NovelToon NovelToon
Transmigrasi Menjadi Bocah

Transmigrasi Menjadi Bocah

Status: tamat
Genre:Mafia / Transmigrasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:95.6k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Alena Alexandria, sang hacker jenius yang ditakuti dunia bawah tanah, tewas mengenaskan dalam pengejaran maut.

Bukannya menuju keabadian, jiwanya justru terlempar ke dalam tubuh mungil seorang bocah terlantar berusia lima tahun.

​Sialnya, yang menemukan Alena adalah Luca, remaja 17 tahun berhati es, putra dari seorang mafia dari klan Frederick.

​"Jangan bergerak atau aku akan menembakmu," desis Luca dingin sambil menodongkan senjata ke arah bocah itu.

"Ampun, Om. Maafkan Queen," ucapnya, mendongak dengan mata berkaca-kaca.

"Om?"

Dapatkah Alena bertahan hidup sebagai bocah kesayangan di sarang mafia, ataukah Luca akan menyadari bahwa bocah di pelukannya adalah ancaman terbesar yang pernah masuk ke kediaman Frederick?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11

"Aku tidak butuh mayatnya, bodoh! Aku butuh bocah itu hidup-hidup!"

Suara Sean Harley menggelegar di dalam ruang kerjanya yang bernuansa barok, disusul suara gelas kristal yang pecah menghantam lantai.

Di hadapannya, tiga anak buahnya tertunduk gemetar. Mereka baru saja melaporkan bahwa target mereka berada di bawah perlindungan ketat putra mahkota Frederick.

"Tapi Tuan Sean, penjagaan Luca Frederick sangat ketat. Dia membawa bocah itu masuk ke mansion utamanya," lapor salah satu anak buah.

Sean mencengkeram kerah baju anak buahnya, menariknya hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa inci. Matanya seketika memerah penuh ambisi.

"Dengar. Queen bukan sekadar keponakanku yang yatim piatu. Dia adalah kunci! Otaknya itu mewarisi kejeniusan kakakku yang terkutuk!"

Ia melepaskan cengkeraman itu dengan kasar, lalu berjalan mondar-mandir di depan jendela besar.

"Kakakku meninggalkan kode enkripsi untuk seluruh harta warisannya dan akses ke jaringan tentara bayaran di Eropa. Hanya keturunan langsungnya yang bisa membuka kode itu lewat pemindaian retina dan algoritma yang hanya bisa disusun oleh otak seorang genius. Dan bocah itu memilikinya!"

Sean mengepalkan tangan. Baginya, Queen bukanlah manusia, melainkan sebuah brankas berjalan yang menyimpan kekayaan tak terbatas.

"Luca Frederick mungkin berpikir dia menemukan mainan baru, tapi dia tidak tahu dia sedang memegang bom waktu. Aku tidak akan membiarkan siapapun menguasai kunci itu, terutama bocah ingusan seperti Luca!"

"Lalu apa perintah anda, Tuan?"

"Siapkan unit penyusup. Malam ini, aku ingin mansion Frederick terbakar. Ambil Queen, atau jangan pernah kembali lagi ke hadapanku!"

*

*

Di ruang kerja Luca, suasana yang tadinya hangat karena aroma ayam goreng mendadak berubah menjadi mencekam. Alena, yang berada dalam tubuh Queen, merasakan bulu kuduknya berdiri.

Ia bukan lagi anak kecil biasa. Instingnya sebagai peretas kelas dunia memberitahunya bahwa tatapan Luca yang barusan melihat ponselnya adalah tatapan perang.

"Luca," panggil Queen pelan, paha ayam di tangannya tak lagi terasa menggugah selera. "Kenapa wajah Luca jadi jelek begitu? Seperti mau menelan orang."

Luca tidak menyahut. Ia masih menatap layar ponselnya yang berisi ancaman dari keluarga Harley. Ia melirik Queen, menatap mata bulat bocah itu.

"Jadi, Sean Harley adalah pamanmu? Dan dia sangat menginginkanmu sampai berani mengancam meratakan mansionku?" batin Luca.

"Bobby!" panggil Luca.

"Ya, Luc?" Bobby langsung berdiri tegak, menyadari mode serius tuan mudanya.

"Keluarga Harley. Mereka menyebut bocah ini barang berharga. Sepertinya mereka tidak sedang bercanda soal serangan malam ini."

Bobby terperangah. "Harley mau menyerang kita demi seorang bocah? Luc, ini tidak masuk akal. Apa yang ada pada Queen sampai mereka nekat memicu perang antar klan?"

Luca kembali menatap Queen yang kini sedang menyeka tangannya yang berminyak dengan daster kelinci merah mudanya.

"Aku juga ingin tahu itu. Queen, kemari."

Queen turun dari sofa dengan hati-hati. Ia berjalan mendekati meja kerja Luca. "Apa? Luca mau minta ayam? Sudah habis."

Luca menarik Queen agar mendekat, lalu ia memegang kedua bahu mungil bocah itu. Matanya menyelidiki wajah Queen, mencari jawaban di balik kepolosan itu.

"Siapa Sean Harley bagimu?"

Mendengar nama itu, jantung Queen berdegup kencang. Nama itu memicu kilatan memori yang menyakitkan di kepalanya. Gang sempit, teriakan, dan wajah seorang pria yang menatapnya dengan rakus.

"Paman jahat," bisik Queen. Suaranya bergetar dan tanpa sadar ia mencengkeram lengan kemeja Luca. "Dia... dia yang membuat Queen lari. Dia bilang Queen pembawa sial dan juga kunci. Tapi Queen bukan kunci, Queen manusia!"

Luca dan Bobby saling berpandangan. "Kunci? Kunci apa?" tanya Bobby penasaran.

"Queen tidak tahu! Mereka selalu menyuruh Queen melihat angka-angka di layar besar! Angka-angka itu pusing!" Queen mulai gemetar bercampur dengan trauma asli pemilik tubuh ini.

Alena di dalam hati mengumpat. Kunci? Jadi tubuh bocah ini adalah kunci biometrik atau semacamnya untuk harta warisan mafia? Sial, aku dikejar-kejar seperti buronan kelas kakap!

"Luc, kalau Harley benar-benar datang malam ini, kita dalam masalah besar. Kita belum siap untuk perang terbuka di area mansion," bisik Bobby khawatir.

Luca melepaskan bahu Queen, lalu berdiri tegak. Auranya berubah menjadi sangat dingin, seolah es mulai merambat di lantai ruangan itu.

"Mereka pikir mereka bisa masuk ke rumahku dan mengambil apa yang sudah menjadi milikku?"

Luca mengambil sebuah pistol dari laci mejanya, melakukan pengecekan peluru dengan gerakan cepat.

"Dengar, Luca," Queen menarik-narik ujung kemeja hitam Luca. "Jangan berikan Queen pada paman jahat. Dia tidak suka ayam goreng, dia cuma suka angka."

Luca menunduk, menatap bocah kecil yang kini terlihat sangat rapuh di bawah bayangannya. Ia teringat kembali pada Lily, saudara kembarnya. Jika Lily berada di posisi ini, Luca akan menghancurkan seluruh dunia untuk melindunginya.

"Tidak akan ada yang membawamu pergi, Kelinci Pink," ucap Luca datar, namun ada nada janji di dalamnya. "Bukan karena kau kunci harta atau apa pun. Tapi karena kau sudah mengencingi mobilku. Hutangmu belum lunas."

Queen cemberut mendengar alasan konyol itu, tapi di balik itu, Alena merasa sedikit lega. Setidaknya remaja sombong ini punya nyali, pikirnya.

"Bobby, aktifkan protokol Blackout. Matikan semua lampu di perimeter luar. Aktifkan sensor panas di pagar utara," perintah Luca sambil berjalan menuju pintu. "Dan kau, Queen, tetaplah di belakangku. Jika kau mendengar suara tembakan, tutup telingamu dan jangan keluar dari ruangan ini."

"Luca!" panggil Queen saat Luca hampir sampai di pintu.

"Apa lagi?"

"Kalau Luca menang, Queen akan berusaha mengingat dan memberitahu Luca rahasia angka-angka itu," ucap Queen dengan tatapan mata yang tiba-tiba terlihat sangat dewasa dan cerdas, membuat Luca terpaku sejenak.

Luca hanya mendengus, lalu keluar dari ruangan dengan pistol di tangannya. Bobby menyusul setelah memberikan kedipan penyemangat pada Queen.

Kini Queen sendirian di ruangan yang mulai gelap karena lampu-lampu luar mulai dipadamkan. Ia menatap layar laptop Luca yang masih menyala di atas meja.

"Kau pikir aku hanya akan diam dan bersembunyi?" gumam Queen. Ia memanjat kursi kerja Luca dengan lincah. "Sean Harley, kau ingin kunci? Baiklah. Akan kuberikan kau kunci menuju neraka pribadimu."

Jari-jari mungil Queen mulai menari di atas keyboard. Kali ini, ia tidak meretas untuk melarikan diri, melainkan untuk mengubah mansion Frederick menjadi labirin mematikan bagi siapa pun yang berani mengganggu waktu makannya.

1
Manis
apa akan ada season lanjutan?
Manis: nggak ada si bocil jadi gede?🤭
total 2 replies
Ida Kurniasari
lah tiba tiba tamat thor
jenny
ini kemana ya kk author nya??
ditunggu kelanjutannya lhooo 🥺
jenny: jangaaaannn kak. .
semoga nanti malam dapat inspirasi ya kak. . 🙏🏿
total 2 replies
Tatiw
aneh bgt bukanya bersyukur d tolong ya mlh ngelunjak si queen
・゚・ Mitchi ・゚・
seriusan udh tamat ini kak,, kan blum gede Queen'y juga.. hiks
・゚・ Mitchi ・゚・: ih kaka mah,, aku bentar² liat kirain bakalan update, kok malah ga ada teruss. please lanjut kak
total 2 replies
Inez Putri
sebenernya bgus, tp buat tokoh alena/queen di buat emang umur 5thn,jd gak ngadi² pikirannya.
Dew666
💎💎💎💎💎
Tiara Bella
wow Queen hebat bs menenangakan Sean .
🇮🇹 25
where you go kaka mey? 😒
🇮🇹 25: penyemangat kaka mey 🌚🌚🌚
total 2 replies
Kinara Widya
siapa ya yg berhianat pada Sean...dia bilang orang terdekatnya.
Dede Maesaroh
hebat quen😍
Dian SAlfitrhee
💪💪
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
tinie
hadeeuu mode ngamuk si sean
untung queen cepet pulang,
Tiara Bella
bener dugaan Queen Sean pasti ngamuk mknya dia hrs ada dirmh Sean dl....
Kinara Widya
jodohin sama lili saja kak s perjaka tua ini(Sean)
Dian SAlfitrhee: GK ada season 2 nya Thor,?
total 2 replies
Dede Maesaroh
ayolah paman sean jangan ngamuk mulu nanti darah tinggi😁
comelciripa
leh q maraton moco rampung 🤭
comelciripa: cus....nyang sijine🤭
total 2 replies
Ita Xiaomi
Calon suami merangkap kakak jg😁
tinie
eeh kemarin bikin kaget saja, masaa belum kelar cerita udah selesai aja😔😔

lanjuuutt😁😁
tinie: ya media masih rame, dsini agak sepi
cuman bangun pagi dibangunin sama petasan,,
dibilang aman belum
masih waspada,, cuman agak sepi
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!