NovelToon NovelToon
The Harmony Of Us

The Harmony Of Us

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Romansa
Popularitas:350
Nilai: 5
Nama Author: AinaAsila

---

Sinopsis Utama

Di sebuah sudut tenang kota, terdapat sebuah deretan hunian asri di mana pagar-pagar rumah tidak menjadi pembatas, melainkan jembatan bagi sebuah persahabatan yang tulus. Inilah kisah tentang lima wanita dan pasangan mereka yang membangun definisi baru tentang "keluarga pilihan."

Kehangatan mengalir di setiap rumah: Jane dan Mario yang menanti kehadiran buah hati dengan penuh sukacita; Irene dan Elgi yang belajar menjadi orang tua bagi putra kecil mereka yang aktif dan ceria; Soo Young dan Endy yang romantismenya tak pernah pudar meski usia pernikahan terus bertambah; Jisoo yang membesarkan putrinya, Amora, dengan kekuatan cinta setelah ditinggal suami; serta Chaeyoung dan Leon yang membuktikan bahwa cinta tidak mengenal jarak dan benua.

Tidak ada drama besar, tidak ada rahasia kelam. Yang ada hanyalah janji untuk selalu ada satu sama lain, merayakan setiap momen kecil, dan menjaga keharmonisan yang tumbuh subur di lingkungan mereka. Inilah kisah tentang keluarga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AinaAsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Us

---

Seminggu sebelum ulang tahun pernikahan mereka yang ke-15, Endy sudah mulai gelisah.

Bukan karena ia lupa. Justru karena ia ingin membuat kejutan spesial untuk Soo Young, dan ia tidak tahu harus mulai dari mana. Selama 15 tahun menikah, ia sudah melakukan berbagai hal: memberi bunga, mengajak makan malam, liburan ke luar kota. Tahun ini, ia ingin sesuatu yang berbeda.

Suatu sore, saat duduk di teras rumah Leon dan Chaeyoung, ia curhat.

"Leon, Chaeyoung, gue butuh saran."

Leon mengangkat alis. "Saran? About what?"

"Ultah pernikahan gue sama Soo Young. 15 tahun. Gue mau kasih kejutan spesial."

Chaeyoung langsung antusias. "Wah, romantis! Ide apa, Om?"

Endy menghela napas. "Itu dia, gue nggak punya ide. Udah 15 tahun, semua udah pernah gue lakuin."

Leon berpikir keras. "In Korea, what do people usually do for anniversary?"

Chaeyoung menjawab, "Biasanya makan malam romantis, kasih hadiah, atau liburan."

"Udah semua." Endy frustrasi.

Leon tiba-tiba dapat ide. "What about breakfast in bed? Sarapan di tempat tidur?"

Endy mengernyit. "Sarapan di tempat tidur? Itu terlalu simple."

"Tapi kalau lo masak sendiri makanan Korea? Favoritnya?" Chaeyoung menambahkan.

Mata Endy berbinar. "Nah, itu ide bagus! Tapi gue nggak bisa masak Korea."

"Aku bisa bantu kasih resep!" Chaeyoung bersemangat. "Tapi aku nggak bisa masak juga, sih."

Leon mengangkat tangan. "I can search on YouTube! Banyak resep Korea di internet."

Endy ragu. "Lo yakin? Resep YouTube itu kadang nggak jelas."

"We can try! Kalau gagal, kita beli di luar terus pura-pura masak sendiri." Leon menyeringai.

Mereka bertiga tertawa. Rencana pun dimulai.

---

H-3: Misi Belanja Bahan

Mario direkrut sebagai tim logistik. Endy memberinya daftar belanjaan: gochujang (pasta cabai Korea), doenjang (pasta kedelai), minyak wijen, kecap asin Korea, bawang putih, jahe, daging sapi sliced, dan berbagai sayuran.

Mario membaca daftar itu dengan bingung. "Om, ini apaan? Gochujang? Doenjang? Beli di mana?"

"Di supermarket Korea, dekat Blok M. Chaeyoung kasih alamatnya."

Mario berangkat dengan daftar itu, penuh percaya diri. Dua jam kemudian, ia kembali dengan wajah kacau.

"Om... gue nyasar tiga kali. Terus di supermarketnya, semua tulisannya Korea. Gue nggak ngerti mana gochujang mana doenjang. Akhirnya gue tunjukkin daftar ke mbak kasir, dia yang ambilin."

Endy tertawa. "Tapi dapet kan?"

"Dapet. Tapi gue nggak tahu ini bener atau nggak." Mario mengeluarkan belanjaan. "Ini gochujang, ini doenjang, ini minyak wijen, ini daging."

Endy memeriksa. "Kayaknya bener. Makasih, Nak."

Mario menghela napas lega. "Sama-sama, Om. Semoga sukses masaknya."

---

H-2: Latihan Masak Sesi 1

Di rumah Leon dan Chaeyoung, sesi latihan dimulai. Leon membuka YouTube, mencari resep "Korean beef bulgogi" dan "haemul pajeon" (pancake seafood).

"Oke, kita mulai dengan bulgogi dulu," kata Chaeyoung.

Bahan-bahan ditata di meja dapur. Endy memakai celemek—hadiah ulang tahun dari Soo Young tahun lalu—dengan wajah serius.

"Pertama, campur kecap asin, gula, minyak wijen, bawang putih cincang, dan jahe parut," Leon membaca dari layar ponsel.

Endy mulai mencampur. Tangannya gemetar sedikit. "Segini cukup?"

"Kayaknya kurang dikit. Tambah lagi."

Proses pencampuran berlangsung alot. Endy terus bertanya, Leon terus membaca, Chaeyoung sibuk memvideokan untuk dokumentasi.

"Oke, sekarang masukkan daging. Aduk rata. Marinasi 30 menit."

Endy menghela napas. "Ini aja udah 30 menit, belum masaknya."

"Sabar, Om. Romantis butuh proses." Leon menyemangati.

30 menit kemudian, Endy mulai memasak daging di wajan. Aroma harum mulai tercium.

"Wah, ini wangi!" Chaeyoung mengendus.

Endy tersenyum bangga. Tapi belum selesai. Ia harus membuat pancake seafood juga.

Resep pancake ternyata lebih rumit. Tepung, telur, air, daun bawang, seafood campur—semua harus dicampur dengan takaran pas.

Endy kewalahan. "Gue kira masak Korea susah, ternyata beneran susah."

Leon menyemangati. "You can do it, Om! Demi cinta!"

Akhirnya, setelah dua jam, bulgogi dan pancake selesai. Rasanya? Endy mencicipi, matanya langsung berbinar.

"Enak! Ini enak!"

Chaeyoung dan Leon ikut mencicipi. "Wah, Om jago!" puji Chaeyoung.

Leon mengacungkan jempol. "Success! Sekarang lo tinggal reheating besok pagi."

Endy bangga. "Besok pagi, gue siap."

---

H-1: Latihan Masak Sesi 2

Hari berikutnya, Endy latihan lagi—kali ini sendirian di rumah, diam-diam saat Soo Young pergi ke pasar bersama Irene. Ia ingin memastikan tidak lupa langkah-langkahnya.

Hasilnya? Lebih baik dari kemarin. Bulgoginya lebih empuk, pancakenya lebih garing. Endy tersenyum puas.

Saat Soo Young pulang, Endy sudah duduk santai di teras, pura-pura baca koran.

"Mas, tadi ngapain aja?" tanya Soo Young.

"Nggak ngapa-ngapain. Santai aja." Endy menjawab dengan tenang, padahal dalam hati deg-degan.

Soo Young curiga, tapi tidak bertanya lebih lanjut.

---

Hari H: Ulang Tahun Pernikahan ke-15

Pukul 06.00 pagi, Endy sudah bangun. Soo Young masih tidur nyenyak di sampingnya. Dengan hati-hati, Endy turun dari ranjang dan berjalan ke dapur.

Ia sudah menyiapkan semua bahan semalam. Sekarang tinggal memasak ulang. Tangannya gemetar, tapi ia berusaha tenang.

Bulgogi dimasak dengan hati-hati. Pancake seafood digoreng sampai kecokelatan. Nasi putih dihangatkan. Semua ditata di nampan cantik yang diam-diam ia beli kemarin.

Pukul 07.00, semuanya siap. Endy mengambil nampan itu, lalu naik ke kamar.

Soo Young masih tidur, dengan posisi meringkuk seperti kucing. Endy tersenyum melihatnya. Meski sudah 15 tahun, ia masih merasa beruntung setiap kali melihat istri tidur.

Ia meletakkan nampan di meja samping, lalu duduk di tepi ranjang. Tangannya mengelus pipi Soo Young lembut.

"Sayang... bangun..."

Soo Young menggeliat, matanya terbuka perlahan. Begitu melihat Endy di depannya, ia tersenyum.

"Pagi, Mas..."

"Pagi, Sayang. Selamat ulang tahun pernikahan."

Soo Young mengerjapkan mata, lalu melihat nampan di sampingnya. Matanya membelalak.

"Ini... apa?"

"Sarapan. Buatan aku sendiri."

Soo Young duduk, menatap nampan itu dengan takjub. Ada bulgogi, pancake seafood, nasi putih, dan kimchi—yang ternyata Endy beli di supermarket karena tidak berani bikin sendiri.

"Mas... ini... lo masak?"

"Iya. Tadi pagi. Dan kemarin latihan dua kali." Endy tersenyum bangga. "Coba, cicip."

Soo Young mengambil sedikit bulgogi dengan sumpit, memasukkannya ke mulut. Ia mengunyah pelan. Matanya mulai berkaca-kaca.

"Gimana? Enak nggak?" tanya Endy cemas.

Soo Young menatapnya, air mata jatuh di pipi. "Mas... ini enak banget."

Endy lega. "Beneran? Nggak bohong?"

"Iya. Enak. Sampe aku nangis." Soo Young tertawa lewat isak tangisnya. "Lo masak ini semua buat aku?"

"Iya. Buat kamu. Karena aku sayang kamu."

Soo Young memeluk Endy erat. "Makasih, Mas. Makasih banyak."

Endy membalas pelukannya. "Sama-sama, Sayang. Selamat 15 tahun."

Mereka berpelukan lama. Nampan sarapan di samping mereka hampir terlupakan.

---

Setelah tangis haru reda, mereka sarapan bersama di tempat tidur. Soo Young memuji masakan Endy berkali-kali. Endy tersenyum bangga, meski dalam hati ia tahu, tanpa bantuan YouTube, Chaeyoung, dan Leon, ia tidak akan bisa.

"Mas, ini kejutan terbaik yang pernah aku terima."

"Serius? Padahal aku pernah ngasih banyak hal."

"Iya, tapi ini beda. Lo masak sendiri. Lo belajar. Lo berusaha." Soo Young menatap suaminya dengan lembut. "Itu artinya lo benar-benar sayang aku."

Endy tersenyum. "Aku emang sayang kamu. Dan akan terus sayang."

Mereka berciuman—ciuman manis di pagi hari.

---

Pukul 09.00, Endy mengirim foto sarapan di grup "Griya Asri".

Endy: Kejutan untuk istri tercinta. Selamat 15 tahun, Sayang!

Grup langsung ramai.

Irene: Wah, Om Endy romantis banget!

Elgi: Itu masakan Korea? Keren, Om!

Jisoo: Tante Soo Young pasti nangis.

Chaeyoung: Kami bantu latihan! Berhasil!

Leon: We're the secret team!

Mario: Gue yang belanja bahannya, lho!

Jane: Masya Allah, romantisnya.

Soo Young: Makasih, Mas. Makasih semuanya. Aku nangis beneran.

Amora (diketik Jisoo): Om Endy hebat!

Rafa (diketik Irene): Om Endy jago masak!

Endy membaca semua pesan itu dengan senyum merekah. Soo Young di sampingnya ikut membaca, tangannya menggenggam tangan Endy.

"Mas, kita dikelilingi orang-orang baik."

"Iya, Sayang. Dan kita saling punya."

Mereka berdua tersenyum. Di luar, matahari semakin tinggi. Di Griya Asri, cinta terus bersemi—bahkan setelah 15 tahun.

Karena cinta sejati bukan tentang seberapa lama, tapi seberapa dalam. Dan Endy dan Soo Young telah membuktikan bahwa cinta mereka semakin dalam setiap harinya.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!