NovelToon NovelToon
Takdir Alina

Takdir Alina

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi
Popularitas:469
Nilai: 5
Nama Author: Nur Mei

seorang gadis bernama Alina Harus hidup menderita tinggal bersama bibinya sejak kecil selalu di perlakukan dengan kasar oleh sang bibi

hingga dirinya bertemu pria arogan bernama Devano Dirgantara seorang pengusaha mempunyai sifat dingin cuek galak berstatus duda Alina harus kerja di tempat Devano karena ganti rugi

bagaimana kisahnya? apakah Alina akan dapat kebahagiaan karena kehidupan nya begitu menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Mei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kayla Caper?

"Baiklah.. Demi ayah,aku setuju untuk bertunangan!"ucap Devano membuat Devina terkejut.

"Wahh.. Bagus,begitu dong nak!"ucap Vania merasa senang.

"Aku sebenarnya,ngga mau tapi aku ngga mau ayahku hancur perusahaan nya,"gumam Devano menghela nafas.

"Akhirnya.. Dia mau juga!"gumam Novi merasa senang.

****

PAGI HARI KEMUDIAN..

Pagi ini Alina hendak berangkat kerja namun tiba-tiba ada kedatangan Devano, membuat Alina mengerutkan keningnya lalu hampiri Devano yang berada di depan pintu, ia sebenarnya penasaran kenapa semalam Devano ngga ke apartemen seperti biasanya.

"Ehh.. kamu buat sarapan ya?"tanya Devano membuat Alina geleng.

"ini sebenarnya untuk anda,aku pikir akan pulang kesini saat malam!"jawab Alina membuat Devano menghela nafas.

"Saya minta maaf,ngga menghargai usahamu,"ucap Devano membuat Alina tersenyum.

"Ngga apa tuan,"ucap Alina sembari membereskan meja makan.

Alina pun melihat dasi Devano miring segera perbaiki agar terlihat rapi dasi nya,namun jantung Devano berdegup kencang saat Alina menyentuh dadanya,lalu Devano segera geleng kepala ngga mungkin ia jatuh cinta pada Alina.

"Maaf tuan,tadi ngga tapi Dasi nya,"ucap Alina balas Anggukan Devano.

"Yaudah.. Sekalian saja,kita berangkat bareng,"ucap Devano balas Anggukan Alina.

"Tapi apa tuan,tak malu berangkat dengan ku?"tanya Alina membuat Devano menghela nafas.

"ngga dong,ngapain juga malu!"jawab Devano membuat Alina tersenyum.

****

Beberapa menit kemudian..

Mereka pun sampai di perusahaan lalu turun dari mobil namun saat mereka memasuki kantor Devano genggam tangan Alina, membuat Alina mengerutkan keningnya melihat tangan nya di genggam Devano.

Karyawan Devano merasa terkejut melihat Alina tangan nya di genggam, karena ngga biasanya Devano seperti ini apalagi pada karyawan nya namun ini membuat mereka sangat kaget.

"Wahh.. Sepertinya,tuan Devano sudah jadian dengan asprinya!"celetuk Tania sang karyawan.

"Yaampun.. Semua perhatikan aku, sedang di genggam tangan nya oleh tuan Devano,"gumam Alina merasa malu.

"kalian lihat apa,sana bekerja!"titah Devano merasa sebal.

Alina pun segera ke pantri dengan pipi memerah seperti kepiting rebus karena sangat malu, apalagi tadi di lihat karyawan perusahaan ini bisa bisa berpikir macam macam tentang kejadian tadi.

"Ehmm.. Apa kamu,jadian dengan bos?"tanya Laras membuat Alina menghela nafas.

"tentu saja ngga,kami beda!"jawab Alina membuat Laras ngangguk.

Alina membuat minum untuk Devano seperti biasanya setiap pagi,namun tiba-tiba saat sudah jadi dan siap di antar ke ruangan Devano cangkir di rebut Kayla membuat Alina terkejut namun Alina biarkan Kayla yang antar..

"dasar Kayla,dia pasti ingin menangkan hati tuan Devano,"gumam Alina dengan geleng kepala.

"Wahh.. Dia main ambil aja,benar benar ngga sopan deh!"celetuk Laras membuat Alina tersenyum.

"biarkan saja kak, Mungkin butuh uang,"ucap Alina balas Anggukan Laras.

****

Sementara itu Devano sedang mengetik laptop nya lalu mendongak melihat Kayla membawakan minum untuk nya, membuat Devano mengerutkan keningnya merasa bingung kenapa bukan Alina yang antar minuman nya..

"kok kamu, dimana Alina?"tanya Devano membuat Kayla mendengus.

"Kan aku pun, office girl tuan,"jawab Kayla balas Anggukan Devano.

Devano sedang tak mau berdebat dengan sepupu Alina ini, karena pasti ngga akan pernah selesai jika debat dengan gadis di hadapannya ini itu kenapa Devano hanya ngangguk saja.

"terimakasih.. Sudah mengantar, minuman saya!"ucap Devano balas Anggukan Kayla.

"semoga suka tuan!"ucap Kayla membuat Devano ngangguk.

__________________________________________

SIANG HARI KEMUDIAN..

Siang ini Devano telah selesai mengerjakan tugas nya yang menumpuk ini,lalu Devano seperti menutup laptopnya namun tiba-tiba ada Novi di ruangannya tanpa mengetuk langsung masuk aja,benar benar tak sopan calon tunangan Devano ini.

"ada apa,kamu kesini?"tanya Devano membuat Novi tersenyum.

"tentu saja,ingin mengajak makan siang!"jawab Novi dengan tersenyum.

"Maaf Novi,tapi aku sedang malas pergi!"tolak Devano membuat Novi mendengus merasa kesal.

"Ayolah.. Aku ini, Calon istri mu!"rengek Novi membuat Devano menghela nafas.

Devano tau pasti Novi akan merasa jika dirinya sudah menerima Novi,namun kenyataan nya mungkin Devano sedang merencanakan sesuatu pada Novi karena Devano sangat tak suka dengan Novi.

"dasar gadis menyebalkan!"gumam Devano merasa sebal.

"bagaimana.. Perasaan mu,pasti sudah menyukai diriku?"tanya Novi membuat Devano menahan tawa.

"Entah.. Aku ngga tau!"jawab Devano dengan wajah datar.

**********

Sementara itu Alina sedang bersama Laras di restoran dekat kantor Devano, mereka sedang makan siang sembari mengobrol tentu ngga mengajak Kayla karena pasti ngga mau apalagi Kayla sangat tak suka Alina selama ini yang ada terus hina Alina.

"Ehh.. Alina,kamu kenal Kayla sejak kapan?"tanya Laras membuat Alina mengerutkan keningnya.

"Ehmm.. Dia sepupuku!"jawab Alina membuat Laras kaget.

"tapi dia,sejak dulu tak menyukai ku,"ucap Alina membuat Laras ngangguk.

Anisa ternyata berada di restoran ini lalu ia menghampiri Alina yang sedang makan siang, membuat Alina terkejut tiba tiba saja ada Anisa di tempat ini padahal yang dirinya tak Anisa sedang berada di luar negeri tapi ternyata masih di rumah..

"perkenalkan.. Ini sahabatku kak!"ucap Alina dengan tersenyum.

"Hy,salam kenal ya!"sapa Laras dengan tersenyum menatap Anisa.

"salam kenal juga!"ucap Anisa sembari duduk di kursi.

Anisa merasa senang melihat Alina saat ini seperti nya sangat bahagia dan akhir akhir ini tubuh Alina semakin berisi, mungkin atasannya sangat membuat Alina bahagia apalagi Devano sudah janji pada diri sendiri akan melindungi Alina.

"aku senang,dirimu sedikit berisi!"ucap Anisa membuat Alina tersenyum.

"aku sudah tak pusing, karena sudah merasa bebas!"ucap Alina membuat Anisa ngangguk.

"aku harap,kamu terus seperti ini Alina dan juga jangan lupakan aku!"ucap Anisa balas Anggukan Alina.

*****

Sementara itu Devano saat ini berada di restoran lumayan jauh karena ada janji juga bertemu temannya,dan terpaksa mengajak Novi karena selalu merengek ikut dengan nya Devano pun akhirnya mengajak Novi.

"Hi.. Akhirnya datang juga!"sapa Saka dengan tersenyum.

"Ehmm.. Iya Saka,jalan sedikit macet tadi!"ucap Devano balas Anggukan Saka.

Devano duduk berhadap-hadapan dengan Saka bersama Novi,lalu melihat menu yang ada di restoran ini ingin pesan makan siang untuk nya sendiri karena belum makan siang,ia sedang malas mengobrol apalagi dengan Novi.

"kok ngga, bersama Alina?"tanya Saka membuat Devano menghela nafas.

"dia sedang, bersama temannya!"jawab Devano membuat Saka ngangguk.

"Lagian untuk apa,ajak gadis itu kan bukan siapa siapa,"ucap Novi membuat Saka tersenyum.

"tapi aku rasa,Devano ini menyukai Aspri nya dari pada calon istri nya,"gumam Saka menatap Devano.

1
No4h
kaa? keren banget nyusun kata katanyaa!! 🤭
Ka ayo baca novel ku juga, kalo mau 😼"changes that are becoming more pronounceed"
Nur Mei: hehe ok
total 1 replies
Ariany Sudjana
kamu harus tegas devano terhadap pelacur murahan yang ga tahu diri itu, seperti Novi
Ariany Sudjana
Oh jelas, Novi kan jalang murahan 🤣🤣 beda dengan Alina, perempuan baik-baik dan mandiri
Nur Mei
terimakasih sudah mampir kak
Ariany Sudjana
ini lagi pelacur murahan mau sok bersihkan ruang kerja devano, padahal otaknya kosong
Ariany Sudjana
devano kan banyak punya anak buah kenapa ga suruh anak buahnya cari fakta soal di jalang murahan Novi? karena Novi pasti mau menjebak devano, supaya dia bisa jadi nyonya besar di keluarga devano,
Ariany Sudjana
benar-benar yah Alina ini, sudah dikasih nasehat sama devano, ga mau nurut, pantas saja mudah dibodohi bibinya dan Kayla
Ariany Sudjana
Alina kamu ini bodohnya kebangetan, sudah tahu bibi kamu itu dan Kayla jahat, masak kamu percaya sekali dengan omongan mereka? pantas saja kamu gampang sekali dibodohi mereka, kamu ga pernah belajar dari masa lalu kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!