Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.
Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 11
Setelah dari taman, Nathan kembali mengajak Ana kesebuah tempat. Kali ini Nathan ingin mengajak Ana untuk menonton film.
Keduanya sudah sampai di salah satu pusat perbelanjaan, sambil bergandengan tangan keduanya pun berjalan bersama.
" Emang ada film yang bagus ya Pak ? " tanya Ana sebelum mereka membeli tiket
" Ada, kita lihat aja nanti "
Ana menyetujui untuk menonton film, ya walaupun Ana sendiri tak tau akan menonton apa nantinya.
" Film horor atau film cinta cintaan Na ? " tanya Nathan sebelum membeli tiket
" Terserah deh, saya ikut aja kali ini "
" Oke "
Nathan meminta Ana untuk menunggu dirinya, Nathan pun memesan tiket.
Menurut Ana saat ini, Nathan merupakan tipe laki laki sempurna. Semua yang Ana cari ada pada Nathan, hanya saja iman mereka yang tak sejalan membuat Ana ragu apakah Ana bisa bersama dengan Nathan.
" Ayo Na, mau beli minum sama cemilan ga ? "
" Boleh, terserah aja "
" Tadinya saya mau ajak kamu nonton film komedi, tapi ternyata engga ada. Saya mau ajak nonton film horor, takut nanti malam kamu ga bisa tidur. "
" Terus bapa ngajak saya nonton film apa ? "
" Film romantis aja Na, kalau action takut kamu ga suka "
Ana tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ada saja jawaban dari dosennya ini.
Nathan memesan dua minuman dan juga satu popcorn besar, keduanya duduk untuk menunggu film dimulai.
" Na, saya ke toilet dulu ya. Kamu ga apa apa kan tunggu disini sebentar ? "
" Engga apa apa Pak, yaudah sana nanti "
Nathan pun pergi meninggalkan Ana, sambil menunggu Nathan ia mengambil gambar tiket dan juga makanan.
" Maaf ya lama Na, tadi antri banget " kata Nathan yang sudah duduk bersama dengan Ana lagi
" Engga apa apa, santai aja pak "
Karena hari itu hari libur, banyak para pengunjung para remaja. Anak mendengar bisik bisik para remaja yang membicarakan Nathan, mereka memuji Nathan yang memang tampan.
" Masih 30 menit lagi ya " kata Nathan
" Iyah, kenapa ? Kamu ga sabar banget mau nonton ? "
Nathan tersenyum tipis, kata ' Kamu ' itu membuat Nathan tersenyum.
" Kenapa ko senyum senyum ? " tanya Ana
" Ya seneng aja kamu ga manggil saya Pak "
Ana menatap kearah remaja yang masih didekat mereka, Nathan yang menyadari pun paham akhirnya.
" Jadi kamu cemburu ya " bisik Nathan
" Engga, ngapain"
" Terus kalau engga kenapa tiba tiba ? "
" Saya ke toilet dulu ya " Ana mengalihkan pembicaraan
Segera Ana pergi ke toilet, disana Ana hanya merapikan penampilannya sedikit.
" Ganteng banget ya, coba gue jadi pacarnya " ucap seorang perempuan
" Tapi kayaknya sih mereka ga pacaran, orang manggilnya aja pak ko " ucap salah satunya
" Mungkin bapanya kali hahaha " ucap lainnya
Ana merasa sedikit kesal, ia pun segera keluar dari toilet untuk menghampiri Nathan.
Pintu teater pun dibuka, Ana dan Nathan segera masuk kedalam bioskop.
Keduanya duduk sesuai dengan nomor tiket mereka, Ana dan Nathan duduk ditengah agar mendapatkan posisi yang enak .
" Harusnya kita nonton di premier ya Na " kata Nathan
" Disini juga ga apa apa, atau kamu yang kurang nyaman ? "
" Nyaman ko nyaman, asal ada kamu "
" Gombal " ucap Ana sambil menepuk pelan lengan Nathan
Disamping Nathan duduk seorang remaja beserta teman lainnya, rasanya walaupun Ana bertukar duduk pun sama saja.
Disamping Ana pun ditempati oleh remaja yang sepertinya membicarakan Ana di toilet tadi.
Lampu mulai padam, film pun akan segera dimulai.
Tangan Nathan mulai menggenggam tangan Ana, sedangkan Ana ia mulai menyandarkan kepalanya di pundak Nathan.
Nathan tersenyum, ia membiarkan Ana bersandar pada pundaknya.
Selama film diputar Ana menatap lurus kearah film, sedangkan Nathan ia beberapa kali melirik kearah Ana.
" Na.. " ucap Nathan pelan
" Ya, kenapa ? " saut Ana menoleh
Jari Nathan mengusap lembut sudut bibir Ana, wajah Nathan pun kian mendekat kearah Ana. Karena hal itu Ana pun refleks memejamkan matanya.
" Kamu makan berantakan banget sih Na " ucap Nathan yang tengah membersihkan sudut bibir Ana
Ana membuka matanya, ia merasa sedikit malu. Entah apa yang ada dipikiran Ana, ia pun langsung membenarkan posisi duduknya.
" Kenapa ? " tanya Nathan dengan pelan
" Engga apa apa, pegel aja "
" Kenapa ? Kamu mikir apa Na ? Kamu mikir kalau aku mau cium kamu ? "
Mata Ana melotot mendengar ucapan Nathan, sedangkan laki laki itu tengah tertawa kecil melihat raut wajah Ana.
" Pak Nathan apasih " ucap Ana tanpa menoleh
" Ko jadi Pak lagi sih, gausah pake pak "
" Yaudah deh, om Nathan "
" Apalagi itu sih Na "
" Sssstt om jangan berisik ya, lagi nonton nih "
Nathan terkekeh sendiri, ia senang menggoda Ana.
Setelah film selesai, Ana dan Nathan keluar dari gedung bioskop. Mereka memutuskan untuk berkeliling area mall.
Saat asik berkeliling Nathan mendapati ponselnya yang mendapat panggilan masuk.
" Na, sebentar saya angkat telepon dulu ya " ucap Nathan dan Ana mengangguk
Ana pun menunggu Nathan, saat tengah menunggu tanpa disangka ia bertemu dengan Reyhan temannya.
" Ana, lo ngapain Na ? " tanya Reyhan
" Ooh gue lagi jalan jalan aja nih, lo sendiri ngapain Rey ? "
" Gue lagi mau makan sama keluarga gue, tapi tadi ke toilet dulu. Terus gue liat lo jadi gue samperin aja "
" Oohh iya iya "
" Lo sendiri atau sama temen lo si Fitri ? "
" Sendiri gue Rey, Fitri mah libur gini sama suaminya"
" Oo gue kira lo sama pacar lo Na "
" Ga ada gue ga ada pacar Rey "
" Hmm kalau gue sendiri pasti gue temenin lo Na "
" Gue udah biasa sendiri kali Rey, ga apa apa "
" Yaudah gue pergi dulu ya Na takut keluarga gue nunggu "
" Iyah Rey "
Reyhan segera pergi meninggalkan Ana, beruntung Reyhan tak melihat Ana bersama dengan Nathan.
" Udah jauh Na, gausah diliatin gitu " ucap Nathan yang mengejutkan Ana
" Engga, cuma takut dia liat aja kalau saya jalan sama bapa "
" Kenapa emangnya? Kamu malu jalan sama saya ? "
" Engga bukan gitu, cuma ya ga enak aja nanti jadi pemikiran yang engga engga jadi gosip "
" Kamu kayaknya Deket banget sama dia Na "
" Cuma teman pak, ga lebih dari itu. Yaudah ayo mau kemana lagi ? "
Nathan berpikir harus kemana lagi, ia masih ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Ana.
" Ayo ikut saya " kata Nathan dan Ana mengangguk
Nathan membawa Ana ke area bermain, Ana bingung kenapa Nathan mengajaknya kesini.
" Kita main aja gimana ? Kamu mau ga ? "
" Boleh "
" Gini gimana kalau kita taruhan, yang menang boleh minta apapun ke yang kalah "
" Boleh, siapa takut "
Nathan langsung membeli koin untuk mereka bermain, Ana percaya jika dirinya akan menang melawan Nathan.