Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guru Mun RA.
Tingkat kultivasi SING KANG sekarang telah berada pada BINTANG lima SUCI.
Ini terasa sangat luar biasa di umurnya baru menginjak tiga belas tahun lebih sudah bisa menerobos kultivasi tingkat tinggi. Benar benar jenius yang menentang neraka.
SING KANG juga telah mengalami pertempuran hidup dan mati sebanyak ratusan kali. sehingga pengalam bertempurnya meningkat pesat.
Bahkan AYAHnya sendiri yang di katakan jenius di dalam perkumpulan keluarganya tidak setinggi ini tingkat kultivasinya di bandingkan putranya SING KANG.
Saat ini tubuh SING KANG tampak tegap berisi di penuhi otot otot yang menonjol ke depan.
Wajahnya sangat tampan melebihi Ayahnya SING GAMA. karena SING KANG lebih mirip IBUNYA dari pada AYAHNYA.
Ketika mereka tiba di dasar perut bumi, tiba tiba SING KANG dengan ekor matanya tidak sengaja melihat ada celah lobang sempit di antara dua tebing yang menjorok kebawah.
Karena penasaran, SING KANG pun berjalan mendekati tempat tersebut, ketika ia hampir sampai, ia merasakan aura kuno dan hawa yang sangat berbeda. tiba tiba tubuhnya langsung tersedot kedalam celah lobang sempit tersebut.
SING KANG sangat terkejut ketika mendapati dirinya telah berada di dalam sebuah goa yang sangat besar, tiba tiba terdengar sebuah suara Tampa rupa dan Tampa wujud.
"Selamat datang bocah jenius di tempat peristirahatanku!"
SING KANG jadi merinding bulu kuduknya mendengar sebuah suara Tampa rupa dan Tampa wujud.
Ia kemudia berbalik kebelakang, tapi tidak menemukan ada satupun manusia ataupun binatang.
"Bocah jenius, jangan takut!"
Tiba tiba terdengar lagi suara memasuki pikirannya, membuat SING KANG benar benar sangat penasaran. Siapa yang telah memanggil dan menyebut namanya.
Bulu kuduknya semakin merinding, ia bergerak kebelakang dan hendak..Memberanikan dirinya bertanya,.
"Siapa?"
Tidak suara atau pun balasan, atau sahutan dan jawaban.
"Siapa yang telah memanggil aku?" SING KANG kembali bertanya dan ekor matanya melihat ada pintu di sebelah kirinya di dekat sebuah batu yang sangat besar.
Melangkahkan kakinya menuju kearah batu besar itu dan benar ada pintu di sana. Ketika sampai di depan pintu tersebut, SING KANG menemukan sebuah ruangan dan di dalam ruangan itu terdapat sebuah tengkorak lengkap dengan baju kebesarannya.
"Bocah! Akulah yang membawamu kesini dan akulah yang memanggilmu!" Suara Tampa wujud dan Tampa rupa itu kembali terdengar di benak SING KANG.
Duduklah di depan tengkorak yang ada di depanmu itu, itulah aku. Suara yang kamu dengar itu adalah sisa sisa jiwaku.
SING KANG langsung duduk di depan tengkorak yang ada didepannya itu.
Bocah, perlu kamu tau. Sisa sisa jiwa yang kumiliki sekarang tidak bisa bertahan lama lagi.sekarang kamu bersujud di depanku sebanyak sembilan kali, aku telah menunggumu sudah lama sekali untuk mewarisi semua yang kumiliki dan setelah semua warisanku kamu miliki dan kuasai semuanya. Kamu bocah mau mengagapku sebagai gurumu atau tidak tidak, aku tidak peduli.
Mendengar itu SING KANG jadi sangat senang dan gembira, tanpa menunggu lebih lama lagi ia langsung bersujud sembilan kali di depan tengkorak itu dan berkata.
"Guru! Murid memberi hormat dan terimakasih atas kepercayaan Guru mewarisi semua warisan yang guru punya dan miliki"
"Perlu kamu tau Nak, aku dulu adalah seorang penguasa yang ada di sebuah Alam tingkat tinggi yang ada di sana. Sebelum aku mati aku di jebak oleh musuh musuhku yang tidak suka dengan aku"
"Musuh musuhku sangat banyak dan kuat, aku ingin kamu pergi ke alam tersebut dan balasan semua dendam aku kepada seluruh bajingan itu"
Ucap guru SING KANG dengan sangat marah.
"perlu kamu tau muridku, aku bernama MUN RA dari klan MUN yang ada di sebuah alam Sanan, tempat itu begitu jauh. Setelah ribuan tahun Gurumu ini mati, mungkin sekarang Perkumpulan keluarga MUN sangat menyedihkan"
"Karena GuRu sangat yakin musuh musuh GuRu mu ini pasti menargetkan perkumpulan keluarga MUN. Oh ya, sebelum kamu benar benar tumbuh menjadi sangat kuat. Jangan pernah sekali kali kamu pergi ke alam tingkat ke dua. Karena di alam tingkat kedua tingkat kultivasi di alam tingkat satu ini seperti sampai di mata orang orang yang ada di alam tingkat kedua"
Perlu kamu tau, tingkat kultivasi sangat banyak di seluruh alam ini, semakin tinggi alamnya, semakin tinggi pula tingkat kultivasinya. Kamu perlu berhati-hati dalam perjalananmu nantinya, bantu yang pantas di bantu dan tolong yang pantas di tolong. Aku tau hati dan jiwamu sangat baik, oleh karena itu hukum dan bunuh yang pantas untuk di bunuh, yang bertindak semena mena, yang melakukan kejahatan. Ingat kamu harus rendah hati, masih ada langit di atas langit, masih ada orang kuat di atas orang kuat. Jangan bertindak gegabah, pikirkan sebelum bertindak"
Panjang kali lebar gurunya MUN RA menerangkan dan memberi nasehat.
SING KANG hanya diam saja mendengarkan sambil kepalanya tertunduk. Dia sedih mendengar kisah perjalan hidup Gurunya MUN RA.
"Oh ya muridku..."
Sebelum gurunya seleai melanjutkan kata katanya, SING KANG terlebih dahulu memotongnya dan dia berkata.
"Guru! Nama muridmu ini adalah SING KANG"
"SING KANG" Gumam MUN RA pelan.
"Iya GuRu! Itulah nama pemberian Ayah dan Ibuku"
Baiklah muridku SING KANG, sebelum jiwa gurumu ini lenyap, Gurumu ini akan memberikan semua yang guru miliki semasa hidup dan guru juga akan membantumu membuka dunia jiwa yang kamu miliki. Karena aku orang yang memiliki tubuh tipe Kaisar ilahi, jadi hanya gurumu ini yang bisa membuka dunia jiwa milikmu itu. Seperti tubuhmu itulah yang memiliki darah penguasa"
"Sebelum jiwa gurumu ini benar benar hilang, aku akan memberikan pengetahuan yang aku miliki kepadamu. Perlu kamu ingat, setelah kamu berhasil naik ke alam yang lebih tinggi lagi, kamu harus menggunakan portal teleportasi yang ada di di benua tingkat tinggi. Berikanlah medali ini kepada kaisar yang ada di benua tingkat tinggi itu. Mereka pasti masih mengenalinya dan juga pasti akan sangat menghormatimu"
"Tidak usah di bahas itu lagi, hanya akan membuang buang waktu saja, sekarang mari kita membuka dunia jiwa milikmu. Duduklah dengan tenang dan kamu boleh membelakangi gurumu ini" Ucap sebuah suara Tampa wujud dan tanpa bentuk.
SING KANG hanya menurut saja seperti apa yang di perintahkan oleh gurunya. Tak berlangsung beberapa lamanya terdengarlah suara terendam di dalam tubuh SING KANG sebanyak beberapa kali.
BAM....
BAM..
BAM...
BAM....
SING KANG berhasil naik tingkat dan sekarang tingkat kultivasinya menjadi BINTANG lima belas SUCI puncak.
SING KANG membuka matanya dan terdengarlah suara sang gurunya yang mulai melemah.
"Ingatlah wahai muridku SING KANG, kamu harus menyembunyikan tingkat kultivasimu dan kamu juga harus mencamkan ini baik baik. Sebelum kamu benar benar memiliki kekuatan yang sangat kuat, kamu tidak boleh dulu naik kealam tingkat tinggi dan jangan senang dengan pencapaianmu itu. Kamu harus terus berlatih tingkatkan kekuatanmu terus dan jangan pernah bermalas malasan"
Setelah memberikan nasehat dan mengucapkan semua itu tiba tiba suara itu hilang bagaikan di telan angin.
"Guru! Aku SING KANG akan selalu mendengar nasehatmu dan berjanji akan memenuhi permintaanmu itu"
Ucap SING KANG sambil bersujud kearah tengkorak yang ada di depannya itu sebanyak sembilan kali.
Dukung terus cerita ini dengan cara....
Like..
Suka...
Bintang lima.....
Hadiah...
Iklan......
Vote...
Jangan lupa kritik saran dan masukannya.
Inggat, ada kelanjutannya pada sambungan halaman sebelah.