Kimberly kembali ke negaranya bersama ke empat anak kembarnya untuk membawa anak sulungnya yang terpaksa dititipkan oleh seorang pria. Di mana pria tersebut adalah seorang CEO yang terkenal dengan kekejamannya dan super dingin.
Kimberly hamil di luar nikah karena melakukan hubungan satu malam dengan seorang pria. Di mana saat itu Kimberly di jebak oleh Ibu tirinya dan adik tirinya demi mendapatkan warisan yang ditinggalkan oleh Ibunya.
Selain ingin membawa putra sulungnya, Kimberly berniat membalaskan dendam terhadap Ibu tirinya dan juga adik tirinya dengan cara menikah dengan pria yang membuat dirinya hamil.
Akankah rencananya berjalan lancar? Apakah pernikahan Kimberly berakhir bahagia atau bercerai? Mengingat banyak orang yang ingin memisahkan hubungan mereka. Ikuti yuk novel terbaruku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa Mobilnya di bawa?
Tiba-tiba ponselnya berdering membuat Kimberly mengambil ponselnya dari saku jasnya dan melihat di layar ponselnya tertera nama Amanda.
Kimberly kemudian menggeser tombol warna hijau kemudian menempelkannya di telinganya.
"Ada apa Amanda?" Tanya Kimberly tanpa basa basi.
("Mommy, mobil yang digunakan Mommy di bawa sama orang suruhan Daddy." Jawab Amanda).
"Kenapa mobilnya di bawa?" Tanya Kimberly dengan nada kesal.
("Supaya Mommy tidak pergi lagi dan langsung pulang." Jawab Amanda).
"Baiklah. Kalau begitu Mommy naik taksi saja. Terima kasih atas informasinya." Ucap Kimberly.
("Sama-sama, Mom." Jawab Amanda.
Kimberly hanya terdiam dan memutuskan sambungan komunikasi lalu menyimpannya ke dalam tasnya. Kimberly kemudian berjalan menuju ke arah lobby kantor untuk mencari taksi.
Namun beberapa saat kemudian sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Kimberly. Kimberly hanya terdiam dan melihat seorang pria berpakaian serba hitam turun dari mobil kemudian berjalan ke arah dirinya.
"Selamat sore, Nyonya Muda." Sapa pria itu sambil membungkukkan tubuhnya.
"Tuan Muda Roberto, memintaku untuk menjemput Nyonya Muda." sambung pria tersebut.
"Menjemputku kemana?" Tanya Kimberly penasaran.
"Nyonya Muda akan tahu setelah sampai di sana." Jawab pria tersebut yang tidak mungkin mengatakan sebenarnya.
Hal ini dikarenakan dirinya diperintahkan oleh Diego untuk tidak mengatakan ke Kimberly mengenai rencana Diego.
Kimberly hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian masuk ke dalam mobil yang sejak tadi di buka oleh pria tersebut.
Setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil, barulah mobil tersebut melaju dengan kecepatan sedang menuju ke arah Hotel Roberto.
Tiga puluh menit kemudian mobil tersebut berhenti tepat di depan lobby Hotel Roberto. Kimberly kemudian turun dari mobil ketika pria tersebut membuka pintu mobil.
Kimberly berjalan dengan santai namun ketika memasuki Hotel Roberto, Kimberly melihat delapan orang pelayan hotel masing-masing membawa nampan.
Di mana nampan tersebut ada yang berisi satu set perhiasan mewah, bando yang terbuat dari emas dua puluh empat karat, gaun pesta yang ditaburi intan permata, dua belas villa mewah, 8 kunci mobil mewah, tas Limited edition, kartu debit yang berisi 1 milyar dan kartu kredit hitam tanpa batas dan terakhir saham milik Roberto Grup.
"Ini maksudnya apa?" Tanya Kimberly dengan wajah bingung.
"Nanti Nyonya Diego akan tahu." Jawab salah satu pelayan tersebut.
"Sekarang ijinkan kami merias wajah Nyonya." Sambung pelayan hotel sambil membungkukkan tubuhnya dan tangan kanannya diarahkan ke arah kamar hotel.
Kimberly hanya terdiam dan berjalan ke arah kamar hotel yang di tunjuk dengan diikuti oleh ke delapan pelayan hotel.
Tiga puluh menit kemudian Kimberly keluar dari kamar hotel dengan wajah yang sangat cantik dan bak putri kerajaan.
Kimberly berjalan mengikuti salah satu pelayan hotel menuju ke arah ruang makan vvip di mana Diego sejak tadi menunggunya.
Ketika Kimberly masuk ke dalam ruangan tersebut, Kimberly sangat terkejut ketika melihat dekorasi ruang makan vvip tersebut. Hal itu membuat Kimberly menatap ke arah Diego yang ternyata sedang menatap dirinya tanpa berkedip.
"Diego, apa maksudnya ini?" Tanya Kimberly sambil menatap sekeliling ruangan yang dipenuhi dengan bunga dan beberapa lilin yang menyala.
"Apakah kamu tidak suka dengan apa yang Aku berikan padamu?" Tanya Diego.
"Tentu saja Aku sangat suka. Tapi Aku tidak bisa menerima sesuatu tanpa ada alasan begitu saja. Semua barang-barang yang kamu berikan sangat mahal dan Aku tidak bisa menerima hadiah semahal ini darimu." Jawab Kimberly sambil memegang kalung yang dikenakannya.
"Jangan di lepas. Semua barang-barang yang kamu kenakan dan semua aset yang Aku berikan semuanya untukmu." Ucap Diego yang melihat Kimberly ingin melepaskan kalung Limited edition yang baru saja diberikan untuk Kimberly.
"Dulu saat kamu menikah denganku, Aku sudah membuatmu sangat menderita. Sayangnya sekarang ke dua kakiku lumpuh jadi Aku hanya bisa menebusnya dengan cara seperti ini." Sambung Diego.
Sambil berbicara Diego mengarahkan tangan kanannya agar Kimberly duduk di kursi dan saling berhadapan.
"Diego, jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta padaku?" Tanya Kimberly sambil tersenyum dan duduk saling berhadapan.
"Apa Aku tidak boleh jatuh cinta padamu?" Tanya Diego balik bertanya.
"Apa yang membuatmu menyukaiku?" Tanya Kimberly penasaran.