Clarissa wanita cantik yang sangat ceria, berumur 22 tahun, ia adalah anak perempuan yang kuat dan mandiri.
Ibunya memperlakukannya dengan buruk, ibunya lebih menyayangi anak laki-lakinya. Bahkan ibunya lebih menyayangi menantu perempuannya di banding Clarissa.
Tantangan hidupnya tidak sampai di sana,
Clarissa jatuh cinta pada Zayn Austin, cinta pada pandang pertama.
Namun pria yang Clarissa sukai selalu berwajah datar dan bersikap dingin. Tapi itu semua tidak meredupkan semangat Clarissa untuk mengejar cintanya.
Akankah Clarissa mampu meluluhkan hati Zayn?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28 Sepiring Berdua
Clarissa makan langsung dengan tangan tanpa menggunakan sendok, ia sangat menyukai makan tanpa menggunakan sendok, rasanya terasa lebih nikmat baginya. Carissa melirik kembali pada pria tampan yang masih duduk di atas ranjang, yang ternyata Zayn Austin sedang menatap Carissa.
Clarissa pun tersenyum, " Tidak mungkin kan jika aku harus menawarinya makan nasi yang hanya sebungkus ini? " batin Clarissa.
Tapi Clarissa merasa tak enak ia tetap saja berbasa-basi, " Kak Zayn, Aku sangat lapar jadi Aku makan dulu ya, Aku mau menawari Kak Zayn. Tapikan Kak Zayn gak mungkin mau barengan. "
Clarissa merasa lega setelah berbasa-basi, lalu melanjutkan lagi makannya. Tapi siapa sangka, Zayn justru duduk bersila di hadapannya, lalu ikut mencomot nasi itu setelah mencuci tangan di mangkuk kecil itu.
Clarissa terbatuk batuk, karena terlalu terkejut dengan sikap Zayn Austin, ia benar-benar tidak percaya, bagai mana mungkin seorang pria dingin yang sangat tidak berperasaan, ikut duduk di lantai hanya beralaskan karpet tipis.
Zayn menyodorkan botol minum yang sudah ia bukakan tutupnya, "Minumlah! "
Clarissa menatap mata Zayn, lalu turun menatap sebotol minuman yang di sodorkan tanpa mengatakan apapun, Zayn hanya mengangkat alis.
Clarissa kembali menyodorkan botol minum tersebut, Zayn menerima lalu menutupnya kembali dan menaruhnya, ia pun kembali makan tanpa peduli dengan keterkejutan Clarissa. Seakan Clarissa tersedak bukan karenanya.
Meski merasa sedikit kesal pada pria tampan yang tak berperasaan, Clarissa kembali makan, ia berpikir kapan lagi ia bisa makan nasi sepiring berdua dengan Zayn, bukankah ini sangat romantis, seperti orang sedang pacaran pikir Clarissa.
Namun meski Clarissa berpikir begitu, tetap saja rasa enaknya sedikit berkurang, tenggorokan sedikit sakit karena tersedak tadi, belum lagi Clarissa tidak begitu leluasa karena ini kali pertama ia makan bersama dengan Zayn Austin.
Hanya saja Clarissa tidak habis pikir Kenapa pria yang selalu bersikap dingin itu kini bersikap aneh. Ya, menurut Clarissa sikap Zayn yang biasanya cuek dan kini berubah seratus delapan puluh derajat, sangat aneh sangat tidak masuk akal. Kecuali jika Zayn Austin sudah luluh oleh Clarissa.
Setelah selasai makan Zayn kembali duduk di kasur, ia menatap Clarissa. Clarissa sendiri sudah menyadarinya, ia menyadari jika Zayn terus menatapnya.
"Kenapa menatapku terus, nanti jatuh cinta lho," ujar Clarissa sedikit mencandai Zayn Austin.
"Bukankah itu yang kamu inginkan," ujar Zayn, terus memandangi wajah cantik Clarissa, pria tersebut menyadari jika Clarissa memang sangat cantik, namun ia khawatir jika Clarissa tidak sebaik itu.
Zayn sangat tahu jika Clarissa sangat mencintainya, Clarissa selalu berusaha agar ia melirik padanya, dan sudah satu tahun lebih Clarissa terus berusaha mendekatinya, bahkan kali ini sungguh di luar dugaan Zayn, karena Clarissa bahkan rela mengontrak hanya demi mendekatinya.
Zayn Austin mengeluarkan ponselnya, lalu menyodorkan nya pada Clarissa, Clarissa tidak mengerti, ia menatap Zayn butuh penjelasan.
"Kenapa? bukankah kamu ingin kontak ku," ujar Zayn dengan wajahnya yang datar.
Clarissa tersenyum hingga giginya yang putih bersih nampak, ia tidak peduli apapun, ia segera mengambil ponselnya dan menyimpan nomor telepon Zayn, ia tidak sok jual mahal, selagi ada kesempatan Clarissa akan terus maju.
Clarissa tidak peduli meski ia yang harus mengejar, baginya hal itu bukan masalah, lagi pula baginya sangat wajar saja jika ia mengejar pria, karena sosok Zayn sangat begitu sempurna, bahkan sikap dinginnya pun bukan masalah besar bagi Clarissa.
"Yasudah, Aku pulang dulu," ujar Zayn, lalu beranjak berdiri, Clarissa mengangguk saja, ia juga tidak mau jika terlalu lama berduaan dalam satu ruangan, takut khilaf dan melakukan sesuatu pada Zayn.
Clarissa mengekor di belakang Zayn, Clarissa menghirup aroma wangi parfum Zayn sepuasnya, ia menunduk melihat ke arah pinggang kuat Zayn, ingin rasanya Clarissa memeluk pinggang kuat itu.
Tapi sekuat tenaga Clarissa menahannya, Zayn Austin berbalik menatap Clarissa, Clarissa terdiam karena jaraknya sangat dekat dengan Zayn. Tiba-tiba saja Clarissa jadi gugup, ah padahal ia sangat mengagumi Zayn. Tapi jika suasananya seperti ini wanita itu juga tidak bisa melakukan apapun.
"Jika ada apa-apa telpon saja," ujar Zayn Austin menatap wajah cantik Clarissa dari dekat, jantungnya juga berdebar-debar namun ekpresi wajahnya tetap tenang.
Clarissa tidak menghindari, ia tetap berdiri di dekat Zayn, sebenarnya Clarissa justru ingin memeluk tubuh Zayn yang atletis. Tapi keberaniannya tidak sebesar itu, sejauh ini Clarissa hanya bisa menggoda Zayn dengan kata-kata saja.
Zayn Austin menyipitkan matanya, saat melihat pandangan Clarissa yang fokus ke dadanya.
"Jangan berpikir macam-macam, " ujar Zayn menegur Clarissa.
Clarissa tersadar. Tapi ia tidak mengelak dari tuduhan Zayn, Clarissa justru berkata, "Tidak macam-macam, hanya satu macam saja. "
Zayn Austin menggeleng, lalu berbalik dan melangkahkan kakinya untuk pergi , ia sudah terbiasa melihat Clarissa yang sedikit bar-bar.
Author ucapkan terimakasih sudah mampir dan memberikan Like serta hadiahnya.