghampiri Aksa yang masih berdiri dengan wajah kaku.

"Makanan sudah siap, Tuan. Silakan makan," ucap Jasmine sopan.

Jasmine hendak berbalik menuju dapur untuk memberikan ruang bagi Aksa, namun suara berat pria itu menghentikan langkahnya.

"Jangan pergi. Duduk di sini dan temani saya makan," perintah Aksa tanpa menoleh.

Jasmine menghela napas pendek dan terpaksa menarik kursi di depan Aksa. Suasana di meja makan terasa sangat sunyi, hanya terdengar denting sendok yang beradu dengan piring. Namun, keheningan itu tidak bertahan lama.

"Siapa yang barusan kamu telepon?" tanya Aksa tiba-tiba, matanya menatap tajam ke arah Jasmine.

"Teman saya, Tuan," jawab Jasmine singkat.

Aksa meletakkan sendoknya, selera makannya seolah hilang seketika. "Laki-laki atau perempuan?"

Jasmine terdiam sebentar. Nih orang kepo amat sih, semuanya mau tahu, batin Jasmine kesal.

"Laki-laki, Tuan," jawab Jasmine jujur.

Mendengar jawaban itu, rahang Aksa mengeras. Ia mengepalkan tangannya di bawah meja, berusaha menahan emosi yang kembali meluap.

"Teman laki-laki? Sampai tertawa seperti itu di telepon? Apa dia kekasih yang kamu maksud semalam?"

Jasmine hanya menunduk, tidak ingin memperpanjang perdebatan di meja makan. Sikap diam Jasmine justru membuat Aksa semakin merasa tidak tenang dan cemburu buta.

Aksa segera menghabiskan makanannya dengan cepat, lalu meminum air di gelasnya hingga tandas. Ia membanting pelan gelas itu ke meja, menciptakan bunyi yang membuat Jasmine sedikit terlonjak.

Aksa bangkit dari kursinya dan melangkah mendekat ke arah Jasmine. Ia menumpukan kedua tangannya di pinggiran meja, mengurung Jasmine di antara tubuhnya dan kursi.

"Apa yang kekasihmu itu miliki, hm? Apa dia bisa memberimu segalanya seperti yang aku punya?" tanya Aksa dengan suara rendah yang menuntut.

"Apa dia lebih tampan dariku?"

Jasmine mendongak, menatap langsung ke mata Aksa yang berkilat penuh emosi. Ia tidak mau lagi terlihat lemah di depan mantan suaminya itu.

"Tampan atau kaya itu bukan segalanya, Tuan," balas Jasmine berani.

"Yang penting dia punya cinta dan ketulusan untuk saya. Sesuatu yang mungkin sulit Anda mengerti."

"Oh ya? Begitukah?" tanya Aksa dengan nada meremehkan.

"Ya," jawab Jasmine mantap, mencoba mempertahankan harga dirinya.

Namun, tanpa peringatan sedikit pun, Aksa bergerak cepat. Ia mencengkeram tengkuk Jasmine dan langsung membungkam bibir wanita itu dengan ciuman yang kasar dan penuh tuntutan. Jasmine tersentak, tangannya mencoba mendorong dada bidang Aksa, namun tenaga pria itu jauh lebih kuat.

Setelah beberapa saat yang menyesakkan, Aksa melepaskan tautan bibir mereka, namun tetap mengunci wajah Jasmine dengan jarak yang sangat dekat. Napasnya memburu, matanya menatap tajam langsung ke manik mata Jasmine yang mulai berkaca-kaca.

"Kamu hanya milikku, Jasmine," desis Aksa dengan suara berat yang mengancam.

"Jangan pernah berani menyebut nama lelaki lain di depanku."

Aksa mempererat cengkeramannya, membuat Jasmine tidak bisa berpaling.

"Jangan sesekali kamu berhubungan lagi dengan pria itu. Kamu dengar?" ancam Aksa dengan rahang yang mengeras.

"Atau aku tidak akan segan-segan melenyapkannya dari muka bumi ini."

Jasmine tertegun, melihat kegilaan di mata Aksa yang tampak sangat serius dengan ucapannya. Pria itu benar-benar tidak akan membiarkan siapa pun mendekatinya.

1
olyv
nah benar g usah buang² tenaga buat meladani wanita gila itu tunggu aja kehancuran mu clarissa
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ kelakuan mu aksa
olyv
eh apaan ni aq ngakak 🤣🤣
olyv
Wkwkwkwk aksa g ada sopan² nya pd tuan rumah 🤣
olyv
hayoloh aksa nurut aja mau dapat restu g sih 🤣
olyv
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ aksa cebakur
olyv
Wkwkwk tanya² dulu aksa, bakal susah nih dapat restu kakak ipar 😁
Lilik Juhariah
kasihan juga Clarisa di tempat didikan yg salah, knp aku Melo banget ada anak yg nasibnya sprt clarisa
olyv
👍👍
olyv
nah itu lebih baik 😑👍
Oma Gavin
up rutin kak ceritanya bagus sayang kalau loncat" up nya
Redmi Nam
GK sabar liat Sonia ketangkep
Uning Sodik
duuuujh...
olyv
hhmm sabar y jasmine
olyv
astagah 🤣
Redmi Nam
thor up nya lama banget...
sekali up 1 aja
Lilik Juhariah
semangat kak
Lilik Juhariah
hemmm si emak tiri minta di pindah ke dunia lain kayknya
olyv
aska kalang kabut 🤣
sunaryati jarum
Clarissa buat berita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!