seorang gadis gadis cantik bernama Zea ananda harus mengalami nasib buruk,iya itu kehilangan bundanya untuk selamanya akibat perselingkuhan yang dilakukan ayahnya.Zea sangat membenci ayahnya beserta keluarga besar sang ayah karena mereka mendukung sang ayah berselingkuh.Zea pun bangkit dari keterpurukannya dan membalaskan semua rasa sakit bundanya,disela-sela balas dendam nya Zea harus menerima pernikahan yang telah ditentukan oleh kakeknya.Zea memiliki seorang kakak laki-laki yang selalu mendukungnya meskipun sang kakak tinggal bersama ayahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
demam tinggi
*tanpa membuang waktu,Aiden langsung menggendong Zea menuju mobil.selama perjalanan menuju rumah sakit,Aiden terus menggenggam tangan istrinya yang sedingin es, meskipun dahinya panas membara.ia merutuki dirinya sendiri karena tidak sadar kalau Zea mulai demam sejak s**iang tadi*.
Sesampainya di UGD,suster langsung membawa Zea ke brankar.aiden panik terus mondar-mandir didepan ruang pemeriksaan.dia tidak bisa tenang memikirkan bayinya.
"pak Aiden tenanglah, istri mu sedang ditangani didalam."ucap suster menenangkan
"bagaimana saya bisa tenang sus?.istri saya lagi hamil dan demam nya tinggi!".ucap Aiden, suaranya parau menahan takut
tidak lama kemudian,dokter kandungan keluar.aiden langsung menghampirinya.
"dokter, bagaimana kondisi istri saya dan juga bayinya?."ucap aiden
"istri anda mengalami infeksi virus yang menyebabkan demam tinggi.ini cukup beresiko jika terlambat ditangani,untung saja bapak cepat-cepat membawanya kerumah sakit jika tidak mungkin bayinya tidak bisa kami selamatkan.kita harus rawat inap untuk menurunkan demam nya agar tidak memicu kontraksi dini.kami akan memberikan obat yang aman untuk janin.kalau begitu saya permisi dulu."ucap dokter melenggang pergi
mendengar itu pertahanan Aiden runtuh.ia masuk kekamar rawat inap Zea,duduk disamping zea yang sudah terpasang selang infus.aiden mengecup kening Zea yang masih panas lalu berbisik.
"maafkan aku,sayang.aku janji akan menjaga kalian berdua.bertahanlah untukku dan bayi kita."ucap Aiden
zea menatap Aiden dengan berkaca-kaca,ia melupakan semua kejadian tadi.
"terimakasih mas,karena kamu selalu menjaga ku dan bayi kita."ucap zea
"itu sudah kewajiban ku untuk menjaga kalian berdua.maaf aku lalai menjaga mu dan bayi kita hingga kau menjadi seperti ini."ucap Aiden menyesal
"aku sudah jauh lebih baik mas,lihatlah bayi kita juga ingin merasakan kehangatan darimu."ucap zea menaruh tangan Aiden diperut nya
maafin papah,iya sayang.karena sudah bikin bunda mu sakit.ucap Aiden mengelus perut zea
ini bukan salahmu mas,aku cuma kurang istirahat aja.ucap Zea
***aiden mendekatkan wajahnya, menatap ku dalam-dalam***.
"kurang istirahat katamu.? Dasar kamu itu keras kepala iya! Kalau terjadi sesuatu sama kamu,aku gak tau harus bagaimana."ucap Aiden
"mulai sekarang aku yang akan mengatur hidupmu.tidak ada kerja lembur,tidak ada keluar sendiri,dan juga tidak ada makan-makanan pedas,paham?"perintah aiden kali ini dengan nada yang posesif yang khas
aku hanya tersenyum lemah dan mengangguk,merasa hangat menyelimuti hatiku, mengalahkan rasa sakit ditubuhku.
"terimakasih mas,karena kamu sudah membawa ku kesini."ucap zea
iya sama-sama sayang.ucap Aiden
tidak lama kemudian seorang suster masuk dengan membawakan senampan makanan yang berisi bubur,sayur SOP,daging ayam,air putih,dan buah-buahan.
Silahkan buk, perut nya di isi terlebih dahulu.ucap suster
terimakasih suster.ucap Zea
sama-sama,semoga lekas sembuh.ucap suster melenggang pergi
iya udah kamu makan dulu iya aku suapin.ucap Aiden mengambil bubur dan sayur SOP
aa..aaa..buka mulutnya sayang.ucap Aiden
***zea membuka mulutnya, setelah 4 suapan Zea merasa mual dan berhenti makan***.
Udah dulu sayang,aku mual banget dan rasanya dilidah aku pahit.ucap Zea
namanya juga orang sakit sayang.ucap Aiden
iya aku tau maka dari itu berhenti aja dulu karena perutnya juga gak Nerima nih mual banget.ucap Zea
iya udah,kalau gitu kamu makan buah nya aja iya.ucap Aiden
gak ah mas,pahit.ucap Zea menggelengkan kepalanya
kalau kamu gak makan kapan cepat sembuh nya sayang.ucap Aiden
nanti aja mas aku makan lagi sekarang aku mau istirahat aja badan ku lelah banget.ucap Zea
iya udah kamu tiduran aja dulu,kalau bisa kamu istirahat aja.ucap aiden
iya mas,aku ngantuk banget apa efek obat juga iya.ucap Zea menguap
iya gak papa dong sayang jadi kamu kan bisa istirahat.ucap Aiden
iya mas.ucap Zea
***tidak lama kemudian Zea pun terlelap,Aiden yang berada disamping zea hanya tersenyum melihat sifat istri nya yang kadang kayak anak kecil kadang dewasa***.
Mimpi indah iya sayang.cepat sembuh biar ada yang bisa ngomel-ngomel lagi dirumah.ucap Aiden mengecup kening Zea
***tidak lama kemudian dokter dan seorang suster masuk untuk memeriksa Zea***.
Permisi,saya mau meriksa kondisi pasien.ucap dokter
oh iya, silahkan dokter.ucap Aiden menjauh dan duduk disofa
***dokter memeriksa kondisi Zea,suster mengganti infusnya dan menambahkan suntikan obat***.
gimana kondisi istri saya dokter.?ucap Aiden
Syukurlah,demam nya sudah turun.tidak ada yang perlu dikhawatirkan.jika kondisi pasien sudah memungkinkan besok sudah boleh pulang.ucap dokter
baik dokter, terimakasih.ucap Aiden
Sama-sama,kalau begitu kami permisi dulu.ucap dokter melenggang pergi bersama suster
***aiden menghampiri Zea yang tertidur pulas.aiden duduk disamping brankar Zea sambil memegang tangan Zea.badan dan tubuh Aiden terasa letih dan lelah padahal dia tidak melakukan pekerjaan yang berat.tidak terasa Aiden pun ikut terlelap karena merasa kecapean***.