Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.
Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.
Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Oleh karena itu, aku akan memberikanmu hadiah baru, energi kehidupan yang sesungguhnya, energi yang tak akan pernah habis selama kamu tetap menjaga niat baikmu," jelasnya sambil mengulurkan kedua tangannya ke arah Abram.
"Ah, sungguh terima kasih banyak, Kakek Zeno!" teriak Abram dengan mata yang penuh kagum.
Kakek Zeno memegang erat kedua tangan Abram. Sebuah cahaya berwarna hijau menyala terang dari telapak tangannya, mengalir perlahan ke dalam tubuh Abram seperti aliran sungai yang tenang.
Energi alam kehidupan itu meresap ke setiap sel tubuhnya, membuatnya merasakan sensasi hangat yang tak pernah dirasakan sebelumnya, berbeda dengan energi berwarna keemasan yang diberikan Kakek Zeno pada pertemuan pertama mereka.
.
Tak hanya itu, Kakek Zeno kemudian menempatkan satu ujung tangannya di dahi Abram.
Saat itu, berbagai gambar dan pengetahuan tentang ilmu bela diri kuno membanjiri pikirannya, mulai dari teknik bertarung jarak dekat, cara membaca gerakan lawan, hingga prinsip dasar mempertahankan diri tanpa menyakiti orang lain.
"Ilmu bela diri ini bukan untuk digunakan sembarangan, anak muda. Kau harus melatihnya sendiri secara teratur, semakin sering kamu berlatih, semakin dalam pemahamanmu dan semakin baik kemampuanmu. Ingat, ini hanya untuk membela diri dan melindungi orang yang lemah," pesan Kakek Zeno dengan suara yang penuh makna.
"Sangat luar biasa, Kakek. Rasanya seolah-olah saya telah mempelajarinya selama bertahun-tahun," ujar Abram dengan tatapan kagum, masih merasa heran dengan pengetahuan yang tiba-tiba ada di dalam kepalanya.
Kemudian, Kakek Zeno mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil berwarna hitam yang memiliki ukiran motif daun dan bunga yang indah.
Ia membukanya perlahan, mengungkapkan sepuluh dua buah jarum akupuntur dengan ujung yang sangat tajam namun terlihat bersih dan mengkilap.
"Ambilah ini. Ini adalah jarum akupuntur kuno yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Dengan jarum ini, kamu bisa menyembuhkan banyak pasien yang membutuhkan, salkan kamu bisa menemukan titik vital yang tepat dan menggunakan nya dengan penuh rasa tanggung jawab. Setiap jarum memiliki fungsi khusus untuk mengobati berbagai penyakit," jelas Kakek Zeno sambil menyerahkan kotak kayu itu kepada Abram.
Abram mengambil kotaknya dengan hati-hati dan melihat setiap jarumnya satu per satu. Ia merasakan getaran lembut dari setiap jarum, seolah mereka memiliki energi tersendiri yang siap membantu menyembuhkan.
"Cukuplah untuk saat ini. Kamu harus istirahat kembali. Apa yang kuberi sudah kubawa dengan baik, pandai-pandailah membawa diri dan gunakan semua yang kudiberikan untuk kebaikan," ujar Kakek Zeno perlahan-lahan, tubuhnya mulai memudar seperti kabut pagi.
Abram menundukkan kepalanya dengan penuh hormat. "Terima kasih atas semua yang Kau berikan, Kakek Zeno. Saya akan selalu mengingat pesan-Mu," ucapnya dengan suara penuh penghargaan.
Tak lama kemudian, ia terbangun dari tidurnya dengan napas yang sedikit terengah-engah, tangan kirinya masih erat memegang sesuatu, kotak kayu berwarna hitam yang baru saja diberikan Kakek Zeno di dalam mimpinya
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
di tunggu kelanjutannya