Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.
Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.
Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
...****************...
Di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota.
Sebuah mansion mewah yang terlihat mirip seperti kastil kecil, berdiri tegak di pulau pribadi yang dijaga sangat ketat.
Di salah satu ruangan dalam bangunan megah itu berkumpul tiga sosok misterius yang melakukan pertemuan rahasia di kastil tersebut.
" Bagaimana dengan perputaran bisnis biji nikel di negara A ?" ucap salah seorang pria yang berusia sekitar empat puluhan.
Dua orang lainnya ikut menoleh.
Salah satunya adalah pria tua berusia 60an.
" Negara itu memiliki biji nikel yang sangat banyak, ada beberapa titik yang dilaporkan oleh orang-orang ku yang berkemungkinan besar terdapat biji nikel."
Pria pertama mengangguk puas. " Bagus.., itu bisa kita manfaatkan untuk proyek kedepan."
Sedangkan untuk pria ketiga yang memiliki usia paling muda diantara ketiganya terlihat cukup bosan dengan pertemuan tersebut.
Hingga pria tua itu menanyakan sesuatu yang cukup menjadi kendala di bisnis mereka.
" Tapi ada satu masalah kecil,"
Pria pertama menoleh dengan tatapan tajam.
" Apa itu.., apa ada pejabat disekitar area tambang yang mengusik ?" tanyanya.
" Kalau itu beri saja suap seperti biasanya, dan jika menolak cukup singkirkan mereka dari dunia politik dengan kasus palsu." Lanjutnya lagi dengan terus terang.
Menyingkirkan tokoh politik bagi mereka hanyalah sebuah aksi kecil yang sangat mudah dilakukan.
Apa lagi kedudukan mereka yang bahkan bisa mengendalikan satu negara dengan mengunakan pemimpin negara boneka yang mereka susup kan.
" Bukan itu.." sahut pria tua itu yang bernama Derry Jenskin, salah satu anggota keluarga Jenskin.
"Lalu apa ?, apa ada pergerakan dari organisasi lingkungan ?, " sahut Hanzo Jenskin pria pertama.
" Hilangkan saja mereka, tidak akan ada yang perduli dengan nyawa kecil itu, jika hilang tanpa bekas hanya keluarga nya saja yang berduka." ungkapnya lagi.
Sedangkan pria terakhir yang memiliki usia paling muda hanya menyimak tanpa mencoba ikut pembicaraan.
Derry kembali berkata, " Bukan karena campur tangan warga sipil atau pejabat korup, namun ada permainan dari kalangan elit politik lain yang mencoba menekan penjualan nikel."
" Oh..., jadi ada yang mencoba merusak bisnis kita..,"
" cih..! Cukup berani mereka menentang keluarga Jenskin."
Derry kembali memberikan informasi terkini terkait beberapa kelompok mafia dan pejabat pemerintah di negara A yang mencoba menyebarkan berita bohong tentang bahaya kendaraan listrik untuk menjelekkan dan menurunkan nilai Nikel.
Beberapa hal yang mereka lakukan dengan menyebarkan video kendaraan kendaraan listrik yang terbakar tanpa alasan yang dapat memicu kepanikan masyarakat dan membuat penjualan kendaraan yang berbasis listrik menurun drastis.
" Beberapa dari mereka memiliki bisnis tambang Minyak Bumi, mereka merasa keuntungan yang mereka dapat menurun drastis akibat kendaraan listrik yang keluar baru-baru ini." pungkasnya.
" Ck.., licik sekali mereka, tapi pasti ada cara untuk melawan balik, kan..?" ucap Hanzo Jenskin.
Derry terdiam sejenak seakan ikut memikirkan solusinya.
Hanzo lalu melihat ke arah pria muda di sampingnya.
" Bagaimana menurutmu Devon..?, kau biasanya memiliki ide cemerlang." tanya Hanzo Langsung.
Pria muda yang dipanggil Devon itu pun mengerutkan keningnya.
Hembusan nafas singkat terdengar cukup keras.
" Suruh saja beberapa tentara bayaran untuk menyamar sebagai organisasi Teroris untuk membuat kekacauan di negara negara penghasil minyak terbesar, dengan itu perputaran distribusi pasti akan terganggu, kalau bisa suru mereka mengebom kilang minyak milik orang-orang itu." ucapnya dengan suara yang terdengar santai.
Hanzo pun tertawa lepas karena ide Devon Jenskin sangatlah jenius.
" HAHAHAHA...!!!"
"Bagus..!!, Bagus sekali Devon, itu ide yang sangat luar biasa." puji Hanzo dengan suara keras.
Derry juga tersenyum lebar sambil mengangguk kagum.
Mereka pun menyetujui ide Devon untuk permasalahan tersebut.
Mereka kembali membicarakan beberapa poin penting di beberapa bisnis mereka yang sedang berjalan.
Sampai akhirnya Derry kembali mengungkapkan sesuatu yang membuat Devon terkejut, wajahnya yang awalnya santai langsung berubah.
" Apakah kalian tau kalau pewaris keluarga Draco baru saja melangsungkan pernikahan.." ungkapnya.
" Apa..!!" Devon menjadi yang pertama menunjukkan reaksinya.
" Pewaris keluarga Draco.., berarti," timpal Hanzo dengan suara pelan.
" Revano Ace Draco...." ucap Devon menyebutkan nama tersebut dengan suara dingin dan penuh dendam.
...****************...