Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.
pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?
cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
“Hantuuu..“Teriak Aruna tatkala melihat wajah Arka yang tersorot flash hp, tubuh Aruna pun terlihat menegang dengan kedua mata melotot ngeri. Sementara sang empu yang di kira hantu pun mendengus kasar dengan tatapan tajamnya pada sang pelaku yang sudah membuatnya beranjak dari atas ranjangnya.
Ternyata si pelaku yang di kira maling adalah wanita yang baru saja ia nikahi tadi siang dan entah apa yang di lakukannya. Sampai membuatnya duduk di bawah begitu saja__lalu yang paling menjengkelkan ketika dirinya di teriaki sebagai hantu. Heuhh mana ada hantu setampan Arka, ngarang saja memang wanita itu!
“Bantuin..“Ucap Aruna setengah merengek tatkala Arka tanpa banyak bicara terlihat akan pergi dari sana, namun langkahnya terhenti tatkala mendengar suara Aruna merengek padanya.
Begitu Arka membalik tubuhnya, maka yang di lihatnya adalah wajah Aruna yang terlihat begitu menyedihkan sekali__sial, meskipun tak begitu mengenal dekat Aruna, tapi Arka juga bukan manusia yang tega seperti itu.
Tanpa banyak bicara, Arka pun mengulurkan kedua tangannya dengan sebelumnya telah menyimpan ponselnya di tempat yang aman. Dan Aruna dia mengambil kesempatan yang ada dengan menerima uluran tangan Arka__dengan bantuan Arka, Aruna pun bangkit berdiri dan berjalan kesusahan karena kakinya sakit, sampai Arka yang greget pun mengangkat tubuh Aruna dan membuat wanita itu menjerit karena kaget.
“Astaga, mas Arka..“Ucapnya seraya dengan cepat mengalungkan kedua tangannya di leher Arka. Arka tidak mengatakan apapun dan hanya melangkahkan kakinya, sampai tepat di kamar yang di huni oleh wanita itu, Arka lalu menurunkan tubuh wanita itu hati-hati di atas kasur.
“Ma..kasih.“Tukas Aruna sambil tersenyum tipis dan Arka hanya mengangguk samar, setelah memastikan Aruna tidur di atas ranjangnya, Arka pun keluar dan sebelumnya pria itu sudah meletakan satu lilin di atas nakas.
“Dia cukup baik juga, ya. Walaupun sangat dingin seperti kulkas.“Gumam Aruna seraya menyeringai, wanita itu lantas terduduk dan menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang__lalu tangannya mengusap bokongnya yang terasa sakit setelah terpeleset tadi. Meski pun mati lampu, tetapi kamarnya cukup terang dengan satu lilin yang sudah di nyalakan pria itu dan di taruhnya di atas lantai oleh Arka tadi.
****
Karena semalam Arka sudah baik padanya. Aruna pun memutuskan untuk bangun pagi-pagi sekali, Aruna juga selesai memberesi rumah bagiannya dan juga bagian bersama dan mencuci perabotan yang ada di westafel. Karena Arka sudah membantunya, maka Aruna pun akan memberikan balasan dengan membuatkannya sarapan pagi yang enak dan tak kalah dari menu-menu yang ada di restoran.
Sebelum itu, Aruna pun membuka kulkas dan mencari beberapa bahan makanan yang tersedia dan senyumnya langsung hilang tatkala kedua matanya tak menemukan apapun. Kecuali hanya beberapa butir telur, cabe merah, gula merah dan sayuran toge saja.
Tampaknya Arka sepemalas itu, sampai-sampai stok persediaan makanan di kulkas hanya ada beberapa telur saja dan sayuran toge..ckck
Padahal rencananya, Aruna ingin memasak menu masakan daging, tapi ayamnya tidak ada. Ya sudahlah, sepertinya Aruna harus mengganti menu masakan pagi ini dengan menu seadanya saja. Karena kalau harus belanja, maka bisa di pastikan jam sarapan akan terlewati dan mungkin akan masuk jam makan siang.
Baiklah, Aruna pun mulai membungkuk dan mengambil beberapa butir telur, tatapannya terlihat lurus ke depan dan Aruna tak bergerak untuk beberapa detik. Wanita itu sedang memilih menu apa yang akan ia masak hanya dengan menggunakan telur saja__selang beberapa detik kemudian, terlihat senyum di bibirnya dan menjadi berbinar.
“Telur balado. Berhubung bawang-bawangan ada, cabe dan bahan-bahan lainnya.“Gumamnya, tanpa menunggu lama lagi, Aruna pun segera membawa beberapa telur itu ke dapur dan memulai memasaknya.
*****
Bau harum masakan membuat kedua nata Arka pun terbuka lebar, pria itu segera menegakan tubuhnya dab mulai membaui aroma harum masakan itu dengan hidungnya lalu mengikutinya. Hingga Arka pun sampai di dapur dan ia menemukan istrinya Aruna yang sedang membelakanginya dan sedang memindahkan masakannya ke mangkuk.
“Dia masak?“Tanya Arka pada dirinya sendiri dan berupa gumaman. Karena aroma masakan Aruna begitu wangi, sampai pria itu tak sadar telah melangkah sejauh itu hingga dia sampai tepat di belakang tubuh Aruna dan Aruna yang merasa ada sosok di belakangnya pun sontak berbalik, refleks sutil yang sedang di pegangnya pun mengenai kening Arka dan membuat pria itu meringis nyeri karena ulah Aruna barusan.
“Ehh maaf mas, saya gak sengaja.“Ujar Aruna meringis tak enak hati, sedang Arka. Pria itu mendengus kasar, satu tangan ia gunakan untuk mengelus kening yang tadi di lempar sutil oler Aruna.
“Saya obatin ya, mas?.“Ujar Aruna tak mau menyerah. Arka masih diam saja dengan tangan yang masih terlihat di letakan di kening__melihat itu, pemahaman Aruna pun terhadap Arka adalah ia mengijinkan, makanya Aruna cepat-cepat menarik tangan Arka dan mendudukan pria itu untuk duduk di kursi dan Aruna segera mengambil kotak p3k dan menarik isinya keluar.
“Maaf mas, habisnya mas sendiri yang ngagetin saya.“Tutur Aruna yang segera membuka betadin lalu mulai mengeluarkan isinya menggunakan kapas dan langsung mengoleskannya pada kening Arka. Pria itu meringis nyeri dan Aruna pun ikut meringis, lebih tepatnya bersalah.
“Maaf mas..“Aruna kembali meminta maaf dan Arka kali ini menyentak tangannya lalu memberinya tatapan tajam.
“Mas__.“
“Ternyata kamu cerewet sekali!.“ucap Arka dingin dengan tatapannya yang masih terlihat galak. Dan anehnya Aruna sama sekali tidak terlihat takut dan membuat Atka berdecak kesal, lalu pria itu bangkit dan meninggalkan Aruna sendiri.
“Heuhh.. dia itu kenapa sih?.“Gumam Aruna seraya menatap punggung pria itu yang mulai tak terlihat lagi dari pandangannya.
****
Karena pernikahannya mendadak, maka Aruna pun kembali ke aktivitasnya sebelum menikah. Yaitu bekerja di salah satu dealer yang berada di dekat rumahnya dan Aruna menempati posisi kasir di sana.
Hubungannya dengan Arka hanya sebatas formalitas dan berjangka. Yang artinya Aruna dan Arka tidak punya kewajiban untuk saling peduli dan memberitahukan keadaan masing-masing, oleh karena itu. Aruna pun begitu saja segera keluar dari rumah setelah memberesi dan membuat sarapan pagi untuknya.
“Karena kemarin mas Arka gak mau makan makananku, makanya aku agak akan buat lagi apapun untuknya.“Gumam Aruna seraya memandang lirih pada telur balado yang di masaknya dan hanya berkurang dua biji saja. Itu pun di makan olehnya sendiri__sedang pria yang Aruna perkirakan untuk makan makannya pun terlihat sama sekali tidak berminat.
Aruna paling senang memasak dan sangat bahagia kalau orang-orang mau mencicipi masakannya. Tetapi kalau ada orang seperti Arka, maka Aruna sedih dan mood memasakanya jadi anjlok. Aruna jadi malas memasak lagi dan memutuskan untuk menghangatkan telur balado yang tersisa lalu membawa semuanya ke tempat bekerja__meski masakannya bukan masakan baru, rasanya masih enak kok dan Aruna rasa. Teman-temannya di dealer pun tak akan keberatan sama sekali.