NovelToon NovelToon
Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Chasing The Shadow The Valkyrie'S Path

Status: tamat
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Cassia Bellvania Anahera adalah personifikasi keanggunan di SMA Kencana, dengan rambut panjang yang menjadi simbol harga diri dan kasih sayang kakaknya, Kalingga. Namun, dunia Cassia yang berwarna merah muda seketika berubah menjadi kelabu saat ia mendapati kekasihnya, Zidane, dan sahabatnya, Elara, mengkhianatinya. Penghinaan Zidane terhadap dirinya—yang dianggap hanya sebagai "pajangan membosankan"—memicu ledakan luka yang mendalam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab spesial : Meja bundar dan sumpah seorang sahabat

Malam itu, restoran fine dining di atap gedung tertinggi di Jakarta telah dikosongkan. Cahaya lampu kota berkilauan di bawah mereka seperti hamparan berlian yang tak berujung. Suasana di meja bundar itu terasa sangat kontras: mewah dan elegan, namun dipenuhi ketegangan yang hanya bisa dirasakan oleh orang-orang yang pernah mempertaruhkan nyawa bersama di aspal jalanan.

Galaksi duduk berhadapan langsung dengan Kalingga. Di sisi mereka, Cassia dan Zelene saling berpegangan tangan di bawah meja. Cassia bisa merasakan telapak tangan Galaksi yang biasanya dingin dan stabil, kini sedikit lembap. Pria yang pernah menghadapi puluhan preman tanpa berkedip itu, kini tampak lebih gelisah daripada saat menghadapi mesin yang hampir meledak.

Setelah hidangan penutup berupa lava cake cokelat disajikan, Galaksi meletakkan sendoknya. Ia menegakkan punggung, memperbaiki letak dasinya, lalu menatap Kalingga lurus-lurus ke dalam mata—mata sahabat yang sudah bersamanya sejak mereka hanya memiliki satu motor rusak untuk dipakai bergantian.

"Ling," suara Galaksi rendah, bergetar namun memiliki ketegasan seorang pria yang sudah membulatkan tekad. "Kita sudah melewati banyak hal. Dari dikejar polisi di jalanan, dikhianati orang terdekat, sampai membangun perusahaan ini dari nol. Kamu adalah orang yang paling mengenalku, lebih dari siapapun."

Kalingga meletakkan gelas anggurnya, ia menyandarkan punggung ke kursi, wajahnya sengaja dibuat datar untuk menguji nyali sahabatnya. "Aku tahu, Sheq. Lalu?"

Galaksi menarik napas panjang, matanya beralih sejenak ke arah Cassia yang menatapnya dengan penuh harap, lalu kembali ke Kalingga. "Selama tiga tahun terakhir, fokus utamaku bukan cuma membesarkan Kencana-Sheq Technologies. Fokus utamaku adalah memastikan bahwa Cassia tidak pernah lagi harus memakai topeng untuk merasa aman. Aku mencintainya, Ling. Bukan lagi sebagai adik dari sahabatku, tapi sebagai wanita yang ingin aku temani sampai napasku berhenti."

Galaksi mengeluarkan sebuah kotak cincin beludru hitam dari saku jasnya. Ia membukanya di atas meja, memperlihatkan sebuah cincin berlian dengan potongan emerald yang sangat indah.

"Aku datang ke sini malam ini bukan untuk meminta izin untuk memacarinya, karena aku sudah melakukan itu selama bertahun-tahun. Aku datang untuk meminta restumu untuk menjadikannya istriku. Aku ingin membangun rumah di mana dia selalu merasa menjadi prioritas utama, seperti yang selalu kita usahakan selama ini."

Suasana mendadak menjadi sangat sunyi. Hanya suara denting instrumen piano lembut di sudut restoran yang terdengar. Cassia menundukkan kepala, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Kalingga tidak langsung menjawab. Ia diam cukup lama, jemarinya mengetuk-ngetuk meja secara ritmis, menciptakan ketegangan yang menyiksa.

Zelene, yang sejak tadi mengamati, diam-diam menyenggol kaki Kalingga di bawah meja. Ia tahu Kalingga hanya sedang menikmati momen "kakak protektif"-nya.

Kalingga akhirnya menghela napas panjang, sebuah senyum tipis yang penuh haru dan kebanggaan muncul di wajahnya yang biasanya keras. "Sheq, kamu tahu betapa sulitnya aku melepaskan dia. Dia adalah satu-satunya hartaku yang paling berharga setelah orang tua kita pergi. Aku selalu berpikir tidak akan ada pria yang cukup layak untuk menjaganya."

Kalingga berdiri dari kursinya, membuat Galaksi ikut berdiri dengan sigap. Kalingga berjalan mendekat dan meletakkan tangannya di bahu Galaksi, lalu mencengkeramnya kuat.

"Tapi aku tersadar satu hal," lanjut Kalingga dengan suara serak. "Pria yang paling aku percayai untuk menjaga punggungku saat balapan, adalah pria yang sama yang akan aku percayai untuk menjaga hati adikku. Kalau orang lain yang meminta ini, aku mungkin sudah menendangnya keluar dari atap gedung ini. Tapi karena itu kamu..."

Kalingga menarik Galaksi ke dalam pelukan persaudaraan yang erat, menepuk punggungnya dengan keras. "Jaga dia, Sheq. Jangan pernah buat dia menangis karena luka yang kamu buat sendiri. Kalau itu sampai terjadi, aku tidak peduli seberapa besar sahammu di perusahaan ini—aku akan mengambilnya kembali bersama dengan nyawamu."

Galaksi membalas pelukan itu dengan mantap, rasa lega yang luar biasa terpancar dari wajahnya. "Terima kasih, Ling. Aku tidak akan mengecewakanmu."

Di seberang meja, Zelene menggenggam tangan Cassia dan berbisik, "Selamat, Cass. Sepertinya kita benar-benar akan menjadi keluarga sekarang."

Cassia tertawa dalam tangis bahagianya. Malam itu, di meja bundar tersebut, sumpah seorang sahabat berubah menjadi janji seorang saudara. Mereka bukan lagi sekadar rekan bisnis atau teman balapan; mereka telah terikat oleh ikatan yang jauh lebih kuat dari sekadar darah.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
falea sezi
lanjutt donk seruu
falea sezi
elara jalang gatel g tau diri
falea sezi
nyimak moga bagus q ksih hadiah deh
Paradina
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!