NovelToon NovelToon
Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: empat semanggi

Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu ibumu

Seminggu berlalu, namun tak ada pesan apapun yang diterima Alya dari Raka, sejak pertemuan terakhir meraka saat makan siang waktu itu.

Alya tak mempertanyakan hal itu, ia menyadari kesalahannya karena itu ia juga tak ingin memulai percakapan terlebih dahulu dengan pria itu.

Bagi Alya, permintaan maaf nya waktu itu sudah cukup untuk membuat Raka menentukan pilihannya.

Bu Rany, juga tak menghubungi Alya selama seminggu itu, membuat Alya semakin yakin bahwa perjodohan itu telah dibatalkan.

sedih?, Alya tak merasakan hal itu. wanita manis itu justru merasa lega karena baginya Raka bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari dirinya.

....

Pagi ini, Alya sudah disibukan dengan beberapa berkas yang di tinggalkan oleh bu Rany. wanita itu sedang mengurus beberapa hal di luar kota.

mungkin itu jugalah yang menjadi alasan wanita itu belum menghubungi Alya, setelah makan siang Alya dan Raka waktu itu.

Alya masih begitu fokus mengerjakan pekerjaannya sehingga tak menyadari kehadiran seorang pria. Pria itu tampak tersenyum melihat Alya yang beberapa kali memperbaiki letak kacamatanya.

"apa aku mengganggu lagi kali ini?"

suara berat seorang pria membuat Alya, seketika menghentikan pekerjaannya dan menatap ke sumber suara.

Tanpa ia sadari, ternyata ia merindukan suara itu. suara yang entah mengapa sedikit membuat hatinya berdebar.

"Raka,,,"

gumam Alya tak percaya. Ia benar-benar tak menyangka pria itu akan muncul di hadapannya saat ini.

"heii,,mengapa melamun?" ucap Raka lagi lalu mendekati meja Alya.

"apa aku mengganggu lagi, kali ini?" Raka mengulangi pertanyaannya.

"ah,, hmm,, yaa seperti yang kau lihat" jawab Alya sedikit gugup.

Raka mengangkat sudut bibirnya membuat sebuah senyuman kecil. Pria itu cukup terhibur melihat Alya yang seperti salah tingkah melihat dirinya.

"Baiklah, aku akan menunggu dibawah saja. Kita makan siang bersama" ucap Raka, lalu tanpa menunggu jawaban Alya, pria itu lalu pergi dari hadapan Alya.

Alya, wanita itu seperti sedang berhalusinasi karena kemunculan Raka yang begitu tiba-tiba lalu perginya juga yang begitu tiba-tiba juga.

"apa aku bermimpi?" tanya Alya pada diri sendiri.

"tidak Alya, kamu enggak sedang bermimpi," suara seorang wanita berhasil membuat Alya tersentak dari duduknya.

"hahahahahah,,," tawa wanita cantik itu saat melihat Alya yang begitu terkejut dengan kehadirannya.

"apa yang kau pikirkan, sehingga begitu terkejut, Al?" Alya mengusap dadanya pelan saat menyadari siapa yang sudah berhasil membuatnya terkejut.

"enggak ibu, enggak anak, sama aja suka ngagetin orang" Batin Alya.

"bukannya ibu sedang diluar kota?"tanya Alya, dan langsung diangguki oleh wanita cantik itu.

"yaa,,dan baru saja tiba bersama puteraku" jawab bu Rany.

sebelum melanjutkan ucapannya, wanita itu melihat ke sekelilingnya untuk memastikan tak ada yang melihat kedekatannya dengan Alya sekertarisnya itu.

"Kau tahu Alya, puteraku itu sudah sangat merindukanmu makanya ia buru-buru kesini saat kami tiba tadi" bisik bu Rany, yang berhasil membuat kedua pipi Alya tampak memerah.

"Kau harus cepat menemuinya, jangan biarkan ia menunggu terlalu lama" tambah bu Rany.

Alya semakin salah tingkah mendengar ucapan Bu Rany. Ia hampir saja di buat terlena oleh kata-kata wanita itu.

Namun tentu saja Alya tak percaya begitu saja dengan ucapan bu Rany. Ia dan Raka baru bertemu dua kali, itu pun tak lama. Bagaimana bisa dengan pertemuan sesingkat itu Raka sudah merindukannya hanya karena seminggu tak bertemu dan berkabar.

Alya juga sedikit bingung dengan hubungan mereka, apa Raka sudah yakin dengan pilihan ibunya saat ini. karena bagi Alya hubungan mereka terlalu cepat untuk ke jenjang yang lebih serius.

^^^^

"maaf, karena sudah menunggu lama" ucap Alya setelah memasuki mobil Raka.

"aku yang minta maaf karena sudah mengganggu pekerjaanmu" jawab Raka.

"kali ini, kau yang tentukan kita makan dimana" tambah pria itu.

"di restoran dekat kantor saja" jawab Alya cepat.

"baiklah" jawab Raka.

Raka memutar mobil dengan cepat, dan meninggalkan perusahaan ibunya.

"aku sudah meminta izin pada ibu, agar kamu nggak kembali ke kantor setelah makan siang ini"

"aku, ingin menemui ibumu" tambah Raka setelah melihat kebingungan di wajah Alya.

"hmm,,baiklah " ucap Alya setelah terdiam beberapa saat.

"ibuku menyukai tulip merah, dan lily" ucap Alya tiba-tiba.

tanpa banyak bertanya Raka memutar mobilnya menuju sebuah toko bunga yang cukup besar, yang tak jauh dari restoran tempat mereka makan siang.

"selain bunga, apa lagi yang disukai ibu mu"

tanya Raka, setelah menerima dua buket bunga tulip dan lily yang cukup besar.

"hanya itu yang disukai ibu," jawab Alya.

"kita berangkat sekarang?" tanya Raka memastikan, dan hanya diangguki oleh Alya.

Raka, pria tampan itu tertegun saat Alya membawanya ke tempat pemakaman umum. Tak pernah terlintas di pikirannya sedikit pun bahwa Alya akan membawanya ke tempat itu.

ibunya bahkan tak memberitahukan padanya keadaan keluarga Alya. Ibunya hanya mengatakan, jika ia bersungguh-sungguh pada Alya, maka ia sendiri yang harus mencari tahu tentang wanita itu. ibunya hanya cukup mengenalkannya pada Alya. sisanya adalah urusannya sendiri.

walau Raka tahu, ibunya pasti telah mengetahui semua hal tentang Alya.

"ibu,,,,aku membawa seorang teman untuk dikenalkan pada ibu" ucap Alya, setelah meletakkan buket bunga tulip di atas nisan ibunya. wanita manis itu kemudian melihat ke arah Raka.

Raka tampak gugup, namun ia ikut berjongkok dia samping Alya.

"haii, bu. perkenalkan nama saya Raka Kingston. saya bukan hanya seorang teman untuk Alya, tapi sebagai calon suami Alya" ucap Raka lalu ikut meletakkan bunga lily di atas nisan ibunya Alya.

"Lily" gumam Raka saat membaca nama yang tercetak di atas batu nisan itu.

Mereka terdiam cukup lama, hingga suara Alya kembali terdengar.

"ibu pergi, saat aku berusia 10 tahun. Namun,belum genap setahun kepergian ibu, ayah menikah lagi dengan teman baik ibu." lirih Alya. suaranya begitu lirih, sehingga jika saja Raka tak fokus, pria itu tak akan mendengar ucapan Alya.

"ayah kemudian pindah ke kota Rebo, bersama wanita itu dan kedua puterinya. Ayah bahkan tak pernah menghubungi ku, dan memastikan keadaanku setelah itu. Ia meninggalkan gadis sepuluh tahun itu seorang diri hingga saat ini." ucap Alya.

wanita manis itu kembali mengangkat sudut bibirnya "Aku hanya bertemu dengannya beberapa kali saat penerimaan hasil belajar di sekolah. setelah itu, aku nggak pernah bertemu ayah lagi" jelas Alya panjang lebar.

ini merupakan kali pertama ia mencurahkan isi hatinya pada seseorang. Alya bahkan tak segan-segan menceritakan keburukan keluarganya pada orang asing.

"inilah keluargaku yang sebenarnya Raka. inilah kehidupan ku. Entah kau akan menerimanya atau tidak, setidaknya aku nggak menutupinya darimu" ucap Alya lagi saat melihat keheningan Raka.

Raka terdiam, ia masih terdiam mendengar ucapan Alya. Ia bingung harus mengatakan apa pada wanita itu. pikirannya benar-benar kosong, ia tak menyangka dibalik senyuman manis Alya, ternyata tersimpan sebuah luka yang cukup dalam, yang sepertinya belum sepenuhnya sembuh.

"sebaiknya kita pergi, hujan akan turun sebentar lagi" ucap Alya lalu bangkit dari duduknya.

Alya merapikan bajunya yang sedikit kusut sebelum pergi dari sana. Namun, saat ia akan melangkahkan kakinya, sebuah tangan yang cukup besar menarik nya dan,,

setelah beberapa detik berlalu barulah ia tersadar sudah berada dalam pelukan hangat Raka.

"aku akan menjagamu, apapun yang terjadi, mulai hari ini kau nggak akan sendirian" bisik Raka membuat Alya yang menghembuskan nafas lega yang telah ia tahan beberapa detik.

Alya pikir Raka akan meninggalkannya setelah mengetahui cerita tentang keluarganya namun ternyata ia salah. pria itu justru mengatakan akan menjaganya. perlahan, mulai tumbuh kepercayaan dalam diri Alya pada Raka. ia berharap kepercayaan yang sudah mulai tumbuh ini, tak akan membuatnya kecewa.

1
Uthie
Lagiiiiii👍👍👍👍👍
Uthie
enaknya si nenek lampir itu di apain yaaa😡😡
Indah Lestari
luar biasa...semakin penasaran..up yg byk Thor hehehe
Uthie
ternyata Bu Rany mengorbankan Alya pada nenek tukang marah itu 😡
Uthie
Semoga segera pindah dehhhh.. dan harusnya Kakek didiik tuhhh istri peyotnya tukang marah2 itu 😡
Uthie
lagiii yg banyak 🙏🙏🙏🤗
Uthie
Dasar nenek-nenek peyot tukang marah2 😡
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
Uthie
semoga langgeng terus 👍👍👍🤗
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT....
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍👍👍👍
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
Uthie
lanjutttt 💪
Uthie
Semoga dikemudian hari Cinta Raka pada Alya tetap sama yaaa🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗
Uthie
Harusnya jangan dimaafkan 😡
en green
sekretaris punya tugas untuk menangani proyek?
Uthie
Berbahagialah selalu 👍🤗🤗
Uthie
Sukkkaaaa bangett... lanjutttt terusssss😆😆😆💪
Uthie
romansa cinta yg bikin baper
Uthie
Sukkkkaaa 💞💞
Uthie
Semoga banyak yg Like 👍👍👍👍
Uthie
Menarik 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!